Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Keterangan Pers Bersama PM Malaysia
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PERDANA MENTERI MALAYSIA DENGAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KANTOR PERDANA MENTERI MALAYSIA
12 NOVEMBER 2009
Perdana Menteri Malaysia
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang Mulia Bapak Presiden Republik Indonesia,
Pertama-tamanya saya ingin menjelaskan bahwa Bapak Presiden dan saya telah memulaikan perundingan dengan mengadakan perbincangan empat mata dan selepas itu diikuti dengan perjumpaan dengan Eminent Persons Group antara kedua-dua negara, dan akhirnya dengan pertemuan bilateral yang diikuti oleh para Menteri kedua-dua pihak.
Kami bersepakat untuk menyatukan, bahwa kedua-dua negara, kedua-dua kerajaan beriltizam untuk terus memantapkan hubungan antara kedua-dua negara, supaya hubungan ini tidak berlaku pasang surutnya, tetapi sebaliknya dapat dikekalkan pada tahap yang sebaik mungkin. Dan ini juga merupakan keadaan yang sebenarnya. Selaku beberapa, dianya adalah bersifat kecil dan berlaku dalam kelompok yang kecil jua dan tidak seharusnya menutup segala-gala kebaikan yang terlalu besar, terlalu positif yang telah pun dilakukan kedua-dua oleh kedua-dua pemerintah selama ini.
Oleh itu, kami juga mengusulkan bahwa hubungan tradisionalnya, seperti kunjungan antara pemimpin dan hubungan antara institusi secara tradisional akan diteruskan, dan juga kita akan melihat pada hubungan dengan centers yang baru, yang perlu dipupuk hubungan, umpamanya media dengan media, parlemen, antara arlemen, partai politik sama partai politik, NGO sama NGO. Dan saya juga saya bersetuju dengan saranan Bapak Presiden supaya golongan belia, the youth diberi special emphasis dalam hubungan antara kedua-dua negara.
Kami juga bersetuju supaya proses economic integration ini diperkasakan lagi, bukan saja dalam bidang bilateral trade yang figures-nya semakin meningkat, kecuali tahun ini karena kesan daripada krisis global. Tetapi kami yakin, bahwa hubungan dagangan akan terus meningkat. Dan saya juga berharap, bahwa lebih ramai pihak Indonesia akan melabuh di Malaysia supaya pelaburannyo dilihat sebagai two way traffic.
Dan kita juga melihat pada inisiatif tertentu. Bapak Presiden mencadangkan dalam aspek food security, dimana kita boleh invest bersama dalam bidang food security, dimana Indonesia ada kawasan yang luas dan juga tenaga kerja di Indonesia yang boleh menjadi pusat pengeluaran makanan. Ini boleh diusahakan bersama, Bapak Presiden juga sebut tentang energy security dan saya respon dimana apabila ada ekses energy dari pihak Malaysia, kita boleh salur ke kawasan-kawasan Indonesia, terutama sekali kawasan pedalaman yang memerlukan bekalan tenaga dan bekalan eletrik.
Kita juga bersetuju supaya mana yang boleh kita usahakan atas kepentingan bersama seperti memerangi NT palm oil lobby di negara yang ketiga. Kita boleh melakukan tindakan bersama dan tindakan yang lebih terselaras antara kedua-dua negara, mungkin juga dalam promosi tourism, pelancongan bidang halal Islamic finance, dan sebagainya. Ini merupakan bidang-bidang yang kita ada kepentingan bersama, yang boleh kita tentukan tindakan bersama, ataupun tindakan yang lebih terselaras.
Kita juga bersetuju supaya diwujudkan lebih banyak mekanisme, jadi dalam perjumpaan dengan Eminent Persons Group tadi, kami, Bapak Presiden dengan saya bersetuju supaya lebih di-institutionalize-kan walaupun ini dalam bentuk NGO, tetapi kita akan minta mereka untuk lebih institutionalize arrangement ini, supaya cadangan-cadangan mereka itu dalam bentuk lebih proaktif, lebih bukan saja bersifat bila ada masalah, tapi secara berterusan.
Kami juga bersetuju betapa pentingnya, akhirnya kita wujudkan lebih banyak friends of Indonesia in Malaysia dan friends of Malaysia in Indonesia. Jadi dengan ini, kalau ada apa-apa berlaku, mereka cepat memberikan perspektif yang sebenarnya, tentang apa-apa isu yang berbangkita dari masa ke masa.
Saya melihat bahwa perbincangan saya dan Bapak Presiden sangat baik, sangat productive, sangat manfaat dan oleh itu, saya anggap lawatan ini sebagai satu lawatan yang sangat bermakna, mudah-mudahan ini akan memberikan isyarat yang amat positif kepada kedua-dua negara, terutama sekali dalam konteks hubungan people to people.
Presiden Republik Indonesia
Yang Amat Berhormat Bapak Perdana Menteri Malaysia,
Saudara-saudara,
Sebagaimana yang disampaikan oleh Datuk Sri tadi, kami baru saja melaksanakan pertemuan bilateral yang didahului oleh pertemuan-pertemuan lain, yang bertujuan untuk lebih mempererat tali persahabatan dan persaudaraan, sekaligus melanjutkan dan meningkatkan kerjasama di antara kedua negara di berbagai bidang.
Saya tidak akan mengulangi apa yang telah dijelaskan oleh beliau. Saya hanya ingin memberikan highlights atau menggarisbawahi satu, dua hal yang menurut saya menjadi penting dalam peningkatan kerjasama dan persahabatan kedua bangsa ke masa depan.
Saudara-saudara,
Sebelum sampai pada masalah itu, saya ingin menyampaikan bahwa ini kunjungan kenegaraan saya yang pertama, setelah Alhamdulillah saya dipilih kembali untuk memimpin Indonesia pada periode yang kedua atau periode terakhir. Mengapa? Malaysia adalah sahabat dekat, tetangga dekat, partner yang kuat untuk kemajuan kedua bangsa.
Pertama, dengan kunjungan kenegaraan dan dilanjutkan dengan berbagai pertemuan ini adalah kami sungguh ingin tali persahabatan dan persaudaraan di antara kedua bangsa yang memiliki akar kesejarahan, akar budaya, bahkan akar peradaban ini tetap dapat dijaga dengan sebaik-baiknya. Kalau ada masalah, segera bisa kita atasi secara bijak dan tepat. Dengan demikian, kebaikan yang begitu banyak, kerjasama positif yang juga tidak sedikit, tidak tertutup oleh satu, dua isu yang berkaitan dengan itu.
Di berbagai forum, saya sampaikan kepada beliau dan saudara-saudara kami yang ada di Malaysia, sebagai kedua negara yang bertetangga dekat, berinteraksi satu sama lain, ratusan ribu warga negara Indonesia ada di Malaysia, belasan ribu atau bahkan lebih, warga negara Malaysia yang ada di Indonesia, pastilah sekali-kali ada perbedaan pandangan, ada gesekan-gesekan. Indonesia tidak pernah punya masalah dalam hal ini, misalnya dengan masyarakat yang ada di Somalia, di Afrika, di Chile, di Amerika Latin, di Kroasia, Eropa maupun Irlandia. Tetapi tetangga dekat sekali-sekali terjadi seperti itu, tugas pemimpin, tugas kami adalah mengelolanya dengan bijak, dengan arif dan jangan sampai membesar, melebar menjadi sesuatu yang justru mengganggu apa yang telah kita kerjasamakan dengan baik selama ini. Itu yang pertama.
Yang kedua, yang ingin kami capai dalam kunjungan ini dan Alhamdulillah dalam pertemuan selama ini, kami dengan bulat, bersepakat untuk melanjutkan dan meningkatkan apa yang telah menjadi agenda kerjasama bilateral hingga hari ini di bidang perekonomian, bidang pendidikan, di bidang hubungan antar bangsa, people to people contact, sebagaimana tadi dijelaskan oleh Yang Mulia Perdana Menteri Malaysia.
Sedangkan yang ketiga, ini saya garis bawahi, we have to find more opportunities. Saya kira Asia Tengah tumbuh menjadi kekuatan ekonomi global yang baru, termasuk Asia Tenggara. Oleh karena itu, sepantasnya Indonesia dan Malaysia mengambil peran, menjemput, berprakarsa bagi pertumbuhan perekonomian di kawasan ini.
Kami berdiskusi dan sependapat, bahwa ekonomi Indonesia yang terus tumbuh dengan pasar domestik yang kian membesar, demikian juga ekonomi Malaysia yang juga tumbuh positif dengan berbagai kelebihan, apabila ini dapat kita integrasikan, kita sinergikan, maka akan banyak yang kami lakukan dalam hubungan kerjasama bilateral. Kita punya format BIMP-EAGA, Brunei, Indonesia, Malaysia, the Phillipines East Asia Growth Area. Kita punya IMT-GT, Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle. Sudah banyak yang kita lakukan but we have do more, kita harus melakukan lebih banyak lagi dalam perkembangan ekonomi sub kawasan ini. Dengan demikian, ekonomi kedua bangsa akan makin tumbuh.
Dan khusus mengenai food security dan energy security, itu kami garis bawahi karena tekad ASEAN, tekad dunia untuk betul-betul kita memproduksi pangan lebih dari yang diperlukan supaya tidak ada mismatch antara supply dengan demand. Dan Indonesia tengah mengembangkan yang disebut agricultural cluster food estate, yang tentu melibatkan para usahawan Indonesia yang dalam kenyataannya, karena kita memerlukan investasi juga dari negara-negara sahabat seperti ini dapat kita kerjasamakan secara konkret, dengan demikian membawa manfaat yang nyata. Banyak sekali yang bisa kita integrasikan. Saya kira era kita harus lebih banyak kerjasama, kompetisi bagian yang alami, tetapi dalam kompetisi yang sehat pun kita bisa saling bekerja sama di berbagai bidang.
Itulah tiga hal tujuan dan sasaran utama kunjungan kenegaraan saya. Dan saya memiliki optimisime yang tinggi di masa depan, sambil memelihara persahabatan kita, mengelola isu-isu yang mungkin muncul karena dinamika keadaan, kita bisa menemukan lagi, bisa menciptakan lagi peluang-peluang baru untuk kerjasama kita. Demikian Bapak Perdana Menteri.
Terima kasih.
Pemandu Acara
Terima kasih diucapkan. Dan kita akan teruskan sesi ini dengan sesi soal jawab. Suka diingatkan bahwa soal-soalan seharusnya berkisar tentang isu-isu bilateral saja. Para wartawan boleh menggunakan microphone-microphone yang tersedia, mohon dinyatakan nama dan nama organisasi sebelum mengajukan soalan, dipersilakan.
Ms. Julia, Associate Press
I’m Julia from Associate Press. On the maid issue, did you discuss this and can you give us an update on how you planning to resolve, decide to send maid again and what the timeline on that?
Perdana Menteri Malaysia
Talking about the foreign labour? As far as we are concern would expect to foreign workers from Indonesia, we appreciate the President here. And we will continue to protect the interest and if they are any conspiration of the law, they would be doubt with accordingly and that include Malaysians as well. To follow the law ... and they will face whatever consequences as perdible in Malaysia.
Muhammad Isnen Suhanda, Reporter RRI
Terima kasih. Nama saya Muhammad Isnen Suhanda, jurnalis from Radio Republik of Indonesia. Kepada kedua pemimpin pemerintahan, masing-masing Indonesia dan Malaysia, saya ingin mengajukan satu pertanyaan. Yang pertama untuk Datuk Muhammad Najib, kami ingin menanyakan, ataukah siapa, adakah jaminan dari pihak Pemerintah Malaysia terhadap tenaga kerja Indonesia yang bermasalah di Malaysia, karena ini menjadi bagian yang sangat “sangat ramai” di Indonesia apabila terjadi sesuatu atas TKI Indonesia yang ada di Malaysia.
Untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kami ingin menanyakan bagaimana apakah ada one gate services bagi para TKI Indonesia tidak hanya di Malaysia, tapi di luar negeri agar tidak terjadi suatu katakanlah semacam illegal TKI yang ada di luar negeri? Dan apakah ini menjadi program kebijakan dari hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia? Terima kasih, Pak.
Perdana Menteri Malaysia
Utamanya dari segi kepentingan para pekerja Indonesia, kami berharap bahwa mereka yang masuk Malaysia ini dapat merupakan pekerja-pekerja yang sah. Jadi kalau mereka ini merupakan pekerja yang sah, lebih mudah hak mereka terjamin. Kalau sebaliknya, mereka boleh dieksploitasikan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Itu satu maknanya, itu prinsip yang pertama.
Prinsip yang kedua, kami akan melakukan keadilan lainan yang adil dan seksama, termasuk pada rakyat Malaysia yang melakukan kekasaran terhadap mana rakyat Indonesia yang bekerja di sini, mereka akan diambil tindakan mengikut lunas undang-undang Negara, sebagaimana yang terbukti baru-baru ini. Dan banyak juga case yang kita telah diselesaikan sebenarnya, termasuk beberapa high profile case.
Begitu juga kita berharap, bahwa kalau tenaga kerja Indonesia, rakyat Indonesia di sini juga tidak melakukan kesalahan, kalau mereka melakukan kesalahan lainan ataupun tindakan yang sama juga terhadap mereka. Itu amat dipahami oleh Bapak Presiden dalam pejumpaan kami dah tadi. Malah banyaknya kita telah melakukan seperti bidang pendidikan, untuk anak-anak mereka dan sepangnya telah dilaksanakan oleh Malaysia.
Presiden Republik Indonesia
Dari pihak Indonesia, berkaitan dengan tenaga kerja ini, pertama-tama yang ingin saya sampaikan, saya berterima kasih atas nama Indonesia terhadap Malaysia yang menerima tenaga kerja kami, bekerja di negeri ini. Mereka juga menjadi bagian dari pembangunan ekonomi di Malaysia, the economic devopment. Memang benar sekali-kali ada kasus-kasus hukum, kasus-kasus keadilan yang muncul, tapi berkaitan dengan itu, sejak semula terus-menerus kita melakukan kerjasama untuk melakukan perbaikan dan pembenahan, apakah itu sistem, aturan main, mekanisme sampai dengan kalau itu menjadi perkara hukum, yang disebut dengan perlindungan hak dan bantuan-bantuan hukum yang mesti diberikan.
Saya menghargai penjelasan dari Perdana Menteri Malaysia dalam pertemuan tadi, ini merupakan penekanan kembali. Jika ada masalah hukum yang berkaitan dengan tenaga kerja Indonesia, maka hukum dan keadilan ditegakkan, siapa pun yang bersalah, tentu harus mendapatkan sanksi. Kalau ini dilakukan dengan transparansi yang tinggi, tentu akan mengurangi kesalahpengertian yang muncul berkaitan dengan tenaga kerja ini. Dan tentunya dalam sebagai layaknya proses hukum, pihak Indonesia tentu juga ikut peduli di dalam memberikan bantuan hukum itu, meskipun kita tentu tunduk kepada hukum Malaysia, sebagaimana pula kalau ada warga negara asing melakukan kesalahan di Indonesia mesti tunduk pula pada hukum Indonesia. Kita melakukan perbaikan terus-menerus seperti itu proteksi, perlindungan, hak atau gajinya dan sebagainya. Terus terang tahun demi tahun perkembangannya makin positif, meskipun selalu ada kejadian-kejadian itu dan itulah yang menjadi komitmen kita untuk mengelolanya dengan baik.
Yang kedua, berkaitan dengan apakah perlu ada peningkatan services untuk Indonesian workers yang bekerja di luar negeri. Saudara-saudara, tiap tahun kita melakukan perbaikan, di Malaysia ini sendiri, di Kuala Lumpur, saya datang beberapa kali untuk memastikan bahwa one day service itu berjalan dengan baik, cepat, quicker, better, cheaper begitu semboyan kita dan telah dilaksanakan perbaikan yang significant. Tentu saja masih akan kita lihat apalagi yang mesti kita perbaiki. Dan di negara lain pun, kami juga terus melakukan memang ada kompleksitas tersendiri, misalkan di Timur Tengah, ataupun di negara ASEAN yang lain. Tetapi kami terus melakukan pembenahan dalam program 100 hari kami, pemerintahan yang saya pimpin sekarang ini, peningkatan pelayanan tenaga kerja merupakan agenda yang akan kita jalankan. Demikian, terima kasih.
Pemandu Acara
Soalan terakhir.
Wartawan Malaysia
My question address to Bapak Presiden. Bapak Presiden, I was wondering if you are satisfied with what Malaysia is doing in terms of handling Indonesian foreign maid working in Malaysia are satisfied about the action has been taken by the Malaysian Government?
Presiden Republik Indonesia
Ya saya, may I speak in bahasa Indonesia? Sebagaimana yang saya jelaskan tadi tahun demi tahun kami melakukan evaluasi, atas perlakuan, tentunya terhadap tenaga kerja yang ada di Indonesia. Sekali lagi, dari segi proteksi, haknya, apabila ada masalah hukum, apakah hukum itu ditegakkan dengan benar dan sebagainya. Saya melihat progress yang cukup significant, yang membedakan dengan katakanlah pengalaman kita di waktu yang lalu. Bagi saya ini satu capaian dan saya harus mengatakan terima kasih atas semuanya itu, meskipun akan selalu ada kasus-kasus itu dan kita akan memelihara hubungan cepat, hubungan dekat, agar apabila ada kasus segera ditangani dengan seksama, sehingga tidak menjadi isu baru, mungkin disalahmengertikan pula oleh yang lain, seolah-olah tidak ada tindakan yang tepat, tindakan yang adil, sehingga merugikan hubungan kita.
Oleh karena itu, meskipun I am satisfied with what we achieve now dan termasuk apa yang dilakukan oleh Malaysia. Tetapi ini tidak taken for granted, kita harus melakukan terus berbagai upaya untuk betul-betul di satu sisi mereka menjadi bagian dari pembangunan ekonomi di Malaysia, di sisi lain mereka mendapatkan proteksi dan perlakuan yang juga baik.
Perdana Menteri Malaysia
Kita minta maaf tak ada masa, sebab Bapak Presiden ada urusan selepas ini atau acara lain. Saya nak simpulkan dua, dua message utama hasil daripada pertemuan kami berdua, saya dengan Bapak Presiden hari ini.
Pertama, bila untuk mewujudkan ruang opportunities yang lebih bersama dengan bidang ekonomi, interaction, pertukaran dan sebagainya. Satu, create more opportunities antara kedua-dua negara. Kedua, help make more friends on both side. Dua messages, ini dia hasil dan komitmen kita dalam pertemuan pagi tadi.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



