Pidato Presiden
Sambutan Hari Anak Yatim
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SILATURAHMI DENGAN ANAK YATIM
DALAM RANGKA
HARI ANAK YATIM 10 MUHARRAM TAHUN 1427 H
ISTANA NEGARA, 14 FEBRUARI 2006
Bismillahirahmanirahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdulillahirobbil’alamin washolatu washalamu allaashrofil Ambiyaiwalmursalin sayidina wamaulana wa Muhammadin abduhu warasulluh wa alla alihi waashobihi ajmain ama ba’duh,
Anak-anakku yang saya cintai, yang dimuliakan Allah SWT,
Pada hari yang indah, bersejarah dan insya Allah penuh berkah, marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena kita semua dapat berkumpul di ruangan ini. Insya Allah dalam keadaan sehat walafiat. Salawat dan salam kita haturkan ke junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut rasul, insya Allah kita semua sampai akhir jaman.
Anak-anakku ada pepatah,
Tak kenal maka tak sayang. Saya ingin memperkenalkan beliau-beliau yang hadir di tempat ini karena semua menyayangi anak-anak, semua melakukan sesuatu untuk anak-anak, baik langsung maupun tidak langsung karena kecintaan dan kasih sayang kepada anak-anak khususnya anak yatim, baik yang hadir di ruangan ini maupun di seluruh Indonesia, di Aceh, di Medan, di Lampung, di Kalimantan, di Jawa, di Bali, di Sulawesi, di Sumbawa, di Ambon, di Papua, pendek kata di seluruh Indonesia. Saya akan memperkenalkan dulu, sudah kenal Ibu Negara? Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono.
Kemudian saya akan memperkenalkan, Bapak H. Aburizal Bakrie. Mohon berdiri Bapak. Beliau adalah Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, pernah terbang ke Yahukimo di Papua membawa obat-obatan dan bantuan makanan untuk saudara-saudara kita yang memerlukan bahan makanan di pegunungan, di pedalaman, di hutan yang sulit sekali dijangkau. Alhamdulillah, beliau dengan rombongan datang memberikan bantuan kepada mereka yang memerlukan. Beliau juga datang ke Jember karena di sana banjir bandang, banyak yang meninggal, anak-anak juga menderita. Juga ke Banjarnegara dan lain-lain.
Pada setiap kunjungan, beliau sering bersama-sama Pak H. Bachtiar Chamsyah, Menteri Sosial. Kadang sendiri-sendiri karena tempat yang dikunjungi berbeda-beda. Kalau ada bencana alam, ada tsunami, ada hal-hal yang menimpa masyarakat kita, beliau datang untuk membantu. Tugasnya memang membantu saudara-saudara kita di seluruh tanah air untuk meringankan beban mereka.
Kemudian ada Ibu Siti Fadillah Soepari, Menteri Kesehatan. Kalau ada yang sakit polio, demam berdarah, flu burung, ada yang sakit di daerah bencana dan lain-lain, termasuk anak-anak di rumah sakit, di daerah-daerah lain, beliau datang sekali lagi untuk memberikan bantuan, bantuan perawatan dan pengobatan. Tugas beliau sebagai Menteri Kesehatan seperti itu.
Ada Ibu Meuthia F. Hatta, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Beliau datang kemana-mana untuk memperjuangkan nasib wanita, ibu-ibu, kaum perempuan dan juga anak-anak. Beliau paling marah kalau ada perdagangan anak-anak, perdagangan wanita. Beliau paling anti kalau ada pornografi, hal-hal yang tidak baik untuk kehidupan masyarakat kita. Itulah yang beliau lakukan.
Ada yang sebelah kanan saya, Bapak Maftuh Basyuni, Menteri Agama. Banyak tugas beliau, mengurus jamaah haji, terbang ke Mekah, ke Madinah, ke Jeddah. Datang ke daerah-daerah untuk mengajak bangsa kita, umat Islam di Indonesia, membangun kehidupan yang Islami. Islam yang teduh, islam yang membawa rahmat bagi semesta alam, islam yang menyuarakan keadilan dan lain-lain. Serta beliau mengajak, menyeru hidup yang rukun di negeri ini, meskipun agamanya berbeda, sukunya berbeda, daerahnya berbeda. Boleh tidak berantem, anak-anak? Boleh enggak bermusuhan, anak-anak? Kita semua harus sayang-menyayangi. Itulah yang dilakukan antara lain oleh Menteri Agama kita, tadi bersama Ibu.
Ada Bapak H. Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet. Bekerjanya 24 jam, siang dan malam, membantu Pak SBY, membantu Pak Presiden agar dalam kunjungan kemana pun, sidang kabinet, mengatur kehidupan pemerintahan agar bisa berjalan dengan baik. Kalau tidak dibantu dengan Pak Sudi Silalahi dan yang lain-lain, Pak SBY, Pak Presiden, tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
Tadi kita mendapatkan siraman rohani dari Almukharom KH. Muhammad Suharli. Beliau adalah guru Pak SBY, membimbing ibadah Pak SBY. Banyak acara pengajian, membimbing pada saat Pak SBY naik haji, umroh, dan lain-lain. Pak SBY ini manusia biasa, banyak kekurangannya, banyak kelemahannya. Oleh karena itu, terus memohon kepada Allah SWT supaya diberikan kekuatan, kesehatan, bimbingan, petunjuk dan lindungan agar bisa memimpin bangsa dan negara, memimpin anak-anak sekalian. Betul anak-anak? Itulah antara lain yang hadir bersama dengan anak-anakku yang saya cintai.
Pak SBY berpesan sebagai berikut, kami semua yang hadir di sini, yang tidak hadir, menyayangi anak-anak, menyayangi anak yatim. Kami semua sayang kepada anak-anak yatim di seluruh Indonesia, termasuk yang hadir di Istana ini. Kami sering datang ke daerah bencana, daerah tsunami, dimana pun, karena di samping kami menyayangi, kami juga mendoakan semoga anak-anak yatim yang dimuliakan Allah SWT ini terus mendapatkan berkat, rahmat dan karunia dari Allah SWT. Semoga anak yatim ini terus tumbuh menjadi putra-putri bangsa yang pandai, yang soleh dan solehah. Kami mendoakan, semua berdoa agar masa depan anak-anak, masa depan yang baik, agar anak-anak kelak menjadi pemimpin-pemimpin, tokoh-tokoh di negeri ini. Ada yang jadi Presiden, jadi menteri, jadi gubernur, jadi bupati, jadi dokter, jadi insinyur, jadi apa saja. Ini doa kami, harapan kami karena kasih sayang kami.
Anak-anak tidak perlu kecil hati karena semua menyayangi. Di Indonesia banyak sekali, seperti yang dilakukan oleh Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono tadi, membantu anak-anak, menyantuni anak-anak, memberikan bantuan, membantu pendidikannya, banyak sekali di seluruh Indonesia. Atas nama pemerintah, saya mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada beliau-beliau yang terus-menerus menyayangi anak yatim, yang terus-menerus membantu mereka yang mengalami kesulitan, dan kesusahan karena semua itu mulia dan menunjukkan bahwa kita memiliki kesetiakawanan dan rasa kasih sayang yang tinggi.
Dan akhirnya, saya juga meminta kepada beliau-beliau yang selama ini terus-menerus membantu anak-anak yatim, menyayangi anak-anak yatim. Teruslah melakukan ibadah itu, utamanya membantu di bidang pendidikan. Pendidikan sangat penting. Anak-anak ingin pandai atau tidak? Agar pandai caranya bagaimana? Supaya bisa belajar harus bagaimana? Anak-anak tentu ada buku untuk belajar. Betul? Ada alat-alat sekolah untuk bisa bersekolah, ada yang membimbing, ada pak guru dan lain-lain.
Oleh karena itu, saya menghimbau kepada semua kaum dermawan di negeri ini teruslah membantu mereka-mereka yang memerlukan bantuan, termasuk anak yatim. Setelah kami semua menyayangi, setelah kami semua mendoakan, setelah kami semua memberikan bantuan kepada anak-anak, maka anak-anaklah yang harus rajin-rajin belajar, setuju? Mau rajin belajar? Anak-anak harus terus-menerus berdoa, beribadah, rajin sholat, setuju? Dan juga teruslah mengikuti nasehat guru, menyayangi satu sama lain. Kemudian tentu setiap hari, setiap saat memohon kepada Allah SWT, semoga masa depan anak-anak mendapatkan ridho dan mendapatkan berkat dan rahmat-Nya. Betul anak-anak?
Baiklah, itulah pesan Pak SBY. Itulah harapan Pak SBY. Saya dengar katanya ada yang mau menyumbangkan lagu. Kita ingin dengar bersama-sama, mudah-mudahan lagu itu menyejukkan. Setelah itu ada yang menyanyi, nanti ada yang menyumbangkan tarian. Terakhir Pak SBY mengajak anak-anak untuk menyanyikan satu lagu, mau? Nanti terakhir, sebelum acara ini selesai.
Baiklah anak-anak itu yang dapat saya sampaikan. Semoga, sekali lagi, Allah SWT memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan kepada kita semua.
Sekian.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



