Pidato Presiden

Sambutan Pertemuan dengan Para Nelayan

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERTEMUAN DENGAN PARA NELAYAN
DI PELELANGAN IKAN PAOTERE, MAKASAR
21 FEBRUARI 2006


Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang saya hormati,
saudara Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri Agama Republik Indonesia.

Yang saya hormati,
saudara Gubernur Sulawesi Selatan dan para Pimpinan dan Pejabat Sulawesi Selatan, baik dari unsur eksekutif, legislatif, yudikatif maupun TNI dan POLRI, saudara Walikota, saudara Bupati.

Yang saya hormati,
Para pimpinan dan pengelola koperasi, yang saya cintai dan saya banggakan keluarga besar nelayan, khususnya yang ada di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan di Wetar Maluku.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik, Insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT atas rahmat dan ridho Nya, meskipun ada hujan pagi hari ini, Insya Allah hujan barokah, kita masih diberi kekuatan dan kesehatan lahir dan batin untuk terus berkarya, berbuat yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara kita.

Sebagaimana saudara ketahui, kunjungan kerja kali ini, saya ke Sulawesi Selatan, hari kedua, saya memang ingin bertemu dengan para nelayan khususnya dan saudara-saudara yang ada di wilayah ini. Untuk berdialog, untuk melihat dari dekat keadaan, termasuk permasalahan yang dihadapi dan tentunya selaku yang sedang mengemban amanat rakyat, saya dengan pak Gubernur, pak Bupati, pak Walikota semua tentu berkewajiban untuk mencari solusi, berkewajiban untuk mengatasi masalah-masalah itu, meningkatkan kesejahteraan nelayan sesuai dengan kemampuan negara yang ada dewasa ini. Jadi kami datang betul-betul untuk mengetahui secara langsung, masalah apa saja yang dihadapi dan kemudian tentu bagaimana kita meningkatkan kesejahteraan kita semua, utamanya para nelayan hari ini.

Hadirin sekalian,
Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini, penduduknya berjumlah sekitar 220 juta. Dari 220 juta itu, 40 juta masih berkategori miskin atau belum sejahtera, yang setengah miskin itu sekitar 20 juta. Jadi 220 juta kita ini, 60 juta masih tergolong miskin dan setengah miskin. Meskipun di dunia ini banyak negara yang jauh lebih miskin, yang hidupnya jauh lebih susah, kalau kita lihat di televisi kematian demi kematian, ribuan warga negaranya meninggal karena kelaparan dan kemiskinan yang sangat menyedihkan, dan Indonesia tidak seperti itu. Bagaimana pun kita berkewajiban untuk terus meningkatkan angka kemiskinan ini dan mengangkatnya menjadi bagian dari masyarakat yang lebih sejahtera.

Itulah sebenarnya mengapa bangsa kita membangun, itulah sebetulnya tujuan dari pembangunan nasional kita, pembangunan di Sulawesi Selatan ini, pembangunan di seluruh kabupaten dan penjuru tanah air kita. Agar kesejahteraan rakyat, kalau namanya rakyat itu ya nelayan, ya petani, ya guru, ya karyawan, ya tantama TNI dan POLRI, semua itu rakyat diharapkan makin meningkat kesejahteraannya. Rakyat makin meningkat kesejahteraannya kalau, pangannya, sandangnya, papannya, kesehatannya, pendidikannya, lingkungan hidupnya, rasa tentramnya makin baik.

Akhirnya apapun teori pembangunan, apapun kebijakan strategi yang kadang-kadang indah-indah dan sering, apa namanya, memberikan harapan yang berlebihan, yang kita lakukan tiada lain meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tidak ada artinya sebuah negara yang kelihatan megah, gedung-gedungnya tinggi dan lain-lain, meskipun gedung tinggi itu kalau digunakan dengan baik, juga penting untuk rakyat kita. Akhirnya yang kita tuju adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kesejahteraan rakyat itu, termasuk para nelayan itu bisa ditingkatkan kalau ekonomi kita tumbuh dengan baik. Ekonomi tumbuh dengan baik kalau kondisi di negeri kita baik, aman, tidak rusuh, hukumnya tegak, koruptor diberantas, penyimpangan dihentikan, semua bertanggungjawab, pemimpin turun ke lapangan, semua berkarya bagaimana meningkatkan kesejahteraan. Itu kondisinya, itu harus kita ciptakan, kalau kondisinya baik, dunia usaha tumbuh, ekonomi tumbuh, kerjasama dengan negara lain baik, akhirnya dengan distribusi yang adil, rakyatlah yang diuntungkan.

Saya mengatakan ekonomi harus tumbuh, ekonomi harus tumbuh itu, kalau tiap tahun, ekonomi nasional kita naik,naik, naik. Pendapatan nasional kita naik, naik, naik. Tahun 2004 yang lalu pertumbuhan ekonomi kita 5,1 %. Tahun 2005 yang lalu, yang baru kita tinggalkan Alhamdulillah pertumbuhan kita 5,6 %. Tahun 2006, mari kita berjuang keras agar ekonomi itu tetap tumbuh atau tetap baik. Bandingkan dulu waktu krisis, tumbuhnya itu minus dari minus merangkak pelan-pelan akhirnya Alhamdulillah sekarang seperti itu. Meskipun harus terus kita tumbuhkan sampai seperti kondisi sebelum krisis 6-7%, bahkan harapan kita bisa lebih tinggi lagi.

Agar ekonomi tumbuh, maka pengeluaran pemerintah harus makin meningkat. Kita sudah meningkatkan tahun 2005 yang lalu, anggaran bila pendapatan, belanja negara kita kurang dari 600 triliun Alhamdulillah, tahun 2006 ini anggaran kita 647 triliun, meningkat sekitar 80 triliun. Artinya apa, pemerintah bisa belanja lebih banyak, bisa membantu lebih banyak, bisa
mengalokasikan dana lebih banyak untuk semua, termasuk sektor pertanian, koperasi, usaha kecil, menengah dan nelayan. Sebagaimana tadi dicontohkan disini, itu bantuan karena pembelanjaan pemerintah meningkat.

Ekonomi juga tumbuh kalau investasi berkembang, usaha baru muncul di daerah-daerah, investor asing bekerjasama dengan negeri kita juga tumbuh dengan baik. Kalau itu tumbuh, meningkat,meningkat, meningkat dari tahun ke tahun maka ekonomi kita juga tumbuh. Ekspor, kalau ekspor kita meningkat, pasar di luar negeri kita dapatkan, barang yang kita jual kualitasnya bagus, diangkut dengan bagus tidak dipungli di sana-sini, tidak diselundupkan disana-sini, maka ekspornya naik, ditambah dengan konsumsi kita.

Pendek kata, kalau tahun-tahun mendatang ini pembelanjaan pemerintah makin besar, ekonomi makin baik, ekspor makin baik, investasi berkembang oleh karena itu jangan dipersulit kalau investasi di daerah-daerah, Insya Allah ekonomi kita tumbuh. Kalau ekonomi tumbuh maka sesungguhnya pengangguran bisa dikurangi, kemiskinan bisa dikurang, daya beli rakyat bisa dikurangi, oleh karena itu wajib hukumnya ekonomi kita harus terus tumbuh.

Yang kedua, disamping ekonomi harus tumbuh, saya ingin dunia usaha bergerak kembali. Sektor riil bergerak kembali, apakah industri, pabrik-pabrik, pertanian kemudian jasa-jasa agar sekali lagi lapangan kerja semakin baik. Saya mohon pak Gubernur, pak Bupati, pak Walikota tolong bersama-sama kerjasama dengan KADIN, dengan usaha, gerakan semua usaha itu agar tenaga kerja kita meningkat, pengangguran bisa kita kurangi.

Dan yang ketiga, yang terakhir, ekonomi kita akan tumbuh kalau kemiskinan berkurang. Dimana kantong-kantong kemiskinan, biasanya di kantong pertanian, di kantong nelayan, di kantong usaha kecil, di pinggir-pinggir hutan. Oleh karena itulah kita telah mencanangkan, kita menjalankan program yang disebut revitalisasi pertanian, kehutanan dan perikanan. Ini akan terus kita lakukan. Dengan demikian kalau kalangan yang miskin, kalangan yang memang memerlukan bantuan kita, bantu lebih banyak lagi, maka seluruh negeri ini semua akan bergerak dan Insya Allah kalau semua bergerak ekonomi nasional akan tumbuh. Kalau ekonomi nasional tumbuh banyak biaya kita gunakan meningkatkan pendidikan, bikin pendidikan murah, berkualitas dan sebagian gratis. Kalau biaya, uang tambah banyak uang negara kita, kita lakukan untuk meningkatkan kesehatan, berobat ke dipuskesmas, berobat di rumah sakit kelas III, obat-obat yang murah dan lain-lain.

Pendek kata kalau ekonomi tumbuh pendapatan nasional tumbuh, untuk itu kita ingin meningkatkan pendapatan nasional, Alhamdulillah 2 tahun ini meningkat. Untuk apa, untuk bayar hutang. Hutang kita besar sekali karena krisis, wajib hukumnya kita mencicil, melunasi, memperkecil jumlah hutang, agar anak cucu kita tidak menderita. Disamping bayar hutang apalagi yang kita lakukan, aset negara, uang negara itu dulu banyak bocor, banyak diambil koruptor masuk kantongnya, masuk macam-macam, itu yang kita berantas. Kalau uang kita banyak yang selamat, tidak diambil koruptor berarti ada, ditambah lagi dengan pertumbuhan ekonomi lebih besar lagi. Kalau lebih besar lagi, maka kita akan arahkan kepada sektor-sektor pembangunan termasuk perikanan, pertanian, nelayan dan sebagainya. Itu sebenarnya yang kita lakukan, Oleh karena itu pak Gubernur, pak Bupati, pak Walikota jelaskan terus menerus kepada rakyat, rakyat melakukan kontrol dan pengawasan kepada pemerintah, kepada saya, kepada para menteri, kepada para Gubernur bahwa semua itu berjalan dengan baik. Kalau daerah banyak pelanggaran korupsi merajalela, teriak lah pak Bupati, pak Gubernur, pak Presiden mengapa di kabupaten ini banyak koruptor, puluhan milyard uang hilang, bicaralah, karena ini negara kita sendiri, bangsa kita sendiri, rakyat kita sendiri mari kita melakukan sesuatu agar semuanya berjalan dengan baik.

Saudara-saudara sekalian,
Setelah saya cerita seperti itu, saya ingin menyampaikan pertama-tama pada kesempatan yang baik ini, rasa kagum saya. Saya kalau keliling Indonesia bahkan ke Australia, ke Asia, itu banyak sekali putra-putra dari Sulawesi Selatan yang dulunya melanglang menembus badai lautan dan datang di banyak negara yang sekarang menjadi komunitas-komunitas, yang ulet , yang tumbuh, mengapa, karena kegigihan pelaut-pelaut dari Bugis, dari Makasar, dari Sulawesi Selatan. Tradisi itu membanggakan, Tradisi itu membanggakan, mari kita pelihara semangatnya, mari kita pelihara daya juangnya, tetapi negara, pemerintah membantu agar bukan hanya semangat dan daya juang saja tapi ada bantuan-bantuan lain sehingga kehidupan nelayan itu, kehidupan pelaut menjadi lebih baik lagi.

Saya lahir di kota Pacitan, kota pantai masa kecil saya juga seperti ini, tetangga-tetangga saya juga nelayan. Oleh karena itu saya tahu kehidupan nelayan, kehidupan nelayan itu terutama yang di nelayan tradisional banyak ketidakpastian, betul, kadang-kadang ada musim tangkapan ikannya banyak, kadang-kadang sepi, kadang-kadang hujan enam hari berturut-turut, badai dan segala macam dan lain-lain. Ada ketidakpastian, kita, negara, pemerintah, dunia usaha harus membikin kehidupan nelayan itu lebih pasti. Dengan bantuan teknologi, dengan pengindraan informasi tentang cuaca tentang wilayah-wilayah mana yang kaya ikan, dan wilayah-wilayah mana yang mulai sepi ikan. Berikan seperti itu kepada para nelayan.

Yang kedua, kehidupan nelayan kadang-kadang lingkungannya kurang bagus. Mari kita bikin bagus, kompleks nelayan pak Menteri tolong dipikirkan puskesmasnya, tolong dipikirkan sekolah-sekolah SD, SMP nya, tolong dipikirkan supaya tidak busuk itu ikan-ikan. Bagus sudah ada pabrik es ada cool storage yang memungkinkan bisa disimpan, jangan pakai formalin, pake yang itu ya, tapi diberikan kemudahan itu. Biasanya kalau dengan alat tradisional, hasilnya sedikit, berikan kapal-kapal pasilitas yang lebih baik lagi, agar hasilnya banyak.

Kemudian permodalan kadang-kadang sulit, agunannya apa, jaminannya apa, tolong pak Gubernur, pak Bupati , pak Walikota ikut memecahkan, bekerjasama dengan bank, bekerjasama dengan mereka-mereka bagaimana modal ini dapat, setelah modal dapat tentu harapan kita tidak hilang, kembali lagi atau makin tumbuh berarti dibina managemennya, dibina bagaimana mengelola uang, dibina bagaimana mengatur organisasi. Kalau Insya Allah, tangkapannya baik, makin bagus karena alatnya dijualnya harus ada pasarnya bagaimana kita menangkap banyak, tidak bisa dijual di pasar tertentu. Inilah sebetulnya yang harus kita lakukan, meskipun ada strategi, ada kebijakan tetapi akhirnya bagi nelayan itu yang diperlukan.

Koperasi, kalau masing-masing menghadapi sendiri permasalahannya, memecahkan sendiri barangkali berat, tapi kalau koperasinya hidup, koperasinya baik, pengurusnya jujur, tidak kesana-kemari maka koperasi itu akan membantu anggota-anggotanya. Usaha kecil, usaha menengah, koperasi harus kita bina dengan baik, tumbuh dengan baik diberikan peluang dengan demikian harapan kita, nelayan akan makin meningkat hidupnya, kemiskinan akan berkurang. Kembali kepada tujuan pembangunan kita, kembali bahwa kita ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat. Itulah sebetulnya yang ingin kita lakukan dan sekali lagi marilah kita terus berbuat, memang kadang-kadang situasi ekonomi kita berat 2004-2005 berat, karena harga minyak di dunia tingginya seperti ini semua negara terpukul karena harga minyak mentah didunia itu. Indonesia juga terpukul. Oleh karena itu karena itu kita mengalami permasalahan BBM tetapi dengan kejadian itu saya minta semua pihak, pemerintah, swasta siapapun mari kita melakukan sesuatu untuk membantu bagi saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan hidup karena harganya tinggi, tingginya harga minyak di dunia dan ekonomi yang kita hadapi. Saya yakin kalau kita tidak mengeluh, tidak menyerah, kita hadapi semuanya, kita berupaya berikhtiar sambil meningkatkan fasilitas yang kita harapkan apakah petani, nelayan dan guru, buruh dan lain-lain. Maka kita akan menuju kemasa depan yang lebih baik.

Itulah yang saya sampaikan dan pesanan saya karena tadi sebut jarak, saya sedang mengkampayekan untuk negeri kita, untuk masyarakat kita, untuk seluruh daerah, bagaimana kita mengembangkan namanya vco tahu ya virgin coconut oil, minyak dara yang diambil dari minyak kelapa itu, ternyata khasiatnya luar biasa. Bisa dijual di negeri kita, diekspor ke luar negeri dan permintaannya konon tinggi sekali. Saya ingin nanti Departemen Pertanian, Departemen Koperasi, dan usaha kecil menengah, BUMN dan lain-lain mulai dari pimpinan daerah Gubernur, Bupati, Walikota mulai melihat karena itu dari kelapa, kelapa ini di Indonesia pada prinsipnya bisa ditanam di mana saja, garis pantai Indonesia itu garis pantai terpanjang di dunia, sayang kalau kita sia-siakan potensi itu. Kalau bisa kita tanami kelapa kembali, kita bikin vco kemudian kita jual dengan harga yang pantas.

Saya sudah meminta Pindad coba dibikin mesin yang murah untuk rakyat agar kelapa itu bisa diolah disitu, dihasilkan vco apakah bentuk cair atau kapsul kemudian dipasarkan. Pindad menyanggupi dan Insya Allah akan ada mesin-mesin yang bagus tapi harganya murah yang bisa nanti dikembangkan di daerah-daerah. Yang kedua jarak, jarak juga demikian, jarak ini tentu dipikirkan tanamannya, pabriknya, pengolahannya, pasarnya dimana, siapa yang membeli jarak itu dengan demikian petani jarak juga mendapatkan kepastian. Saya minta nanti para menteri terkait juga merencanakan seperti itu sehingga ada pilihan lain jarak, vco dan tentunya bagi komunitas nelayan dipinggir pantai barangkali sebagian masih berlayar masih mencari ikan dilaut sebagian barangkali mengelola vco, karena daerah itu banyak sekali kelapa.

Hal-hal seperti inilah yang saya mohon semua berinisiatif saya mohon pak camat, kepala desa, lurah, keatas lagi pak bupati, pak walikota, pak gubernur sampai saya, menteri-menteri saya memikirkan apalagi yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan masyarakat kita, komunitas kita agar hidupnya makin baik, agar penghasilannya makin meningkat.

Dan tentunya banyak lagi inisiatif yang harus kita lakukan. Itulah saudara-saudara yang saya sampaikan, sekali lagi selamat berjuang marilah kita hadapi tantangan hidup dengan penuh keyakinan diri, mohon ridho Allah SWT dengan semua keteguhan, kegigihan kita, kita yakini masa depan kita akan lebih baik dari masa sekarang dan kita juga mempersiapkan generasi kita yang Insya Allah lebih baik dari generasi sekarang.
Demikian sambutan saya.

Terima Kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


* * * * *




Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan