Pidato Presiden
Pengumuman mengenai Reshuffle Terbatas Menteri-Menteri Kabinet Indonesia Bersatu
TRANSKRIPSI
PENGUMUMAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI RESHUFFLE TERBATAS MENTERI - MENTERI
KABINET INDONESI BERSATU
GEDUNG AGUNG-YOGYAKARTA, 5 DESEMBER 2005
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera,
Para Wartawan yang saya hormati,
Saya didampingi oleh Saudara Wakil Presiden, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet, akan menyampaikan pengumuman dan sekaligus penjelasan tentang reshuffle terbatas Kabinet Indonesia Bersatu.
Sebelum saya sampaikan reshuffle terbatas Kabinet Indonesia Bersatu itu menyangkut posisi apa saja, termasuk siapa-siapa yang saya angkat menjadi menteri baru, baik itu yang memang wajah baru, maupun wajah lama yang menempati pos atau posisi yang baru. Saya ingin memberikan penjelasan atas beberapa hal. Penjelasan ini perlu saya sampaikan, karena apa yang saya ikuti, dari berbagai pemberitaan media massa, baik cetak maupun elektronik, termasuk berita melalui SMS, percakapan di luar dan selebaran-selebaran, nampaknya banyak terjadi manipulasi terhadap apa yang saya lakukan, sehingga kalau tidak saya jelaskan, itu membingungkan rakyat.
Ada pihak yang tidak mengetahui persis fakta, data dan latar belakang, memberikan statement, manipulasi, analisis, yang sama sekali tidak memiliki dasar apapun. Saya berharap sebenarnya, agar demokrasi kita ini makin mapan, makin matang, janganlah mereka-mereka yang sesungguhnya tidak memiliki data, fakta, argumentasi yang jelas, begitu mudahnya memberikan komentar, begitu mudahnya melakukan penjelasan kepada publik, seolah-olah berangkat dari data yang benar. Itu tidak baik, karena sekali lagi, membingungkan rakyat kita.
Saudara-saudara,
Saya akan menyampaikan proses sampai dilaksanakannya reshuffle terbatas Kabinet Indonesia Bersatu. Ini penting, karena ada komentar, pemerintah ragu-ragu, pemerintah seperti tidak punya arah bagaimana penataan kembali kabinet dilaksanakan. Saya katakan, saya tidak pernah ragu-ragu, saya punya konsep, dan sudah saya jelaskan bahkan, pada tanggal 9 November yang lalu, tentang mengapa evaluasi dan penataan kembali kabinet ini perlu kita laksanakan.
Pertama, sebagaimana yang saya sampaikan setahun yang lalu, saya dibantu oleh Saudara Wakil Presiden, melakukan evaluasi. Evaluasi itu menyangkut evaluasi kinerja kabinet secara menyeluruh, evaluasi tim-tim tertentu dan juga evaluasi terhadap kinerja atau capaian dari menteri-menteri tertentu. Tentu evaluasi ini saya laksanakan setelah setahun para menteri melaksanakan tugasnya. Kami lakukan secara cermat, karena ini menyangkut sesuatu yang sangat penting, termasuk memasukkan dari berbagai sumber, termasuk dari publik, bagaimanapun saya harus dengar, saya harus baca, meskipun pengambilan keputusan yang saya lakukan berdasarkan evaluasi yang saya lakukan, dan bukan semata-mata mendengarkan apa yang disampaikan oleh publik. Dengan demikian, tentu saya mempertanggungjawabkan proses evaluasi itu.
Limabelas November sebenarnya sudah selesai evaluasi kinerja, baik kabinet, tim, maupun menteri secara orang seorang. Tetapi Saudara tahu, saya menghadiri pertemuan APEC selama lebih kurang seminggu, dan setelah itulah proses ini saya lanjutkan kembali dengan diawali memberitahukan kepada sejumlah menteri yang kinerjanya saya anggap tidak memenuhi yang saya harapkan, termasuk koreksi-koreksi untuk perbaikan, sehingga menteri-menteri itu tahu, bahwa dari hasil evaluasi ada sejumlah kekurangan yang perlu dilakukan perbaikan.
Kemudian proses berikutnya lagi tentu, penetapan pos-pos mana yang perlu dilakukan penyegaran ataupun penggantian. Dilanjutkan dengan pencarian nama-nama calon menteri. Proses itu selesai sebetulnya 1 Desember yang lalu. Itulah sebabnya pada tanggal 1 Desember yang lalu, ketika saya ditanya, apakah jadi dilakukan reshuffle, saya katakan jadi, dan waktunya kapan, beberapa hari mendatang. Dan bahkan ketika saya berkunjung ke Sumatera Utara saya katakana, tiga hari lagi insya Allah, akan kita umumkan, tepat pada hari ini.
Tentu, saya harus mengecek satu per satu calon-calon menteri itu, klarifikasi, apakah ada masalah-masalah hukum, karena penting ini, saya tidak ingin, ketika mereka kita angkat dan kita lantik, ternyata ada masalah-masalah hukum. Oleh karena itulah, saya berkomunikasi dengan pihak kepolisian, pihak KPK dan lain-lain. Kalau menteri yang saya ganti itu menyangkut atau berasal dari partai politik tertentu, tentunya etika politik mensyaratkan saya berkomunikasi, meskipun pengambilan keputusan berada di tangan saya, sebagai prerogatif Presiden. Begitu menurut Undang-Undang Dasar. Itu saya lakukan terus-menerus baik siang dan malam.
Kemudian proses berikutnya tentu memberitahu kepada menteri-menteri yang saya ganti atau saya pindahkan posnya, satu demi satu, dan itu sudah saya sampaikan semuanya. Setelah itu, tentu saya memberitahu kepada calon-calon menteri, untuk bersedia saya angkat, sebab tidak mungkin saya angkat kalau yang bersangkutan tidak bersedia. Itupun juga sudah saya laksanakan. Sehingga sesuai dengan rencana waktu, hari ini, tanggal 5 Desember, reshuffle terbatas ini akan saya umumkan. Dan dua hari lagi, insya Allah, pada tanggal 7 Desember, menteri-menteri baru itu akan saya lantik sebagai Menteri Kabinet Indonesia Bersatu.
Di sini perlu saya jelaskan, karena saya masih mendengar komentar di televisi Saudara-saudara, di media cetak Saudara-saudara, seolah-olah ini diundur-undur. Tidak ada yang mengundur-undur. Dari dulu memang saya sampaikan, tanggal 5. Kepada Wakil Presiden, kepada yang lain-lain, insya Allah tanggal 5 saya umumkan. Ini supaya mengerti duduk persoalan yang sebeanrnya.
Yang kedua, muncul sekarang isu adanya tekanan. Saya katakan, melalui Saudara semua, tidak ada tekanan apapun terhadap saya sebagai Presiden yang harus mengambil keputusan ini. Tidak ada satu partai politik pun yang menekan saya, agar mengikuti, katakanlah apa yang diinginkan oleh partai-partai politik. Saya justru berterima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada semua partai politik yang bekerjasama dengan pemerintah sekarang ini, karena mereka menghormati aturan main dan etika politik yang ada. Tidak ada pula tekanan dari orang seorang, agar Presiden mengikuti begitu saja, tidak ada.
Lantas ada yang mengaitkan jangan sampai ditekan oleh lembaga tertentu, IMF, misalnya, berpikir pun tidak saya, terlalu mengada-ada. Ini kepentingan kita, kepentingan saya untuk memiliki satu kabinet yang lebih efektif, lebih kompak dan tidak ada kaitannya dengan lembaga internasional, semacam IMF itu, tidak ada, saya pastikan. Jadi hati-hati, jangan bermain-main dengan statement yang tidak ada dasarnya sama sekali. Kasihan rakyat, membingungkan rakyat. Saya katakan, tidak ada tekanan apapun di dalam saya melakukan reshuffle terbatas Kabinet Indonesia Bersatu. Ada seloroh, saya dengar di televisi, di media massa, ini kabinet IMF bersatu. Mengapa kok senang berburuk sangka? Tidak baik.
Yang ketiga, mengapa diumumkan di Yogyakarta. Saya berpedoman pada 5 Desember. Nanti kalau terlambat saya umumkan satu hari saja, Saudara, terlambat, ragu-ragu, mundur sana, mundur sini. Padahal untuk urusan yang sangat besar, sangat mendasar, sebenarnya tidak harus dihitung jamnya, menitnya. Tapi baiklah karena memang sudah selesai prosesnya, saya menepati janji saya untuk 5 Desember saya umumkan.
Kebetulan hari ini saya ada acara di Yogyakarta. Besok masih ada acara di Magelang dan baru kembali ke Jakarta. Saya kira tidak efektif kalau saya kembali ke Jakarta, mengumumkan, kembali ke sini lagi, boros. Boros waktu, boros biaya, karena ini juga Istana Kepresidenan, Gedung Negara, sebagaimana Istana Bogor, Istana Tampak Siring, Cipanas, semua adalah resmi Istana Kepresidenan. Oleh karena itu, kalau saya mengumumkan di sini, sama saja. Wilayah Indonesia, dan inipun Istana Kepresidenan ataupun Istana Negara.
Ada yang berkomentar dan memang sangat menyakitkan, dan itu dikaitkan dengan nilai magis, ada kleniknya. Mohon maaf, dengan segala kekurangan saya, saya ini orang beriman. Janganlah semudah itu mengatakan, wah ini tentu pemerintah SBY-JK ada kleniknya dan nilai magisnya, mengapa diumumkan di Yogyakarta. Tidak rasional cara berkomentar seperti itu. Ada yang bertanya, mengapa kemarin waktu saya menjelaskan, ya, Saudara Budiyono memang saya undang bertemu saya, mengapa saya menjelaskan di Medan, ya memang waktu di Halim saya mengundang Saudara Budiyono. Saya terbang ke Sumatera Utara, ditanya oleh wartawan, apa betul memanggil Pak Budiyono, tujuannya apa. Ya, saya jelaskan di Medan, lah wong pertanyaannya di Medan. Jadi jangan dikaitkan dengan mengapa kok di Medan, dan segala macam. Saya kira, sia-sia kita melakukan hal-hal yang tidak edukatif dan tidak konstruktif.
Saudara-saudara,
Dari itu semua, maka sesuai dengan yang saya jelaskan pada tanggal 9 November yang lalu, setelah melakukan evaluasi selama setahun, saya ingin Kabinet Indonesia Bersatu ini lebih efektif, lebih memiliki kerjasama tim yang baik, lebih memiliki tingkat koordinasi yang baik. Dengan demikian, saya harapkan hasilnya menjadi lebih baik.
Dari itu semua, saya lakukan sejumlah pergantian jabatan menteri, baik rotasi dari satu posisi ke posisi yang lain, maupun pengangkatan baru atas menteri-menteri baru. Kalau tidak saya sampaikan di sini, berarti tidak ada perubahan, jadi persis sebagaimana jabatan dan posisi para menteri itu dalam susunan Kabinet Indonesia Bersatu. Dan secara lengkap, tentu nanti pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah menteri-menteri baru itu, akan dibacakan keutuhan Keputusan Presiden yang sudah saya tanda tangani. Yang saya sampaikan malam hari ini adalah posisi-posisi baru dan siapa beliau-beliau itu.
Saya sempat tadi melihat Metro TV, barusan. Saat-saat terakhir dilakukan pencoretan-pencoretan atas sejumlah nama yang beredar selama ini. Yang mengedarkan nama itu siapa? Sebagian besar salah, terus dicoret oleh Presiden. Ya, barangkali bagus untuk intermezzo, tetapi jangan terlalu seringlah, nanti rakyat menjadi susah nanti.
Saudara-saudara,
Ada lima yang ingin saya sampaikan. Dalam susunan Kabinet Indonesia Bersatu yang baru, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian adalah Saudara Dr. Budiyono. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Saudara Ir. Aburizal Bakrie. Menteri Perindustrian, Saudara Drs. Fahmi Idris. Menteri Tenaga Kerja, Saudara Ir. Erman Suparno, MBA., M.Si. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, adalah Saudara Ir. Paskah Suzeta. Sedangkan Menteri Keuangan adalah Saudari Dr. Sri Mulyani Indrawati. Itulah posisi-posisi baru yang saya sampaikan pada malam hari ini. Dan berarti posisi yang lain tetap, sebagaimana yang telah Saudara ketahui.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Saya akan menjawab satu, dua pertanyaan dari Saudara.
Sebentar-sebentar. Ada lagi yang belum saya jelaskan. Saudara Alwi Shihab, yang selama ini menjabat menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dengan kesetiaan beliau, saya akan menugaskan untuk menjadi penasehat dan utusan khusus saya untuk kerjasama dengan negara-negara Timur Tengah, termasuk dalam rangka Organisasi Konferensi Islam dan juga kerjasama dengan Islamic Development Bank, yang tentunya akan lebih banyak berkaitan dengan kerjasama ekonomi, antara negara kita dan negara-negara itu.
Kita ketahui bahwa kerjasama ekonomi antara kita dengan negara-negara Timur Tengah belum optimal. Kita masih melihat potensi yang besar. Oleh karena itulah kita harus lebih proaktif, kita harus memiliki agenda yang konkret, dengan demikian, bisa kita ikuti terus bagaimana kemajuan dari kerjasama kita dengan negara-negara itu.
Kemudian Saudara Yusuf Anwar, yang selama ini menjadi Menteri Keuangan, atas kesediaan beliau, saya juga akan menugasi untuk menjadi Duta Besar di sebuah negara yang penting, yang memerlukan kerjasama yang erat, terutama di bidang ekonomi dan keuangan. Melihat pengalaman Saudara Yusuf Anwar, saya kira tepat, karena beliau juga pernah bekerja di Asian Development Bank. Dengan demikian ada networking, ada komunitas yang sudah dikenal, dengan demikian, harapan saya kerjasama itu bisa dilaksanakan lebih baik, sesuai dengan kepentingan negara kita.
Dua hal itu yang saya sampaikan. Saya persilahkan.
….
… (pertanyaan mengenai pertimbangan penjelasan pertemuan dengan Budiyono di Medan, ada kaitannya dengan upaya menarik pasar atau tidak. Dan sejauh mana keterlibatan Wapres dalam penentuan nama dan posisi menteri yang baru).
Presiden Republik Indonesia
Yang terakhir, kalau Saudara menyimak penjelasan saya, saya ditanya oleh wartawan di Medan, atas pertemuan saya dengan Saudara Budiyono di Halim, sesaat sebelum saya menuju ke Medan. Daripada menimbulkan spekulasi yang tidak-tidak, saya jawab waktu itu. Tidak ada desain apapun untuk menarik pasar, sebagaimana yang Saudara sebutkan tadi.
Wakil Presiden, secara proporsional, tentu saya mintai pendapat dan saran-sarannya. Tentu satu mekanisme yang baik. Dan terus terang, Wakil Presiden memberikan pandangan-pandangan, tetapi sepenuhnya diserahkan kepada saya selaku pemegang prerogatif. Bahkan ketika menyangkut personil dari Partai Golongan Karya, Saudara Wakil Presiden juga tidak, katakanlah, mendiktekan calon-calon itu. Sepenuhnya diserahkan kepada saya, dengan catatan, siapa mereka-mereka itu, kapasitasnya, pengalamannya, spesialisasinya, dengan demikian saya bisa mengambi keputusan secara lebih tepat.
….
… (pertanyaan mengenai tingginya inflasi sekarang ini).
Presiden Republik Indonesia
Baik. Inflasi yang terjadi sekarang ini di luar ekspektasi, di luar sasaran yang kami tetapkan, meskipun mengapa inflasi ini begitu tinggi angkanya itu bisa dijelaskan dengan situasi harga BBM pada tingkat dunia dan langkah-langkah kita, kebijakan kita, untuk menyelematkan APBN, menyelamatkan ekonomi yang lebih besar di waktu yang akan datang. Reshuffle ini, dari segi ekonomi, kita ingin betul, bahwa pembangunan ekonomi ini dirancang, dikelola dan terus dikembangkan oleh tentunya kabinet, saya yang memimpin, Pak Jusuf Kalla wakil saya, tapi oleh tim ekonomi yang juga bisa, di satu sisi memelihara kondisi makro ekonomi yang baik, pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, dan balance of payment.
Tapi di sisi lain, juga menyambungkan antara faktor makro dan mikro yang baik, ekonomi yang kita kelola dan kembangkan ke depan, diharapkan bukan hanya menjaga stabilitas ekonomi makro semata. Meskipun stabilitas itu juga penting, tetapi kita juga harus menggerakkan sektor riil. Harus ada dinamika pada industri, pada pertanian, pada jasa, termasuk usaha kecil dan menengah. Ekonomi yang kita bangun ke depan harus bisa juga melakukan paduan kebijakan, semacam sinkronisasi antara kebijakan fiskal yang berada di tangan pemerintah dan kebijakan moneter yang ada di tangan, katakanlah, Bank Indonesia.
Oleh karena tim ini harus merupakan paduan yang kompak, dengan pengalaman, dengan spesialisasi, mereka-mereka semua, agar makro ekonomi terpelihara, sehingga kondusif untuk pembangunan ekonomi, investasi, dan kerjasama dengan pihak manapun juga, dalam dan luar negeri. Yang kedua, sektor riil, diharapkan bisa makin tumbuh, bergerak dengan baik, lapangan kerja bisa terbentuk, akibat pertumbuhan yang kita capai. Demikian juga sinkronisasi kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.
Saya punya keyakinan, dengan tim yang baru ini, tugas-tugas itu akan lebih berhasil lagi dilaksanakan.
…
… (pertanyaan mengenai
Presiden Republik Indonesia
Begini. Kalau kekurangan, kelebihan para menteri, orang seorang, tentu tidak etis saya jelaskan dalam forum seperti ini, karena evaluasi ini tentu memegang etika dan kehormatan dari menteri-menteri yang bersangkutan. Yang jelas sudah saya komunikasikan, yang jelas, komunikasi saya sudah sedemikian rupa sehingga yang bersangkutan memahami, mengapa saya lakukan pergantian atau rotasi.
Tentu pengalaman satu tahun ini banyak pengalaman yang dapat saya petik, tapi yang jelas, solusinya bukan hanya reshuffle terbatas, tapi banyak lagi penajaman agenda, penajaman prioritas, komunikasi antara satu menteri dengan menteri yang lain, koordinasi, komunikasi para menteri dengan para gubernur, bupati dan walikota di daerah-daerah, dan lain-lain yang akan saya lakukan penjelasan secara menyeluruh nanti, kalau itu menyangkut kerjasama tim secara utuh.
Kepada Saudara Andung Nitimiharja juga sudah saya beritahu tadi tentang langkah saya ini, dan saya tentu, dengan kesediaan beliau untuk menawarkan pos baru, tugas baru yang tepat. Pada prinsipnya beliau bersedia, dan nanti akan saya bahas secara lebih lanjut dan pada saatnya akan saya umumkan. Karena bagi saya, kalau masih memiliki potensi, tapi barangkali sekarang ini persoalannya the right man on the wrong place, saya akan pertimbangkan di mana tempat-tempat yang bagus. Bukan sekedar mencari-cari tempat, tetapi memang ada posisi yang baik, kalau beliau-beliau itu menjalankannya.
Saya juga menerima beberapa masukan, tertulis, lisan, telepon, SMS, tentang banyak sekali yang siap untuk mengisi di Kabinet Indonesia Bersatu ini, tapi sekali lagi reshuffle ini terbatas, dan beliau-beliau itu punya peluang yang besar di waktu yang akan datang, kemampuannya juga bagus-bagus, tetapi tidak mungkin kalau ada bongkar pasang habis kabinet ini, karena bukan itu tujuannya. Tujuannya meningkatkan efektifitas, dan tentunya bongkar habis-habisan itu bukan solusi politik yang baik.
Oleh karena itu saya mohon kesabaran, saya mohon pengertian dari teman-teman, kawan-kawan yang ingin juga membantu Kabinet Indonesia Bersatu, sesuai dengan apa yang disampaikan kepada saya, kepada staf, kepada yang lain-lain. Karena sekali lagi, itu tadi, ada keterbatasan dalam kabinet ini, tapi ini harus bekerja dengan lebih gigih lagi di waktu yang akan datang.
Demikianlah penjelasan saya Saudara-saudara, terima kasih, saya ucapkan selamat bertugas, terima kasih kerjasamanya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



