Pidato Presiden

Pengarahan Penanganan Bencana Banjir di Jember

 

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DI KANTOR KECAMATAN RAMBI JAMBI POSKO BANTUAN PENGUNGSI BENCANA BANJIR JEMBER
JAWA TIMUR, 5 JANUARI 2006



Bismillahirahmanirahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Saudara Wakil Ketua DPD Republik Indonesia,
Saudara Gubernur Jawa Timur dan para Pejabat dan Pimpinan Daerah Jawa Timur, Saudara Bupati Jember, para Pejabat Pemerintah,
Hadirin sekalian yang saya hormati,

Meskipun bangsa dan negara kita masih menghadapi berbagai musibah dan cobaan, marilah kita tidak lupa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena kita masih diberikan kekuatan dan kesehatan, baik lahir maupun batin untuk terus mengemban tugas dan pengabdian kita pada masyarakat, bangsa dan negara.

Hari ini saya berkunjung ke Jember untuk melihat dari dekat musibah yang terjadi di wilayah ini, dan tentunya untuk memastikan bahwa jajaran pemerintah baik pusat, maupun propinsi dan kabupaten telah menjalankan tugas dan kewajibannya sebagaimana mestinya, sekaligus saya akan melihat apakah masih ada yang harus kita bantu dari pusat, agar daerah dapat melakukan langkah-langkah tanggap darurat yang tentu dilanjutkan dengan langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi dengan baik.

Minggu ini, kita mengalami dua musibah, yang pertama di Jember dan yang kedua di Banjarnegara. Seperempat jam yang lalu saya masih berkomunikasi dengan Menko Kesra, Menteri Sosial dan di sana juga ada Ketua DPR RI yang juga melihat bencana alam yang terjadi di Banjarnegara. Nampaknya desa itu betul-betul tertutup oleh longsoran tanah, sehingga hanya kelihatan atap-atapnya. Perkiraan korban hampir mencapai 100 jiwa, dan langkah-langkah sebagaimana yang dilakukan di Jember dua hari, yang sekarang juga terus dilakukan di Banjarnegara. Sementera itu di Jakarta, Wakil Presiden sore ini memimpin rapat Bakornas untuk melakukan langkah-langkah, mengkoordinasikan secara nasional apa yang perlu kita lakukan. Dan melalui forum ini di sini ada para wartawan, meskipun nanti resmi, saya akan keluarkan instruksi kepada seluruh gubernur, bupati, walikota di seluruh tanah air.

Saya meminta, karena menurut ramalan dari Badan Metereologi dan Geofisika bahwa bulan Desember, Januari dan Februari tahun ini curah hujan cukup tinggi, kemudian nampaknya karena faktor cuaca, sejumlah bencana alam bisa saja terjadi. Oleh karena itu, para pimpinan daerah agar segera malakukan langkah-langkah antisipasi, langkah-langkah pencegahan, dan apabila tidak bisa dielakkan terjadi bencana itu, langkah-langkah penanggulangan yang tepat. Para pimpinan daerah bersama-sama masyarakat harus mengetahui daerah-daerah yang labil atau tidak stabil, daerah-daerah yang tanahnya mudah bergerak, daerah-daerah dari tahun ke tahun selalu ada bencana, apakah tanah longsor, apakah banjir maupun bentuk-bentuk bencana yang lain. Dengan pertimbangan itu, harapan saya lebih banyak yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegahnya.

Saya minta pula kesadaran dan dukungan dari masyarakat luas untuk bersama-sama melakukan langkah-langkah antisipasi dan pencegahan. Apabila pemerintah daerah bersama-sama dengan tenaga ahli atau pakar mengatakan daerah ini sementara tidak aman, saya minta kesadaran masyarakat untuk juga memenuhi apa yang diarahkan oleh pimpinan daerah untuk sementara melakukan, barangkali pemindahan tempat, dan setelah aman kembali lagi. Pendek kata, saya persilahkan kepada para gubernur, bupati dan walikota, utamanya pada tingkat kabupaten dan kota untuk melakukan semua hal. Apa yang bisa kita lakukan, agar yang bisa kita antisipasi, antisipasi, yang bisa kita cegah, kita cegah, untuk mencegah jatuhnya korban yang tidak perlu. Kejadian di Jember dan Banjarnegara memang yang khas dan di luar dugaan seperti ini besaran dari bencana itu.

Oleh karena itu, sebagaimana yang saya sampaikan dua hari yang lalu, dan sebagaimana yang dilaporkan oleh Saudara Gubernur kepada saya, yang penting dan alhamdulillah, laporan saya dan Saudara Bupati sudah dikerjakan. Dan sekali lagi, yang penting, lakukan langkah-langkah cepat, langkah-langkah tanggap darurat. Yang meninggal segera kita makamkan dengan baik, yang sakit dan luka-luka, jumlahnya limapuluh orang, dirawat dengan benar, tenaga medis yang benar, dengan obat-obatan yang memadai. Kemudian yang ada di daerah pengungsian, lakukan langkah-langkah dengan tepat, terutama bahan makanan, air bersih, selimut maupun obat-obatan yang diperlukan. Ini perlu terus dilakukan, sebab ini saat-saat yang kritis. Kalau tidak tepat mengelolanya bisa menimbulkan, katakanlah penyakit yang tidak kita kehendaki.

Sementara dengan cepat pula, sebagaimana yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah, tinjau daerah itu untuk kemungkinan atau untuk selanjutnya kita lakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kita mengajak Menteri PU, kita mengajak Meneg BUMN, untuk melihat apa yang bisa dikontribusikan untuk percepatan, pembangunan kembali daerah bencana ini, atau yang kita sebut dengan rehabilitasi dan rekonstruksi. Langkah-langkah ini penting untuk kita lakukan dan insya Allah saya akan melihat langsung nanti, bertemu dengan para pengungsi dan kemudian melihat langsung daerah bencana itu, untuk melihat apa rehabilitasi dan langkah pemerintah jangka menengah dan jangka panjang.

Apakah ada faktor lingkungan yang mengakibatkan bencana ini secara langsung, apakah ada faktor-faktor lain, tdak bisa kita katakan sekarang ini apa saja yang menyebabkan bencana ini, apakah di Jember, di Banjarnegara. Dan harapan kita, tidak terjadi lagi di tempat-tempat yang lain. Tapi yang penting, kita tahu akar penyebabnya. Dengan demikian, cara mengatasinya menjadi lebih tepat.

Saya kira itu yang dapat saya sampaikan. Dan yang penting Saudara Bupati, lanjutkan terus langkah-langkah tanggap darurat ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada para petugas, petugas medis, sukarelawan, saya lihat banyak posko, mulia, menolong saudara-saudaranya yang mengalami musibah. Dan mudah-mudahan semuanya bisa dikoordinasikan dengan baik, disinergikan dengan baik. Dengan demikian, bantuan yang mengalir bisa dialirkan dengan tepat, tepat sasaran, tepat waktu. Dengan demikian betul-betul menolong mereka yang memerlukan bantuan itu.

Pengalaman kita mengelola bantuan di Aceh, di Nias, karena kurangnya koordinasi, sinergi dan sinkronisasi, seringkali tidak cepat dan tidak tepat dalam menyalurkan bantuan-bantuan itu. Oleh karena itu, perlu pengelolaan dengan baik. Dan teruslah lakukan ini, sampai kita melihat sudah bisa meninggalkan daerah pengungsian dan menuju ke tempat-tempat penampungan sementara, sambil menunggu direhabilitasinya tempat-tempat semula. Ini yang perlu saya sampaikan, dan besok saya kira, besok pagi Bapak ya, kita sama-sama melihat ke depan.

Dan terakhir, melalui Bapak Bupati, sampaikan ucapan belasungkawa saya yang sedalam-dalamnya kepada saudara-saudara yang kehilangan mereka-mereka yang dicintainya dalam musibah ini. Semoga saudara-saudara kita yang mati syahid itu, diterima di sisi Allah SWT. Dan kepada yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketegaran agar bisa membangun hari esok yang lebih baik setelah kita semua melakukan langkah-langkah tanggap darurat, rehabilitasi dan rekontruksi daerah bencana ini.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Dan pada forum ini Pak Bupati, saya dan teman-teman akan memberikan tambahan bantuan, bantuan uang tunai maupun bantuan logistik lain, mudah-mudahan bisa digunakan dengan sebaik-baiknya. Saya kira dari bantuan Presiden dan bantuan BUMN ada sekitar, bukan sekitar, ada sejumlah 500 juta rupiah. Dan kemudian ada logistik untuk kita tambahkan, tolong digunakan sebaik-baiknya.

Sekian Saudara-saudara, terima kasih. Selamat berjuang, mari kita laksanakan tugas kemanusiaan ini dengan sebaik-baiknya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

* * * * *


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan