Pidato Presiden

Sambutan Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi Tingkat Nasional VIII

 

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN PESTA PADUAN SUARA GEREJAWI
(PESPARAWI) TINGKAT NASIONAL VIII
MEDAN, 9 JULI 2006



Bismillahirrahmanirrahim,

Yang saya hormati Saudara Menteri Agama dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Kalimantan Tengah dan Gubernur Maluku,
Yang saya hormati para pimpinan dan pejabat yang bertugas di Provinsi Sumatera Utara,
Yang saya cintai para pimpinan dan tokoh-tokoh agama,
Para undangan, para peserta Pesparawi yang saya cintai dan saya banggakan,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Saloom, Horas

Hari ini, kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul bersama-sama dalam acara Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional ke-8 Tahun 2006. Kegiatan ini merupakan kegiatan penting bagi umat Kristiani di tanah air, dalam upaya meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan. Saya ucapkan selamat kepada para peserta khususnya dan kepada umat Kristiani di tanah air pada umumnya, atas terselenggaranya kegiatan yang penting ini. Mudah-mudahan kegiatan ini, dapat meningkatkan kemampuan umat Kristiani di tanah air, dalam melantunkan lagu-lagu gereja, yang tentunya sarat dengan pesan-pesan moral dan pesan spiritual, untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

Hadirin yang saya muliakan,
Tema Pesparawi Tingkat Nasional ke-8 Tahun 2006 ini adalah “Bangun dan Pujilah Tuhan Allah-mu sampai Selama-lamanya”. Tema yang dipilih ini, mudah-mudahan dapat memberikan peringatan dan dorongan kepada umat Kristiani, untuk selalu mengingat dan memuji Tuhan-nya dalam kehidupan, setiap hari, setiap waktu dan terus menerus sepanjang hayat. Dengan demikian, umat Kristiani di tanah air, benar-benar akan memiliki integritas moral dan perilaku yang terpuji. Integritas moral dan perilaku seperti itu, sangat penting artinya bagi kita dalam membangun dan meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Agama, sebagai landasan moral dan etika, merupakan faktor yang sangat penting yang dapat mendorong terbentuknya masyarakat beradab yang damai, adil, sejahtera, dan bermartabat. Di tengah-tengah pergaulan global, nilai-nilai agama menjadi sangat penting untuk memperkuat jiwa, membentengi diri dan meneguhkan keimanan kita sebagai umat beragama. Karena itu, pemantapan nilai-nilai keagamaan, yang juga akan diperoleh melalui kegiatan ini, merupakan sesuatu yang amat mendasar yang perlu terus menerus dilakukan. Kita perlu meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan, nilai-nilai ajaran agama bagi setiap individu pemeluknya, dalam lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan juga lingkungan para penyelenggara negara.

Pesparawi yang diikuti oleh berbagai aliran gereja di tanah air, dapat menjadi sarana bagi mewujudkan kerukunan internal diantara umat Kristiani. Pesparawi yang dilaksanakan secara bergantian di berbagai wilayah di tanah air, dapat memberikan sumbangan yang besar bagi upaya menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, terhadap bangsa dan terhadap Negara. Pesparawi juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk memperdalam wawasan kebangsaan dalam kehidupan yang majemuk. Melalui kegiatan Pesparawi ini, umat Kristiani dari berbagai wilayah di tanah air dapat saling menjalin persaudaraan antar sesama warga bangsa. Dengan cara itu, umat Kristiani dapat memperkaya pemahaman mengenai keragaman sosial budaya bangsa kita. Semua itu diharapkan dapat menampilkan keteladanan yang positif dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama, mempertebal rasa nasionalisme dan membangun kebersamaan di kalangan umat beragama di tanah air.

Pada kesempatan ini saya sampaikan ucapan terima kasih, kebanggaan dan penghargaan saya kepada Saudara Gubernur dan masyarakat di seluruh Sumatera Utara. Karena saya nilai kerukunan dalam kehidupan antar umat beragama di Provinsi ini patut dicontoh oleh saudara-saudaranya yang lain. Rukun dan damai itu indah, kasih sayang dan toleransi itu berkah, marilah kita suburkan semuanya itu di tanah air tercinta ini.

Hadirin yang saya hormati,
Sebagaimana kita ketahui bersama, agama menjadi faktor penting dalam membangun watak, kepribadian, dan kesalehan bagi umat manusia. Pembangunan bidang agama merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan pembangunan di bidang agama. Pembangunan bidang agama diarahkan pada peningkatan keimanan, ketaqwaan dan kesejahtearaan umat beragama. Upaya itu dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pemahaman keagamaan, serta memberikan kemudahan bagi umat beragama dalam menjalankan ibadatnya. Karena itu, pembangunan bidang agama juga mencakup dimensi kerukunan-kerukunan hidup antar umat beragama, yang mendukung peningkatan saling percaya dan harmoni di antara mereka. Dimensi kerukunan itu sangat penting dalam rangka membangun persatuan dan ikatan yang kuat di antara masyarakat dan bangsa kita yang majemuk.

Hadirin sekalian,
Kita sungguh ingin memelihara keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan antar umat beragama di tanah air kita. Masing-masing pemeluk agama harus dapat saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Dengan cara itu, akan tercipta ketentraman dan kedamaian, lahir dan bathin. Dengan cara itu pula, konflik, permusuhan dan kekerasan hanya yang menghancurkan nilai-nilai agama itu senidri akan dapat kita cegah secara bersama. Kita harus belajar dari masa lampau. Konflik antar umat beragama, justru membawa petaka kemanusiaan yang tidak terperikan.

Saya menyambut gembira, akhir-akhir ini seringkali digelar pertemuan antar tokoh umat beragama. Pertemuan antar tokoh umat beragama itu saya anggap penting dan memiliki nilai yang sangat positif untuk membangun kebersamaan di kalangan umat yang berbeda agama. Melalui pertemuan para tokoh lintas agama, dapat dibangun tata kehidupan baru dalam lingkup kehidupan berbangsa dan bahkan pergaulan tingkat internasional. Masalah-masalah yang seringkali timbul akibat dari pandangan kegamaan yang berbeda , dapat di dialogkan. Karena itu, saya mendorong berbagai forum silatuhrahmi, dialog, diskusi dan musyawarah lintas umat beragama, agar tercipta kerukunan, saling pengertian dan saling memahami di antara kita semua.

Hadirin yang saya muliakan,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, sekali lagi saya ingin menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para peserta baik dari tanah air maupun dari negara sahabat. Kehadiran saudara-saudara semua, dapat sekaligus memberikan nuansa persaudaraan dan keyakinan bahwa nyanyian dan musik merupakan bahasa global, bahasa universal. Nyanyian dan musik dapat menjembatani perbedaan suku, bangsa, bahasa, budaya dan geografi.

Akhirnya dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Kuasa, Pesparawi Tingkat Nasional ke-8, dengan ini saya nyatakan dibuka. Semoga Tuhan Yang Maha Besar selalu menuntun perjalanan kita dimasa depan yang lebih aman, lebih adil, lebih demokrasi dan lebih sejahtera.

Sekian.
Terima kasih.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tanga Kepresidenan