Pidato Presiden

Sambutan Pembukaan Kongres XXV HMI

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN KONGRES XXV
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
MAKASAR, 20 FEBRUARI 2006



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati, para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Gubernur Sulawesi Selatan, dan para Pimpinan serta Pejabat yang bertugas di Sulawesi Selatan, baik eksekutif, legislatif, yudikatif maupun TNI dan Polri.

Yang saya hormati Pimpinan Fraksi dan para Sesepuh dan Senior HMI, ada Pak Bagir Manan, Pak Akbar Tanjung, Pak Fu’ad Bawazier, Pak Hasan Kohar, Pak Akbar Tanjung, Pak Fuad Bawazier adalah tokoh yang kritis, meskipun komitmen saya dengan komitmen beliau sama untuk bangsa dan negara, kadang-kadang pendapatnya sama dengan pendapat saya, kadang-kadang berbeda, tetapi, tetapi saya menghormati beliau-beliau, saya berharap silaturahim kita tidak putus ukhuwah islamiah kita ukhuwah watoriah tetap kita pelihara. Inilah pertanda mekarnya demokrasi yang sama-sama kita bangun.

Pimpinan KNPI pusat saudara Hasanudin yang juga putra Makassar, dan para pimpinan Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan, saudara ketua umum PB HMI saudara Hasanudin dan juga putra Makassar, beserta unsur pimpinan dan pengurus HMI se-Indonesia, para peserta kongres dan keluarga besar HMI yang saya cintai dan saya banggakan.

Hadirin yang saya muliakan,
Pada hari yang indah dan Insya Allah penuh berkah ini, marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas berkenan rahmat dan ridhoNya kita dapat menghadiri Upacara Pembukaan Kongres ke- XXV Himpunan Mahasiswa Islam, kita juga bersyukur Allah SWT masih memberikan kekuatan dan kesehatan kepada kita lahir dan batin, untuk melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara.

Saya mengucapkan pertama-tama selamat berkongres, semoga kongres ke-XXV ini dapat memperteguh komitmen untuk tugas dan pengabdian kepada negara dan melahirkan pikiran-pikiran cerdas untuk kemajuan bangsa dan negara tercinta.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Tema kongres ke-XXV HMI adalah membangun HMI baru dan masa depan bangsa. Kita sepakat tema ini relevan, aktual dan menunjuk kepada permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita. Zaman berubah, tantangan dan permasalahan juga terus berkembang. Saya yakin, HMI akan terus menjawab tantangan itu, terus berkontribusi dan berpartisipasi mencari solusi membangun hari esok kehidupan bangsa kita yang lebih baik.

HMI sebagai organisasi kader kemahasiswaan telah teruji dalam sejarah. Saya tidak perlu berkomentar banyak, putra-putri terbaik HMI telah banyak yang memimpin jalannya kehidupan bernegara di seluruh Indonesia, di pusat maupun daerah. HMI juga terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, oleh karena itu harapan saya kepada keluarga besar HMI teruslah memperkuat komitmen, menyegarkan paradigma, memelihara sikap adaptif tapi dengan prinsip dan kemudian teruslah menawarkan gagasan dan solusi.


Jati diri HMI kita kenali bersama adalah organisasi yang mengedepankan yang memiliki kekuatan dan bercirikan intelektual, modernis dengan nilai-nilai dan rasionalitas yang tinggi sesuai dengan nilai ajaran Islam. Citra HMI sebagai organisasi kader kita pahami selalu membawa semangat keislaman, semangat kebangsaan dan semangat kemanusian, tidak dipisah-pisahkan satu sama lain tapi dipadukan sebagai arah perjuangan besar Himpunan Mahasiswa Islam.

Saya berharap pegang teguh prinsip independensi, kobarkan terus idealisme perjuangan, kobarkan terus idealisme perjuangan dan tetaplah bebas dari politik praktis kekuasaan. HMI berperan dalam investasi dan kaderisasi calon-calon pemimpin intelektual dan patriot bangsa yang Insya Allah harapan kita semua, kuat dalam moralitas dan nilai keislamannya serta yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Tetaplah berperan dalam zaman yang berubah dan berkembang ini, sebagai agen perubahan, agen reformasi dan agen transformasi kehidupan bangsa.

Hadirin sekalian, keluarga besar HMI yang saya cintai dan saya banggakan.
Sebagai mana disampaikan oleh saudara Hasanudin, bahwa hubungan HMI dengan pemerintah dan lembaga-lembaga negara yang lain adalah hubungan kemitraan partnership yang bersifat kritis dan konstruktif. Kita ketahui, tujuan dan tugas pemerintahan adalah melakukan yang terbaik untuk rakyatnya, baik dalam tugas pemerintahan secara umum maupun dalam tugas-tugas pembangunan. Meskipun tantangan dan permasalahan bangsa kompleks, dinamis dan tidak bebas dari perkembangan lingkungan, baik lokal, nasional maupun global, pemerintah terus mencari solusi seraya mengembangkan berbagai strategi kebijakan dan langkah-langkah operasional yang tepat.

Sebagai mitra pemerintah, saya berharap HMI dapat terus menyampaikan kritik, memberikan koreksi apabila yang dilakukan pemerintah dinilai tidak tepat, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Namun sebaliknya apabila yang dilakukan jajaran pemerintah tepat, berikanlah dukungan, agar yang tepat itu bisa berhasil dengan baik. Kalau berhasil baik, rakyat akan diuntungkan. Ketika HMI memelihara jarak yang tepat, mengkritik apabila harus mengkritik, mendukung apabila harus mendukung, tetaplah menggunakan kekuatan intelektualitas, rasionalitas dan daya kritis, dan sampaikan pula pikiran-pikiran dan solusi yang tepat. Kami akan menyambut atau memberikan apresiasi yang tinggi karena pikiran mahasiswa saya tenggarai adalah pikiran yang orisinil, pikiran yang murni, yang bebas dari kepentingan sesaat ataupun kepentingan politik praktis.

Kalau budaya seperti ini dilakukan oleh HMI, maka sesungguhnya HMI ikut membangun dan memekarkan sistem dan budaya politik, dan demokrasi kita yang Insya Allah makin bertambah baik di waktu yang akan datang.

Hadirin sekalian, ijinkan saya untuk menyampaikan harapan dalam bagaimana kita semua, termasuk HMI mengekspresikan dan berpartisipasi dalam wilayah politik. HMI beserta organisasi kemahasiswaan yang lain, senantiasa kritis, menyuarakan kebebasan bahkan sering dalam bentuk protes dan unjuk rasa. Ini merupakan bagian penting dari demokrasi harus kita hormati bagi protes, unjuk rasa ini saya rasakan sering memberikan manfaat dan masukan penting bagi pemerintah. Perbedaan itu saudara-saudara adalah rachmat adalah manivestasi kemajemukan dan dengan perbedaan kita akan menemukan pilihan terbaik, menemukan solusi yang paling tepat. Saya berharap ekspresi politik, termasuk unjuk rasa yang dilakukan oleh para pemuda, oleh mahasiswa dan pihak manapun juga, terutama HMI yang hadir di ruang ini, teruslah menjujung tinggi kemurnian ideaslisme, sampaikan apa yang disuarakan secara tepat pada issue tertentu secara tajam, dan harapan saya dilaksanakan secara tertib, bertanggungjawab dan tidak mengganggu hak dan kebebasan pihak lain.



Protes politik, unjuk rasa seperti itu harus kita dengar. Kita simak dan kita pelajari karena pengalaman saya memimpin jalannya pemerintahan ini seringkali pengambilan keputusan, penetapan kebijakan dapat disusun, ditetapkan lebih baik lagi ketika kita menerima masukan dan umpan balik. Pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan adalah proses, tidak datang tiba-tiba. Mengambil keputusan, menetapkan kebijakan, apa lagi bersifat nasional tentu bukanlah pikiran, keputusan atau rencana bangun tidur, tiba-tiba muncul. Oleh karena itu sekali lagi, input dan feed back sangat kami perlukan, agar pada saat kita ambil keputusan dan kebijakan itu, kita sudah mempertimbangkan semua faktor-faktor yang harus kita kembangkan.

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Kembali kepada tema kongres HMI kali ini adalah, membangun HMI baru dan masa depan bangsa. Ingin saya ingatkan kepada para mahasiswa dan keluarga besar HMI, bahwa agenda nasional kita kedepan pertama adalah membangun kehidupan bernegara yang dijiwai oleh Undang-undang Dasar 1945, serta segenap pranata kebangsaan dan kenegaraan. Yang kedua kita membangun kembali negeri kita pasca krisis, kita ketahui krisis menghadirkan berbagai stagnasi, bahkan kemunduran dan masalah-masalah yang fundamental. Oleh karena itu harus kita bangun kembali negara kita, agar bisa kembali dapat mencapai sasaran-sasaran yang kita harapkan, termasuk di dalamnya melanjutkan reformasi dan demokratisasi.
Indonesia yang kita tuju tiada lain adalah Indonesia yang lebih aman, yang lebih adil, yang lebih demokratis dan lebih sejahtera. Mewujudkan tujuan dan sasaran itu tentu tidak se-indah bulan purnama, tidak melalui jalan yang lunak, tetapi kita menyadari ada sejumlah rintangan, permasalahan, dan tantangan baik nasional maupun global yang tidak ringan sifatnya. Oleh karena itu, bangsa ini memerlukan keyakinan dan kegigihan, kebersamaan dan karya nyata kita agar semua tujuan dan sasaran itu dapat kita capai dan segenap permasalahan, tantangan serta rintangan dapat kita atasi.


Dalam satu perspektif, pembangunan bangsa hakekatnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, kesejahteraan rakyat dikatakan makin meningkat apabila hak dan kebutuhan dasar rakyat betul-betul dapat kita tingkatkan. Pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, lingkungan yang baik serta rasa aman. Menuju kesitu, ekonomi nasional kita perlu terus tumbuh dan berkembang. Dan kemudian pertumbuhan dan perkembangan itu dapat didistribusikan secara lebih adil. Ekonomi nasional seperti itu harus tumbuh, memiliki stabilitas harga yang baik, menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak, mengurangi kemiskinan secara nyata.

Agar ekonomi kita dapat dibangun seperti itu, saudara-saudara sekalian, diperlukan pra kondisi dan kondisi yang sekarang sedang kita bangun bersama. Bagaimana pun politik dan demokrasi harus berjalan dengan baik, dengan tertib, disertai dengan tingkat keamanan di seluruh tanah air yang tinggi. Hukum harus tegak, pranata sosial harus menjadi keniscayaan hidup kita sehari-hari. Pemerintahan yang baik juga benar harus hadir, dan korupsi harus semakin diperangi dan disusutkan.

Desentralisasi dan otonomi daerah harus berjalan dengan baik pula serta kerjasama Internasional sesuatu yang tidak bisa kita elakan dalam era globalisasi ini harus betul-betul mendatangkan manfaat. Harus betul-betul berguna dan menuju kepemenuhan kepentingan nasional kita. Inilah agenda kita , inilah yang dilakukan oleh pemerintah oleh kita semua ke depan menuju Indonesia yang ditemakan oleh kongres ke-XXV HMI ini.

Hadirin sekalian,
Untuk mencapai semuanya itu, tentu pemerintah terlibat penuh, pemerintah berada di barisan terdepan untuk mewujudkan tujuan dan sasaran itu. Sama halnya dengan pemerintahan di negara manapun, ada sejumlah capaian, yang dicapai oleh pemerintah, tapi juga ada sejumlah hal yang tidak atau belum dapat dicapai. Oleh karena itu, menghadapi tantangan yang kompleks, menyadari bahwa tidak semua sasaran sudah dapat kita capai, tiada lain bagi pemerintah adalah terus berikhtiar, mencari upaya, bekerja gigih untuk mencapai tujuan-tujuan itu.

Dalam konteks itulah, persatuan dan kebersamaan kita, kebersamaan segenap komponen bangsa, kontribusi HMI, daya kritis HMI sangat diperlukan, sekali lagi untuk mencapai tujuan kita bersama. Saya punya keyakinan saudara-saudara, dengan semangat dan komitmen yang kuat, dengan persatuan dan kebersamaan, dengan kegigihan dan kerja keras serta dengan ridho Allah SWT, kita akan berhasil membangun hari esok yang kita citakan bersama.

Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, izinkan saya menyampaikan dua issue yang cukup fundamental dan aktual, ditambah issue yang tadi diangkat oleh adinda Hasanudin tentang kelanjutan penanganan meninggalnya saudara Munir. Issue pertama adalah menyangkut hak dan kebebasan, mengambil pelajaran dari apa yang dilakukan oleh media masa di Denmark, Jilan Posten. Sedangkan issue yang kedua adalah saya ingin memberikan penjelasan kembali tentang langkah pemberantasan korupsi. Tentang karikatur Rasullah Nabi Besar Muhammad SAW, Pemerintah Indonesia, saya sudah mengeluarkan satu kecaman dan protes yang keras terhadap pembuatan karikatur yang menyakitkan hati umat Islam sedunia termasuk kita semua. Indonesia telah mengambil langkah-langkah bilateral, multilateral dan pada tingkat Perserikatan Bangsa-bangsa dan OKI, Organisasi Konfrensi Islam untuk mengambil langkah-langkah, langkah yang tepat terhadap perilaku yang tentu sangat kita sesalkan itu.

Alasan bahwa karikatur itu adalah hak dan kebebasan sangat tidak tepat. Dalam deklarasi hak-hak asasi manusia 1948 pasal 29 dikatakan bahwa hak dan kebebasan itu tidak absolut, tidak tak terbatas apabila berkaitan dengan nilai-nilai moral. UUD 1945 menyangkut hak asasi manusia ada 10 pasal. Pasal yang ke-10 28 (j) mengatakan, kebebasan mendapatkan pembatasan apabila menyentuh berhadapan dengan nilai-nilai keagamaan, nilai moral, keamanan dan ketertiban. Harus kita junjung tinggi seperti itu, dan oleh karena itulah kita meminta agar hal ini tidak terjadi kembali, dunia mengambil pelajaran yang besar, demikian juga saya mengajak bangsa kita juga mengambil pelajaran dari itu.

Kebebasan pers harus tumbuh itulah ciri-ciri demokrasi. Tetapi kebebasan yang demikian saja mengangkat pornografi, pornoaksi, sadisme, tayangan-tayangan mistik yang berlebihan, tentu tidak tepat dan itu harus kita cegah berkembangnya di negeri kita. Marilah kita lakukan kontrol masyarakat yang baik, mari kita lakukan gerakan moral, gerakan politik dan gerakan keagamaan untuk mencegah tanah air kita tumbuh berkembang untuk hal-hal seperti itu.

Hadirin sekalian,
Isu kedua adalah masalah korupsi. Pemberantasan korupsi adalah untuk menyelamatkan masa depan kita, termasuk menyelamatkan pembangunan dan menyelamatkan ekonomi nasional. Terus terang banyak sekali rintangan terhadap langkah pemberantasan korupsi ini. Perlawanan itu muncul bagi mereka-mereka yang barangkali, dirugikan dengan langkah besar ini atau motif-motif yang lain. Tetapi upaya besar ini harus terus berjalan, tidak ada yang bisa menghentikan langkah-langkah kita dalam membangun good government dalam memberantas korupsi.

Yang perlu diingat adalah ada sejumlah aturan main dan etika dalam pemberantasan korupsi. Yang pertama bahwa yang diproses secara hukum itu adalah benar-benar kasus korupsi contohnya negara dirugikan, tindakannya melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau pun kelompoknya dan bukan kebijakan. Yang kedua tidak boleh diskriminatif, sangat tegas kalau saudara-saudara ada tanda-tanda diskriminasi dalam penegakan hukum, bicaralah sampaikan kepada penegak hukum, sampaikan kepada saya kalau ada perilaku diskriminatif dalam penegakan hukum ini.
Non politik, tidak boleh berkaitan dengan kepentingan politik. Kemudian prosesnya adalah share, share legal process, azas praduga tidak bersalah dipegang tinggi, seseorang belum boleh dinyatakan bersalah sebelum oleh pengadilan dinyatakan bersalah. Saya kira ini sangat penting untuk kita hormati, sedangkan arah dan prioritas pemberantasan korupsi, kita utamakan pencegahan. Kalau budaya takut korupsi yang sudah mulai muncul meskipun nyalanya masih kecil, terus membesar, terus meluas di seluruh Indonesia maka kita akan menyelamatkan banyak hal, menyelamatkan aset negara, menyelamatkan uang rakyat dan menyelamatkan citra dan harga diri bangsa kita.

Yang pertama, pencegahan, pencegahan, pencegahan. Mari kita cegah. Saya mengajak Gubernur, Bupati, Walikota semua untuk melakukan langkah-langkah pencegahan korupsi ini. Yang kedua, korupsi yang masih berjalan, yang saya katakan kebangetan. Kita sudah perang melawan korupsi tapi masih ada yang melakukan praktek-praktek korupsi. Siapapun mereka saya minta dilakukan penindakan yang keras. Siapapun, yang jauh dari saya maupun yang dekat dengan saya. Kemudian yang ketiga, mereka-mereka yang kabur, kita tahu ada krisis, kita tahu ada masalah BLBI, kita tahu ada masalah-masalah yang lalu. Bagi mereka yang kabur ke luar negeri, dia harus mengembalikan uang dalam jumlah yang besar, dia harus menjalankan hukuman pidana, harus kita cari, kita bawa kembali dan mereka harus memenuhi kewajibannya.

Alhamdulillah, sudah ada 3 orang yang bisa kita bawa kembali, dengan total pengembalian uang yang lebih, yang cukup banyak. Ada 4 orang lagi yang akan menyerahkan diri, ada sejumlah orang yang ingin kembali. Saya minta kepada mereka-mereka itu yang kembali, atau kita paksa kembali lakukan proses hukum yang benar. Kalau harus pidana, pidana. Kalau harus perdata, perdata. Kalau harus mengembalikan, mengembalikan uang. Jangan ada pemerasan apapun kepada mereka. Jelaskan kepada rakyat, siapa mereka-mereka itu, berapa kewajibannya untuk dikembalikan kepada negara dan seterusnya. Supaya rakyat tahu, berapa yang bisa kita kembalikan uang negara itu, dan agar rakyat tahu uang itu dimana sekarang dan digunakan oleh apa, digunakan untuk apa oleh negara dan pemerintah. Transparansi, akuntabilitas mari kita buka selebar-lebarnya. Kemudian saya mendengarkan masukan dari banyak daerah keluhan, seolah-olah dalam penegakan hukum itu dirasakan kurang adil, belum-belum sudah dinyatakan bersalah, jadikan tersangka dan lain-lain. Disatu sisi saya minta memang, kecermatan dari penegak hukum untuk memproses hukum secara benar, secara fair , jangan ada abuse of power di sini, tetapi saya minta juga, penegakan hukum yang benar, tolong dibantu, karena ini ujian semuanya apakah bangsa ini teguh dalam pendirian membangun pemerintahan yang baik dan memberantas korupsi secara serius.

Dan yang terakhir adalah menyangkut kasus meninggalnya saudara Munir, proses hukum sesungguhnya berjalan dan terus berjalan. Saya sudah pernah menerima nyonya Munir almarhum. Saya sudah pernah menerima dan membentuk tim Pencari Fakta dan saya tahu Kejaksaan, Kepolisian dan Pengadilan telah memproses ini. Harapan saya, lanjutkan itu semua, tuntaskan itu semua, karena saya tidak bisa mencampuri proses hukumnya, adalah pada penyidik yaitu Kepolisian, penuntut adalah Kejaksaan dan pemutus tuntutan adalah Pengadilan. Saya minta transparan, jelaskan kepada publik, dan bagi mereka yang harus memberikan keterangan di jajaran pemerintah, berikan keterangan itu, kooperatiflah dengan demikian akan hadir betul-betul kebenaran dan keadilan di negeri ini. Dengan demikian kita berikan ruang yang utuh, yang bulat bagi penegakan hukum terhadap kasus kematian saudara Munir tersebut.






Demikian lah hadirin sekalian, yang dapat saya sampaikan, dan akhirnya sekali lagi selamat berkongres semoga lahir pikiran-pikiran yang bijak, pikiran-pikiran yang cerdas dan semakin kedepan HMI semakin dapat memberikan kontribusinya kepada bangsa dan negara. Dan dengan memohon ridho Allah SWT dan mengucapkan Bismillahirrahmannirrahim, kongres ke-XXV Himpunan Mahasiswa Islam dengan resmi saya nyatakan dibuka.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


* * * * *




Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan