Pidato Presiden
Sambutan Peresmian Perluasan fasilitas Produksi PT Tempo Scan Pacific Terbuka
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN RI
PADA ACARA
PERESMIAN PERLUASAN FASILITAS PRODUKSI
PT. TEMPO SCAN PACIFIC TERBUKA
CIKARANG-BEKASI, JAWA BARAT
18 APRIL 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Saudara Kepala Staf TNI Angkatan Darat,
Yang saya hormati Saudara Wakil Gubernur Jawa Barat dan Para Pimpinan dan Pejabat Lembaga-Lembaga negara, baik dari DKI Jakarta maupun Jawa Barat, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri, Yang saya hormati Presiden Direktur PT. Tempo Scan Pacific Terbuka, Saudara Handoyo Esmulyadi dengan keluarga besar PT. Tempo Scan Pacific Terbuka,
Yang saya hormati Para Pimpinan dunia usaha, Pimpinan Perusahaan dan Para Penanam modal,
Saudara-saudara,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Termasuk Bung Dede Yusuf, itulah Ok-nya Dede Yusuf bisa sukses di dunia iklan sebelum menjadi anggota DPR, saya tidak boleh mengiklankan produk tertentu. Jadi, presiden harus adil. Yang saya iklankan Dede Yusuf tadi. Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang sungguh penting ini, saya akan menyampaikan beberapa hal.
Pertama, kedatangan saya hari ini disertai dengan menteri-menteri yang membidangi masalah industri, masalah kesehatan, masalah tenaga kerja dan tentunya di atas segalanya masalah kesejahteraan rakyat. Hadirnya para menteri beserta saya hari ini, sangat jelas betapa besar komitmen, niat dan upaya kita semua, pemerintah tentunya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, untuk mengembangkan dunia usaha dan ekonomi di negeri kita ini, untuk meningkatkan kualitas, kesehatan, masyarakat, kesehatan kita semua dan untuk memperjuangkan nasib para karyawan atau tenaga kerja, sambil tentunya menciptakan peluang untuk masuknya tenaga-tenaga kerja yang baru, meninggalkan dunia pengangguran. Hal ini, kiranya menjadi semangat kita semua, para pemimpin seluruh Indonesia mari kita lakukan upaya sangat serius untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, untuk mengembangkan dunia usaha, untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan sekali lagi untuk kepentingan tenaga kerja, sekaligus memberikan lapangan kerja yang saya katakan tadi pada para pencari kerja.
Yang kedua, saya mengucapkan penghargaan yang tinggi kepada pimpinan dan manajemen dan keluarga besar dari PT. Tempo Scan Pasific Terbuka. Dengan kegigihannya, tumbuh menjadi perusahaan sebesar ini. Ini tentu tidak datang dari langit, tetapi karena kerja keras, karena semangat, karena dedikasi dari semua pihak, para pimpinan, para manajemen dan karyawan semuanya. Kita patut memberikan applause kepada PT. Tempo sebagai salah satu model dan contoh. Apalagi dikatakan tadi, beliau memberikan contoh bahwa investor dalam negeri, penanam modal dalam negeri harus terlebih dahulu berani mengambil tanggung jawab, menghadapi resiko untuk mengembangkan dunia usaha di tanah airnya sendiri.
Delapan tahun yang lalu negara kita mengalami krisis sangat dasyat, sangat dalam, memukul semua sendi kehidupan bangsa. 650 trilyun telah menjadi ongkos dari krisis itu. Dilakukan berbagai upaya dengan skema BLBI dan lain-lain, kembali sekitar 200 sekian trilyun setara dengan 30% sisanya, yaitulah krisis. Tetapi ada seruan moral, kepada para investor, para pengusaha, yang karena krisis tersebut tidak bisa memenuhi kewajibannya dulu dan karena kemudahan, karena proses sudah dianggap selesai, untuk tetap memiliki kewajiban moral, mengembangkan dunia usaha di tanah air sendiri. Saya tentu sedih, kalau pengusaha-pengusaha kita, investor kita yang lebih memilih tempat-tempat di luar negeri untuk berinvestasi ketimbang di tanah airnya sendiri.
Memang, capital itu yes, no nationality kemana saja yang penting dunia usahanya tumbuh, iklim investasinya baik. Itu dari suatu pendekatan, tetapi alangkah indahnya disamping pendekatan yang itu, juga memberikan kontribusi bagi pengembangan usaha di dalam negeri kita. Tentunya pemerintah ingin terus memperbaiki iklim di dalam negeri. Semua politik yang makin stabil, keamanan yang makin baik, hukum yang makin tegak, kebijakan pajak, kebijakan bea dan cukai yang makin baik, kebijakan investasi yang makin baik, kemudian suasana ketenagakerjaan dan lain-lain. Sejalan dengan upaya gigih pemerintah membangun iklim usaha itu, saya berharap, saudara-saudara kita yang masih memiliki capital yang cukup baik, barangkali sementara masih di luar negeri sebagian bisa dikembalikan ke tanah air, berusahalah di sini dan kita sama-sama melihat ke depan, kita sama-sama melangkah ke depan, tidak melihat ke belakang. Karena kalau kita maju bersama-sama, rakyat Indonesia sangat diuntungkan.
Itulah harapan dan pesan saya kepada dunia usaha untuk bersama-sama membangun kembali ekonomi kita. Sudah saatnya, kita berhenti saling salah-menyalahkan. Karena krisis kemarin berhenti, marilah kita memilih langkah baru, lembaran baru, semua berkontribusi dalam semua bidang, termasuk dunia usaha agar sekali lagi ekonomi tumbuh. Kalau ekonomi tumbuh, kesejahteraan rakyat dapat kita tingkatkan, pendidkannya, kesehatannya, daya belinya, lingkungannya dan lain-lain. Oleh karena itu, model, contoh yang ditunjukkan oleh PT. Tempo Scan Pacifik Terbuka, saya kira ini sebuah contoh yang baik dan mudah-mudahan semangat seperti ini tumbuh dengan pesat di dalam dunia usaha di negeri kita sendiri.
Yang ketiga, masih sebagai pengantar Pak Handoyo. Tadi Bapak menyebut bahwa yang harus tumbuh di negeri ini adalah budaya unggul, the culture of excellence, senang keunggulan, inovatif, produktif, berdaya saing, bekerja keras agar ada keunggulan-keunggulan competitiveness di negeri kita, sehingga kita bisa maju di dalam negeri, kita bisa bersaing dengan mitra kita di luar negeri. Ini budaya yang harus kita tumbuhkan, the culture of excellence bukan the culture of violence. Budaya kekerasan, mudah marah, mudah merusak dan membakar, mengamuk, mudah dan seterusnya, tinggalkan budaya kekerasan, the culture of excellence kita ganti dengan budaya unggul, budaya keunggulan the culture of excellence. Jadi yang saya katakan tadi tinggalkan the culture of violence, saya ulangi lagi, kita tinggalkan the culture of violence, budaya kekerasan menjadi the culture of excellence.
The culture of excellence, budaya unggul barang itu lebih bersifat optimis ketimbang pesimis. Orang yang optimis setiap melihat sesuatu, ulangi, orang yang pesimis melihat sesuatu itu, wah kok ada masalahnya, selalu bermasalah, melihat sesuatu bermasalah, sesuatu bermasalah, itu orang yang pesimis. Orang yang optimis, meskipun ada masalah, mesti ada jalan keluarnya. Ini ada masalah mesti ada jalan keluarnya, ini ada masalah mesti ada solusinya, itu ada masalah, ada way out-nya.
Hari ini, lihat itu CNBC, CNN, BBC, harga minyak dunia menembus 71, 72 dollar per barel so high, tinggi sekali. Orang yang pesimis, matilah kita, waduh gimana dengan BBM di Indonesia ini. Orang yang optimis, ok kita cari akal lagi, bagaimana meningkatkan production di dalam negeri, tetapi tanpa mengganggu konservasi, kita tingkatkan budaya hemat, kita lakukan diversifikasi, barang kali penelitian bio energi dan lain-lain. Selalu ada jalan keluar, selalu ada way out dan banyak hal. Kita bersyukur, kita tulus ada masalah fine ada masalah mari kita carikan solusinya. Itu adalah juga ciri-ciri bagaimana kita membangun budaya unggul, membangun optimisme dan bangsa ini memandang masa depan secara positif dan penuh dengan keyakinan diri.
Ini saya ingatkan saudara-saudara sebagai pengantar sambutan saya dan mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini menambah motivasi kita semua bukan hanya PT. Tempo Scan Pacific Terbuka, tapi juga semua perusahaan, dunia usaha yang ada di tanah air kita ini. Karena saya melihat Insya Allah dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, kita tengah menuju dan kita tengah membangun masa depan yang lebih baik. Banyak masalahnya, iya, banyak persoalan, iya, banyak cobaan, iya, ada tsunami, ada harga minyak yang tinggi, ada kelemahan rupiah beberapa saat yang lalu, meskipun sekarang membaik. Tetapi percayalah setiap masalah dapat kita carikan jalan keluarnya, kita carikan solusinya. Tentu dengan demikian, kita makin berpengalaman, kita makin matang dan kita bisa menapaki langkah perjalanan kita menuju Indonesia yang lebih baik lagi di waktu yang akan datang.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Dengan terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, saya mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT. Tempo Scan Pasific Terbuka yang telah sukses mengembangkan industri farmasi, produk konsumen, kosmetika dan distribusi obat-obatan di tanah air. Tadi Pak Handoyo mengatakan, project baru ini luasnya 88 ribu m2 . Kalau sulit membayangkan luasnya, tambah 2000 meter lagi, itu sama dengan 9 lapangan sepak bola. Luas bangunannya 40 ribu, membayangkannya mudah 4 kali lapangan sepak bola, luas dan besar. Mudah-mudahan perluasan dan perbesaran ini juga menyumbangkan sesuatu yang berharga kepada negaranya dan kepada rakyatnya.
Saya juga turut bangga dan berbahagia karena PT. Tempo Scan Pasific Terbuka telah memiliki fasilitas produksi terbesar di Indonesia, yang menghasilkan bentuk sebuah end tablet. Ya, terima kasih. Harus bangga, harus tertantang untuk bikin lebih baik lagi, untuk sekali lagi, untuk negaranya. Saya ulangi lagi, dengan memiliki fasilitas produksi terbesar di Indonesia, yang menghasilkan bentuk sediaan tablet sebesar 3 milyar tablet per tahun. Produksi sebanyak itu tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan rakyat di tanah air, tapi juga di manca negara. Kita patut bersyukur kualitas kesehatan masyarakat secara nasional telah meningkat, namun perbedaan status kesehatan antar tingkat sosial ekonomi, antar kawasan, dan antara perkotaan dan pedesaan masih cukup tinggi.
Selama 1,5 tahun saya mengemban amanah saudara, menjalankan mandat saudara sebagai Presiden, saya telah berkeliling ke seluruh tanah air, ke kecamatan, ke desa-desa, sangat sering saya berkunjung langsung ke Puskesmas, Rumah Sakit kelas tiga, memang benar adanya, masih banyak yang harus kita tangani. Kita telah mulai melihat setapak demi setapak ada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat kita. Dan ini akan terus kita tingkatkan, memperkecil kesenjangan, meningkatkan kualitasnya, dengan demikian terjadi keadilan dan pemerataan yang lebih baik.
Saya pernah diajak berbicara oleh para dokter, bagaimana kita membangun modern hospital di Jakarta mengadakan CT scan yang sangat modern seperti itu. Saya katakan baik-baik saja, silakan Bapak yang harus kita sukseskan. Selain itu angka kematian bayi dan balita masih relatif tinggi di kalangan rakyat miskin. Kita terus berupaya, agar angka kematian bayi dan balita itu, dapat ditekan seminimal mungkin.
Sebelum saya hadir di tempat ini, saya memimpin Sidang Pleno Dewan Ketahanan Pangan Nasional. Dalam sidang tersebut, telah kita tentukan sejumlah aksi, sejumlah program, sejumlah agenda diantaranya adalah melakukan upaya peningkatan ketahanan gizi di golongan masyarakat yang rawan dan sangat rawan gizi, yang disebut sangat rawan gizi, in take-nya itu kurang dari 2000 yang disebut angka kecukupan energi. Kita akan tingkatkan terutama sekali bagi balita. Ini merupakan program konkrit, bahwa kita juga menjamah sampai tingkat seperti itu untuk penyelamatan balita-balita kita, yang tentunya jumlahnya tidak sedikit di seluruh tanah air.
Kitapun berupaya untuk melanjutkan pemberantasan pola penyakit yang diderita oleh masyarakat seperti itu tuberculosis paru, infeksi saluran pernapasan akut, malaria, diare dan penyakit kulit. Di samping itu, kita juga terus-menerus melakukan pemberantasan terhadap penyakit deman berdarah dan virus flu burung. Semuanya itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan rakyat kita.
Saya baru berkunjung ke Merauke, di sana penderita HIV/AIDS misalnya cukup tinggi. Saya berkunjung beberapa tempat memang masih ada penyakit-penyakit yang belum bisa dituntaskan penghilangannya, seperti malaria, deman berdarah dan lain-lain tadi. Namun, itu semua justru meningkatkan semangat kita untuk lebih jujur lagi memberantas berbagai penyakit menular di negeri kita ini. Oleh karena itu, tahun lalu kita telah membangun suatu semboyan kesehatan, “Mari saudara-saudara di seluruh tanah air, kita wujudkan perilaku hidup bersih dan sehat”.
Saya masih melihat di beberapa tempat, lingkungannya tidak baik, air tidak mengalir, menggenang, kurang terawat, gelap. Nah, kalau seperti itu masih ada tentu subur malaria, tentu subur demam berdarah, tentu subur tuberculosis, tentu subur dan lain-lain. Mari kita betul-betul ciptakan hidup bersih dan dan sehat.
Kita berupaya menghadapi permasalahan dalam pembangunan kesehatan itu dengan sungguh-sungguh. Salah satu upaya yang kita tempuh adalah meningkatkan ketersediaan, pemerataan, mutu dan keterjangkauan obat essensial nasional. Kita berharap harga obat dapat terjangkau oleh masyarakat luas. Dalam hal ini standarisasi harga obat sangat diperlukan. Jangan sampai terjadi, komposisi untuk salah satu obat penyakit tertentu nyata-nyata sama, namun harga yang ditawarkan produsen jauh berbeda. Kalau berbeda mungkin, tetapi kalau jauh berbeda, saya kira menjadi tidak tepat. Rakyat tidak boleh dirugikan, akibat dari ketidakjelasan standard harga. Produsen obat pun, tentu Tempo tidak termasuk ini.
Dan saya kira itu dulu, saya berharap tembusan obat sekarang tidak seperti yang saya sebutkan ini. Janganlah mengambil untung dari ketidaktahuan rakyat itu, berikanlah informasi yang benar, yang lengkap dan tidak menyesatkan tentang obat-obatan yang diproduksi. Informasi yang benar, yang lengkap dan tidak menyesatkan bukan hanya perkara obat-obatan, semua yang ada di negeri ini, saya bermohon kepada siapapun, termasuk para elit politik untuk memberikan informasi, memberikan penjelasan kepada rakyat di seluruh tanah air, informasi yang benar, yang lengkap dan tidak menyesatkan. Kalau yang diinformasikan keliru menimbulkan salah pengertian, negeri kita akan ribut terus, habis energi kita untuk mengatasi itu. Padahal energi itu kita gunakan untuk membangun semuanya, termasuk produksi obat-obatan, industri, pertanian, jasa dan lain-lain. Pendek kata, untuk membangun ekonomi dan kesejahteraan rakyat di negara kita.
Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan, BPOM, berupaya menjamin keamanan, khasiat dan mutu semua obat yang beredar serta melindungi masyarakat dari penyalahgunaan obat. Kita berupaya agar masyarakat miskin dapat memperoleh obat essensial setiap saat diperlukan dengan harga terjangkau. Saya baru mengecek Puskesmas di Pulau Seribu kemarin hari Minggu. Sebelumnya, saya cek di Pacitan. Puskesmas di Kecamatan Kebon Agung. Ternyata senang saya karena dikatakan, kami telah memberikan pelayanan dan obat-obatan gratis bagi penduduk miskin. Awal dari perjalanan panjang kita, menciptakan kesehatan yang murah dan berkualitas, menciptakan pendidikan yang murah dan berkualitas, karena pembangunan itu intinya untuk itu, untuk rakyat kita, untuk kesejahteraannya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, saya berharap PT. Tempo Scan Pacifik Terbuka dapat memenuhi tuntutan masyarakat tentang obat-obatan yang aman, berkhasiat dan murah. Dengan tersedianya obat yang aman, berkhasiat dan murah itu, kita dapat meningkatkan kesehatan dan sumber daya manusia yang andal. Kecerdasan intelektual, kesehatan prima dan kemampuan berpikir jernih adalah tuntutan bagi tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, hasil kerja dan produktivitas pun, tentunya akan meningkat. Terus terang negeri ini, kita semua harus meningkatkan daya saing kita, produktivitas kita, efisiensi industri kita, disiplin kita agar sekali lagi, kita dapat bersaing dengan negara-negara yang lain. Bisakah kita meningkatkan itu? Insya Allah bisa, asalkan kita mulai dari sekarang, semua upaya yang gigih untuk membikin bangsa kita produktif, tidak malas, disiplin, tidak maunya sendiri, efisien, tidak boros dan kemudian menjalankan kaidah-kaidah, bagaimana meningkatkan daya saing kita secara menyeluruh.
Dalam upaya mengembangkan sektor farmasi di tanah air, kita masih memerlukan masuknya para penanam modal, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Setelah kita hitung keperluan pembangunan ini, modal yang kita miliki, resources yang kita miliki ini belum cukup. Potensinya besar, peluangnya ada tenaga kerjanya besar, tetapi kalau modalnya tidak ada, investasi tidak ada, tidak akan terbangun, tidak akan maju. Kalau ekonomi tidak maju bagaimana mungkin kesejahteraan kita tingkatkan. Oleh karena itu, saya mengundang investor dalam negeri dulu, karena jelas juga tidak cukup, saudara-saudara kita, mitra-mitra kita, partner kita dari luar negeri bersama-sama dengan pengusaha dalam negeri membangun, mengembangkan ekonomi di Indonesia ini.
Apabila industri kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, kepercayaan para penanam modal dapat dengan mudah kita raih. Apalagi jika ditambah dengan pengelolaan manajemen yang profesional, jaminan keamanan, stabilitas sosial dan politik dan iklim ketenagakerjaan yang memadai, tentu saja sebagaimana yang saya sampaikan tadi, kepastian hukum, kondisi makro ekonomi yang baik dan sejumlah kebijakan seperti pajak, bea cukai yang tepat.
Saudara-saudara sekalian,
Di tengah-tengah ramainya aksi-aksi ketenagakerjaan di tanah air, berkaitan dengan penolakan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, saya telah mengambil sikap untuk duduk kembali. Dari dunia tenaga kerja, dari dunia usaha, dari pemerintah menata kembali semuanya itu, termasuk Undang-Undang yang tepat. Tujuannya adalah tenaga kerja yang ada, tetap dilindungi hak-haknya, tetap diperhatikan kesejahteraannya, tetap mendapatkan perlakuan yang baik. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan kehidupan yang layak. Itu yang pertama.
Tujuan yang kedua, Undang-Undang yang kita inginkan perusahaan tumbuh, perusahaan tidak collaps. Kalau perusahaannya collaps, perusahaannya bangkrut, PHK. Kalau PHK, tenaga kerja kehilangan tempat. Agar perusahaan tumbuh, maka manajamennya harus bagus, tenaga kerjanya harus produktif, disiplin dan teknologi dihadirkan, manajamen dihadirkan dan lain-lain. Ingat, perusahaan, dunia usaha harus tumbuh, kalau tumbuh tenaga kerjanya baik, tidak terancam PHK. Dengan pertumbuhan usaha, pertumbuhan ekonomi nasional, saudara kita yang menganggur jumlahnya lebih dari 10 juta mendapatkan lapangan pekerjaan yang baru. Kita harus memikirkan semuanya, yang nganggur, yang sudah bekerja, perusahaan kita usaha kita. Itulah pilar-pilar yang akan kita bangun dalam ketenagakerjaan. Oleh karena itu, karena terjadi salah pengertian, salah persepsi dan lain-lain, kita tata kembali, duduk bersama lagi, sebelum nanti kita menyusun seperti apa Undang-Undang yang baik, peraturan yang baik, budaya yang baik, hubungan industrinya yang baik dan lain-lainnya.
Saya juga sudah menugasi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Perindustrian dan lain-lain, dengan lima perguruan tinggi, yaitu UNHAS, UGM, UI, USU dan UNPAD untuk melakukan kajian akademi seperti apa Undang-Undang Nomor 13 itu. Setelah itu melakukan pengamatan lapangan turun ke seluruh Indonesia, turun ke sentra-sentra dunia usaha seperti apa aplikasinya, independen, obyektif, terbuka. Dengan demikian, kita akan tahu duduk persoalan yang sebenarnya. Nah dari situ kita kembangkan sesuatu yang tepat bagi kita semua, baik bagi tenaga kerja, baik bagi perusahaan dan baik bagi negara dan pemerintah.
Kajian itu diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama dan tentunya sangat positif untuk penataan kembali dunia usaha, ketenagakerjaan dan pemecahan pengangguran kita. Ingatlah saudara-saudara tidak ada niat setitik pun dari pemerintah untuk menyulitkan semuanya, menyulitkan tenaga kerja, menyulitkan dunia usaha, tidak. Amanah yang diberikan rakyat kepada saya, kepada gubernur, kepada bupati, walikota, semua adalah bagaimana ke depan ekonomi makin tumbuh, pengangguran makin berkurang, tenaga kerja makin baik kesejahteraannya. Semuanya arahnya ke situ sehingga kalau ada informasi yang bergerak ke bergerak ke sana kemari di negeri ini, seolah-olah pemerintah melakukan sesuatu yang buruk, saya kira bertentangan dengan nurani dan akal sehat. Karena kita akan berbuat yang terbaik untuk rakyatnya, untuk bangsa dan negaranya.
Sebagai industri nasional dengan investasi yang cukup besar, industri farmasi mempunyai ini multiplayer effect, efek ganda yang cukup tinggi sehingga dampaknya terhadap upaya pertumbuhan ekonomi nasional sangat besar. Kita harus mengembangkan potensi industri Farmasi Indonesia secara keseluruhan. Hal itu akan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, menarik perkembangan industri pendukung dan mendorong pertumbuhan serta perkembangan industri farmasi secara keseluruhan.
Pemerintah berkeinginan agar seluruh potensi ekonomi dalam berbagai bidang, baik industri, pertanian, jasa dapat meningkat dari tahun ke tahun. Untuk itulah kepada para pengusaha, para industriawan dan pemerintah daerah, ada Pak Gubernur, saya minta dukungan untuk menjaga iklim investasi, termasuk memfasilitasi masalah tenaga kerja. Tenaga kerja dalam bagian penting dari perjalanan dan tumbuhnya dunia usaha. Saya berharap dan rencana, nah ini begini, saya mendapat informasi kalau benar akan ada rencana mogok nasional oleh para pekerja. Unjuk rasa, protes itu hak, mogok bisa terjadi dalam kehidupan yang demokratis, yang saya harapkan berpikirlah sekali lagi, apakah mogok nasional itu membikin baik keadaan atau memperburuk keadaan. Kalau masalah yang diinginkan oleh para tenaga kerja dapat disalurkan dengan baik, melalui asosiasi tenaga kerja, melalui pemerintah daerah, melalui Departemen Tenaga Kerja disampaikan ke dunia usaha, mengapa harus dengan mogok nasional? Kalau mogok nasional terjadi, bukan hanya dunia usaha terhenti, iklim investasi tergoncang, layanan kepada publik terhenti, saya khawatir yang menderita adalah rakyat kita, saudara-saudara kita, tentu bukan itu yang terbaik.
mungkin ada yang punya tujuan lain, mungkin, nggak apa-apalah. Pemerintah enggak bisa bekerja, enggak apa-apa, negara nanti kacau nggak apa-apa, proyeknya susah enggak apa-apa, tentu bukan itu. Tokoh, pemimpin-pemimpin yang mestinya sayang sama rakyatnya, sayang kepada bangsa dan sayang kepada negaranya. Ini bangsa, bangsa sendiri, mari kita bicarakan secara baik dengan cara-cara yang baik, tidak menimbulkan permasalahan yang tidak kita kehendaki. Saya minta Saudara Menteri Tenaga Kerja, para menteri, teruslah berkomunikasi dengan para pimpinan asosiasi tenaga kerja, dengarkan apa yang disampaikan oleh mereka. Mari kita berdialog, mari kita bangun karena tujuannya adalah sama. Ini saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini, dan saya berharap mudah-mudahan terus kita diberikan tuntunan agar semua permasalahan tadi dapat kita pecahkan dengan baik, dengan sebaik-baiknya.
Yang terakhir, yang ingin saya sampaikan adalah kepada PT. Tempo Scan Pasific Terbuka, saya berharap apa yang saudara sampaikan tadi, jalinlah hubungan silaturrahim, komunikasi yang baik antara pimpinan perusahaan, manajamen perusahaan dengan para karyawan. Mereka adalah bagian dari pertumbuhan ini, saling sayang-menyayangi, saling hormat-menghormati, saling mengembangkan tekad. Perusahaan ini tumbuh, kalau perusahaannya tumbuh, tentu perusahaan berkembang, karyawan juga baik kesejahteraannya, negara juga senang karena bapak-ibu bayar pajak. Pajak itu untuk anggaran kita, untuk membantu saudara-saudara kita yang miskin, untuk pendidikannya, untuk kesehatannya dan lain-lain. Itulah yang kita harapkan dan segala sesuatu pecahkanlah dengan baik. Kalau hubungan antara perusahaan, manajamen dengan tenaga kerja baik, Insya Allah, masalah-masalah sesulit apapun, sekali lagi bisa dicarikan solusinya.
Dan tentunya, ini juga himbauan saya pada para pimpinan perusahaan, saya berharap banyak dari dunia usaha, yang menciptakan tenaga kerja bukan pemerintah. Pemerintah tidak mampu membuka ribuan ratusan ribu, jutaan tenaga kerja, lapangan kerja, tapi dunia usaha, perusahaan-perusahaan. Kita harus bikin perusahaan kita tumbuh, agar perusahaan yang tumbuh itu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Kita, saya mengajak seluruh pimpinan di negeri ini, saya sendiri, menteri, gubernur, bupati, walikota, mari kita berikan iklim, fasilitas yang baik bagi berkembangnya dunia usaha untuk rakyat kita. Sebaliknya dunia usaha jalankanlah praktek-praktek perusahaan yang baik, good coorporate governance, good bussines practices, ikuti peraturan, jangan tergoda dengan KKN. Jangan mengajak KKN pejabat, pejabat juga dilarang untuk mengajak pengusaha KKN. Hilangkan era itu, kita bikin suatu yang bersih, lembaran baru, terbuka. Dengan demikian, semuanya akan untung, dunia usaha untung, rakyat untung, negara untung.
Itulah yang ingin saya sampaikan. Dan dengan semuanya itu, sambil memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Peresmian dan Pengembangan Fasilitas Produksi PT. Tempo Scan Pacific Terbuka dengan ini saya resmikan.
Terima kasih.
Wassalamu’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
*******
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



