Pidato Presiden
Sambutan pada Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PELANTIKAN MENTERI KABINET INDONESIA BERSATU
ISTANA NEGARA, 21 OKTOBER 2004
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati, Saudara Wakil Presiden,
Yang saya muliakan, para Pimpinan Lembaga-Lembaga Tinggi Negara,
Para Menteri Kabinet Gotong-Royong,
Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang baru saja dilantik,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, marilah bersama-sama kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas perkenan rahmat dan ridho-Nya kita dapat mengikuti acara pengambilan sumpah dan pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu masa bakti 2004-2009.
Sebagaimana hadirin ketahui, bahwa sesuai dengan amanah dan kewajiban konstitusi, kemarin saya telah mengucapkan sumpah di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Hari ini, saya melanjutkan kewajiban konstitusional saya, mengangkat para menteri sebagai pembantu presiden, sesuai dengan Pasal 17 UUD 1945. Dan hari ini juga, saya mengambil sumpah dan melantik para menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu.
Melalui proses politik yang damai dan demokratis, rakyat Indonesia telah memberikan mandat kepada saya, bersama Saudara Jusuf Kalla untuk memimpin bangsa dan negara lima tahun mendatang. Atas dasar itu, saya telah memberikan mandat dan kepercayaan kepada para menteri untuk membantu saya mengemban tugas yang tidak ringan tapi mulia itu. Oleh karena itulah, mari tidak kita sia-siakan kepercayaan dan harapan rakyat yang dilimpahkan kepada kita.
Atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden Republik Indonesia, dan seluruh jajaran pemerintah, saya mengucapkan selamat kepada para menteri dan jaksa agung yang telah mengucapkan sumpah dan dilantik pada hari ini.
Di satu sisi, tugas dan jabatan yang Saudara emban adalah kepercayaan dan kehormatan. Tetapi di sisi lain adalah tantangan, ujian dan cobaan. Saya berharap dan saya mengajak, mari kita laksanakan tugas yang mulia ini dengan sebaik-baiknya, dengan berbuat yang terbaik, untuk rakyat, untuk bangsa dan untuk negara.
Sebelum acara pelantikan ini, para menteri dan jaksa agung telah menandatangani surat pernyataan, yang hakikatnya adalah kontrak politik antara para menteri dengan saya, selaku Presiden Republik Indonesia. Saya memahami bahwa Saudara dengan sepenuh hati dan penuh kesadaran, telah mengatakan untuk setia kepada pemerintah dan negara, untuk jujur dan untuk bekerja keras. Mengutamakan kepentingan pemerintah dan negara di atas kepentigan partai ataupun golongan.
Saudara bersedia untuk menjadi pejabat yang bersih, bebas dari korupsi dan segala bentuk penyimpangan, dan bahkan Saudara mengatakan, apabila terlibat dalam berbagai tindak penyimpangan termasuk korupsi, dan dinyatakan bersalah oleh hukum, Saudara siap untuk mengundurkan diri dan menerima sanksi sesuai hukum yang berlaku. Saudara juga menyatakan siap untuk mendapatkan evaluasi atas kinerja dan prestasi yang Saudara lakukan setahun, dari awal masa jabatan ini. Semua ini, jadikanlah cambuk dan tantangan. Saya yakin, kalau itu merupakan cambuk dan tantangan, Saudara akan terbebas dari hal-hal yang tidak benar, dan justru Saudara dapat berprestasi, berbuat yang terbaik, berkontribusi yang maksimal, untuk rakyat, bangsa, dan negara.
Saya pun akan melakukan hal yang sama dengan Saudara, untuk menegakkan pemerintahan yang baik atau good governance, untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan terhadap segala bentuk penyimpangan, marilah kita mulai dari diri kita sendiri, dari lingkungan kita, dari jabatan kita, dan utamanya sebagai seorang presiden, dari diri Pemerintah Republik Indonesia.
Saya mengajak, marilah kita bekerja keras dan bekerja cerdas. Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk kita bisa menyumbangkan sesuatu yang optimal kepada bangsa dan negara kita. saya juga berharap, dalam satu kesatuan kabinet, kiranya dapat dibangun sinergi dan kekompakan sehingga tugas apapun, seberat apapun, dapat kita emban dengan baik.
Rakyat Indonesia memerlukan kepemimpinan dan ketauladanan yang baik, jadilah pemimpin. Berikanlah tauladan kepada rakyat Indonesia. Saya mendengar dan memahami, banyak terjadi pro dan kontra terhadap pengangkatan menteri-menteri dalam Kabinet Indonesi Bersatu ini. Bahkan ada kesangsian apakah Saudara, termasuk saya dan Pak Jusuf Kalla dapat mengemban tugas yang tidak ringan ini. Dalam suasana demokrasi, dalam nuansa yang positif, anggaplah itu sebagai pemicu, sebagai cambuk dan penantang untuk kita bisa bekerja dengan baik. Tidak perlu kesangsian, atau keragu-raguan rakyat terhadap kita, terhadap Saudara, dijawab dengan kata-kata, jawablah dengan kerja dan karya nyata.
Akhirnya, dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT marilah kita melangkah ke depan, dengan penuh semangat dan tekad yang bulat, dengan penuh keikhlasan dan ketulusan, cita-cita yang mulia, untuk berbuat yang terbaik kepada bangsa dan negara. Selamat bertugas, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk, dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.
Sekian,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



