Pidato Presiden

Sambutan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas)

 

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN HARI KELUARGA NASIONAL XIII
BOGOR, 29 JUNI 2006




Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Pimpinan Komisi dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Yang saya hormati Saudari Kepala BKKBN Pusat, Saudari Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, dan para unsur Pimpinan di daerah Jawa Barat dan Bogor, baik dari unsur eksekutif, legislatif dan yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati para Gubernur, para Bupati dan para Walikota dari seluruh Indonesia yang hadir pada acara ini,
Yang saya hormati para Pimpinan Organisasi Internasional,
Yang saya muliakan para Ulama, para Tokoh Masyarakat, para Budayawan, para Cendekiawan, dan Kaum Profesional lain,

Hadirin Sekalian yang saya Muliakan,
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional ke-13 Tahun 2006. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Keluarga, kepada seluruh keluarga di tanah air. Semoga keluarga kita senantiasa berada dalam bimbingan, petunjuk dan perlindungan Allah SWT. Semoga pula keluarga kita selalu sehat wal’afiat, sejahtera lahir dan batin. Dengan demikian keluarga akan mampu menjalankan tugas, fungsi dan pekerjaannya masing-masing, guna mencapai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Hadirin yang saya hormati,
Hari Keluarga Nasional kita selenggarakan setiap tahun, sebagai wujud perhatian dan kepedulian kita kepada pentingnya peranan keluarga. Tema yang diangkat pada Hari Keluarga Nasional tahun ini adalah ”Keluarga Kecil Berkualitas, Tumpuan Masa Depan Bangsa”. Sedangkan mottonya “Keluarga Tangguh, Bangsa Tangguh”. Tema dan motto ini sungguh bermakna untuk meningkatkan kesadaran dan semangat kita akan pentingnya membina keluarga berkualitas.

Mengapa kita perlu membina keluarga agar lebih berkualitas? Keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat. Jika keluarga berkualitas, maka masyarakat pun akan berkualitas. Kalau masyarakat berkualitas, maka negara pun akan berkualitas. Kita harus menjadikan kita menjadi keluarga yang tangguh. Motto ”Keluarga Tangguh, Bangsa Tangguh”, seperti saya kemukakan tadi, harus kita gelorakan karena keluarga yang tangguh akan dapat mewujudkan bangsa yang tangguh pula. Keluarga akan menjadi tangguh, apabila keluarga itu menerapkan nilai luhur sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa. Bangsa kita adalah bangsa yang religius, berkarakter tangguh dan memegang teguh nilai-nilai sopan santun dan kebajikan. Karena itu, saya berpesan kepada seluruh keluarga, pegang teguhlah religiusitas serta nilai-nilai dan watak yang luhur itu.

Di tengah-tengah kebudayaan global yang terus mendera, kita dihadapkan pada budaya yang seringkali tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur dan kepribadian bangsa kita. Kehidupan keluarga, harus berhadapan dengan tata nilai dari luar, yang tentu saja akan sangat berbeda dengan kehidupan sosial budaya bangsa kita. Tentu tidak semua nilai-nilai yang datang dari luar itu buruk. Ada yang membawa manfaat dan mendorong kemajuan. Tidak semua pula nilai-nilai yang kita warisi itu baik. Kita harus pandai memilih dan memilah, mana yang baik dan mana yang buruk. Pada akhirnya nilai-nilai keagamaan dan etika sosialah yang akan menjadi penentu. Nilai-nilai itu sekali lagi saya tekankan, betapa pentingnya memelihara keyakinan beragama dan nilai-nilai sosial terpuji bagi seluruh keluarga.

Merebaknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang, telah mengancam anak-anak kita. Karena itu, peringatan Hari Keluarga Nasional, harus kita jadikan sebagai upaya besar bangsa kita untuk memerangi penyalahgunaan narkotika. Pengetahuan dan kesadaran terhadap bahaya narkotika, harus ditanamkan kepada anak-anak kita. Tentu menanamkannya harus menggunakan cara-cara yang bijaksana dan tepat. Semua itu, saya serahkan kepada para pendidik dan para orang tua, sesuai dengan situasi dan kondisinya masing-masing.

Hadirin yang saya muliakan,
Untuk mewujudkan keluarga maju, sejahtera dan mandiri, kita harus berupaya mengatasi masalah kependudukan. Masalah-masalah kependudukan yang terus-menerus kita lakukan, terutama dalam hal pemberantasan kemiskinan, peningkatan program Keluarga Berencana, peningkatan pendidikan, peningkatan kesehatan keluarga, serta peningkatan berbagai sarana dan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas hidup keluarga kita. Semuanya itu harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dan ditangani secara terpadu.

Sebagian keluarga di tanah air, masih mengalami masalah dalam mewujudkan jumlah ideal anggota keluarga. Hal itu tentu saja akan berpengaruh pada pemenuhan aspek pendidikan, kesehatan dan ekonomi keluarga. Jumlah anak di kalangan keluarga yang lebih berpendidikan dan lebih mampu rata-rata dua orang anak. Sedangkan di kalangan keluarga kurang mampu, mencapai rata-rata tiga orang anak. Sebagian masyarakat, ada pula yang memiliki empat sampai lima orang anak, terutama saudara-saudara kita yang tinggal di perdesaan dan di kawasan pantai.

Dengan jumlah rata-rata keluarga yang masih cukup banyak bilangannya, kita harus berupaya mengendalikan jumlah penduduk di negara kita agar jumlahnya tidak terlalu banyak. Langkah ini kita tempuh untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Salah satu upaya itu adalah dengan menggalakkan kembali Program Keluarga Berencana. Tentu saja, program KB tidaklah dimaksudkan untuk membatasi jumlah penduduk semata-mata. Lebih dari itu, kita ingin membangun keluarga kecil, keluarga bahagia dan keluarga sejahtera.

Pameo; ”banyak anak, banyak rejeki”, sudah tidak tepat lagi. Kita harus bijak memahami kondisi saat ini. Kita tidak perlu membentuk keluarga yang besar dengan jumlah anak yang banyak, jika kita tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Bagaimana mungkin sebuah keluarga akan sejahtera lahir dan batin, jika banyak anak, sementara pendapatan yang dihasilkan tidak dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Kebutuhan keluarga bukan hanya kebutuhan pangan saja, tetapi juga kebutuhan sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan dan bahkan kebutuhan masa depan anak-anak kita itu. Jika kita tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, sebaiknya kita memilih keluarga kecil, sedikit anak, namun kehidupannya lebih terjamin.

Saudara-saudara,
Jika pertumbuhan penduduk kita terus bertambah dengan laju yang tinggi, maka sangat berat kemampuan ekonomi nasional kita untuk mendukungnya. Hasil pendapatan keluarga tahun 2004 menunjukkan bahwa dari 53,3 juta keluarga, masih terdapat sekitar 30,5% atau setara dengan 16,2 juta keluarga yang termasuk dalam kategori keluarga pra-sejahtera dan sejahtera I. Jadi, tingkat kemiskinan di kalangan masyarakat kita masih cukup tinggi. Ini antara lain karena krisis yang kita alami beberapa tahun yang lalu. Masih banyak keluarga yang belum memiliki pekerjaan, anak-anak putus sekolah dan terjadinya tindak kekerasan dalam keluarga. Keluarga pra-sejahtera dan sejahtera I, keluarga yang tidak memiliki pekerjaan dan banyaknya anak yang putus sekolah, harus kita upayakan untuk terus-menerus menguranginya, menuju keluarga yang berkualitas dan keluarga yang sejahtera.

Upaya menuju keluarga sejahtera adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pihak swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, organisasi profesi dan keagamaan, serta organisasi PKK, perlu terus-menerus melakukan pembinaan, baik pembinaan mental, spiritual, ekonomi, pendidikan dan kesehatan kepada keluarga pra-sejahtera serta keluarga sejahtera I di seluruh tanah air. Jika semua pihak bersatu, peduli dan memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan, maka upaya menuju keluarga yang berkualitas dan sejahtera, insya Allah dapat terwujud.

Hadirin yang saya muliakan,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya minta kepada Tim Penggerak PKK untuk memberikan bimbingan dan pembinaan kepada keluarga di seluruh tanah air. Arahkan program-program pembinaan PKK pada pelayanan sosial dasar, terutama pelayanan kesehatan, pendidikan dan peningkatan ekonomi keluarga. Jadikanlah program-program itu sebagai program prioritas Tim Penggerak PKK di berbagai daerah.

Kepada seluruh jajaran BKKBN, buatlah program sasaran prioritas bagi pengembangan pelaksanaan Program KB Nasional. Janganlah kita berpuas diri dengan keberhasilan Program KB saat ini. Kita tidak boleh berhenti memberikan penyuluhan dan pembinaan tentang pentingnya membatasi jumlah anak dalam keluarga. Buatlah sasaran program prioritas pada upaya pengendalian pertumbuhan penduduk yang berkaitan dengan daya dukung ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan kualitas keluarga Indonesia di masa yang akan datang.

Kepada seluruh keluarga di tanah air, saya mengajak untuk bersama-sama membimbing, membina dan menjaga keluarga kita masing-masing. Awali kehidupan keluarga dengan membangun suasana keluarga yang tenang dan damai. Jalinlah komunikasi dua arah yang terbuka. Kembangkan semangat belajar, dan semangat kerja keras kepada anak-anak kita, agar mereka dapat hidup mandiri. Terhadap dorongan untuk mengembangkan semangat belajar ini, saya benar-benar menggarisbawahinya.

Saudara-saudara,
Agar bangsa kita menjadi bangsa yang maju, bangsa kita harus cerdas. Agar bangsa kita cerdas, pendidikan kita harus baik. Pendidikan yang baik ditandai oleh mutu dan kualitasnya yang baik. Kita tidak boleh menurunkan mutu dan kita tidak boleh berkompromi dengan kualitas, karena kita tidak tertinggal dengan bangsa lain apabila sumber daya manusia kita produktif dan berdaya saing. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama, pemerintah, masyarakat luas, organisasi lembaga swadaya masyarakat dan orang tua serta keluarga benar-benar bersama-sama menyukseskan tugas pendidikan nasional meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan kita.

Kita mulai dari sekarang, jangan menunggu-nunggu lagi. Ajarkan pula sikap sopan santun dan saling menghormati kepada sesama. Bangun kehidupan yang harmonis, yang rukun dan damai mulai dari keluarga. Sekali lagi, saya serukan agar seluruh keluarga di tanah air menjauhi narkoba dan kita nyatakan perang terhadap narkoba.

Kepada saudara-saudara yang mendapatkan anugerah tanda penghargaan, saya mengucapkan terima kasih, selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Pertahankan, kembangkan dan ajak saudara-saudara yang lain untuk juga mengukir prestasi yang sama. Kepada para donatur, kalangan dunia usaha dan siapapun yang selama ini terus membantu saudara-saudaranya yang memerlukan, apakah mereka keluarga miskin, keluarga tidak mampu, keluarga yang sedang mengalami bencana alam dan lain-lain, sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan saya setinggi-tingginya. Marilah dalam suasana seperti ini terus kita pupuk dan pelihara kesetiakawanan, kasih sayang dan solidaritas nasional kita.

Akhirnya, dengan menyadari arti penting dari peran, fungsi dan kedudukan keluarga dalam masyarakat, marilah bersama-sama kita wujudkan keluarga kecil berkualitas yang menjadi tumpuan masa depan bangsa kita. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT, senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sekalian

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

* * * * *



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan