Pidato Presiden

Sambutan pada Peringatan Harlah ke-33 PPP

 

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN HARLAH PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN KE-33
HOTEL GRAN MELIA, 5 FEBRUARI 2006


Bismillahirahmanirahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Yusuf Kalla,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-lembaga negara, para Menteri Indonesia Bersatu,
Yang mulia para Duta Besar negara-negara sahabat,
Yang saya hormati dan saya muliakan, Bapak Hamzah Haz, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan dan mantan Wakil Presiden RI,
Saudara Gubernur DKI Jakarta,
Yang saya cintai dan saya muliakan, para ulama, para kyai dan para cendikiawan muslim, para pimpinan partai-partai politik dan organisasi non pemerintah,
Yang saya cintai dan saya hormati keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan.

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat, rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri acara peringatan hari Ulang Tahun ke-33 Partai Persatuan Pembangunan. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun kepada seluruh jajaran pimpinan, anggota, kader dan simpatisan P3 di seluruh tanah air. Kita juga bersyukur, hari ini Partai Persatuan Pembangunan telah memasuki usia 33 tahun. Usia itu merupakan perjalanan panjang bagi partai politik. Partai Persatuan Pembangunan telah mengikuti dan mengalami perubahan-perubahan mendasar dalam kehidupan politik di tanah air. Dalam usia yang panjang itu, P3 tetap exist sebagai partai yang memiliki basis masa dan kepercayaan yang besar dari rakyat dalam pentas politik nasional.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Partai Persatuan Pembangunan lahir pada tanggal 5 Januari 1973, sebagai fusi dari empat partai politik islam yaitu, Partai Nahdatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia, Partai Sarikat Islam Indonesia dan Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah atau Parti. Kelahiran P3 erat kaitannya dengan perubahan politik diawal tahun 1970-an dan perubahan sistem kepartaian kita. Pemerintah pada waktu itu berkeinginan untuk menata kehidupan kepartaian dengan menyederhanakan jumlah partai politik yang ada.

Terlepas dari perdebatan apakah kebijakan itu tepat atau tidak tepat ? Kita harus mengakui itulah fakta yang terjadi dalam sejarah politik di tanah air kita. Partai politik merupakan bentuk aktual dari kebebasan berserikat dan berkumpul sebagaimana dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Di era reformasi, kita memberikan kebebasan kepada rakyat untuk mendirikan partai politik, sepanjang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang. Menjadi anggota partai merupakan hak asasi setiap orang dalam bidang politik.

Partai politik merupakan pilar penting dalam menjembatani kepentingan rakyat dan upaya kita membangun demokrasi secara konstitusional. Di dalamnya termasuk pula upaya-upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis demi terlaksananya pembangunan yang berkeadilan dan bermartabat.



Hadirin yang saya muliakan,
Partai Persatuan Pembangunan tetap exist karena didukung oleh semangat perjuangan dan pengabdiannya yang tinggi. Untuk mewujudkan masyarakat madani yang adil dan makmur, yang diridho oleh Allah SWT.

Partai Persatuan Pembangunan mendambakan sebuah negara yang Balgatun Tayibatun Warabunkafur, negara yang baik dan berada dalam ampunan Allah SWT. P3 menegaskan bahwa dasar ke Tuhanan adalah bagian dari prinsip ibadah, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kerakyatan, keadilan, kebenaran dan kejujuran. P3 dalam kiprahnya juga terus berupaya membangun cita-cita politik pada tataran dan wawasan kebangsaan, dan ke Indonesiaan. Kita sepakat perjuangan untuk mencapai cita-cita politik pada hakekatnya adalah upaya besar, membangun manusia dan masyarakat yang sejahtera, baik lahir maupun batin.

Perjuangan itu, bukanlah perjuangan yang berorientasi kepada kebendaan, keduniawian dan kekuasaan semata. Tetapi perjuangan yang berorientasi kepada pemantapan hubungan makhluk dengan Khaliknya, keharmonisan hubungan antar sesama manusia dan keselarasan hubungan antar bangsa. Karena itu, kita sadar betapa pentingnya meletakkan prilaku politik di atas pondasi moral yang tinggi. Tanpa itu politik hanya menjadi ajang perebutan kekuasaan tanpa arah dan tanpa nilai-nilai yang luhur.

Hadirin yang saya hormati,
Sebagai partai politik yang berazaskan islam, ajaran agama tentu merupakan sumber kekuatan rohani, yang sekaligus juga sumber kesadaran akan makna hakekat dan tujuan hidup manusia. Agama merupakan sumber moral dan etika, sumber inspirasi dan sumber motivasi yang dapat menjadi pedoman bagi manusia untuk membedakan yang benar dan yang salah serta untuk membedakan yang hak dan yang batil.
Saya berkeyakinan bahwa peran Partai Persatuan Pembangunan dalam pentas politik nasional lebih mengedepankan peran politik yang egaliter atas dasar dan prinsip normatif sebagaimana ditegaskan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan pertimbangan bahwa siasah atau politik adalah bagian integral dari ajaran Islam, saya yakin Partai Persatuan Pembangunan akan menjadi kekuatan politik yang benar-benar dapat mengaktualisasikan Islam sebagai Rahmatan Lillalamin.

Siasah yang diusung oleh partai-partai Islam termasuk Partai Persatuan Pembangunan merupakan strategi yang mengedepankan aspek dakwah dari kerangka Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Otoritas kekuasaan dan politik difokuskan pada penegakkan kebenaran dan keadilan serta menolak setiap kemungkaran.

Ijtihad politik yang dipilih oleh P3 dalam berbagai kurun waktu tentunya memiliki pertimbangan dan pilihan yang berbeda-beda, sesuai dengan perkembangan dan dinamika politik pada jamannya. Jika di masa lalu P3 harus bersaing dengan dua partai politik yang ada, kini di jaman reformasi, Partai Persatuan Pembangunan tampil ditengah-tengah partai politik yang baru. Sebagai partai politik yang telah lama berkiprah, saya yakin Partai Persatuan Pembangunan akan dapat menentukan ijtihad politik yang lebih baik lagi dengan dukungan konstituen dan simpatisan yang setia.

Hadirin yang saya muliakan,
Tantangan dan permasalahan yang dihadapi Bangsa Indonesia pasca krisis dan di tengah proses transisi reformasi dan demokratisasi, sangatlah tidak ringan. Di samping kita terus mengembangkan visi, strategi dan kebijakan-kebijakan dasar yang kemudian dituangkan dalam rencana-rencana pembangunan yang realistik, kita harus mampu mengelola semua kegiatan pembangunan itu dengan baik. Kita memerlukan hadir dan bekerjanya sebuah pemerintahan yang baik, good governance. Pemerintahan demikian cirikan sebagai pemerintahan yang bersih, efisien, efektif, inovatif dan bertanggung jawab. Untuk itu, saya berupaya sekuat tenaga untuk terus membangun dan menjalankan pemerintahan yang baik sebagaimana banyak disuarakan dan diharapkan oleh semua pihak. Saya menyadari hal ini tidak bisa ditunda-tunda, sebab dengan semakin derasnya dorongan nilai-nilai universal yang menyangkut demokrasi, pranata hukum dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia, penyelenggaraan pemerintahan yang baik merupakan kewajiban bagi siapapun yang menjalankannya, baik pada tingkat pemerintahan pusat maupun tingkat pemerintahan daerah.

Pemerintahan yang baik ini juga kita perlukan agar pengelolaan sumber daya pembangunan dapat berjalan efektif tanpa korupsi dan pemborosan menuju tercapainya sasaran-sasaran pembangunan yang kita tetapkan. Di samping diperlukan pemerintahan yang baik, agar dapat mengatasi berbagai permasalahan bangsa dan melanjutkan pembangunan nasional, kita juga memerlukan kondisi nasional yang mencerminkan berlangsungnya kehidupan bernegara yang baik.

Kehidupan bernegara yang baik dicerminkan oleh kepatuhan kepada konstitusi dan pranata hukum, sehat dan mekarnya demokrasi serta mantapnya kesadaran nasional bahwa yang diperlukan adalah tanggung jawab, karya dan langkah bersama kita sebagai bangsa untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Oleh karena itu, politik yang kita lakukan adalah politik untuk mengatasi masalah, menemukan solusi dan menjalankan solusi itu untuk kepentingan rakyat. Meskipun politik seperti itu bisa hangat, sangat dinamis dan sekali-sekali terjadi benturan, hati nurani dan moral politiknya tidak tercabut. Tetap demi kebaikan negara, demi berjalannya kegiatan pemerintahan dan demi terpenuhinya harapan rakyat yang sejati. Politik yang kita bangun dan lakukan ini, jelaslah bukan politik ganggu busar, politik permusuhan yang permanent, maupun politik jatuh-menjatuhkan. Sebab kalau ini terjadi, waktu dan energi yang kita gunakan untuk berpolitik tidak akan mengarah kepada upaya besar untuk memperbaiki keadaan bangsa, serta tidak sungguh-sungguh membela kepentingan rakyat. Kondisi kehidupan bangsa seperti ini pulalah yang bisa membuat negara kita tertinggal dengan negara lain yang lebih berfokus untuk memajukan kehidupan bangsanya. Dalam budaya dan praktek kehidupan politik yang kita bangun ini, tidak berarti kita menabuhkan terjadinya perbedaan, kritik dan ketidaksetujuan.

Perbedaan harus tetap kita lihat sebagai terus tumbuhnya partisipasi rakyat. Berkembangnya mekanisme checks and balances dalam sistem kenegaraan serta berlanjutnya kontribusi partai politik bagi keberhasilan pembangunan bangsa. Ingin saya sampaikan kepada semua pihak, dan malam hari ini, dengan hormat saya sampaikan kepada keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan, seluruh rakyat Indonesia, bahwa baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak sedikit kritik, masukan dan saran dari pihak non pemerintah yang telah kami jadikan rujukan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Termasuk kritik yang tadi disampaikan oleh Bapak Hamzah Haz sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan.

Saudara-saudara,
Dalam kaitan upaya bersama kita, untuk membangun pemerintahan yang baik serta untuk menciptakan kondisi kehidupan bernegara yang sehat, demokratis dan kondusif bagi pembangunan bangsa, saya meletakkan harapan yang tinggi kepada Partai Persatuan Pembangunan, untuk memberikan partisipasi dan kontribusinya. Melihat kiprah dan jejak pengabdian Partai Persatuan Pembangunan dalam kehidupan politik serta kehidupan berbangsa dan bernegara di masa lalu, saya berkeyakinan bahwa tugas dan pengabdian yang mulia ini, pastilah dapat diemban dengan baik oleh keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan.
Melalui forum ini, dengan terlebih dahulu mengucapkan selamat kepada para kader P3 yang berhasil menduduki kepemimpinan eksekutif di berbagai daerah. Saya juga berharap mereka semua dapat menjalankan tugas untuk menggerakkan roda pemerintahan dengan tulus, penuh semangat dan bekerja keras agar kita benar-benar dapat mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan, menciptakan keamanan dan keadilan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air. Kita harus makin bersatu, satu untuk semua, semua untuk satu.

Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, ijinkan saya secara singkat merespon butir-butir yang disampaikan dengan amat baik oleh Bapak Hamzah Haz, Pimpinan Partai Persatuan Pembangunan. Sebagai respon saya bahwa semua yang disampaikan oleh beliau tadi, itulah permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita, oleh negara kita untuk bersama-sama kita kelola menuju masa depan yang lebih baik.

Kita mengalami krisis yang luar biasa, 1998 puncaknya, sejak itu sampai sekarang pun kita belum sepenuhnya pulih dari krisis. Banyak masalah, tantangan yang kita hadapi di seluruh tanah air, Politik, keamanan, hukum, kesejahteraan rakyat, sosial, ekonomi dan lain-lain. Meskipun dari periode ke periode, para pemimpin dan pemerintahan kita telah berupaya untuk mengatasi krisis ini dengan sebaik-baiknya, kenyataannya memang kita memerlukan waktu, dengan terus berupaya dengan gigih menuntaskan pengatasan krisis ini, meletakkan landasan-landasan baru dan kemudian membangun Indonesia menuju hari depannya yang lebih baik.

Ekonomi, salah satu persoalan yang besar. Sebagaimana Bapak Hamzah Haz mengatakan tadi, dari tahun ke tahun Alhamdulillah ada kemajuan. Dari pertumbuhan minus setelah krisis, bangkit perlahan menuju kondisi yang lebih baik. Tahun lalu 2004, pertumbuhan kita 5,1 %, Alhamdulillah termasuk baik di Asia. Tahun 2005 dengan ekonomi yang sulit, dengan tingginya harga minyak dunia, dengan berbagai persoalan, kita Alhamdulillah masih mencapai 5,7 %. Ada dugaan tahun ini turun tapi jangan patah semangat. Mari keluarga besar P3 bersama-sama kita semua untuk meningkatkan pertumbuhan itu menjadi lebih baik lagi. Insya Allah kalau kita bersatu, jujur semua kita, bersih semua kita, ada jalan yang baik untuk mencapai tujuan itu.

Yang kedua, saya mendengar masukan, kekhawatiran dari Pak Hamzah Haz, jangan-jangan pemberantasan korupsi ini tebang pilih, jangan-jangan setengah hati, jangan-jangan dan lain-lain. Insya Allah dengan control P3, dengan bantuan P3, kita akan lanjutkan pemberantasan korupsi ini.

Sebenarnya saya mendengar, DPRD-DPRD diperiksa tapi itu proses yang berlanjut sejak tahun 2003, 2004, 2005. Tahun lalu, disamping kasus lama DPRD, saya telah menandatangani 75 pejabat negara, apakah gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota, wakil walikota, anggota DPR sebagian, yang diduga kuat melaksanakan tindakan korupsi. Mereka sekarang mendapatkan menyelidikan dan penyidikan, salah dihukum, tidak salah tidak dihukum, salahnya kecil hukumannya ringan, salahnya besar hukumannya berat. Itulah makna supremasi hukum.

Sebenarnya tidak ada keinginan untuk tebang pilih. Oleh karena itu, kalau ada informasi tebang pilih beritahu saya, Insya Allah akan saya luruskan. Negera kita, seperti Pak Hamzah Haz, karena krisis kehilangan 600 triliun. Dengan jerih payah mulai Presiden Habibie, Presiden Abdulrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarnoputri, sebelumnya diusakan dengan gigih tetapi memang keadaan sulit dan hanya kembali kurang dari 30 % dari kehilangan uang itu. Meskipun BLBI sudah dinyatakan selesai oleh pemerintahan sebelumnya dengan release and discharge , meskipun seolah-olah seperti tidak tersentuh bagi mereka yang kabur dari negeri ini, insya Allah dengan kebersamaan kita, satu persatu akan bisa kita bawa. Dua orang sudah kembali dalam 2 minggu terakhir ini, David Nusa Wijaya, Andang Latief, sebelumnya Andrian Woworuntu. Saya mendengar informasi semoga Allah memberikan jalan akan ada lagi yang bisa kembalikan, kembalikan uang negara dalam jumlah yang besar, dengan ratusan milyaran dan triliunan. Dan kemudian kalau harus menjalani hukuman, jalanilah hukuman itu. Itulah keadilan yang sejati. Kita akan terus Pak Hamzah Haz, akan terus saudara-saudara, mencari mereka-mereka yang kabur, yang tidak bertanggung jawab dan tidak mengembalikan uang rakyat, uang negara kita.

Yang ketiga atau yang terakhir, terima kasih, dua minggu terakhir pemerintah, kita semua ikut berkontribusi akan Timur Tengah tidak tumbuh berkembang menjadi wilayah yang makin panas dan setiap saat bisa terjadi konflik terbuka. Atas nama pemerintah, saya sudah berbicara dengan 9 Duta Besar termasuk Duta Besar Iran. Saya sudah berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan dan sejumlah pejabat yang lain, agar dunia tidak salah mengelola perkembangan situasi di Timur Tengah. Apakah di Irak, di Afganistan, di Iran, di Palestina dan lain-lain. Karena kesalahan mengelola di Timur Tengah bisa membawa dampak yang negatif bagi bukan hanya umat Islam sedunia tapi bagi bangsa sedunia.

Kita ingin, jangan terlalu cepat dijatuhkan sesuatu, padahal masih ada peluang untuk melakukan diplomasi dan negosiasi. Itulah yang kita harapkan semua masalah di Timur Tengah bisa diselesaikan solusinya dengan baik, dengan demikian keadilan dunia bisa terwujud dengan baik pula. Kita akan terus peduli dengan perkembangan di Timur Tengah karena bagaimanapun ada kewajiban moral kita untuk menegakkan perdamaian dan keadilan dunia, termasuk perdamaian dan keadilan di kawasan itu, dimana kita memiliki ikatan persaudaraan yang erat dengan saudara-saudara kita di kawasan itu.

Itulah tiga hal yang saya sampaikan sebagai respon saya terhadap apa yang disampaikan Bapak Hamzah Haz, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan.

Akhirnya, hadirin yang sungguh saya muliakan,
Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para sesepuh, pimpinan dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan dari tingkat pusat hingga anak cabang, para anggota, kader dan simpatisan P3 atas darma bakti dan pengabdian yang tulus dari saudara-saudara untuk bangsa dan negara. Dengan penuh rasa syukur, saya sekali lagi mengucapkan Selamat Ulang Tahun Partai Persatuan Pembangunan yang ke-33, semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Sekian.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

******

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan