Pidato Presiden
Sambutan Acara Silaturahmi dengan Karyawan Mitra Produksi Sigaret Sampoerna
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SILATURAHMI DENGAN
KARYAWAN MITRA PRODUKSI CIGARET SAMPOERNA
PT. PUTRA PACITAN INDONESIA SEJAHTERA
PACITAN-JAWA TIMUR, 13 APRIL 2006
Bismilahirahmannirahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Timur, Saudara Bupati Pacitan, dan para pimpinan yang bertugas di Jawa Timur dan Pacitan,
Yang saya hormati Pimpinan PT. Sampoerna, termasuk pimpinan dari PT baru saja diresmikan pengoperasiannya, PT. Putra Pacitan Indonesia Sejahtera,
Para karyawan yang ada di belakang dan barangkali sebagian masih mengikuti pelatihan,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Marilah sebagai umat hamba Allah, pada kesermpatan yang baik ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas perkenan rahmat dan ridho-Nya, kita dapat bersilaturahim dan dapat bertatap muka hari ini, dan semoga mendapatkan berkah dari Allah SWT.
Tujuan kunjungan saya ke tempat ini, tiada lain adalah untuk melihat dari dekat, satu cabang usaha baru yang didirikan di Pacitan, yang tujuannya adalah untuk menyiapkan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal dan juga membangkitkan perkebunan di daerah ini. Kita ketahui bersama, bahwa tantangan terberat bagi negara dan pemerintah Indonesia sekarang ini, terutama di bidang ekonomi dan kesejahteraan, adalah mengurangi pengangguran atau menciptakan lapangan kerja.
Yang kedua, bagaimana tenaga kerja yang sudah ada itu juga dapat menjalankan profesinya dengan baik. Baik bagi tenaga kerja yang sudah bekerja, karyawan atau buruh, maupun saudara-saudara kita yang di seluruh tanah air yang masih menganggur, belum mendapatkan pekerjaan, yang jumlahnya itu lebih dari sepuluh juta, memerlukan pertumbuhan dunia usaha, memerlukan pertumbuhan ekonomi. Bagaimanapun kalau dunia usaha tidak hidup, usaha kecil, usaha menengah, usaha besar, sektor riil, misalkan, pabrik-pabrik, manufaktur, sektor jasa, industri, agrobisnis. Semuanya tidak berkembang, bahkan stagnan begitu-begitu saja, apa lagi malah merotoli, hampir pasti akan terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja. Padahal masih banyak yang menganggur. Bisa dibayangkan keadaan bangsa kita, rakyat kita yang menganggur masih banyak, yang bekerja pun tiba-tiba mengalami PHK.
Oleh karena itulah, kita semua, pemerintah, dunia usaha, masyarakat luas, organisasi-organisasi profesi, seperti asosiasi perguruan tinggi, asosiasi dunia usaha dan semua pihak bersatu padu, bekerja keras, melangkah bersama agar usaha yang ada bisa bertumbuh dan pertumbuhan menciptakan lapangan kerja. Dengan demikikan, harapan kita makin ke depan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi kita, banyak saudara kita yang bisa bekerja.
Kalau di negeri kita ini, banyak yang menganggur, maka keadilan tidak tercipta. Orang yang tidak mempunyai pekerjaan tidak bisa menjalani kehidupannya sehari-hari. Jangankan hidup layak, untuk hidup pun tidak ada penghasilan, banyak godaannya. Karena menganggur bisa digoda untuk melakukan profesi yang tidak baik, profesi yang melanggar hukum, kejahatan-kejahatan dan lain-lain. Untuk itulah, apa yang dilakukan oleh Sampoerna, bekerjasama dengan pemerintah daerah, bekerjasama dengan komunitas lokal, harus kita letakkan dalam bagian besar bangsa ini. Menghidupkan dunia usaha, menggalakkan perkebunan, meningkatkan ekonomi agar pengangguran bisa dipecahkan, dikurangi, tenaga kerja yang ada juga bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik.
Negara, pemerintah, saya sebagai Presiden, tentu berkewajiban, untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, tenaga kerja kita. Ini amanah, ini tekad, ini niat baik. Sama dengan kewajiban saya menciptakan lapangan pekerjaan, membikin saudara kita yang menganggur menjadi tidak menganggur. Oleh karena itulah, mari kita lakukan satu langkah bersama. Pemerintah akan mengeluarkan kebijakan, policy, pemerintah daerah. Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota juga melakukan peraturan-peraturan daerah, menggerakkan dunia usaha, agar semuanya tumbuh dengan baik.
Inilah yang menjadi tugas kita, dan semoga ini, sebagian sedang di luar, sebagian di dalam. Untuk para karyawan, ikuti pelatihan dengan baik, karena kalau tenaga kerja kita terampil, punya skill yang baik, disiplin, efisien, produktif, maka si karyawan itu akan mendapatkan penghasilan yang makin layak, perusahaan akan tumbuh, dunia usaha tumbuh, ekonomi nasional tumbuh. Dengan pertumbuhan itu, bukan hanya pengangguran kita kurangi, kita bisa mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan pendidikan, meningkatkan kesehatan, meningkatkan kehidupan saudara kita di daerah tertinggal, mengurangi kemiskinan dan lain-lain.
Oleh karena itu, jadilah karyawan yang baik, yang profesional, yang disiplin, yang produktif, yang rajin. Kalau produktivitas kita makin tinggi, jangan khawatir kalah bersaing dengan Vietnam, dengan China, dengan India dan negara-negara lain. Bangsa Indonesia pada umumnya ulet, keras, disiplin.
Saya baru cerita tadi di ruangan, Pacitan ini dulunya masyarakat yang sulit, masyarakat yang susah, karena begini keadaan daerahnya. Tetapi banyak putera-puteri Pacitan yang berhasil mengembara di daerah-daerah lain karena ulet, pantang menyerah, tegar, disiplin, tidak macam-macam. Nah itu, modal yang baik.
Harapan saya dengan karyawan yang seperti itu, perusahaan memberikan hak-haknya dengan benar, perhatikan kesejahteraannya. Jadikan mereka mitra, bukan faktor produksi. Bukan hanya untuk meningkatkan daya saing, meskipun daya saing itu harus kita lakukan secara bersama-sama. Nah, paduan seperti inilah, karyawan yang tangguh, disiplin, profesional, produktif, perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawannya, yang berkomunikasi dengan baik, memberikan hak-haknya, akan terjadi satu sinergi dunia usaha yang sehat. Pemerintah tinggal memberikan ruang, mengeluarkan kebijakan, mendorong, membantu, menggerakkan semuanya. Dengan demikian, semuanya mendapatkan keberhasilan yang kita harapkan.
Itulah kira-kira yang dapat saya sampaikan. Dan sebagai Presiden ini, saya Bapaknya orang banyak, Bapaknya semua cabang profesi, Bapaknya semua dunia usaha. Tentu ada kampanye anti rokok, karena rokok itu ada kan setiap reklame peringatan, rokok bisa begini, begini, begini. Itu juga harus dilakukan oleh sebuah bangsa, oleh sebuah negara. Jadi, kalau saya nanti di Jakarta mendukung kampanye gerakan anti rokok, apalagi merokok di daerah-daerah terbuka begitu, ya memang harus, karena kasihan yang yang tidak merokok. Jelas itu, tetapi saya sebagai Bapak ingin pengangguran terkurangi, tenaga kerja kita mendapat tempat, kemudian ekonomi di daerah tumbuh, yang tadinya miskin tidak menjadi miskin, yang tadinya pra sejahtera punya motor dan lain-lain. Ini kewajiban seorang Bapak.
Oleh karena itu, sekali lagi jalankan profesi ini dengan baik dan mudah-mudahan upaya baik ini bisa menghasilkan hasil yang baik pula. Selamat bekerja, selamat bertugas, baik untuk pimpinan perusahaan, maupun untuk ini. Rata-rata usianya berapa para pekerja ini? Limabelas, duapuluh? Ya, ya, delapanbelas, seperti usia anak-anak saya, katakanlah anak-anak saya para karyawan ini. Jadilah karyawan yang baik, syukuri apa yang telah didapatkan, bantu kehidupan keluarga masing-masing, sampaikan salam saya kepada orang tua, kepada keluarga yang ada di rumah. Mereka mengharapkan saudara semua bekerja dengan baik. Demikian yang saya sampaikan.
Wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh
******
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



