Pidato Presiden
Sambutan Ketika Meninjau Tempat Pengungsian Gunung Merapi
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
KUNJUNGAN KERJA KE JAWA TENGAH
DALAM RANGKA
MENINJAU TEMPAT PENGUNGSIAN GUNUNG MERAPI
MUNTILAN-JAWA TENGAH, 16 MEI 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bapak, Ibu, Anak-anak yang saya cintai,
Hari ini alhamdulillah saya bersama Pak Menteri, bersama Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah telah datang di tempat ini. Tadi Pak Bupati sudah melaporkan kepada saya upaya kita bersama untuk menjaga keselamatan kita semua. Yang dilakukan pemerintah adalah, meskipun sama-sama kita doakan kepada Allah SWT, kalau terjadi letusan Gunung Merapi jangan sampai membawa korban jiwa dan harta benda yang tidak perlu. Oleh karena itulah, sekarang Bapak, Ibu saya mohon sabar dulu di tempat ini sampai semuanya boleh dan aman kembali.
Bagi kita, keselamatan yang paling penting. Keselamatan Bapak-bapak, keselamatan Ibu-ibu, keselamatan anak-anak kita semua. Oleh karena itulah pemerintah terus bekerja, mulai Pak Kepala Desa, Pak Camat, Pak Bupati, Pak Gubernur sampai ke Presiden, sampai ke saya, sekali lagi untuk mengamankan, menyelamatkan semua saudara-saudara kita yang ada di tempat ini. Karena masih di tempat penampungan, yang sabar dulu, yang penting aman, yang penting obat-obatan, makan-makanan insya Allah dapat kita sediakan.
Dan saya mohon doanya Bapak, Ibu sekalian, kepada Allah SWT, jangan sampai ada bencana yang mengakibatkan korban yang tidak perlu. Anak-anak kita saya tahu menghadapi ujian, mudah-mudahan belajarnya baik, ujiannya baik. Kita akan mengikuti terus supaya semuanya berjalan dengan baik. “Sudah berapa lama sampun pinten dinten mengungsi? Sudah duapuluh enam hari, hampir tiga minggu ya? Tapi saya mohon sabar dulu, daripada buru-buru kembali nanti kalau terjadi peristiwa seperti tahun 1994, nanti kita menyesal, karena ternyata wedus gembel meniko arah ipun mboten pasti. Inggih, meskipun sudah diperkirakan lurus, tiba-tiba belok ke kanan, belok ke kiri. Sehingga dulu di daerah Pakem, Yogyakarta katah engkang menjadi.
Baik, Bapak, Ibu sekalian, Anak-anak, saya kira itulah yang dapat saya sampaikan. Setelah ini saya meninjau ke tempat yang lain, untuk bersilaturahim. Mari kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, semua diberikan keselamatan. Dan kemudian bencana ini tidak mengakibatkan kerusakan yang besar. Dan kemudian semuanya bisa kembali ke tempat semula dengan aman. Itulah yang kita harapkan.
Sekian,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



