Ruang Pers
Siaran Pers
Tentang Rencana Kunjungan PM Australia Kevin Rudd
KANTOR STAF KHUSUS PRESIDEN
BIDANG HUBUNGAN INTERNASIONAL/JURU BICARA KEPRESIDENAN
Gedung Ex Bina Graha, Jln. Veteran No. 16 , Jakarta 10110
Telp: (62-21) 23545001 ext 7099/7590 Faks (62-21) 2314142
PERNYATAAN PERS
Kunjungan Resmi Perdana Menteri Australia ke Indonesia
• Tanggal 12 – 14 Juni 2008, Perdana Menteri Australia, Y.M. Kevin Michael Rudd didampingi Ms. Thérèse Rein akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Bagi PM Kevin Rudd kunjungan ke Indonesia kali ini merupakan kunjungan yang kedua setelah beliau dilantik sebagai Perdana Menteri Australia tanggal 3 Desember 2007. Kunjungan yang pertama adalah sewaktu menghadiri UNFCCC di Bali pada bulan Desember 2007.
• Selama berada di Indonesia, PM Kevin Rudd akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Jumat tanggal 13 Juni 2008. Pertemuan direncanakan dimulai pukul 09:00 pagi, dimulai dengan courtesy call didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Ms Thérèse Rein, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral, dan kemudian konferensi pers bersama.
• Setelah itu, PM Kevin Rudd dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Presiden, Ketua DPR, dan Sekjen ASEAN.
• PM Kevin Rudd akan mengadakan kunjungan ke Nangroe Aceh Darussalam (NAD/Aceh) guna menghadiri peresmian Sekolah Dasar Islam Negeri Ulee Lhue dan Pusat Pengembangan Aquaculture Aceh. Di Aceh PM Kevin Rudd direncanakan bertemu dengan Gubernur NAD dan warga Australia yang bekerja dibidang rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh.
• Hubungan diplomatik dengan Australia dimulai pada tahun 1949. Hubungan Indonesia dan Australia memasuki babak baru dengan ditandatanganinya Deklarasi Kemitraan Komprehensif (4 April 2005) serta Traktat Lombok (13 Nopember 2006). Australia adalah mitra dagang terbesar Indonesia nomor 10 dengan total perdagangan tahun lalu mencapai US$ 6,4 miliar.
• Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal mengatakan : “Kunjungan PM Kevin Rudd ke Indonesia mempunyai arti yang strategis untuk menjaga momentum peningkatan hubungan yang selama ini dibangun. Australia adalah negara yang sangat penting bagi Indonesia. Presiden Yudhoyono ingin membangun hubungan kerja yang konstruktif serta hubungan pribadi yang erat dengan PM Kevin Rudd. Dalam situasi internasional yang labil dewasa ini, banyak hal-hal yang dapat dilakukan oleh Indonesia dan Australia. Presiden Yudhoyono dan PM Rudd juga akan membahas mengenai KTT G-8 di Hokkaido awal bulan Juli mendatang, yang akan dihadiri kedua pemimpin. Presiden Yudhoyono secara khusus akan menitik-beratkan pada masalah food security.”
Jakarta, 10 Juni 2008
Dr. Dino Patti Djalal



