Pidato Presiden

Tanggapan atas Paparan Gubernur Sulut

 

TANGGAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
ATAS PAPARAN GUBERNUR SULAWESI UTARA
MANADO, 18 JUNI 2006



Bismillahirrahmanirrahim,
Saudara Gubernur, Pimpinan DPRD, para pejabat dan pimpinan di tingkat Sulawesi Utara maupun Sulawesi, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri.

Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Saudara Gubernur yang telah mempresentasikan kepada saya rencana pembangunan Sulawesi Utara. Terus terang ini adalah paparan pertama yang secara komprehensif disampaikan oleh seorang Gubernur ketika seorang Presiden berkunjung ke provinsi itu. Paparannya direct atau langsung, konkret, jelas dan merespon apa yang saya minta karena saya sangat ingin negeri kita berubah, Sulawesi Utara juga berubah antara lain ditandai dengan penurunan kemiskinan, penurunan pengangguran, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan dan meletakkan landasan bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat jangka menengah ke depan. Sekali lagi, terimalah ucapan terima kasih dan penghargaan saya.

Saudara-saudara,
Saya ingin menggarisbawahi saja dari apa yang disampaikan oleh Saudara Gubernur tadi. Jangka pendek, dua sampai tiga tahun, konsentrasikan, prioritaskan untuk secara nyata, tahun demi tahun menciptakan lapangan kerja. 14% dari 2 juta sekian bisa dihitung, potensi untuk revitalisasi pertanian dengan kompleksitasnya tadi bisa dihitung, untuk UKM bisa dihitung, untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan juga bisa dihitung, pembangunan infrastruktur bisa dihitung. Tata, rencanakan, upayakan dan penuhi itu.

Kalau lapangan kerja tercipta, satu orang yang bekerja, pekerja baru dikalikan tiga, empat multiple efeknya maka setara dengan angkatan kerja yang diciptakan dalam 3 tahun kali empat, ekonomi lokal akan bergerak, pendapatan orang per orang akan bergerak, dapur akan berasap dan otomatis kemiskinan turun. Jalankan cara yang paling efektif dan nyata mengurangi kemiskinan dengan memberikan pendapatan pada kepala-kepala keluarga, saudara-saudara kita terutama di sektor pertanian, perdesaan, pinggir perkotaan yang rata-rata menganggur atau setengah menganggur, pusatkan itu.

Jangka pendek, tapi juga sekaligus merupakan landasan jangka panjang adalah pendidikan dan kesehatan. Kalau makin terdidik, kalau makin sehat maka dalam pemberdayaan, keluar dari kemiskinan, dia tidak hanya menjadi obyek, tapi juga bagian dari subyek dan penggerakan dari itu semua. Make sure bahwa dengan kemampuan fiskal, baik pusat maupun daerah, APBN maupun APBD, 3 tahun mendatang berubah betul keadaan kesehatan dan keadaan pendidikan di Sulawesi Utara.

Kalau itu dilakukan short term policy, short term program dua, tiga tahun, saya setuju dilanjutkan untuk medium dan long term development, mengembangkan Sulawesi Utara sebagai sentra, sebagai zona pengembangan kelautan, perikanan dan pariwisata. Saya melihat prospek yang baik di banyak kesempatan, tahun lalu di ASEAN Summit, di East Asia Summit, di UN Summit di New York, saya bertemu dengan beberapa kepala pemerintahan, Presiden Aroyo, Perdana Menteri Abdullah Badawi, Sultan Brunei Darussalam, Perdana Menteri Koizumi, Perdana Menteri Wen Jiaboa yang ingin mengembangkan bagian Timur ASEAN. Kalau makin tumbuh kawasan ini, Manado atau Sulawesi Utara atau Sulawesi pada umumnya, maka network itu dengan sendirinya akan tumbuh. Tidak mungkin Filipina menengok kita, Brunei, Malaysia menengok kita, Jepang menengok kita, China, Taiwan menengok kita, Australia menengok kita di kawasan ini dari segi geo-ekonomi, jika tidak ada advantage, tidak ada sesuatu yang mereka bisa tumbuh dengan bekerja sama dengan kita. Kalau Sulawesi Utara dibangun menjadi satu zona pertumbuhan perikanan, kelautan dan sekaligus pariwisata, yakin akan datang saatnya nanti makin erat kerjasama pertumbuhan kawasan dan semua akan ke dorong ke atas. Letakkan landasan-landasan itu untuk jangka menengah dan jangka panjang.

Dan yang terakhir, ide untuk membangun World Ocean Forum, saya kira bagus dalam tingkat summit karena harus punya keunggulan masing-masing. Saya pengin Merauke, sekarang sedang kita persiapkan menjadi sentra pertumbuhan di Asia Tenggara Indonesia yang berbatasan dengan PNG dan Australia Utara, northern territory. Kalau tumbuh itu juga satu sentra yang bisa digunakan pertumbuhan kawasan untuk goes up. Kalau Sulawesi Utara, Manado muncul, saya jelaskan tadi bagaimana kaitannya dengan pertumbuhan di sini.

Batam, minggu depan saya akan ke Batam lagi, akan bertemu Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura dan Perdana Menteri Australia rencana. Dalam rangka bagaimana kawasan di Sijori sudah lagi kita tidak tingkatkan, tidak galakkan, sayang sekali dalam pertumbuhan kawasan itu kita juga ingin galakkan kembali. Dengan demikian, kita banyak mengalirkan sumber-sumber kemakmuran dari luar negeri. Capital, technology, management, know how, information dan lain-lain, berpikirnya ke situ. Riau, saya harapkan juga bangkit untuk kerjasama di wilayahnya.

Ada sentra-sentra baru, di samping Jawa tentunya, di samping Bali yang sudah lebih maju menjadi bagian dari networking yang lebih luas lagi. Saya pengin betul Manado dan juga Sulawesi Utara tampil dengan competitiveness baru, dengan suatu sentra yang memiliki daya tarik tersendiri. Persiapkan dengan baik, harus ada paduan, central government, local government, harus ada paduan private dengan publik. Gunakan, ajak, libatkan swasta hanya dengan itu bisa maju.

Ketika pemerintah bersama swasta bangun, ajak komunitas di dalamnya. Oleh karena itu, saya berharap yang slide tentang revitalisasi pertanian tadi coba dikembalikan lagi. Ini shortcut ya, kalau dua tahun, Pak Gubernur dengan bersama-sama DPRD, para Bupati, Walikota punya targeted program untuk job creation, berapa pengangguran? Lahan yang bisa dibuka untuk jarak menjadi biodiesel, sawit menjadi biodiesel, tebu menjadi ethanol atau existing VCO atau existing jagung dan lain-lain, riil. Ajak swasta, kita benahi dari pusat, Departemen Kehutanannya, BPN-nya, dengan demikian tanah itu bisa bergerak dan digunakan.

Targeted policy, kalau itu bisa diciptakan, kita belum bicara UKM dan karena kalau sentra itu tumbuh, ekonomi lokal tumbuh, UKM akan hidup, begitu rumusnya. Kalau sentra itu tumbuh, mesti ada kebutuhan infrastruktur, membangun itu juga ada job creation. Pada saatnya nanti tentu, cash transfer harus kita modifikasi menjadi cash for work, harus produktif, tetapi yang nganggur dapat pekerjaan. Cash transfer satu bulan Rp. 100.000, kalau cash for work nanti, tentu lebih tinggi dari itu. Ini akan lebih edukatif, akan lebih produktif, akan memecahkan masalah sekaligus meletakkan dasar pengembangan daerah itu. Konsepnya begitu, tetapi keadaan sekarang masih seperti ini, daya beli rakyat kita belum pulih betul. Oleh karena itu, kita siapkan, kita selamatkan mereka dulu sambil kita menuju ke suatu policy, suatu program yang lebih produktif, yang lebih menjangkau ke depan dan punya nilai edukasi yang tinggi.


Saya kira itu Pak Sarundayang dan para pimpinan, saya sambut dan saya dukung semuanya itu. Libatkan, ajak semuanya, libatkan semua dan saya yakin dengan determinasi, dengan semangat dan kegigihan Sulawesi Utara tidak akan berubah kalau tidak gigih. Dan kegigihan, saya lihat dari wajah para pimpinan, pertahankan, maju terus. Tuhan beserta kita.

Terima kasih.

* * * * * *




Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan