Pidato Presiden
Sambutan Lomba Lari Gema Nusa 10K
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
LOMBA LARI GEMA NUSA 10 K
LAPANGAN TEGALLEGA-BANDUNG, 20 MEI 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdullilah para tamu undangan yang saya hormati,
AA Gym yang kita cintai, para juara yang saya hargai,
Saudara-saudaraku sekalian yang saya cintai,
Hari ini kita melaksanakan kegiatan yang bersejarah lari 10 K dengan prestasi dan rekor terbesar, diikuti 50.000 lebih pelari. Pada hari yang bersejarah 20 Mei karena pada tanggal 20 Mei 1908 yang lalu, bangsa kita bangkit untuk menuju ke kemerdekaannya dan menjadi bangsa yang besar. Di tempat yang bersejarah di kota Bandung yang penuh dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Saya bangga dan marilah kita bertepuk tangan.
Sejak berdirinya Gema Nusa pada tahun 2004, saya telah memberikan dukungan yang tinggi. Mengapa? namanya gerakan membangun nurani bangsa, sama dengan gerakan membangun bangsa dimulai dari nuraninya. Dari hatinya dari karakternya dari semangatnya, luar biasa. Mengapa ? jangan sampai kita semua ke depan ini, yang dilakukan justru gerakan merusak, salah, yang betul adalah gerakan membangun.
Kita mengalami krisis 8 tahun yang lalu, kita ingin menjadi bangsa yang maju di masa depan. Satu-satunya jalan yang kita lakukan adalah membangun bukan merusak. Oleh karena itu saudara-saudara, warga kota Bandung khususnya, saudara semua yang ada di tempat ini, saya mengajak mulai hari ini tinggalkan kebiasaan merusak. Mari kita tumbuhkan gerakan dan budaya membangun. Tinggalkan gerakan menggunduli hutan. Mari kita lakukan menanami hutan dan daerah-daerah kita.
Tinggalkan gerakan membuang sampah seenaknya. Mari kita kumpulkan, kita buang di tempatnya untuk kesehatan dan keindahan kota Bandung dan seluruh kota di Indonesia.
Tinggalkan kebiasaan bermusuhan, mari kita lakukan gerakan bersatu dan bersama. Hanya dengan itulah kalau seluruh rakyat Indonesia, termasuk para pemimpinnya membangun dan tidak merusak, menanam dan tidak menggunduli, bersatu dan tidak saling berpecahan, Insya Allah dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, bangsa kita akan maju, tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Gema Nusa, jadilah pelopor. Selamat, terima kasih. Mari terus berjuang. Tuhan bersama kita.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
******
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



