Pidato Presiden
Sambutan Resepsi Syukuran Peringatan 80 Tahun Pondok Gontor
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
RESEPSI SYUKURAN PERINGATAN
80 TAHUN PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR
PONOROGO, 28 MEI 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati Saudara Menteri agama,
Menteri Pendidikan Nasional dan para Menteri Kabinet Indonesia bersatu,
Yang mulia para Duta Besar negara-negara sahabat,
Yang sama-sama kita muliakan Syaiful Ashar,
Prof. Dr. Syeik Mohammed Sayid Tantawi,
Tamu negara, tamu Saya, tamu kita semua,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Timur dan para pimpinan serta pejabat Jawa Timur dan Ponorogo baik dari unsur eksekutif, legislatif, yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang sama-sama kita cintai, yang sama-sama kita muliakan KH. Dr. Syukri Zarkasyi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dan para pengasuh dan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor,
Yang Saya hormati para Pimpinan baik Majelis Ulama Indonesia maupun organisasi-organisasi Islam,
Yang Saya muliakan para pimpinan, perguruan Islam, para Kyai, para santri, keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor,
Hadirin, Hadirot yang dimuliakan Allah SWT,
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang penuh dengan kesyukuran dan sangat penting hari ini, perkenankan saya menyampaikan perasaan kita semua. Hari ini di satu sisi kita bersyukur atas 80 tahun pengabdian Pondok Modern Darussalam Gontor yang sama-sama kita ketahui telah memberikan sumbangan yang amat besar bagi umat Islam, bagi negara dan bangsa Indonesia. Tetapi hari-hari ini kita juga tengah berduka, dengan musibah yang terjadi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung kemarin. Sejak kemarin sore sampai tengah malam, tadi malam, saya dengan yang lain-lain mendatangi tempat-tempat bencana ini, itu di rumah sakit, di posko di tempat-tempat pengungsian dan lain-lain.
Memang cobaan ini cukup berat bagi kita karena jumlah korban, anak-anak, ibu-ibu, orang tua yang luka, patah kaki, patah tangan dan sebagainya dan tentunya kita patut untuk bersama-sama mengatasi musibah ini dengan tegar dan tawakal. Kita disegarkan secara jernih oleh Imam Besar Al-Azhar tadi bahwa semua itu datang dari Allah SWT. Kita bersyukur, kita mendapatkan kenikmatan, anugerah dari Allah. Kita mendapatkan cobaan ujian seperti yang dialami saudara-saudara kita di Yogya dan Jawa Tengah, itu juga cobaan dan ujian dari Allah. Kita harus tawakal dan tegar. Oleh karena itu, baik untuk kita renungkan bersama bahwa akhirnya kekuasaan Allah-lah yang menentukan segalanya, menambah keimanan kita, doa kita, dzikir kita yang tidak putus, semoga sebagai bangsa dalam menuju masa depan kita selalu diberikan bimbingan, petunjuk, tuntunan dan lindungan-Nya.
Kita ketahui bersama satu bulan terakhir ini Jogyakarta dan Jawa Tengah melakukan usaha apabila terjadi letusan Gunung Merapi. Semua sudah kita persiapkan, evakuasi, tempat, logistik, pengungsian dan lain-lain, tapi Allah SWT menghendaki lain, terjadilah gempa tektonik yang tidak diduga-duga. Tapi ini tidak menjadikan kita kecil hati, justru makin beriman dan bertakwa kepada Allah dan semoga, mudah-mudahan ini semua dapat kita atasi dengan baik. Saya mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada Syaiful Azhar yang tadi malam telah memimpin shalat ghoib dan juga memberikan pencerahan kepada kita semua. Saya kira itu sangat meneduhkan hati kita dan semoga kita semua sekali lagi diberikan ketegaran untuk mengatasi semuanya ini, insya Allah, Allah SWT akan menolong kita semua.
Hadirin hadirot yang saya muliakan,
Sebelum saya sampaikan, saya mohon maaf kepada ibu-ibu, istri saya, Ibu Negara seharusnya datang ke tempat ini, meskipun sebelumnya sudah pernah datang dua kali, tetapi pagi ini sejak tengah malam masih bersama-sama dengan ibu-ibu yang lain di tempat–tempat pengungsian, di rumah sakit dan di dapur-dapur umum, karena ribuan saudara kita sekarang sedang dirawat yang memerlukan juga bantuan makan, saya mohon maaf tidak bisa datang pagi ini karena juga menjalankan tugas yang insya Allah baik bagi saudara-saudara kita.
Sekali lagi marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT bahwa karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat menghadiri syukuran 80 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, shalawat dan salam marilah kita sama-sama curahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikut Rasul sampai akhir jaman.
Ijinkanlah saya menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah berhasil membangun, membina dan mengembangkan pondok modern ini, sehingga menjadi salah satu pondok kebanggaan Indonesia, kebanggaan kita semua. Saya sungguh merasa gembira dapat kembali berada di tengah-tengah Saudara semua, seperti Kyai Syukri Zarkasyi sampaikan tadi, pertemuan hari ini terasa lebih hangat dan bermakna dengan kehadiran yang mulia Syaiful Azhar, Prof. Dr. Syeikh Mohamed Sayid Tantawi tamu negara kita.
Kunjungan yang mulia ke Indonesia, memiliki arti penting bagi peningkatan hubungan emosional antara sesama umat Islam, sekaligus dapat mendorong kerjasama yang lebih erat di bidang pendidikan, sosial, dan budaya. Saya yakin kunjungan yang mulia akan menghasilkan kemajuan yang positif bagi perkembangan peran umat Islam dalam kancah pergaulan global di masa datang. Kemarin pagi beliau telah berkenan bersilaturahim dengan saya di Istana Negara. Beliau banyak sekali memberikan nasehat kepada saya, memberikan pencerahan-pencerahan bagaimana kehidupan umat Islam di Indonesia, dan umat Islam di dunia serta bagaimana Indonesia dapat membangun masa depannya yang lebih baik. Untuk itu, semua saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.
Bagi saya, keluarga besar Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor terasa sebagai saudara-saudara saya sendiri, meskipun jauh secara fisik namun batin saya sangat dekat. Keteladanan, keluasan ilmu dan keluhuran budi para kyai telah menggugah dan memberikan sumber pemikiran yang tidak pernah kering bagi saya, saya kira bagi kita semua dalam menjalankan roda pemerintahan. Keikhlasan, kesederhanaan semangat ukhuwah Islamiah dan semangat kebebasan yang diusung oleh Pondok Modern Darussalam Gontor ini telah menebarkan inspirasi dan membangun semangat perjuangan dan kebersamaan diantara saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air.
Sebagai Kepala Negara, saya sangat bersyukur karena kita memiliki kekuatan umat, kekuatan akhlak dan kekuatan peradaban yang tidak ternilai harganya, sebagai potensi dan kekuatan umat, bangsa dan negara. Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang tumbuh dan berkembang di masyarakat serta diakui oleh negara. Selain Pondok Modern Darussalam Gontor, ribuan pesantren telah tersebar di seluruh pelosok tanah air, dari pesantren tradisional di desa-desa hingga pesantren modern di berbagai kota besar, semuanya berperan penting dalam mendidik dan membentuk karakter anak-anak bangsa dengan nilai-nilai ajaran Islam. Untuk itu Saya minta kepada Menteri Agama, Menteri pendidikan Nasional dan semua pihak untuk terus memberikan dukungan dan perhatian dengan sungguh-sungguh terhadap perkembangan dan keberadaan pesantren-pesantren kita itu.
Sebagaimana Hadirin hadirot ketahui bahwa kita akan terus meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan, baik APBN maupun APBD hingga mencapai 20%. Minggu depan insya Allah pemerintah dan pimpinan DPR akan melaksanakan konsultasi bagaimana kita mempercepat pencapaian 20% itu dari total anggaran kita, sehingga lebih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita, termasuk pondok-pondok pesantren. Mudah-mudahan ke depan ini lebih banyak lagi yang dapat dilakukan oleh negara, oleh pemerintah dan kemudian tentunya oleh pondok-pondok pesantren di seluruh tanah air.
Hadirin yang saya muliakan,
Dalam catatan sejarah yang saya ketahui, sejak didirikannya tahun 1926, Pondok Modern Darussalam Gontor telah menanamkan dengan kokoh semangat jihad atau perjuangan dan semangat kebangsaan kepada para santrinya. Semangat jihad dan perjuangan para santri dan kyai bukanlah dalam arti yang sempit. Jihad dimaknai lebih luas untuk membangun bangsa dan negara. Di masa penjajahan, jihad dilaksanakan untuk membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan. Di masa kini, jihad dilaksanakan untuk membangun bangsa dan negara serta mengangkat harkat dan martabat bangsa dari lembah kemiskinan dan keterbelakangan. Pesantren berfungsi sebagai penyebar ajaran Islam yang sesungguhnya menebarkan rahmat bagi semesta alam.
Para pendiri pondok ini, almarhum KH. Ahmad Sahal, KH. Zainudin Fanami dan KH. Imam Zarkasyi adalah para ulama besar yang berjihad untuk tujuan itu. Para ulama besar itu benar-benar mampu menangkap semangat perubahan jaman. Saat mayoritas umat Islam bersikukuh untuk mempertahankan sistem pendidikan tradisional, para kyai itu justru mengujicobakan model pendidikan Islam dengan mencontoh sistem pendidikan Islam di sekolah-sekolah umum yang ada di jaman penjajahan. Tujuannya untuk memberikan pencerahan kepada umat Islam.
Di pondok ini, para Kyai tidak saja mengajarkan literatur-literatur klasik tentang Islam, tetapi juga menelaah khasanah kepustakaan yang ditulis oleh para mujahid, para pembaharu. Pondok inipun sangat terbuka dengan wawasan pemikiran modern yang datang dari mana saja. Sebagai lembaga pendidikan yang mempertahankan sebagian tradisi pesantren dan juga mengadopsi kelembagaan pendidikan modern dari luar negeri, maka pondok ini mampu memiliki ciri dan karateristik yang khas Pondok Modern Darussalam Gontor telah berhasil memelihara tradisi lama yang baik serta menerapkan inovasi baru yang sejalan dengan perkembangan jaman.
Tradisi lama dan inovasi baru yang itu terasa lebih memiliki nilai tambah ketika para pimpinan pondok ini berhasil menggabungkan berbagai tradisi pendidikan dari seluruh penjuru dunia. Antara lain tradisi pendidikan dari Universitas Al-Azhar Kairo sebagai salah satu bukti intelektual Islam paling depan. Perguruan Sanggit yang menginspirasi pentingnya beasiswa bagi para santri, saya kira dari Maroko, Perguruan Sankinikitan dengan pendekatan kebudayaan dan Perguruan Aligaf yang mengilhami pentingnya pendidikan modern dalam Islam. Saya kira ini perguruan Islam dari India.
Tradisi dari tradisi dari berbagai perguruan ini menjadi inspirasi bagi para pengasuh dan kyai yang meletakan sistem dan metode pendidikan yang khas Pondok Modern Darussalam Gontor. Dengan sistem dan metoda yang khas pondok ini telah berhasil mencetak kader bangsa yang tangguh, tanggon dan trengginas. Selain itu juga kader umat yang beriman, bertaqwa dan berpengetahuan luas.
Bulan lalu ketika saya melakukan kunjungan kenegaraan ke Timur Tengah mengunjungi lima negara, Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, Persatuan Arab Emirat dan Yordania, saya juga berkesempatan mengunjungi dan memberikan ceramah di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyad Saudi Arabia. Universitas yang megah secara fisik dan baik secara kualitas. Saya berharap para santri, alumni Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor disamping melanjutkan ke pendidikan yang lain termasuk Al-Azhar di Mesir, ada pula yang berminat melanjutkan pendidikan di Universitas Imam Muhammad bin Saud tersebut. Saya sudah membicarakan dengan Raja Abdullah bin Abdul Aziz agar dan dengan pemimpin-pemimpin Islam di Timur Tengah, lebih banyak lagi para mahasiswa dari Indonesia bisa belajar di negara-negara itu. Saya pun memohon banyak lagi ulama-ulama yang saling berkunjung baik dari Indonesia ke negara-negara itu maupun dari negara-negara itu ke Indonesia.
Ketika Saya memberikan ceramah di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyad Saya angkat topi, betapa maju peradaan Islam pada millennium pertama dulu. Kita telah menebarkan rahmat bagi semesta alam waktu itu, memajukan dunia, memberikan solusi pada persoalan-persoalan dunia, milenium kedua terus terang agak tertinggal. Nah saatnya telah tiba. Sekarang ini millennium ketiga, sebagaimana disampaikan oleh Syaiful Azhar tadi, peradaban Islam harus kita bangun kembali. Saya yakin kita mampu membangun peradaban itu dengan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai yang luhur, dengan budaya, dengan demikian Islam bukan hanya memberikan pencerahan pada umatnya, tapi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain bisa memajukan industri, pertanian, kesehatan, energi dan lain-lain. Dengan demikian Islam tampil terhormat di pentas dunia.
Islam memberikan banyak solusi tentang masyarakat-masyarakat global dan akhirnya benar-benar Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Saya ingin Pondok Modern Gontor Darussalam menjadi pilar menjadi penjuru di negeri ini untuk bersama-sama membangun peradaban Islam yang insya Allah pada millennium ketiga ini akan bangkit kembali.
Hadirin yang Saya muliakan,
Peran Pondok Modern Darussalam Gontor baik di masa penjajahan, masa revolusi maupun di masa sekarang ini sangat berarti dan dapat dirasakan manfaatnya oleh kaum muslimin di tanah air. Prinsip berdiri di atas dan untuk semua golongan telah memposisikan Pondok Modern Darussalam Gontor terlepas dari kooptasi mazab, aliran dan partai politik. Pondok Modern Darussalam Gontor diterima, dihargai dan dibanggakan oleh seluruh kalangan.
Selama 80 tahun banyak kemajuan yang telah dicapai baik secara kuantitatif maupun kualitatif, pondok ini telah melewati berbagai ujian dan gejolak sejak masa penjajahan hingga keberadaannya sekarang ini, gejolak politik, gejolak sosial dan gejolak ekonomi yang menerpa negeri kita telah ikut pula menempa pondok ini dan tetap kokoh bertahan hingga saat ini. Sistem pendidikan pembinaan para santri dan pembangunan sarana fisik menjadikan Pondok Gontor semakin baik, semakin maju dan semakin berkembang pesat, meskipun Kyai Syukri Zarkasyi mengatakan masih banyak yang perlu dilakukan termasuk, di Aceh. Insya Allah ke depan ini akan banyak yang peduli, banyak yang membantu, dengan demikian apa yang dicita-citakan dapat diwujudkan, Insya Allah.
Lulusan Pondok Gontor dengan mudah diterima berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah di tempat-tempat yang lain. Saya sungguh bersyukur lulusan kuliatul mualimin Al-Islamiah setelah diakui dan disetarakan dengan madrasah aliah dan sekolah menengah umum dan kini telah dapat melanjutkan ke berbagai perguruan tinggi bahkan menjadi taruna akademi militer. Saya kira banyak profesi yang terbuka untuk alumnus pendidikan di Gontor ini. Pengakuan pemerintah itu tidak lain merupakan penghargaan atas perjuangan para pendiri dan para pengasuh serta para kyai Pondok Pesantren Gontor ini.
Ditetapkannya bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan dan bahasa pengantar pendidikan di pondok ini telah dijadikan contoh oleh pesantren-pesantren yang lain, dengan penguasaan bahasa Arab, para santri diharapkan mempunyai dasar yang kuat lebih mendalami agama Islam dan hukum Islam, sedangkan penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional tentu sangat membantu dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan budaya asing. Beberapa waktu yang lalu dalam pertemuan saya dengan ulama besar Syeikh Dr. Yusuf Zarkawi, beliau pun menekankan betapa pentingnya mempelajari bahasa Arab.
Saudara-saudara,
Setelah saya berkunjung kelima negara Timur Tengah, Saya menyampaikan pernyataan kalau tidak salah dari kalau tidak dari Doha waktu itu dari Abu Dhabi, saya lupa, dua negara itu ke depan ini penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris harus betul-betul kita tingkatkan, mengapa, disamping untuk kepentingan pendidikan, pengembangan umat Islam di Timur Tengah banyak peluang di mana tenagtenaga kerja kita bisa mendapatkan profesi yang mulia, profesi yang terhormat. Banyak ahli-ahli Indonesia mendapatkan pujian di negara-negara Timur Tengah itu di bidang perminyakan, di bidang teknologi, kontruksi dan lain-lain. Peluang masih terbuka, tinggal salah satu daya saing adalah penguasaan Bahasa Arab. Oleh karena itulah, insya Allah kita akan memikirkan bagaimana mendirikan institusi bahasa pada tingkat nasional, dimana Bahasa Arab dan Bahasa Inggris menjadi salah satu pokok dari institusi yang akan kita kembangkan nanti. Tentunya kalau ada kebutuhan guru-guru, mudah-mudahan alumnus dari Gontor tentunya dari luar negeri bisa bersama-sama mengembangkan penguasaan Bahasa Arab ini.
Hadirin hadirot yang saya muliakan,
Pak kyai Syukri Zarkasyi menyampaikan Gontor memang patut berbangga dan bersyukur dengan kiprah para alumninya. Kita merasakan bahwa para alumni Pondok Pesantren Gontor memiliki sikap dan pemikiran tersendiri. Prof. Dr. Din Syamsudin memimpin Muhammadiyah, alhamdulilah KH. Hasyim Muzadi memimpin Nahdatul Ulama. Dua organisasi yang besar, yang terkenal di negeri ini. Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat tadi dikatakan KH. Dr. Hidayat Nurwahid, saya kira pimpinan MPR yang lalu, KH. Dr. Idham Chalid juga alumnus dari ini, dua ketua MPR berasal dari Pondok Modern Darussalam Gontor. Almarhum Cak Nur, sahabat saya, Prof. Dr. Nurcholis Madjid, cendikiawan dan intelektual muslim yang tersohor juga alumnus dari Pondok Pesantren ini. Jangan lupa Pak Maftuh Basyuni Menteri Agama kita, hari ini juga lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor. Semoga di masa depan, saya, semua menunggu lagi tampilnya alumnus-alumnus Pondok ini, untuk berkiprah di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional. Insya Allah akan bisa kita wujudkan nanti.
Dharma bakti dan sumbangan pemikiran para Kyai dan santri sangat berarti dan bermanfaat bagi bangsa dan Negara. Saat ini bangsa kita masih terus berjuang dan membangun kembali negaranya akibat krisis, untuk itu Saya mengajak kepada seluruh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, baik yang masih menuntut ilmu, banyak sekali yang masih di luar maupun yang telah mengabdikan dirinya kepada masyarakat bangsa dan negara seperti Pak Kafrawi contohnya ini, untuk bersama-sama mengawal pembangunan negara kita, jadilah pilar yang mampu menopang umat Islam untuk bangkit melakukan pencerahan, pembebasan dan pemberdayaan. Marilah terus kita bangun negeri ini, negeri tercinta ini dengan kekuatan moral, kejujuran, keikhlasan, kerja keras dan kebersamaan.
Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja dan bekerja keras, sebab Allah SWT tidak akan merubah nasib kita, nasib kaum kecuali dengan ridlo Allah kita merubahnya menuju masa depan yang kita idam-idamkan bersama. Kita mendambakan sebuah negara yang baltatun toyibatun warobun ghofur, kita semua, negeri yang adil, yang makmur di bawah naungan dan ampunan Allah SWT. Mari kita songsong, kita bangun negeri seperti itu.
Akhirnya sebelum mengakhiri sambutan saya, saya ingin mengucapkan selamat kepada KH. Abdullah Syukri Zarkhasyi atas penghargaan yang diperoleh beliau dari pemerintah Mesir di Kairo pada tanggal 11 April yang lalu. Penghargaan itu merupakan wujud dari keberhasilan dia yang kita cintai bersama-sama KH Zarkhasyi dalam mengembangkan dakwah Islam melalui jalur pendidikan. Penghargaan inipun merupakan pengakuan Pemerintah mesir atas peran pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai lembaga keagamaan, pendidikan sekaligus lembaga pembangunan.
Kepada seluruh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, saya ucapkan selamat dengan semangat pengabdian, keikhlasan, dan kerja keras dari para Kyai dan santrinya, Pondok ini telah memberikan peran yang tidak kecil bagi kemajuan bangsa. Semoga kiprah dan perjuangan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor dapat ditingkatkan di masa yang akan datang.
Akhirnya Saya berdoa ke hadirat Allah SWT semoga perjuangan pengabdian dan kiprah keluarga besar Pondok modern Darussalam Gontor dicatat sebagai amal soleh bangsa ini oleh Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan petunjuk dan perlindungan-Nya kepada kita sekalian.
Terima kasih,
Wabilahitaufik wal hidayah wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



