Pidato Presiden
Sambutan Pertemuan dengan Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERTEMUAN DENGAN MASYARAKAT INDONESIA
DI BRUNEI DARUSALAM
28 FEBRUARI 2006
Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati,
Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Yang saya hormati,
Saudara Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, yang saya cintai keluarga besar Masyarakat Indonesia dalam berbagai profesi, baik yang bekerja sebagai diplomat dan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia,yang bekerja di jajaran pemerintahan Brunei Darussalam, yang bekerja di sektor swasta, yang bekerja di bidang pendidikan, baik itu dosen, maupun yang sedang mengikuti kuliah dan belajar.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan penuh berkah ini, marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas perkenan rahmat dan ridho NYa, kita masih diberi kesehatan lahir dan batin, kekuatan dan semangat dari Allah SWT dan dapat melakukan tatap muka dan dialog hari ini, Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat.
Sebelum saya menyampaikan hal-hal yang perlu saudara ketahui. Saya akan memperkenalkan beliau-beliau yang menyertai kunjungan saya ke Brunei Darussalam sejak kemarin dan hari ini. Sebelah kanan saya saya Menko Perekononomian, saudara Boediono, sebelah kanan Menteri Sekretaris Negara, Saudara Yuzril Izha Mahendra, Menteri Luar Negeri, saudara Hassan Wirajuda, Ibu Hassan Wirajuda, sebelah kanan saudara Andi Malarangeng juru bicara Kepresidenan, kemudian Kepala Protokol Negara, saudara Handriyo Kusumo Priyo, kemudian yang paling belakang itu adalah saudara Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda Indonesia, dahulu ada Sekretaris Presiden sekarang namanya Kepala Rumah Tangga Kepresidenan, saudara Rusdi, kemudian saudara Dino Patti Djalal, Juru Bicara Kepresidenan, staf khusus. Sekretaris Militer, saudara Bambang Sutedjo dan Kepala atau Komandan Pasukan Presiden Mayjend. TNI Agung Widjayadi beliau dari Angkatan Laut.
Kemudian dari sini beliau adalah rombongan dari Dewan Perwakilan Rakyat dan dari Dewan Perwakilan Daerah, saudara Soetadji dari DPR RI, saudari Antarini Malik DPRI RI, saudara Anthony Charles dari DPD RI dan Ketua KNPI saudara Hasanudin. Ada bersama saya para editor senior dan wartawan senior, dan wartawan dan sejumlah pejabat yang lain .
Saudara-saudara yang saya cintai,
Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang yang tinggi atas apa saudara lakukan di Brunei Darussalam ini. Saudara semua adalah duta bangsa, saudara adalah pahlawan yang sudah bekerja di luar negeri sehingga terus terang membantu negaranya yang memang belum bisa menyediakan lapangan kerja dalam jumlah yang besar dan saudara-saudara membantu saudara yang lain di seluruh wilayah tanah air.
Saya mendapat penjelasan dari Bapak Sultan Brunei Darussalam sendiri yaitu bahwa pada umumnya tenaga kerja Indonesia yang kerja di Brunei Darussalam ini baik, mentaati hukum, mentaati adat istiadat, religius dan juga melakukan persahabatan yang baik dan berkontribusi untuk pembangunan Brunei Darussalam, khususnya pembangunan ekonomi. Saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan, dan tolong berikan tepuk tangan. Saya bangga, saya berterimakasih, pertahankan itu, teruslah menjadi duta bangsa dalam arti yang luas duta bangsa untuk negeri tercinta. Kalau saudara berperilaku baik, baik Indonesia. Kalau saudara berperilaku tidak baik, tidak baik Indonesia.
Kemudian secara singkat saya ingin menyampaikan bahwa tugas pemerintahan yang saya pimpin, Alhamdullilah saya mendapat amanah dari rakyat, mendapat ridho Allah SWT untuk mempimpin bangsa dan Negara dan saya telah melakukan tugas ini sejak 20 Oktober 2004 yang jadi sudah 1 tahun 4 bulan barangkali, meneruskan tugas-tugas yang diemban oleh Presiden sebelumnya saya ibu Megawati Soekarnoputri dan tentunya presiden-presiden sebelum saya dan ibu Megawati,mulai dari Bung Karno, Pak Harto,Pak Habibie, Gus Dur.
Ini merupakan kesinambungan dari tugas pemimpin, tugas pemerintah untuk memajukan kehidupan rakyatnya. Tidak ada satupun di antara pemimpin yang mendapatkan amanah dan mandat dari rakyatnya untuk tidak berbuat yang terbaik bagi rakyatnya. Bahwa sebagai manusia biasa setiap pemerintah selalu ada yang berhasil dicapai dengan baik ada yang belum dicapai dengan mencakup kekurangan-kekurangan itu wajar Tapi percaya lah kami semua berusaha sekuat tenaga untuk melakukan yng terbaik bagi rakyat.
Tahun 2004, 2005 yang lalu saudara mengikuti dengan seksama, bukanlah tahun yang mudah. Kita mendapatkan cobaan, ujian dari Allah SWT dan permasalahan yang memang bukan hanya dihadapi oleh bangsa Indonesia tapi juga negara-negara lain, tapi dampaknya untuk negara kita cukup berat.
Contohnya tingginya harga minyak di dunia, ada bencana tsunami di Aceh dan Nias, dan sejumlah bencana alam, yang tentu harus kita atasi, harus kita selamatkan masa depan saudara-saudara kita yang masih hidup, tetapi kita tentu berduka cita bagi saudara-saudara kita yang meninggal dunia akibat bencana itu. Kita lakukan semua upaya di daerah bencana, agar bisa pulih kembali dan Insya Allah masa depan masyarakat yang daerah bencana itu lebih baik lagi.
Kemudian tentunya masalah-masalah ekonomi yang menghadapi hukuman yang berat, karena sejumlah faktor eksternal, nilai tukar, harganya tinggi minyak di dunia, ada avian flu atau flu burung dan lain-lain. Kami juga terus mengupayakan bekerja dengan gigih agar semua itu dapat diatasi dan tujuan terhadap cita-cita negara kita untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih baik dapat juga kita lakukan.
Indonesia menghadapi krisis yang luar biasa beratnya, kita masih ingat 1998 yang masih mengalir tahun-tahun berikutnya 1999, 2000, bahkan 2001 ekornya masih kita rasakan, sekarangpun sesungguhnya ekornya masih masih kita rasakan. Artinya kita belum sepenuhnya kembali seperti keadaan sebelum krisis, ekonomi misalnya dulu 6 -7%. Tahun 2005 yang lalu Alhamdullilah kita sudah kembali mencapai 5,6 %, tahun sebelumnya 5,1% dan tahun-tahun sebelumnya tentu prioritas dana krisis. Insya Allah kita teruskan sehingga pada saatnya kita kembali lagi.
Tetapi yang jelas, tugas bangsa kita bukan hanya membangun Indonesia kembali pasca krisis, tetapi kita juga sekaligus melakukan reformasi, perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Reformasi ini menyangkut segala bidang, di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum serta pertahanan dan keamanan.
Kita ingin Negara kita lebih aman. Kita masih ingat tahun-tahun awal reformasi begitu banyak gangguan keamanan, konflik di seluruh Indonesia. Di Sampit, di Poso, di Ambon, di Aceh sendiri sebagian di Papua dan banyak kerusuhan-kerusuhan di tempat lain. Alhamdullilah semuanya itu sudah jauh membaik dan beberapa daerah hampir normal.
Kita bersyukur bahwa Aceh, konflik berdarah, konflik bersenjata antar sesama bangsa yang sudah berlangsung lebih dari 30 tahun akhirnya bisa kita akhiri dengan damai, dengan bermartabat, mudah-mudahan bisa kita kawal sehingga betul-betul membangun hari esok yang lebih baik di Aceh.
Kita buat keamanan terkelola dengan baik, dan di Ambon, di Poso hampir pulih kembali di samping di daerah-daerah yang dulu banyak sekali kerusuhan, Alhamdullilah sudah tidak terjadi. Kalau ada unjuk rasa dan itu biasa dalam demokrasi. Pada prinsipnya tertib, pada prinsipnya damai. Keamanan saya boleh mengatakan bahwa keadaannya makin baik.
Kemudian di bidang ekonomi kadang-kadang memang banyak sekali kemunduran, kemandekan, tetapi pelan-pelan secara bertahap kita pulihkan kembali. Infra struktur kita mulai hidupkan kembali, kita bangun kembali.
Kemudian perdagangan investasi, pertanian,industri, jasa dan lain-lain. Kita akan terus berjuang sekuat tenaga untuk memperbaiki ekonomi kita. Ekonomi kita meskipun meningkat, belum dikatakan baik kalau tenaga kerja masih belum dapat kita ciptakan, pengangguran masih banyak, kalau kemiskinan masih banyak pula.
Itulah yang kita kerjakan, kesejahteraan rakyat kita memang ingin bertahap, tetapi yang jelas dalam 2 tahun terakhir ini meskipun ekonomi kita sulit, pendidikan dan kesehatan sudah kita alokasikan anggaran yang cukup besar agar kondisinya makin baik. Terutama mereka-mereka yang termasuk golongan ekonomi lemah.
Kemudian di bidang hukum, kita lakukan penegakan hukum kita sangat serius, memberantas korupsi sampai sekarang, meskipun pelaksanaanya berat tetapi harus jalan terus dan Negara kita selamat dan masa depan kita baik, kalau korupsi kita berantas. Kita hadirkan mereka-mereka yang selama ini menikmati kekayaan yang luar biasa dari hasil korupsi harus tidak ada lagi, kita perangi habis-habisan dengan demikian Insya Allah keadaan menjadi lebih baik. Kalau pemerintahan baik, good government bukannya hanya eksekutif, legislatif, yudikatif semua maka tentu semua kegiatan usaha akan berjalan baik, kerjasama ekonomi dengan Negara lain juga akan lebih baik, hukum akan semakin pasti, keamanan akan semakin pasti, kebijaksanaan ekonomi juga baik dan lain-lain.
Kemudian di bidang politik, kita melaksanakan demokratisasi, Pemilu sudah kita lewati, Alhamdullilah damai dan baik. Tetapi masih ada langkah-langkah kita untuk terus membangun politik yang makin mapan,demokratis tapi tertib. Kebebasan penting tetapi toleransi juga penting dan lain-lain.
Itulah proses tangga yang kita lakukan untuk membangun budaya politik yang baik, membangun demokrasi yang sehat dan politik yang mapan dan demokratis tapi juga menghadirkan ketenangan, kestabilan dan ketertiban.
Itulah yang kita lakukan mudah-mudahan ke depan bangsa kita diberikan semangat terus menerus, diberikan ketegaran dan kemampuan yang lebih baik lagi untuk mengatasi masalah dan membangun bidang-bidang kehidupan ini.
Yang kedua, saya sampaikan bahwa kunjungan saya ke Brunei Darussalam ini adalah kunjungan kenegaran saya yang pertama. Biasanya seorang Presiden itu langsung berkunjung ke Negara Asean semuanya, tetapi saudara memaklumi baru 2 bulan saya memangku jabatan ada tsunami, dengan demikian tentu saya lebih mencurahkan waktu saya bersama pemimpin yang lain di Indonesia utnuk mengatasi masalah-masalah dalam negeri.
Akhirnya masih 3 negara yang belum saya kunjungi, Brunei Darussalam, Alhamdullilah sudah kita kunjungi sekarang, Insya Allah kita menuju Kamboja dan berkunjung pertama kalinya dan Myanmar juga berkunjung yang pertama kalinya. Dengan kunjungan ini sesungguh sudah semua Negara sudah saya kunjungi. Dan tentunya kita akan lebih banyak lagi melaksanakan tugas-tugas di dalam negeri.
Dalam kunjungan ini saya melaksanakan pembicaraan yang sangat baik, didampingi para Menteri, anggota DPR, DPD dengan yang Mulia Sultan Brunei Darussalam. Sudah berbicara dengan beberapa menteri, sudah bicara dengan kalangan swasta dan pakar-pakar profesi yang lain. Satu tujuannya meningkatkan kerjasama hubungan baik antara kedua bangsa serumpun, antara tetangga terdekat Indonesia dan Brunei Darussalam.
Itu maksudnya kita membicarakan secara khusus, peningkatan kerjasama di bidang investasi. Peningkatan kerjasama di bidang perdagangan termasuk tenaga dan juga yang lain-lain, yang berkaitan dengan kerjasama regional, Asean, Asia Tenggara maupun kerjasama bilateral itu sendiri.
Investasi, saya mengundang investor dari Brunei Darussalam untuk datang ke Indonesia, Menteri-menteri menjelaskan apa peluang-peluangnya. Membawahi infrastruktur misalnya, jalan tol, air bersih, telekomunikasi ulangi energi dan hal-hal lain yang kita tawarkan yang memerlukan kerjasama dengan Negara-negara sahabat. Kemudian juga ada peluang investasi di Brunei Darussalam misalnya ada membangun satu pelabuhan di Muara besar yang memerlukan tenaga kerja besar, memerlukan industri, dari Indonesia dan mudah-mudahan Insya Allah bisa kita lakukan disini dengan demikian lebih banyak ekspor yang bisa kita lakukan terhadap Brunei Darussalam.
Di bidang perdagangan, sebetulnya tahun 2004 yang lalu itu nilainya 327 juta, jadi sekitar 3,2 trilliun rupiah. Tahun 2005 yang lalu alhamdullilah sudah meningkat nilainya meningkat menjadi 912 juta, artinya sudah 9 triliun rupiah. Kita ingin meningkatkan lagi ke depan tetapi dari nilai yang tinggi itu surplusnya ada di Brunei karena kita mengimpor minyak dan gas.
Oleh karena itulah kami datang untuk berusaha menyeimbangkan perdagangan itu meningkat tetapi juga makin seimbang, artinya kita tidak mengalami defisit yang tinggi. Itulah kita selaras agar kerjasama misalnya pembelian pesawat terbang dari Indonesia dari PT DI di Indonesia, negara lain sudah pesan, dan Brunei yang punya rencana juga bisa melanjutkan pembeliannya itu.
Kemudian juga ada produksi industri dalam negeri Indonesia, yang juga selama ini kita bicarakan mudah-mudahan jual beli bisa dilaksanakan dengan demikian diharapkan perdagangan menjadi semakin seimbang, makin sehat dan makin baik. Tenaga kerja saya menggaris bawahi juga pentingnya sebagaimana saya katakana tadi, kami sangat peduli dengan tenaga kerja kunjungan kerja saya ke Malaysia misalnya, ke Singapura, ke Korea, dimana tenaga kerja kita cukup besar saya meminta kepada negara tuan rumah untuk melindungi hak-hak mereka, untuk memberikan pelayanan terbaik sebagaimana yang diberikan kepada warga negaranya sendiri. Dengan demikian pemerintah menjalankan kewajibannya melindungi, membantu warga negaranya yang bekerja di luar negeri.
Tetapi di sisi lain saya juga mengatakan kepada seluruh warga Indonesia jadilah pekerja yang baik di luar negeri, taati hukum,taati adat istiadat dan lain-lain. Dengan demikian saling menguntungkan, negara tuan rumah beruntung karena ekonominya tumbuh sedangkan kita mendapatkan lapangan kerja yang juga bias membantu ekonomi dalam negeri, membantu keluarga-keluarga. Itu kita lakukan, dan saya berterimaksih apa yang telah dilakukan Duta besar. Harapan saya Pak Duta Besar dan staf-satafnya harus mengikuti, memantau apa yang dilakukan saudara-sausara kita yang bekerja di Brunei Darussalam ini. Kalau ada sesuatu berikan bantuan, bantuan hukum, bantuan pelayanan dan lain-lain, kalau ada yang nakal-nakal diingatkan, jangan melawan hukum dan berbuat kejahatan karena hanya mencemarkan nama baik kita. Dengan demikian adil, dengan demikian semuanya akan mendapatkan pelayanan yang terbaik.
Itulah yang dapat saya lakukan, yang dapat saya jelaskan saudara-saudara sekalian pada kesempatan yang baik ini saya mempersilahkan jika ada yang menanyakan kepada saya hal-hal tertentu, barangkali saudara ingin tahu meskipun saya tahu mengikuti pemberitaan, televisi, surat kabar menelepon ke saudara-saudaranya di Indonesia tapi barangkali ada yang ingin disampaikan kepada saya. Saya persilahkan.
Terimakasih, saya akan kembali ke tempat duduk silahkan saudara menyampaikan sesuatu.
Terima Kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



