Arsip
| « | April 2008 | » | ||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||
PERNYATAAN PERS BERSAMA
ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN BRUNEI DARUSSALAM
DALAM PERTEMUAN BILATERAL
PRESIDEN H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
DAN
SULTAN H. HASSANAL BOLKIAH
JAKARTA, 22 APRIL 2008
1. Atas undangan Presiden Republik Indonesia, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Brunei Darussalam, melakukan Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia pada 22-24 April 2008.
2. Dalam kunjungan ini, Sultan Haji Hassanal Bolkiah melakukan courtesy call kepada Presiden H. Susilo Bambang Yudhoyono, yang kemudian diikuti dengan pertemuan bilateral antara kedua pemimpin.
3. Dalam pertemuan bilateral, Presiden H. Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Menteri Dr. Boediono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; Dr. Nur Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri; Ir. M. Hatta Rajasa, Menteri Sekretaris Negara; Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; Dr. Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangan; Jusman Syafii Djamal, Menteri Perhubungan; Ir. Erman Suparno, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Ir. Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata; Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet; Primo Alui Joelianto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, dan Herijanto Soeprapto, Duta Besar Republik Indonesia di Brunei Darussalam. Sultan Hassanal Bolkiah didampingi oleh Pehin Orang Kaya Seri Dewa Mayjen (Purn) Dato Seri H. Mohammad H. Daud, Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga; Pehin Orang Kaya Pekerma Dewa Seri Setia Lim Jock Seng, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Dua; Pehin Dato Singamanteri Kol. (Purn) Dato Paduka H. Mohammad Yasmin H. Umar, Wakil Menteri Pertahanan; dan Pehin Datu Harimaupadang Mayjen (Purn) Dato Paduka Seri H. Awang Husin bin Awang, Duta Besar Brunei Darussalam untuk Indonesia.
4. Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif yang merefleksikan persahabatan, kehangatan, ketulusan, dan saling keterbukaan di antara kedua negara.
5. Kedua pemimpin menyambut baik hasil pertemuan, yang semakin memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Kedua pemimpin menyatakan kembali komitmennya untuk meningkatkan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Brunei Darussalam, berdasarkan atas sikap saling menghormati dan pengertian, kerja sama yang saling menguntungkan, sejalan dengan Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia), serta prinsip-prinsip keadilan dan hukum internasional.
6. Kedua pemimpin menyambut baik perkembangan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara kedua negara yang semakin tumbuh. Kedua pemimpin juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kerja sama yang telah berjalan selama ini, menciptakan iklim perdagangan dan investasi yang lebih menarik guna dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Sehubungan dengan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Brunei Darussalam untuk meningkatkan dan mengembangkan investasi di Indonesia, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus di Kepulauan Batam, Bintan, dan Karimun, serta di bidang infrastruktur dan proyek-proyek padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja. Sultan Hassanal Bolkiah juga mengundang Indonesia untuk melakukan investasi di Brunei Darussalam pada berbagai sektor yang menguntungkan kedua negara.
7. Kedua pemimpin menyambut baik peningkatan kerja sama bilateral dalam bidang pertahanan. Dalam hal ini, kedua pemimpin juga menyampaikan komitmennya untuk lebih meningkatkan kerja sama bilateral dalam bidang pertahanan, termasuk pembelian alutsista, pertukaran intelijen, pertukaran informasi serta pelatihan dan operasi bersama untuk menanggulangi bencana alam. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menawarkan kepada Sultan Hassanal Bolkiah untuk mempertimbangkan pembelian produk-produk strategis Indonesia, seperti pesawat CN-235 dan berbagai jenis alutsista yang diproduksi oleh PT Pindad.
8. Dalam isu keamanan energi, kedua pemimpin membicarakan tentang perlunya kerja sama yang lebih erat di bidang ini. Kedua pemimpin berpandangan bahwa minyak dan gas merupakan sumber daya alam yang dapat habis. Oleh karena itu, kedua negara memiliki kepentingan bersama untuk mencari terobosan kerja sama yang saling mengutunkan guna menjaga keamanan energi. Dalam kaitan ini, kedua pemimpin menyambut baik kerja sama yang dilakukan antara Elnusa dengan PetroleumBRUNEI di sektor perminyakan dengan melakukan kegiatan seismik bersama di Brunei Darussalam.
9. Kedua pemimpin menyambut baik penandatanganan MoU antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Brunei Darussalam di bidang Kerja Sama Kebudayaan di Jakarta, pada 22 April 2008. Kedua pemimpin berpandangan bahwa MoU tersebut dapat lebih meningkatkan kerja sama kebudayaan dan merupakan sarana baik untuk peningkatan hubungan people-to-people contact guna menciptakan pemahaman atas ikatan persaudaraan yang ada di antara kedua masyarakat.
10. Kedua pemimpin menyambut baik peningkatan kerja sama dalam kerangka Heart of Borneo (HOB), sebagai suatu inisiatif dalam upaya menyelamatkan dan memelihara lingkungan hidup, khususnya hutan yang membentang antara Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan bahwa program HOB dapat menjadi salah satu upaya penanggulangan illegal logging dan perdagangan produk kayu ilegal lainnya.
11. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik penganugerahan “Wing Penerbang Kehormatan” dan “Warga Kehormatan Kopaskhas TNI AU” kepada Sultan Hassanal Bolkiah. Penghargaan tersebut merupakan pengakuan Pemerintah RI atas peranan Sultan Hassanal Bolkiah dalam meningkatkan hubungan bilateral, khususnya antar Angkatan Udara kedua negara.
12. Kedua pemimpin menyambut baik hasil pertemuan sebagai sarana untuk meningkatkan hubungan bilateral, menciptakan peluang kerja sama baru, serta meningkatkan kerja sama regional dan internasional.
13. Sultan Hassanal Bolkiah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah, dan rakyat Indonesia atas sambutan hangat dan keramahtamahan yang diberikan kepadanya beserta Delegasi Brunei Darussalam selama di Indonesia, sebagai cerminan hubungan erat di antara kedua negara yang telah berlangsung selama ini.