Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Keterangan Pers Bersama Kanselir Jerman Saat Berkunjung ke Berlin

 

TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS BERSAMA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN
KANSELIR REPUBLIK FEDERAL JERMAN
PADA ACARA
WORKING LUNCH
KANTOR KANSELIR REPUBLIK FEDERAL JERMAN
15 DESEMBER 2009



Kanselir Jerman
Dalam bahasa Jerman.

Penerjemah
Bapak-bapak dan Ibu-ibu, saya senang sekali bahwa ada kesempatan hari ini untuk menerima Presiden Republik Indonesia. Beliau untuk pertama kali di sini dalam peran sebagai Presiden Republik Indonesia, walaupun kami memang sudah sering ketemu, apalagi juga dalam rangka G-20, tetapi juga misalnya tahun yang lalu, waktu kita bicarakan masalah-masalah krisis ekonomi dan kami melihat bahwa Indonesia merupakan satu negara yang sangat-sangat sukses dan kami juga ucapkan selamat terhadap hasil pemilu kepada Bapak Presiden.

Dan kami meyakinkan bahwa hubungan di antara Indonesia dan Jerman sangat bagus dan bisa diperluas lagi dalam beberapa bidang misalnya pertukaran budaya, ada juga beberapa bidang lain. Dan saya sendiri sebagai Kanselir Jerman, ada rencana untuk berkunjung ke Indonesia pada tahun 2011. Dan untuk tahun 2010, memang ada satu program, satu poin yang sangat penting, bahwa kita membicarakan aspek-aspek dari reformasi ekonomi. Kami juga mau menghidupkan kembali forum ekonomi Indonesia-Jerman. Ada satu tema lagi, kalau kita lihat ada pertukaran ilmu, terutama dalam bidang perlindungan hidup.

Kanselir Jerman
Dalam bahasa Jerman.

Penerjemah
Kami tadi, terutama bicara tentang konferensi besar di Kopenhagen terhadap iklim. Dan kami meyakinkan bahwa konferensi itu bisa menjadi sukses walaupun masih ada beberapa hal yang memang perlu dikatakan. Dan kami melihat dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden terhadap, ya menjadi salah satu pembimbing di dunia sebenarnya terhadap iklim. Kalau kita lihat peran Bapak di Konferensi Bali terhadap iklim global. Dan kami juga menghargai sekali, bahwa Bapak akan menjadi co-chair untuk konferensi di Kopenhagen bersama dengan Presiden Denmark Rasmussen. Dan kami yakin bahwa konferensi itu bisa menjadi satu sukses walaupun kita lihat beberapa tuntutan dan tadi juga dibicarakan tuntutan-tuntutan tersebut dengan Bapak Presiden.

Kanselir Jerman
Dalam bahasa Jerman.

Penerjemah
Sekali lagi, selamat datang dan mudah-mudahan besok kita akan ketemu lagi di Kopenhagen.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Ibu Kanselir.

Saudara-saudara,
Saya mendapat kehormatan untuk bisa berkunjung ke Jerman, dan bisa bertemu kambali dengan sahabat saya, Kanselir Merkel. Sebagaimana disampaikan oleh Beliau, kami sering bertemu untuk membahas tentang peningkatan kerjasama di antara Indonesia dan Jerman. Dan saya senang karena hubungan kami berkembang dengan baik dari waktu ke waktu.

Dalam pertemuan tadi, kami sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi. Dan kita bersepakat untuk menghidupkan forum yang sudah ada, agar sekali lagi didapat oppourtunity untuk kerjasama yang lebih luas di bidang trade and investment.

Dalam pertemuan tadi, saya mengucapkan terima kasih atas solidaritas dan bantuan pemerintah dan rakyat Jerman terhadap Indonesia, ketika mengalami bencana alam. Dan saya juga berterima kasih kerjasama, serta bantuan untuk sebuah proyek yang dinamakan Clean Development Mechanism yang sangat penting untuk Indonesia bisa meningkatkan upaya pemeliharaan lingkungan, utamanya hutan di negeri kami.

Kami juga sepakat tadi untuk meningkatkan kerjasama di bidang inter-faith dialogue, inter-cultural dialogue yang sangat penting. Indonesia sangat aktif untuk menjembatani antara Islam dan Barat. Dan kami senang bisa bermitra dengan Jerman untuk terus membangun dialog antar budaya maupun agama.

Masalah yang penting kami bicarakan yaitu climate change. Kami bersepakat untuk menyukseskan Kopenhagen. Saya berpendapat, negara maju maupun negara berkembang harus berbuat lebih banyak lagi, give more and do more, agar dengan demikian, bisa dicapai konsensus di Kopenhagen. Saya senang, baik Jerman maupun Indonesia berada di posisi itu.

Dan Indonesia telah menetapkan target pengurangan emisi sebanyak 26% pada tahun 2020. Dan itu achievable dengan menggunakan recources kami sendiri, karena terutama yang akan kami tingkatkan adalah pemeliharaan hutan di seluruh Indonesia, yang menjadi homeworks dan apa namanya, agenda yang paling utama.

Less but not least, saya senang karena Kanselir Angela Merkel akan berkunjung ke Indonesia tahun 2011, dan mudah-mudahan bisa meningkatkan kerjasama dan kemitraan di antara kedua negara.

Kanselir Jerman
Dalam bahasa Jerman.

Sdri. Miranti Husman, Gatra
Miranti Husman from Indonesian News Magazine Gatra. Ms. Kanselir, what is the effect of the reason world financial crisis on Jerman contribution at the third world development projects? Thank you.

Kanselir Jerman
Dalam bahasa Jerman.

Penerjemah
Kami sadari bahwa memang ini merupakan suatu krisis yang global, yang internasional. Walaupun begitu dan walaupun Jerman juga kena krisis ekonomi itu, dengan keuangan, pertumbuhan ekonomi yang minus 5% sekarang, kami tidak akan mengurangi kerjasama ekonomi dan pembangunan. Kami justru akan meningkatkan kerjasama pembangunan dan kami rasa bahwa ini satu langkah yang penting juga untuk mengatasi krisis juga ekonomi.

Sdri. Uni Lubis, ANTV
Independent international agency or what ever, it the names to audit the program that related with the emission reduction. Which opposed by some of the developing countries and especialy China. What is your position on that? And also exactly, if I am not mistake, you mention that President Yudhoyono will become Co-chair with the Prime Minister of Denmark. Is it a new appointment or something that we just discuss? Thank you.

Kanselir Jerman
Dalam bahasa Jerman.

Penerjemah
Mungkin saya menjawab pertanyaan kedua pada pertama. Itu memang bukan official appointment, tetapi berdasarkan Bapak Presiden Republik Indonesia punya pengalaman luas sekali sebagai pimpinan dari Konferensi Bali tahun yang lalu. Dan dalam fungsi ini dan dengan penuh pengalaman ini, sebenarnya direncanakan bahwa beliau bersama dengan Presiden Denmark akan chair konferensinya.

Kanselir Jerman
Dalam bahasa Jerman

Penerjemah
Untuk pertanyaan pertama, kami yakin tidak cukup kalau kita cuma mendengar atau memberikan perjanjian masing-masing, tapi kita membutuhkan satu organisasi internasional untuk pengawasan lanjutan proses untuk melindungi lingkungan hidup dan juga untuk melaksanakan, apakah yang akan diputuskan di Kopenhagen. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, tetapi dibutuhkan satu mekanisme dan saya yakin, bahwa satu organisasi internasional merupakan satu instrumen yang sangat penting untuk hal itu.

Wartawan Jerman
Dalam bahasa Jerman.

Kanselir Jerman
Dalam bahasa Jerman

Penerjemah
Memang harus diakui bahwa seperti sering terjadi dalam kerangka konferensi internasional, progresnya di dalam konferensi itu sendiri sedikit terlambat. Dan kita lihat beberapa hambatan yang masih perlu dibicarakan dan diatasi sampai hari Jumat. Kita cuma tinggal beberapa hari lagi dan kita mau keluar dari konferensi itu dengan keputusan yang mantap. Dan saya yakin, bahwa setiap negara seharusnya memang sampai hari Jumat harus memberikan ide terhadap kontribusinya dengan sangat jujur. Dan saya lihat bahwa Indonesia dan Jerman merupakan satu ya pasangan yang baik sebenarnya untuk mencapai satu sukses di konferensi di Kopenhagen itu.

Presiden Republik Indonesia
Saya juga ingin memberikan tanggapan terhadap pertanyaan tadi. Pengalaman kami di Bali, tinggal beberapa jam juga daedlock, negosiasi berhenti. Tetapi selalu ada window of oppourtunity, dan saya berharap leaders bisa memberikan direction politik kepada para negosiator. Dengan demikian, apapun tidak boleh gagal di Kopenhagen dan produce something, yang bisa ditindaklanjuti tahun depan untuk menjadi dokumen yang legally binding.

Penerjemah
Dalam bahasa Jerman

Kanselir Jerman
Ok. Danke schön.

Presiden Republik Indonesia
Thank you.



*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan