Pidato Presiden
Sambutan Pencanangan World Cultural Forum
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENCANANGAN WORLD CULTURAL FORUM
JIMBARAN-BALI, 18 FEBRUARI 2006
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Yang saya hormati, Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan para Mantan Menteri,
Yang saya hormati, Saudara Gubernur Bali, dan para pimpinan serta para pejabat propinsi Bali, baik dari eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun TNI dan Polri,
Yang saya muliakan, para kepala perwakilan negara-negara sahabat,
Yang saya hormati, pimpinan yayasan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park,
Yang saya cintai dan saya muliakan, para pemuka agama, para pemangku adat, para cendikiawan, para budayawan, para usahawan, dan semua tokoh yang hadir pada kesempatan yang baik ini,
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Om Swastiastu,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas perkenan, rahmat dan ridho-Nya kita masih diberikan kekuatan dan kesehatan, untuk melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara, dan dapat hadir di tempat yang indah ini, dan Insya Allah akan bertambah indah di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park.
Saya juga ingin menggunakan kesempatan yang baik ini, untuk mengucapkan selamat merayakan hari suci, perayaan hari Saraswati kepada Saudara-saudara yang merayakannya. Semoga pada hari yang suci ini, tekad kita untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi, mengembangkan seni, budaya dan peradaban, serta mengembangkan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi umat manusia, dapat diwujudkan sesuai dengan ridho dari Tuhan Yang maha Kuasa.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Saudara Gubernur, dan Saudara Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tadi, saya berkunjung hari ini, ke tempat ini, pertama-tama untuk mendengarkan presentasi dari yayasan, yang tadi telah disampaikan oleh Saudara Made Mangku Pastike dan Saudara Nyoman Nuarta tentang tujuan, cita-cita, desain dan prakarsa untuk membangun Garuda Wisnu Kencana Cultural Park ini. Setelah mendengarkan presentasi yang terkini, yang sesungguhnya sebelumnya saya juga sudah mendapatkan penjelasan, maka marilah pada hari yang baik ini, hari suci Saraswati, yang juga menyimpulkan pengetahuan, teknologi, kebijaksanaan, kebudayaan, dan peradaban. Kita bulatkan tekad untuk mewujudkan prakarsa besar ini, membangun Garuda Wisnu Kencana Cultural Park untuk menjadi kenyataan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Saya percaya, dengan kebersamaan, tekad dan kerja keras kita semua, proyek akbar yang megah, yang indah, dan tentu akan bersejarah ini, akan dapat diwujudkan memperingati satu abad kebangkitan nasional kita. Bangsa Indonesia bangkit ditandai dengan yang kita sebut dengan Kebangkitan Nasional 1908, seratus tahun kemudian, semoga 2008 ini kita bisa menunjukan kembali salah satu monumen yang menandai kebangkitan besar kita. Tentu bukan Kebangkitan Nasional dalam arti 1908, tapi bagaimana kita memberikan sumbangan bagi kebudayaan dan peradaban baik nasional maupun sejagad. Mari kita wujudkan bersama prakarsa besar ini.
Saya melihat, apabila proyek ini berhasil diwujudkan pada saatnya, maka akan mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi Bali dan bagi Indonesia. Dari segi ekonomi, dari segi pariwisata, dari segi dunia usaha, dari segi tempat berinteraksinya berbagai pemikiran dan aktifitas yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, pariwisata dan kebudayaan. Dan apabila dapat kita wujudkan Park ini menjadi bagi salah satu forum yang bertingkat global, bertingkat internasional pada saatnya, saya yakin juga akan banyak yang dapat kita lakukan di tempat ini, yang menjadi sumbangan bangsa Indonesia terhadap berkembangnya kebudayaan dan peradaban global.
Saya katakan tadi di ruang sebelah bahwa tahun lalu ketika saya berkunjung ke tempat ini, saya mendapatkan inspirasi dan saya diilhami oleh apa yang saya lihat di Davos, di Eropa Barat. Di sana ada yang disebut dengan World Economic Forum yang dilaksanakan tiap tahun pada musim dingin. Di sebuah tempat yang bernama Davos, di situ dapat disuguhkan satu aktivitas ekonomi, dan bahkan bukan hanya ekonomi yang dihadiri oleh pemimpin dunia, pemimpin dunia usaha, para cendikiawan, budayawan , tokoh agama, dan banyak sekali tokoh-tokoh di tingkat global untuk membicarakan masalah-masalah global, masalah bersama, dan tentunya masalah-masalah ekonomi.
Kalau kita dapat mewujudkan tempat ini menjadi tempat yang layak untuk kita jadikan sebagai forum dilaksanakannya aktifitas semacam di Davos, maka sangat boleh jadi tempat ini kelak dapat kita gunakan semacam the World Cultural Forum. Artinya, di tempat ini kita bisa mengundang banyak pihak untuk membahas, menyeminarkan, menyelenggarakan konferensi, pertukaran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Akan kaya yang dapat kita lakukan di sini, selepas itu, saya kira, akan kita suguhkan juga untuk bisa menikmati keindahan alam Bali, budaya, adat, dan kegiatan masyarakatnya. Dan bukan hanya Bali, tapi juga di seluruh Indonesia. Pekan World Cultural Forum itu Insya Allah, bisa kita kembangkan lagi menjadi Bulan Wisata untuk tanah air kita, yang bisa tentunya digunakan oleh tamu-tamu kita dari banyak negara untuk melihat lebih dekat lagi tentang keindahan, kebesaran dan nilai-nilai yang ada di Bali dan di negara Kita.
Itulah harapan kita, itulah tekad kita, dan saya berharap agar benar-benar dengan kebersamaan kita semua proyek besar ini dapat kita wujudkan.
Saya mempelajari ada masalah-masalah internal yang mesti diselesaikan dengan baik, saya yakin akan dapat diselesaikan karena niatnya semua adalah bisa melakukan yang terbaik dalam mewujudkan prakarsa besar ini membangun Garuda Wisnu Kencana Cultural Park ini. Kemudian dari segi-segi pembiayaan, saya kira dengan kerjasama yang baik saya juga melihat potensi yang dapat kita mobilisasi untuk proyek yang penting ini.
Dan kemudian tentang manfaat, saya kira akan dapat dilakukan banyak hal di tempat ini yang memberikan manfaat bagi masyarakat Bali, bagi Indonesia, dan juga bagi bangsa-bangsa lain, bagi negara-negara sahabat kita.Itulah yang dapat saya sampaikan, sekali lagi saya memberikan dorongan saya memberikan semangat, sekaligus saya memberikan bantuan, bantuan dalam arti, apa yang dapat dilakukan agar proyek ini dapat diwujudkan tepat pada saatnya. Mudah-mudahan memperingati satu abad kebangkitan bangsa Indonesia.
Demikian yang dapat saya sampaikan, dan selamat bertugas bagi mereka yang akan meneruskan pembangunan proyek ini, marilah kita berikan dukuangan, marilah kita berikan semangat, agar dapat proyek ini dapat dilaksanakan dengan baik. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan bimbingan, petunjuk, dan lindunganNya kepada kita sekalian.
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
******
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



