Ruang Pers
Keterangan Pers Presiden
Tentang Perkembangan Diskusi di Konferensi Kopenhagen
TRANSKRIPSI
DOORSTOP PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
HOTEL CROWNE PLAZA, KOPENHAGEN, DENMARK
16 DESEMBER 2009
Saudara-saudara,
Saya telah mendapatkan laporan tentang perkembangan negosiasi yang berlangsung di Kopenhagen ini dari Ketua Delegasi Indonesia, Pak Rachmat Witoelar. Dan sebagaimana Saudara ketahui, tadi pagi juga saya bersama para Menteri, para Gubernur telah bersama merumuskan posisi Indonesia yang akan kita bawa dalam konferensi di Kopenhagen ini. Dan besok rencana, saya akan menyampaikan statement sesuai dengan jadual yang telah ditentukan, usulan Indonesia, rekomendasi Indonesia yang bisa dipertimbangan untuk mengatasi kebuntuan, katakanlah begitu, agar bisa menghasilkan sesuatu di Kopenhagen ini.
Sebelum saya sampaikan kira-kira posisi kita seperti apa, tadi saya juga sudah bertemu dengan Perdana Menteri Norwegia, yang selama ini menjadi mitra kita, partner kita untuk banyak hal, termasuk di dalam urusan perubahan iklim ini, kita saling bertukar pikiran, alternatif seperti apa yang bisa kita tempuh untuk sekali lagi, konferensi di Kopenhagen ini tidak gagal.
Posisi kita paling tidak apa yang telah kita persiapan dan akan saya sampaikan besok. Pertama, dunia, kita semua harus sepakat untuk tidak memberikan toleransi kenaikan suhu melebihi 2o Celcius. Itu sebagai rujukan utama.
Yang kedua, berkaitan dengan itu, maka negara maju harus meningkatkan pengurangan emisinya dari yang sudah ditetapkan sekarang ini. Dengan demikian, untuk mencapai tidak lebih dari 2o Celcius itu, negara maju telah menyumbang pengurangan emisi yang cukup.
Ketiga, negara berkembang pun harus memiliki rencana aksi dan sasaran untuk dikontribusikan, meskipun ini sifatnya sukarela, sebagaimana yang Indonesia lakukan. Sampai tahun 2020, kita ingin mengurangi 26% emisi kita dari business as usual.
Keempat, karena negara berkembang, bahkan least developed country juga ingin ikut tentunya menyelamatkan buminya, tentu bantuan finansial, bantuan sumber daya untuk mitigasi, termasuk transfer of technology, termasuk capacity building, itu harus ditingkatkan. Jadi angka yang sekarang yang dijanjikan oleh negara maju itu perlu ditingkatkan.
Yang kelima, agar sasaran, baik negara maju, negara berkembang kemudian kesediaan atau angka bantuan dari negara maju itu semua bisa diyakini, dijalankan dengan benar, memang bagaimanapun diperlukan satu monitoring system, monitoring mechanism. Tetapi yang dipantau bukan hanya negara berkembang di dalam mencapai sasaran-sasarannya, negara maju pun juga dipantau, termasuk pledging atau janji bantuan negara maju kepada negara berkembang pun juga harus dimonitor, agar semua berjalan dengan baik. Termasuk Indonesia sangat berkepentingan berapa sesungguhnya emisi dari masing-masing negara itu harus ada satu pengukuran bersama yang reliable, jangan sampai lembaga-lembaga, termasuk NGO mengeluarkan masing-masing, menghitung sendiri-sendiri, menimbulkan confusion pada tingkat global.
Lima butir itulah yang akan saya sampaikan besok dalam statement. Tentunya Indonesia menggarisbawahi pentingnya kerjasama di dalam pengelolaaan hutan sebagai bagian dari kemitraan global. Indonesia sangat bertanggung jawab ke depan ini untuk lebih meningkatkan pengelolaan hutannya. Dengan demikian, sasaran 26% pengurangan emisi itu bisa kita capai.
Itulah posisi kita yang, insya Allah, besok akan saya sampaikan. Dan tentunya saya, tadi setelah mendapatkan rekomendasi dan laporan dari Pak Rachmat Witoelar juga akan melakukan pembicaraan-pembicaraan, lobi, tentu dengan Sekjen PBB, Saudara Ban Ki-Moon dan pemimpin dunia yang lain, agar bagaimana pun kita bisa mencegah kegagalan dari Konferensi Kopenhagen ini.
Saya sendiri menyadari, bahwa tidak mungkin tanpa kepastian dari komitmen Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok misalnya untuk mengatasi hal seperti, itu juga faktor yang penting, tetapi negara lain juga tidak harus saling menunggu apa yang bisa kita lakukan bersama, tentu sangat penting untuk menyukseskan konferensi di Kopenhagen ini.
Itulah Saudara-saudara yang ingin saya sampaikan. Dan saya minta semua mengikut perkembangannya dan nanti akan saya jelaskan lagi hasil apa yang dapat dicapai so far di Kopenhagen ini.
Terima kasih.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



