Pidato Presiden
Sambutan Penyerahan Bantuan rehabilitasi Korban Gempa DIY dan Jateng
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENYERAHAN BANTUAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI
KORBAN BENCANA ALAM GEMPA BUMI
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN JAWA TENGAH
KLATEN, 3 JULI 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati, Saudara Gubernur Jawa Tengah, Saudara Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan para Pejabat serta Pimpinan di daerah, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya muliakan para Ulama dan Tokoh-tokoh Masyarakat,
Yang saya cintai Bapak, Ibu Guru dan Anak-anakku Pelajar dan Siswa,
Pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah kita bersama-sama, sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena pada hari ini kita dapat berkumpul bersama pada acara yang penting dimulainya tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi korban bencana alam gempa bumi di Jawa Tengah dan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang dengan kesungguhan dan keikhlasan dapat menyelesaikan tahapan tanggap darurat lebih cepat dari yang kita rencanakan. Meskipun masih ada sebagian tempat yang belum selesai seluruhnya, namun tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi harus segera dilakukan. Oleh karena itu, saya minta untuk terus dituntaskan sisa-sisa pekerjaan tanggap darurat yang belum selesai. Sementara daerah-daerah yang sudah siap untuk dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi harap segera dilakukan langkah-langkah itu.
Tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi memang harus segera dikerjakan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala. Kehidupan dapat berjalan normal kembali, aktivitas masyarakat, baik menyangkut pendidikan, aktivitas sosial, ekonomi, dan lain-lain segera kembali pulih dan bahkan diharapkan berubah menjadi lebih baik.
Musibah memberikan pelajaran berharga bagi kita. Di dalam musibah harus dapat kita petik hikmahnya agar kita mendapatkan berkah. Untuk itu, tekad dan semangat untuk bangkit harus terus kita tumbuh kembangkan agar masa depan kita terbebas dari bayang-bayang kelam masa lalu. Saya sungguh bersyukur, saya bergembira melihat spanduk-spanduk yang saya temui sepanjang perjalanan saya tadi menuju ke tempat ini yang bernada optimis, yang menyerukan untuk bangkit kembali. Insya Allah, Allah akan kasih jalan kalau kita semua tegar dan benar-benar bersatu-satu untuk membangun kembali daerah yang kita cintai bersama ini.
Untuk itulah sebagai tahap awal dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi, saya katakan tahap awal, pemerintah memberikan bantuan dana awal rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 1 trilyun 200 milyar rupiah, insya Allah jumlah ini akan kita tambah kembali. Melalui Kebijakan Presiden, saya telah membentuk Tim Koordinasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang pelaku utamanya tiada lain adalah Saudara Gubernur Jawa Tengah dengan jajarannya dan Saudara Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan jajarannya.
Saya setuju dengan saran dari Saudara Gubernur Jawa Tengah tadi, agar pelaku utama yang memiliki ruang yang luas untuk membangun kembali kedua provinsi ini adalah Saudara Gubernur atau pemerintah daerah dengan jajarannya, agar pelaksanaannya lebih tepat dan betul-betul dapat berhasil dengan baik. Ketika saya sebagai Presiden memberikan peran yang luas, harapan saya, jalankan tugas dan kewajiban itu sebaik-baiknya. Bukan hanya bertanggung jawab kepada saya, tetapi lebih utamanya kepada rakyat yang kita cintai.
Kucuran dana tersebut segera dapat disalurkan dan dimanfaatkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi juga dengan cepat dapat segera dilaksanakan. Itulah sebabnya kehadiran saya hari ini bersama-sama Saudara adalah untuk memastikan bahwa penanganan akibat bencana benar-benar berjalan tepat dan benar sesuai yang kita rencanakan.
Masa tanggap darurat telah selesai. Kita berterima kasih kepada Bakornas dan semua pihak yang bekerja keras untuk itu, tentunya termasuk jajaran pemerintah daerah. Kita akan laksanakan tahapan berikutnya lagi, yaitu membangun kembali daerah ini. Itulah yang kita sebut dengan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Rehabilitasi dan rekonstruksi itu meliputi pembangunan rumah penduduk yang rusak atau yang hancur. Juga pembangunan infrastruktur yang rusak, seperti jalan, jembatan, pasar, Puskesmas, gedung sekolah, fasilitas umum, bangunan pemerintah, tempat-tempat ibadah, bangunan sejarah dan lain-lain. Demikian pula, kita ingin menghidupkan kembali sektor ekonomi, terutama sektor riil dan industri rumah tangga melalui bantuan modal dan kebijakan khusus perbankan.
Saudara-saudara,
Hari-hari pertama ketika saya berada di tempat ini, saya berbicara dengan Saudara Gubernur DIY, Saudara Gubernur Jawa Tengah, saya mengatakan kepada beliau-beliau, tugas kita sebagai pemimpin setelah nanti rumah-rumah yang rusak kita bangun kembali, kita harus memikirkan bagaimana kelanjutan masa depan dari saudara-saudara yang tertimpa bencana itu. Adakalanya satu keluarga empat, lima orang ada yang meninggal, ada cacat, ada yang masih perlu penyembuhan. Kita harus memikirkan bagaimana agar mereka mendapatkan penghasilan yang layak, sehingga mereka memiliki masa depan yang baik. Insya Allah ini semua menjadi pemikiran kita, saya, para Menteri, para Gubernur, para Bupati, semua, untuk sekali lagi agar saudara kita yang mengalami musibah besar itu memiliki masa depan yang tentunya sesuai dengan harapan mereka-mereka semua.
Dalam bidang kesehatan, kita harus melakukan upaya perawatan lanjutan dan penyembuhan jangka panjang bagi korban bencana yang mengalami trauma.
Hadirin sekalian,
Sudah menjadi tugas dan kewajiban pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk cepat tanggap menanggulangi bencana yang telah terjadi. Kita mengetahui, dengan sistem desentralisasi dan otonomi daerah yang berlaku dewasa ini di negara kita, pemerintah daerah berada di garda paling depan. Pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk membantu saudara-saudara kita melalui bantuan rehabilitas dan rekonstruksi pasca bencana.
Dengan keterbatasan dana pemerintah saat ini, pemerintah mengucurkan dana secara bertahap agar dapat segera membantu memenuhi kebutuhan hidup seluruh korban bencana dan memulihkan seluruh infrastruktur yang rusak. Kucuran dana tersebut juga dapat menjadi pendorong bagi kita untuk bangkit dan bersama-sama menyongsong hari esok yang lebih baik. Karena itu, saya minta pemerintah daerah untuk melakukan pendataan yang baik dan akurat.
Data itu sangat diperlukan justru untuk keadilan bagi Saudara-saudara sekalian dan juga untuk keberhasilan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan segera kita lakukan. Manfaatkanlah dana bantuan itu sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan nyata dan dilakukan secara transparan. Abad sekarang ini adalah abad transparan. Apa yang kita lakukan mesti diketahui oleh rakyat. Dana 1,2 trilyun mesti kita pertanggungjawabkan kepada negara, kepada rakyat dan yang penting diketahui penggunaan oleh rakyat. Dengan demikian tidak ada dusta di antara kita.
Saya berharap rakyat mempercayai penggunaan dana ini karena saya yakin para pimpinan daerah, mulai dari gubernur, bupati, semua tentu akan menggunakan dana itu sebaik-baiknya, berupaya sekuat tenaga agar semuanya tepat sasaran. Dengan demikian kesulitan Saudara segera dapat diatasi.
Sebagaimana saya katakan tadi, negeri kita memang rawan bencana. Hal ini disebabkan konstruksi bumi, dimana Indonesia berada memang memungkinkan terjadinya gempa bumi tektonik, termasuk tsunami dan letusan gunung berapi. Memang Indonesia berada di wilayah bumi yang rawan bencana. Ini harus kita ketahui secara benar agar kita tidak begitu saja percaya pada hal-hal yang kurang masuk dalam jangkauan akal kita, meskipun kita tahu semuanya apa yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah SWT.
Kita tentu tidak mau terus-menerus ditimpa bencana tanpa kegiatan untuk mengantisipasi dan menanggulanginya. Kita perlu belajar dari pengalaman. Ke depan, harus dibuat perencanaan tata ruang yang matang. Upayakan agar rakyat kita tidak bermukim di tempat-tempat yang rawan terhadap bencana. Oleh karena itu korban jiwa dan harta benda dapat kita kurangi. Sudah saatnya di sekolah-sekolah, di kalangan masyarakat umum diberikan pendidikan dan pelatihan, disosialisasikan, diberikan penyuluhan tentang bencana itu dan bagaimana kita mengatasi bencana itu dan siap melakukan langkah-langkah untuk mencegah atau paling tidak mengurangi jatuhnya korban.
Kita juga menginginkan rancangan undang-undang atau RUU tentang bencana, termasuk bencana alam dapat selesai dalam waktu dekat. RUU itu sekarang masih dalam pembahasan antara DPR RI dengan pemerintah dan menteri yang saya tunjuk sedang terus-menerus membahasnya bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Kita berharap segera terbit undang-undang itu, dengan demikian kita memiliki landasan yang kuat tentang penanggulangan bencana.
Hadirin yang saya muliakan,
Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini saya minta kepada jajaran Departemen Pekerjaan Umum, PU, jajaran pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memberikan skala prioritas bagi pembangunan infrastruktur yang dapat memulihkan perekonomian rakyat. Perbaikan jalan, jembatan, rumah-rumah penduduk, gedung-gedung sekolah, rumah ibadah, rumah sakit dan pasar harus didahulukan.
Kepada jajaran Departemen Kesehatan termasuk unsur yang ada di daerah saya minta untuk terus-menerus menangani pasien dan memenuhi kebutuhan obat-obatan yang diperlukan. Sebagaimana yang telah kita lakukan, saya minta perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya penyakit pasca bencana.
Kepada jajaran Departemen Perhubungan, agar secepatnya melakukan upaya perbaikan dan pemulihan jalur perhubungan meskipun sudah banyak yang diperbaiki dan sudah kembali normal yang menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, terutama daerah-daerah yang jauh dan mengalami kesulitan transportasi.
Kepada jajaran Departemen Sosial dan tentunya jajaran Pemerintah Daerah, saya minta untuk memberikan perlakuan yang adil kepada seluruh korban bencana. Berikan perhatian yang sungguh-sungguh, bantuan yang merata dan cepat tanggap terhadap masalah yang dihadapi oleh para korban. Saya tidak ingin, kita semua tidak ingin mendengar adanya keluhan dari para korban akibat dari penanganan yang tidak tepat, yang lambat atau pemberian bantuan yang tidak adil.
Hadirin yang berbahagia,
Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh dermawan, organisasi sosial, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga-lembaga swasta dari seluruh tanah air. Kepedulian Saudara-saudara terhadap musibah ini dengan memberikan berbagai bantuan, baik berupa uang, pakaian maupun obat-obatan sangat membantu meringankan beban Saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.
Demikian pula kepada negara-negara sahabat, lembaga donor dan NGO asing yang telah menyumbangkan dana bantuan, obat-obatan dan tenaga sukarelawan, saya ucapkan terima kasih. Kepedulian dari negara-negara sahabat itu merupakan wujud solidaritas dan persahabatan yang tulus kepada bangsa kita yang tidak boleh kita lupakan.
Ucapan khusus saya sampaikan kepada mereka-mereka yang mendistribusikan jadup atau jaminan hidup dan beras kepada masyarakat korban bencana gempa bumi tektonik, dari rumah ke rumah, dari door to door, sambil melaksanakan verifikasi data. Siapa mereka itu, adalah Ketua RT dan perangkatnya, para relawan dan mahasiswa dan juga anggota TNI dan Polri.
Saya mengucapkan terima kasih kepada tim psikologi dari universitas, dari Mabes TNI dan berbagai organisasi yang melaksanakan terapi menghilangkan trauma pasca gempa tektonik di daerah bencana. Saya juga mengucapkan terima kasih secara khusus kepada petugas medis yang terdiri dari dokter, perawat dan relawan yang telah melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat korban gempa tektonik, mulai dari melaksanakan operasi sampai dengan perawatan pasca operasi serta melakukan usaha-usaha pencegahan mewabahnya penyakit menular, seperti tetanus dan diare.
Hari-hari pertama saya bertemu dengan mahasiswa UGM dan mahasiswa lain di banyak rumah sakit. Saya ketemu dengan mahasiswa akademi perawat, saya ketemu dengan taruna Akademi TNI dan Polri, mereka generasi muda kita juga ikut di dalam meringankan beban saudara-saudaranya. Kita bangga, kita berdoa semoga generasi muda itu kelak menjadi pemimpin-pemimpin di negara kita yang lebih baik dari kita semua.
Akhirnya kepada seluruh korban bencana gempa bumi, khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta, juga kepada seluruh korban bencana alam di seluruh tanah air, baik korban banjir lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur; banjir bandang di Gorontalo dan di Tinggang, Sulawesi Selatan, di Kantingan, Kalimantan Tengah maupun di Banjar, Kalimantan Selatan; sekali lagi saya sampaikan duka cita yang amat dalam.
Memang kita bersedih, tetapi kita tidak boleh terus melihat ke belakang, larut dalam duka. Marilah bersama-sama kita meningkatkan diri dari itu, kita melangkah ke depan, bangkit kembali, insya Allah, Tuhan Yang Maha Besar akan memberikan jalan untuk masa depan kita yang lebih baik. Saya mengajak seluruh korban bencana di tanah air, tetaplah tabah menghadapi ujian ini dan mari kita bangun kembali masa depan kita.
Terakhir, kepada para pemimpin, para pejabat, termasuk diri saya, terutama yang sedang mengalami musibah bencana di seluruh tanah air yang saya sebutkan tadi, atau yang menghadapi permasalahan apapun yang berkaitan dengan rakyat kita, bangsa kita dan negara kita untuk tetap tegar dan tabah. Mari kita jalankan tugas kita mengatasi semua masalah ini dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Memang berat tetapi seberat apapun kita tidak boleh menyerah, tidak boleh mengeluh apalagi ikut mencari-cari kesalahan di pihak lain.
Memang dalam keadaan seperti ini, mengambil pengalaman di Nias dan di Aceh, pengalaman di tempat yang lain, sementara saudara-saudara, para pejabat, para pimpinan, para petugas, para relawan terus, siang dan malam berusaha dengan keras untuk mengatasi masalah yang tidak mudah. Ada juga kelompok yang tetap belum puas, masih menyalahkan dan lain-lain, itu wajar, yang penting bagi kita, bagi pemimpin, bagi petugas, jangan pernah terganggu untuk terus menjalankan tugas kita. Tuhan mengetahui, rakyat tahu bahwa kita ingin bekerja bersungguh-sungguh menyelesaikan masalah dan mengatasi masalah itu.
Tidak ada yang bisa memulihkan keadaan ini, yang bisa membangun masa depan kita lebih baik, kecuali kita sendiri. Oleh karena itu, marilah kita tetap tegar untuk mengatasi masalah-masalah itu. Dan ke depan ini, kita semua, mulai dari saya, teruslah responsif terhadap apa yang diinginkan rakyat kita, terutama di daerah bencana ini, mari kita pertahankan transparansi, keterbukaan yang setinggi-tingginya agar rakyat tahu apa yang kita lakukan. Dan mari kita pelihara akuntabilitas, kebertanggungjawaban terhadap apa yang kita lakukan, termasuk penggunaan dana, penggunaan sumber daya yang memang akan kita gunakan untuk memulihkan kembali dan membangun kembali daerah-daerah bencana ini.
Itulah ajakan saya kepada seluruh pemimpin, para pejabat di daerah, di manapun berada yang sedang mengalami musibah bencana untuk menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab dan kehormatan yang setinggi-tingginya.
Demikianlah Saudara-saudara, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan perlindungannya kepada kita sekalian.
Sekian,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



