Pidato Presiden

Sambutan pada Tatap Muka dengan Peternak di Desa Doroncongan, Kabupaten Dompu, NTB

 


SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
TATAP MUKA DENGAN PETERNAK DI DESA DORONCANGAN
KABUPATEN DOMPU-NUSA TENGGARA BARAT
6 APRIL 2006


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Yang saya hormati, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, nanti saya kenalkan pada saat acara dialog.
Yang saya hormati, Saudara Gubernur Nusa Tenggara Barat, beserta para Pimpinan dan Pejabat yang bertugas di Nusa Tenggara Barat, baik dari unsur eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI.
Yang saya hormati, saudara Bupati Dompu dan para Bupati dan Walikota, termasuk para camat, dan kepala desa.

Yang saya hormati para tokoh nasional, di sini ada Pak Siswono Yudohusodo, disamping mantan Menteri juga sangat mencintai dunia peternakan. Ada juga saudara Rektor Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ahmad Ansori Mattjik, yang harapan saya bisa ikut memajukan peternakan di Dompu Sumbawa ini.

Yang saya cintai dan muliakan para Tuan Guru, para ulama, para tokoh masyarakat, para pemuka adat, dan tentunya pemimpin kaum wanita.
Yang saya cinta dan saya banggakan para peternak dan para petani.

Saudara-saudaraku dan hadirin sekalian, yang dimuliakan Allah Subhanahuwata’alla,
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang sangat penting ini, saya akan memberikan pengantar. Saya akan menyampaikan beberapa hal. Pertama, tadi saya terbang dengan helikopter, bukan dengan sayap, yang bisa hanya gatot kaca itu. Dari Bima terbang di atas Dompu melewati tanah yang indah, safana, pantai yang juga permai. Alhamdulillah mendarat di tempat ini. Atas semuanya itu, para menteri, semua juga sepakat, sungguh besar, sungguh mulia, sungguh pengasih Allah SWT yang telah menganugerahkan tanah ini, daratan ini. Sumber-sumbernya harus kita kelola dengan baik untuk kesejahteraan rakyat kita di sini. Tuhan Yang Maha Kuasa tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, termasuk kita yang di Dompu, di Sumbawa ini, kecuali dengan ridho Allah. Kita bekerja keras, kita mengubah keadaan sekarang ini menjadi keadaan yang lebih baik.

Ada anugerah yang diturunkan oleh Allah, ada amanah yang harus kita jalankan sebagai umat, hamba Allah. Mendarat saya bertemu dengan saudara-saudara, ada yang di belakang saya, kiri, depan, kanan saya yang ramah, saya yakin tekun beribadah, dan dengan demikian Insya Allah membawa berkah.

Saya mendapat penjelasan dari pak Bupati, pak Gubernur, pak Menteri Pertanian, pak Siswowno, tentang potensi yang besar di wilayah yang besar. Di wilayah ini kalau peternakan, utamanya, ditambah dengan pertanian dan lain-lain, dikembangkan tahun mendatang, dengan kerja keras kita, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha peternakan, peternakan dan kita semua, termasuk DPRD. Sekali lagi ada peluang di kemudian hari yang tidak boleh kita sia-siakan demi membangun masa depan yang lebih baik.

Saya akan menyampaikan sambutan ini karena sambutan ini mesti didengar oleh saudara-saudara kita, utamanya para peternak di seluruh Indonesia. Saudara-saudara yang ada di Dompu dan di Pulau Sumbawa ini, bagian dari bangsa Indonesia, betul, bagian dari bangsa Indonesia yang berjumlah 220 juta jiwa yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Kita harus memperhatikan seluruh rakyat Indonesia, kita tidak boleh membeda-bedakan diantara kita apapun sukunya, apapun agamanya, apapun daerahnya, apapun etniknya, kalau ada yang masuk partai politik kita harus sayang menyayangi. Bersatu jangan bermusuhan, karena Allah akan murka, kalau kita saling bermusuhan. Tidakkah Tuhan Yang Maha Kuasa mencintai dan menaburkan kasih sayang kepada kita, mari kita taburkan kasih sayang sesama bangsa Indonesia.

Ini tentu perlu didengar oleh saudara kita, karena negara, pemerintah, memikirkan semuanya. Apakah saudara-saudara kita itu petani, peternak, buruh, guru, nelayan, pegawai negeri sipil, TNI, POLRI, pedagang, semua harus kita sayangi. Saya mohon para Tuan Guru, para ulama, teruslah mengajak umatnya, mengajak kita semua untuk saling menaburkan kasih sayang diantara kita dengan ridho Allah SWT.

Saya akan sampaikan sambutan ini… ini mulai panas, tahan nggak? Panas seperti ini, kalau semangat tetap seperti ini, tidak lama lagi Dompu akan maju. Pak Bupati semangatnya luar biasa.

Hadirin sekalian yang saya muliakan.
Marilah kita sekali lagi panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena pada hari ini kita dapat berkumpul bersama-sama di Kabupaten Dompu, propinsi Nusa Tenggara Barat, dalam keadaan sehat walafiat. Kita berkumpul di sini untuk bersilaturahim dan bertatap muka dengan para peternak, tentu dengan semua anggota masyarakat kita, sekaligus menyaksikan potensi pengembangan peternakan sapi potong di daerah ini.

Pengembangan peternakan sapi potong mempunyai arti yang sangat penting dalam upaya membangun perekonomian bangsa kita, terutama membangun sektor pertanian khususnya sub sektor peternakan. Kunjungan kerja saya kali ini merupakan rangkaian kunjungan dalam upaya mendorong, mempercepat peningkatan ketahanan pangan di tanah air. Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri panen raya padi di Pulau Buru Provinsi Maluku, kemarin saya menghadiri peringatan yang sama di Kabupaten Merauke, Papua.

Dua hari sebelum ke Merauke, saya meresmikan pabrik pupuk kujang 1B di Cikampek-Jawa Barat yang memproduksi pupuk, yang pupuk itu sangat dibutuhkan oleh para petani kita meningkatkan produk pertaniannya. Kunjungan ke beberapa tempat ini saya anggap penting, karena kita menaruh perhatian besar terhadap segala upaya mewujudkan ketahanan Pangan Nasional.

Hadirin sekalian.
Sebagai negara agraris, yang kaya akan sumber daya alam, kita sangat berkepentingan untuk melakukan revitalisasi, atau peningkatan kembali di bidang pertanian termasuk di dalamnya peternakan. Hal itu dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran akan arti penting pertanian yang memiliki peran strategis dalam pembangunan. Dengan revitalisasi pertanian kita ingin para petani dan peternak memiliki akses terhadap sumber daya produktif dan permodalan, serta memiliki kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik. Jika hal itu dapat dicapai, artinya para peternak, para petani dapat modal yang katakanlah, diharapkan, bantuan, penyuluhan, teknologi, pangan untuk ternaknya dan lain-lain, maka tentu usahanya akan lebih berhasil. Jika hal itu dapat kita capai, para petani dan peternak dan inilah harapan kita, tekad kita, mereka akan terbebas dari kemiskinan dan mereka dapat menikmati hidup lebih layak dan lebih sejahtera.

Perlu diketahui, bahwa permintaan daging produksi peternakan masih tinggi. Artinya masih ada pasar tempat menjual daging-daging sapi itu, baik di tanah air sendiri maupun di luar negeri.

Oleh karena itu, karena permintaan ada, pasarnya ada, diperlukan produksi yang lebih besar lagi. Sehingga dengan peluang ini maka para peternak, para pengusaha peternakan, sesungguhnya apabila benar-benar dapat tumbuh di kemudian hari dengan bantuan kita semua, bantuan pemerintah, maka cabang ataupun sektor peternakan ini akan memiliki masa depan yang baik, dan usaha ini akan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit.

Hadirin yang saya cintai.
Sebagaiman kita ketahui bersama sub sektor peternakan merupakan sub sektor yang strategis. Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan mencerdaskan bangsa kita sub sektor peternakan berperan penting melalui penyediaan protein hewani yang memiliki kecukupan asupan nilai gizi tinggi, kita memerlukan protein hewani, seperti daging, susu, dan telor untuk makanan kita sehari-hari.

Jika bangsa kita memenuhi asupan kecukupan nilai gizi tinggi, insya Allah kita akan memiliki sumberdaya manusia yang sehat, yang cerdas, yang kuat. Dan kalau manusia-manusia Indonesia termasuk yang ada di Dompu ini, di Sumbawa ini, di Nusa Tenggara Barat ini, kuat, sehat dan cerdas maka daya saingnya akan tinggi, tidak kalah dengan manusia-manusia yang lain. Kalau daya semangatnya tinggi, kalau berusaha, termasuk usaha pertanian, peternakan, tentu hasilnya menjadi lebih baik. Mari betul-betul kita membangun daya saing kita ini.

Kita menyadari, bahwa kebutuhan konsumsi daging di tanah air baru terpenuhi 56% oleh daging ayam, daging sapi baru terpenuhi 23%. Masih banyak yang mau bel, masih ada pasarnya di banyak tempat, selebihnya dipenuhi oleh daging domba, kambing dan aneka ternak lainnya. Hal itu merupakan peluang sekaligus tantangan bagi para peternak, bagi para pengusaha peternakan dan bagi pemerintah tentunya para Bupati, para Walikota, pak Gubernur, pak Menteri, termasuk saya, agar semuanya itu dapat kita kembangkan.

Khusus untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, kita masih mengimpor 50 ribu ton daging, bayangkan, dan 400 ribu ekor sapi setiap tahunnya dari negara lain. Yang untung kalau kita mengimpor kan peternak negara lain, iya kan? Mari kita mulai tidak mengimpor, syukur-syukur kita mengekspor supaya yang untung adalah petani kita, peternak kita bukan yang lain-lain.

Untuk mengisi peluang yang terbuka lebar, Departemen Pertanian telah mempersiapkan program kecukupan daging sapi tahun 2010. Pak Menterinya ada di sini. Tahun 2010 beliau bertekad harus kita bantu untuk bisa betul-betul mencukupi kebutuhan daging sapi, bisa tidak kira-kira, kalau kita kerja keras, semua ikut membantu, mohon pada Allah, akan dikabulkan permintaan kita.

Program itu tentunya dapat dilaksanakan dengan berbagai upaya dan melibatkan semua pihak. Pemerintah terus mendorong partisipasi seluruh masyarakat dalam usaha budi daya ternak, meningkatkan mutu bibit, mengendalikan penyakit dan gangguan reproduksi, serta mencegah pemotongan ternak betina yang produktif. Sayang sekali saya diberitahu tadi bagaimana proses pengembangan peternakan sapi ini, kalau buru-buru dipotong, sayang sekali karena menghasilkan sesuatu yang lebih besar lagi. Melalui upaya seperti itu, diharapkan akan terjadi peningkatan populasi ternak sapi yang sehat, yang bebas penyakit anthrak.

Hadirin yang saya hormati.
Pada saat ini, usaha peternakan sapi hampir seluruhnya dilakukan oleh peternak kecil, tentu di luar peternakan besar, dengan kepemilikan antara satu hingga lima ekor. Kegiatan berternak seperti inipun baru sebatas pekerjaan sambilan. Banyak di daerah-daerah, di Jawa misalnya yang seolah-olah sambilan. Sambilan tidak salah, kalau ada pekerjaan lain yang diutamakan. Tetapi kalau semua sambilan berternak sapi ini, tentu hasilnya tidak akan baik. Jadi mari kita serius untuk melaksanakan peternakan sapi ini.

Di pihak lain, usaha peternakan sapi bersekala besar yang mengandalkan pakan rumput sejak dulu telah berkembang di wilayah ini. Namun usaha ini masih menghadapi kendala, antara lain kurangnya ketersediaan air akibat kemarau yang panjang, gangguan keamanan ternak dan penyakit.

Untuk menghadapi kendala-kendala itu, saya minta kepada Menteri Pertanian dengan jajarannya, dan saya kira sudah bekerja agar terus mengembangkan pola-pola pengembangan peternakan yang sesuai dengan kondisi alam dan lingkungan. Misalnya pola usaha ternak yang terintegrasi antara padi dengan sapi, saya ulangi lagi, padi dengan sapi. Pola ini dapat memanfaatklan jerami sebagai bahan pakan dan menghasilkan kompos sebagai pupuk organik. Waktu terbang tadi saya tanya Pak Gubernur, banyak sekali jerami-jerami untuk apa itu, ternyata kalau nanti dikelola dengan baik banyak gunanya.

Pola ini cocok dikembangkan di kawasan contohnya pantai utara pulau Jawa. Kemudian pola integrasi sapi dengan perkebunan kelapa sawit, mungkin tidak ada di sini, di Sumatera misalnya, itu bisa dikembangkan secara bersama. Sementara untuk wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, lebih dapat, lebih tepat dikembangkan pola pengaturan perkawinan pada pemeliharaan sistem komunal. Dengan sistem ini dapat dihasilkan anak-anak sapi yang lahir pada musim penghujan, sehingga dapat meningkatkan peluang hidup menjadi sapi dewasa. Musim hujannya kapan bapak-ibu sekalian di sini? Oktober, Nopember, Desember, Januari masih, Februari masih? Maret masih? Iya, kemarin Bima masih hujan pada bulan April, mudah-mudahan Allah memberikan curah hujan yang lebih bagus, yang penting jangan banjir, ya kan?

Pola lain yang dapat dilakukan adalah melalui pola penggembalaan, penggemukan dan inseminasi buatan. Saya sudah meninjau iseminasi buatan di Singosari, Malang. Bagus sekali. Tolong kader-kader atau peternak-peternak dari tempat ini juga menguasai teknik-teknik seperti itu, apapun kita lakukan yang penting peternakan berkembang di Dompu dan di Sumbawa ini.

Untuk memenuhi ketersediaan bahan pangan, perlu diupayakan pengawetan pakan yang diproduksi pada musim penghujan, dan disediakan untuk memenuhi kebutuhan selama musim kemarau. Saya berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, berbagai potensi yang dapat dikembangkan dalam upaya pencapaian sasaran kecukupan daging dapat terwujud. Dalam jangka panjang keberhasilan pembangunan sub sektor peternakan khususnya peternakan sapi potong harus dibarengi dengan berbagai pengembangan sistem peternakan yang lebih baik.

Pengembangan sistem peternakan itu antara lain, pengembangan sistem pembibitan ternak nasional, pembinaan budi daya peternakan ke arah praktek ternak yang baik, dan pengembangan sistem kesehatan hewan. Kesehatan hewan ini menjadi sangat penting karena kita sempat khawatir dengan adanya penyakit anthrax yang menimpa sapi-sapi di negara lain. Pernah dengar anthrax? Itu bahasa Indonesianya apa ya? PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) sapi. Bahaya tidak? Sangat berbahaya. Kita bersyukur kehadirat Allah SWT, penyakit itu tidak sampai menjangkiti sapi-sapi milik peternakan kita. Mari kita cegah, kita pertahankan jangan sampai ada anthrax di wilayah peternakan kita.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyatakan, bahwa kawasan peternakan sapi di Nusa Tenggara Barat bebas dari penyakit anthraks. Saya minta kepada seluruh rakyat Indonesia, untuk tidak ragu-ragu mengkonsumsi daging sapi yang berasal dari daerah ini. Tadi malam saya sudah makan daging sapi dari daerah ini. Sehat kan? Insya Allah.

Sayapun ingin mengingatkan kembali kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota agar sungguh-sungguh memperhatikan para peternak. Berikanlah berbagai kemudahan bagi para peternak untuk mengembangkan usaha peternakannya. Ya, ini bukan hanya untuk pak Gubernur, pak Bupati, pak Walikota termasuk pak Menteri, termasuk saya, termasuk para pemimpin dan tokoh-tokoh di negeri ini, lebih baik berbuat untuk rakyatnya dari pada melakukan kegiatan-kegiatan yang belum tentu bisa bermanfaat untuk rakyatnya. Kemudahan-kemudahan itu dapat berupa tersedianya bibit unggul, pakan ternak yang lebih murah. Setuju? Juga obat-obatan yang terjangkau.

Saudara-saudara ekonomi kita Insya Allah makin tumbuh setelah dulu mengalami krisis, penerimaan negara kita mulai makin meningkat, harus kita pertahankan, pajak-pajak yang dibayar kepada negara makin tinggi berarti mudah-mudahan tidak banyak lagi yang dikorupsi. Kemudian anggaran pembangunan, anggaran belanja negara yang dulu konon sering bocor, kita perangi korupsi itu, mudah-mudahan tidak bocor lagi. Kalau ekonomi tumbuh, penerimaan negara makin besar, pajak makin meningkat, korupsi yang menghilangkan uang rakyat, uang Negara, kita berantas. Maka ada sejumlah anggaran, sejumlah uang yang bisa kita gunakan meningkatkan pendidikan, meningkatkan kesehatan, mengurangi kemiskinan, dan lain-lain. Agar ekonomi tumbuh, usaha berkembang, maka perlu ada kestabilan politik, ada keamanan yang baik, tidak boleh ada kerusuhan-kerusuhan lagi, tidak boleh ada yang mengganggu-ganggu bagaimana pemerintah ini bertugas dengan baik. Sebab kalau itu terjadi, negara kita rusak-rusakkan lagi, ekonomi tidak tumbuh., semuanya macet. Yang rugi siapa, rakyat Indonesia.

Mari, demokrasi memang memerlukan kebebasan, kita dukung kebebasan itu. Kita tidak boleh menganut faham otoritarian, paham diktaktor tidak boleh, terus kita tumbuhkan demokrasi, kebebasan, tetapi jangan menimbulkan ketidaktertiban, apalagi perusakan-perusakan. Menangis kita membangun bertahun-tahun, bersusah payah membangun ekonomi, termasuk peternakan, tiba-tiba dengan kerusuhan-kerusuhan itu, akan rusak semuanya, akan mundur kembali negara kita dengan demikian kita semuanya merugi. Mari kita saling bertanggung jawab, demokrasi tumbuh, tapi keadaan negeri kita tetap aman dan stabil, dengan demikian pembangunan ini berjalan dengan baik, dan pembangunan itu tiada lain akhirnya untuk rakyat kita.

Kepada para peternak, saya berpesan, jangan cukup berpuas diri dengan hanya memiliki satu atau dua ekor sapi. Seluruh Indonesia geluti pekerjaan itu dengan sungguh-sungguh, jadikanlah pekerjaan berternak sapi sebagai sumber mata pencaharian yang menjanjikan. Insya Allah dengan niat baik dan tulus ikhlas dalam bekerja akan diperoleh hasil yang memuaskan.

Akhirnya saya menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada para peternak di Kabupaten Dompu dan diseluruh Sumbawa, semoga kerja keras saudara-saudara dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Kepada seluruh jajaran pemerintahan di seluruh propinsi Nusa Tenggara Barat, saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas upaya membimbing, membina para peternak serta menumbuh kembangkan peternakan sehingga dapat mencapai hasil yang optimal

Kerja keras saudara-saudara, demi mewujudkan program nasional kecukupan daging sapi pada tahun 2010, merupakan sumbangan nyata dalam pembangunan nasional.

Demikianlah sambutan saya, nanti masih ada dialog. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian dalam upaya kita bersama menyongsong hari esok yang lebih baik.

Demikian saudara sekalian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


******








Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan