Pidato Presiden
Sambutan pada Pelantikan 6 Menteri Baru di Kabinet Indonesia Bersatu
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PELANTIKAN ENAM MENTERI NEGARA YANG BARU
KABINET INDONESIA BERSATU
ISTANA NEGARA, 7 DESEMBER 2005
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan para mantan Menteri,
Saudara-saudara, Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah kita awali pertemuan dan acara pelantikan pada hari ini dengan terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas perkenan rahmat dan ridho-Nya kita masih diberikan kekuatan dan kesehatan lahir dan batin untuk melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara.
Pertama-tama saya mengucapkan selamat bagi para Menteri yang telah menduduki posisi-posisi yang baru dalam pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu. Pertanggungjawabkan amanah, kepercayaan dan kehormatan yang diberikan kepada Saudara dengan berbuat yang terbaik kepada bangsa dan negara.
Kepada Saudara-saudara yang meninggalkan jajaran Kabinet Indonesia Bersatu, saya mengucapkan hormat, terima kasih dan penghargaan. Selama satu tahun lebih Saudara telah berupaya untuk berbuat yang terbaik, meskipun tahun 2004, 2005 kita ketahui sebagai tahun yang penuh tantangan dan permasalahan, baik yang berasal dari luar negeri maupun yang muncul di dalam negeri sendiri. Saya bersyukur, komunikasi saya dengan para mantan menteri, Saudara bersedia untuk mendapatkan penugasan yang baru, penugasan yang tidak kalah nilainya dengan ketika bertugas di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu. Tempat pengabdian itu banyak dan pengabdian kepada bangsa dan negara dapat dilakukan dari posisi manapun juga.
Saudara-saudara sekalian,
Tahun pertama telah kita lewati. Dan sesuai mandat yang diberikan kepada pemerintahan yang saya pimpin, kita harus terus melanjutkan jalannya pemerintahan empat tahun mendatang, tentu dengan upaya yang gigih untuk mencapai hasil yang terbaik. Setahun lebih pelaksanaan Kabinet Indonesia Bersatu ini, sebagian sasaran telah kita capai, bahkan sebagian kita capai dengan baik. Sebagian belum atau tidak dapat kita capai, karena berbagai sebab yang telah saya sebutkan tadi. Apa yang telah kita capai, baik dalam bidang ekonomi, bidang keamanan, bidang penegakkan hukum dan bidang kesejahteraan rakyat, termasuk peran internasional Indonesia di pentas global, mari kita terus pertahankan dan kembangkan.
Saya, dalam kesempatan yang baik ini, akan menyampaikan pengarahan secara umum, direction saya secara umum, untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dan langkah-langkah baru untuk mencapai sasaran yang kita kehendaki pada tahun-tahun mendatang. Langkah perbaikan dan langkah baru ini berlaku bagi diri saya, bagi Saudara Wakil Presiden, para Menteri, para Gubernur, Bupati dan Walikota, pendek kata jajaran eksekutif di tanah air kita.
Pengarahan saya ini lebih banyak saya tujukan kepada Saudara-saudara yang mengelola bidang ekonomi dan bidang kesejahteraan rakyat. Pertama di bidang ekonomi. Menghadapi gejolak ekonomi dewasa ini, baik oleh faktor eksternal maupun oleh faktor internal, kita perlu terus membangun ketahanan ekonomi, economic resilience, yang tahan goncangan, baik dari dalam maupuan dari luar negeri. Kita terus atau kita perlu terus menjaga sehatnya makro ekonomi kita, berikut fundamental-fundamentalnya. Dan yang ketiga, kita perlu terus melakukan perlindungan kepada kaum ekonomi lemah atau kelompok miskin, agar dapat mempertahankan kehidupan sehari-harinya secara layak, dalam keadaan ekonomi yang terus terang menghadapi banyak kesulitan dan persoalan dewasa ini.
Oleh karena itu, di bidang ekonomi, saya meminta kepada jajaran pemerintah yang mengelola program ekonomi pemerintah, termasuk para pejabat di tingkat daerah, untuk mengagendakan dan memprioritaskan enam hal utama. Yang pertama, mari kita pertahankan dan perbaiki kondisi makro ekonomi kita menuju makro ekonomi yang sehat. Dari empat hal yang mencirikan makro ekonomi yang sehat, pertama-tama saya mintakan agar langkah-langkah pengendalian inflasi itu mendapatkan prioritas pertama. Lakukan sinkronisasi dalam pembuatan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Yakinkan arus barang, terutama kebutuhan pokok berjalan dengan baik karena menyangkut kebutuhan dasar rakyat kita.
Yang kedua, mari terus berupaya untuk menciptakan lapangan kerja baru. Tentu lapangan kerja baru akan dicapai kalau ekonomi kita tumbuh. Tetapi, mari kita segera realisasikan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia yang lebih bersifat padat karya. Dengan demikian, dapat menyerap tenaga kerja yang lebih luas. Pacu kebangkitan sektor riil melalui industri, pertanian dan jasa.
Yang ketiga, pada bidang makro ekonomi ini, marilah terus-menerus kita lakukan upaya meningkatkan pertumbuhan atau growth. Saya berterima kasih bahwa tahun pertama ini, sumbangan investasi dan ekspor, untuk pertumbuhan kita, lebih nyata dan tidak hanya tergantung kepada konsumsi dan pembelanjaan pemerintah. Mari terus kita pertahankan semuanya ini.
Kemudian dalam keadaan dimana pemerintah harus memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ini, saya meminta agar pembelanjaan pemerintah, sesuai dengan anggaran, dapat direalisasikan dan dimaksimalkan. Dengan demikian, kita harus awali dengan government less spending, agar yang lain-lain juga bisa segera melakukan pembelanjaan yang lebih luas. Kemudian, neraca pembayaran sekarang ini, meskipun tidak boleh dikatakan tidak baik, tetapi marilah terus kita perbaiki, baik itu yang bersifat current account, maupun capital account, agar ada certainty di bidang neraca pembayaran dalam makro ekonomi kita.
Agenda atau prioritas yang kedua adalah upaya kita terus-menerus untuk mengurangi kemiskinan dan perlindungan kepada golongan ekonomi lemah, terhadap inflasi. Pertama, subsidi langsung tunai, yang kita berikan kepada kaum miskin dan setengah miskin. Tolong dikelola dengan baik, sampai pada sasaran, dengan demikian diharapkan lebih meringankan beban hidup sehari-harinya.
Revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan, yang sudah kita canangkan, saya minta betul-betul diimplementasikan, bekerjasama dengan para gubernur, bupati dan walikota. UKM, saya minta lebih dikembangkan. Dan kemudian, susun satu kebijakan dan langkah konkret, untuk bisa meningkatkan pendapatan, utamanya daya beli rakyat kita.
Prioritas dan agenda ketiga, tingkatkan koordinasi dan sinkronisasi antara pembuatan kebijakan fiskal, kita pemerintah, dengan pembuat kebijakan moneter, Bank Indonesia, menyangkut pengendalian inflasi, menyangkut nilai tukar dan menyangkut suku bunga, yang sangat penting bagi bergeraknya dunia usaha di negeri kita, tahun-tahun mendatang ini.
Yang keempat, pemerintah daerah, melalui forum ini dan melalui para menteri, agar disampaikan kepada gubernur, bupati dan walikota, yang menggunakan sepertiga pembelanjaan APBN kita, agar anggaran itu, belanja itu, betul-betul diarahkan untuk meningkatkan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan dan tidak diarahkan untuk sesuatu yang tidak menjadi prioritas kita pada dewasa ini.
Yang kelima, saya ingin reformasi dan tatanan di bidang anggaran, pajak, termasuk sektor keuangan secara menyeluruh, agar segera dituntaskan. Ini sangat penting, dengan mekanisme dan kelancaran dari apa yang ingin kita lakukan, utamanya dalam pembelanjaan pada tingkat pemerintah.
Dan yang terakhir, yang keenam, saya meminta agar langkah-langkah kita dalam membangun good governance, tata pemerintahan yang baik, dilanjutkan dan diintensifkan. Kita ingin tahun-tahun mendatang ekonomi kita lebih efisien, berkurang ekonomi biaya tinggi, penyimpangan-penyimpangan, distorsi, sehingga nanti makin efisien ekonomi kita, daya tumbuh akan dapat kita dorong dengan baik, serta mari terus kita galakkan langkah-langkah pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, karena itu akan mengganggu tumbuhnya ekonomi secara nasional. Itulah arahan saya di bidang ekonomi.
Di bidang kesejahteraan rakyat, saya ingin, tahun-tahun mendatang ini kita lebih gigih lagi, meskipun hasilnya sudah mulai kelihatan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas kesehatan. Itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat kita dewasa ini. Saya juga ingin jajaran kesra lebih gigih lagi di dalam melaksanakan pemberantasan penyakit menular, flu burung, demam berdarah dan lain-lain, dan tentunya di atas segalanya, jajaran kesra memiliki peran yang besar untuk terus-menerus melakukan upaya pengurangan kemiskinan.
Dengan upaya ekonomi yang tumbuh, dengan program kesejahteraan yang baik dan efektif, insya Allah tahun-tahun mendatang keadaan kita akan menjadi lebih baik, meskipun tahun 2006 kita masih harus bekerja dengan gigih, karena situasi yang kita hadapi masih, katakanlah merupakan persoalan yang tidak mudah. Tapi saya yakin, dengan kebersamaan kita, dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, insya Allah, masalah-masalah itu, ke depan akan dapat kita atasi.
Demikianlah yang saya sampaikan, selamat kepada Saudara yang menduduki pos baru. Terima kasih kepada Rekan-rekan saya yang telah bekerja bersama-sama dalam Kabinet Indonesia Bersatu, atas nama Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya bersyukur sekali lagi, bahwa Saudara masih ingin terus berbakti kepada bangsa dan negara, pada posisi-posisi yang insya Allah segera akan kami sampaikan kepada Saudara-saudara semua.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Kepada para Pimpinan Lembaga Negara, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan atas koordinasi, komunikasi dan kerjasama kita, sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing, meskipun keadaan masih berat, tetapi dengan kebersamaan ini, rasanya langkah pemerintah menjadi lebih baik. Dan mudah-mudahan kebersamaan dapat kita pertahankan, kebersamaan tanpa mengurangi daya kritis, kebersamaan tanpa mengintervensi tugas, fungsi dan wewenang masing-masing.
Demikianlah Saudara sekalian,
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



