Pidato Presiden

Sambutan Peringatan Hari Koperasi Ke-59

 

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN HARI KOPERASI KE-59
PEKALONGAN-JAWA TENGAH, 12 JULI 2006



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Saudara Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Ketua Dekopin Bung Adi Sasono,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Tengah beserta para Pemimpin dan Pejabat yang bertugas di Jawa Tengah baik dari Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati para Pimpinan Organisasi Internasional dan Tamu Undangan dari negara sahabat,
Yang saya hormati para Pimpinan Badan-Badan Usaha Milik Negara,
Yang saya cintai para Sesepuh Koperasi, para Ulama, para Tokoh Masyarakat dan para Pejuang Koperasi baik yang hadir di tempat ini maupun di manapun berada di tanah air tercinta ini,
Yang saya hormati para Pemuda, para Mahasiswa keluarga besar koperasi, Hadirin sekalian yang saya muliakan.

Hari ini kita bersyukur ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul bersama untuk menghadiri puncak acara Peringatan Hari Koperasi ke 59 Tahun 2006 di kota Pekalongan ini. Pada kesempatan yang membahagiakan ini saya ingin menyampaikan ucapan Selamat Hari Koperasi, kepada seluruh insan koperasi di tanah air, semoga di masa yang akan datang koperasi dapat terus maju dan berkembang serta mampu memberikan peran yang lebih berarti bagi peningkatan kesejahteraan rakyat kita .

Hadirin sekalian,
Peringatan hari koperasi kali ini mengambil tema “Dengan Koperasi Kita Bangkitkan Kembali Ekonomi Rakyat”. Tema ini mengandung harapan dan semangat untuk membangkitkan kembali peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Sejak didirikan pada tanggal 12 Juli 1947, koperasi telah menunjukkan peran dan kiprahnya dalam membantu perekonomian rakyat.

Hampir di seluruh tanah air, kita dapat menjumpai koperasi yang didirikan oleh berbagai elemen masyarakat. Ada koperasi yang didirikan oleh para petani, nelayan, guru, pengrajin dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Koperasi-koperasi itu menyediakan berbagai kebutuhan, baik kebutuhan hidup sehari-hari, kebutuhan pertanian, maupun kebutuhan finansial yang dikelola oleh koperasi simpan-pinjam. Kita patut bersyukur meskipun perekonomian nasional pernah diterpa krisis, namun koperasi pada umumnya dapat bertahan, melayani keperluan para anggotanya.

Terimalah penghargaan saya kepada koperasi di seluruh tanah air yang pada masa krisis kemarin tetap bertahan dan menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Koperasi juga telah berperan dalam menggerakkan usaha ekonomi sektor informal yang dikelola oleh sebagian besar rakyat kita; ada yang bergerak di bidang pertanian, kerajinan, nelayan dan industri rumah tangga.

Sektor informal memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan ekonomi rakyat. Sektor ini melibatkan banyak tenaga kerja dan bergerak di berbagai bidang usaha, yang menyentuh lapisan terbanyak rakyat kita. Ekonomi kerakyatan diharapkan dapat menjadi sistem yang handal, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Untuk mencapai tingkat kesejahteraan rakyat yang memadai, maka pertumbuhan ekonomi harus ditopang oleh kekuatan institusi atau kekuatan kelembagaan seperti koperasi serta usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Namun kita harus memahami, usaha ekonomi rakyat di sektor ini, belum dapat menjangkau mata rantai usaha dari hulu kehilir. Usaha-usaha tersebut juga belum mampu meningkatkan produktifitas secara optimal dan sangat rentan terhadap pengaruh persaingan global.

Disamping itu, masih terdapat kesenjangan, ketertinggalan dengan kelompok usaha besar. Untuk itu kita harus berupaya meningkatkan kemampuan usaha ekonomi di sektor informal agar memiliki daya saing dan dapat mengejar ketertinggalan dari kegiatan ekonomi lainnya. Kualitas institusi koperasi, usaha mikro, usaha kecil dan menengah yang rata-rata masih rendah dan lemah dalam manajemen perlu mendapatkan perhatian kita semua. Koperasi adalah lembaga yang paling tepat sebagai wadah pengembangan ekonomi sektor informal dengan prinsip-prinsip yang berlandaskan, nilai-nilai kebersamaan, kerjasama dan gotong royong, koperasi dapat menarik para pengusaha, sektor informal, untuk bergabung di dalamnya.

Saudara-saudara yang saya hormati,
Pemerintah berusaha dengan sungguh-sungguh melakukan pembinaan untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. Bagi pemerintah, pemberdayaan ekonomi rakyat akan tetap menjadi agenda utama dalam pembangunan nasional yang kita lakukan dewasa ini. Untuk memperkuat ekonomi rakyat itu kita masih memerlukan penajaman dalam menentukan sasaran dan strategi pemberdayaannya.

Kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, kita arahkan pada upaya menciptakan peluang usaha, bagi sektor riil, usaha kecil dan usaha menengah serta koperasi. Kita terus berupaya, membuka peluan infestasi dan melakukan penataan lokasi usaha, agar tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Aturan main harus lebih tepat agar usaha besar tidak menyingkirkan usaha kecil dan menengah.

Kita pun berupaya mengembangkan kemitraan yang serasi, diantara pengusaha besar dan BUMN dengan kelompok usaha kecil, menengah dan koperasi. Saya menggarisbawahi hal ini, saya meminta usaha besar dan BUMN untuk terus menggandeng, bekerjasama, membantu, pertumbuhan usaha kecil, usaha menengah dan koperasi.

Makin baik kerjasama dan kemitraan itu, semuanya akan mendapatkan keuntungan dan kalau semua untung rakyat kitalah yang disejahterakan. Sekali lagi tingkatkan kerjasama dan kemitraan itu di seluruh tanah air. Saya meminta dukungan dari pada pimpinan daerah, para gubernur, bupati dan walikota yang banyak hadir pada hari ini, galakkan, dorong dan wujudkan kemitraan sejati. Dengan demikian bangsa kita akan maju bersama, bukan maju sendiri-sendiri dan juga makmur bersama bukan hanya kemakmuran kelompok-kelompok tertentu saja.

Usaha pemerintah tentunya akan berhasil jika sumber daya manusia koperasi dapat mengembangkan usahanya dengan baik. Karena itu, saya minta kepada pengurus koperasi untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan memamfaatkan peluang usaha agar menjadi lembaga ekonomi kuat dan sanggup bersaing. Pemerintah saat ini misalnya tengah berupaya mengembangkan energi alternatif melalui pengembangan energi biogshop atau bioenergi, atau green energi yang tadi sempat disinggung dan diangkat oleh ketua Dekopin, Saudara Adi Sasono. Energi ini memerlukan bahan tanaman antara lain jarak, kelapa sawit, singkong dan tebu. Komoditi tanaman ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi salah satu penggerak ekonomi rakyat di seluruh pelosok tanah air.

Koperasi sebagai lembaga yang didirikan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat dapat memanfaatkan peluang ini dengan menggerakkan anggotanya untuk memenuhi kebutuhan tanaman-tanaman yang saya sebutkan tadi. Tiga, lima tahun mendatang insya Allah kita akan kembangkan bioenergi, bahan bakar nabati yang saya katakan tadi, dari singkong, jarak, tebu dan kelapa sawit. Untuk menjadi bahan bakar nabati agar kita tidak mengimpor bahan bakar terus-menerus dari luar negeri, agar kebutuhan lebih diadakan dari dalam negeri, agar harga bahan bakar minyak tidak menjadi naik terus sebagaimana yang terjadi di negara lain.

Kita ingin justru energi kita baik, cukup, harganya tidak terus melonjak, bahkan barangkali bisa dijangkau oleh rakyat kita dan itu semua dapat diwujudkan kalau kita semua bersatu padu mengembangkan bio energi ini. Karena pengembangan itu akan terjadi di seluruh tanah air, di daerah-daerah tertinggal, di sektor-sektor pertanian, di tempat-tempat yang banyak pengangguran dan kemiskinan. Saya berharap koperasi usaha kecil dan menengah menjadi ujung tombak, menjadi pelaku utama, untuk menggerakkan bioenergi, yang insya Allah akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan rakyat kita.

Pemerintah pun sedang memprogramkan untuk mengalihkan penggunaan bahan bakar dari minyak tanah ke gas elpiji. Koperasi dapat berperan dalam aktifitas ini, dalam mendukung program itu antara lain dengan jadi agen dan penyalur kompor gas. Banyak yang bisa dilakukan tahun-tahun mendatang untuk menggerakkan ekonomi lokal, ekonomi kerakyatan, baik itu bioenergi, perumahan, infrastruktur dan kegiatan-kegiatan yang lain.



Hadirin yang saya muliakan,
Kita menyadari bahwa langkah untuk memperkuat gerakan koperasi harus diawali dengan upaya memperkuat kelembagaannya, organisasinya, institusinya. Kelembagaan koperasi merupakan landasan bagi pengembangan kegiatan koperasi di tanah air, karena itu perlu diupayakan pembaharuan sistem manajerial, sistem manajemennya agar usaha koperasi itu dapat berkembang dengan baik. Pembaharuan ini dimaksudkan untuk memberikan penyegaran agar koperasi menjadi sehat, mampu bersaing, tidak merugi tentunya dan tetap diminati oleh para anggotanya.

Saya mengajak kepada seluruh jajaran pengurus koperasi di seluruh tanah air untuk melakukan penataan organisasi dan manajemen, meningkatkan sumber daya manusia dan meningkatkan fungsi pengawasan. Melalui penataan manajamen yang saya kemukakan tadi, diharapkan koperasi mampu malakukan kegiatan yang dapat mempromosikan usaha anggota dan masyarakat di sekitarnya. Promosi ini dapat dilakukan dengan menggali sumber daya potensial di wilayah masing-masing untuk kemudian ditampilkan pada berbagai kesempatan.

Beberapa hari yang lalu, di Jakarta, terkait dengan peringatan Hari Koperasi, saya telah membuka Festival Usaha Kecil Menengah dan Koperasi yang disebut dengan SMEsCO Festival Tahun 2006. Kegiatan itu merupakan salah satu upaya promosi, pemasaran untuk meningkatkan dan mengembangkan produk usaha kecil, usaha menengah dan koperasi di tanah air. Terus terang waktu saya meninjau pameran itu, menyaksikan sendiri produk usaha kecil dan menengah dan koperasi, saya bangga karena produk-produk itu sangat baik, kualitasnya bagus, tidak kalah dengan produk-produk negara lain. Saya minta terus dikembangkan. Saya yakin produk Indonesia, handycraft kita, kerajinan kita, batik kita, lukisan kita, ukiran kita, kalau dipasarkan di luar negeri dengan cara yang tepat, akan laku dijual, karena barangnya bagus. Sekali lagi, membanggakan dan tidak kalah dengan barang-barang dari negara lain.

Selain promosi dalam melaksanakan pengembangan usaha koperasi hendaknya bertumpu pada partisipasi aktif anggota, melakukan efisiensi, jangan berboros-boros dan meningkatkan keunggulan kooperatif. Koperasi juga dapat berusaha pada semua sektor riil yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Mampu memenuhi kepentingan ekonomi berbagai profesi, sesuai dengan lingkungan budaya di mana koperasi itu berada dengan berbagai program usaha yang dijalankan.

Saya mengingatkan agar koperasi tetap taat asas sesuai dengan jati diri koperasi itu sendiri. Dengan demikian koperasi dapat berperan menjadi kekuatan penyeimbang dalam tatanan perekonomian nasional kita. Insya Allah dengan kekuatan koperasi sebagai soko guru ekonomi kerakyatan kesenjangan ekonomi rakyat kita dapat berangsur-angsur diatasi.

Hadirin yang saya cintai,
Kita semua menyadari koperasi masih belum kuat dalam menghimpun, menggerakkan, memanfaatkan sumber daya ekonomi secara optimal. Kondisi ini menuntut adanya kesungguhan dan komitmen para pengurus anggota koperasi dalam upaya memberdayakan koperasi. Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, para kepala daerah, pihak perbankan, para pengusaha dan kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM untuk bersama-sama memperkuat koperasi kita, mengembangkan koperasi kita, menumbuhkan dan membesarkan koperasi kita. Bimbinglah mereka sehingga dapat tumbuh menjadi bahan usaha dan usahawan yang tangguh dan mandiri.

Saudara-saudara sekalian,
Ini kesempatan yang baik untuk saya menjelaskan secara sangat singkat bagaimana arah pembangunan ekonomi kita ke depan ini, tahun-tahun mendatang ini. Saudara-saudara masih ingat delapan tahun yang lalu Indonesia mengalami krisis yang dashyat, yang hebat dan yang dalam. Ekonomi kita runtuh, usaha kita hancur, banyak yang mandek, jalan di tempat. Tahun demi tahun kita melakukan perbaikan. Alhamdulillah mulai terjadi kebangkitan meskipun pelan-pelan. Tahun 2004 yang lalu, yang tadinya minus pertumbuhan ekonomi kita, ketika krisis mencapai 5,1% tahun. 2005 yang lalu naik menjadi 5,6%, alhamdulillah. Mudah-mudahan tahun ini paling tidak bisa bertahan karena banyak masalah yang dihadapi oleh dunia, bangsa kita di bidang ekonomi. Hutang kita terhadap pendapatan nasional prosentasenya terus-terus menurun. Dulu pada awal krisis, perbandingan utang terhadap pendapatan nasional sampai 140%, terus turun, turun, turun. Tahun 2004 yang lalu tinggal 53%, tahun lalu tinggal 47%, mudah-mudahan makin turun, dengan demikian anak cucu kita, tidak harus diwarisi banyak hutang.

Kemudian cadangan devisa kita, alhamdulillah dalam sejarah kita memiliki cadangan yang cukup besar, lebih dari 43 milyar Amerika Serikat, setara dengan 420 trilyun, cukup besar. Beberapa angka-angka makin baik secara makro, makro ekonomi, tetapi, yang kita tuju bukan hanya makro ekonomi, yang kita tuju bukan hanya pertumbuhan ekonomi, yang kita tuju adalah kesejahteraan rakyat yang betul-betul meningkat.

Kita belum boleh puas meskipun indikator makro ekonomi membaik dan perbaikan itu penting. India membaik pertumbuhannya. China membaik pertumbuhannya. Rusia membaik pertumbuhannya. Indonesia juga alhamdulillah membaik. Tetapi sebagaimana yang disampaikan oleh Saudara Adi Sasono, Saudara Gubernur Jawa Tengah, semua itu harus dapat kita alirkan sehingga tahun-tahun mendatang kemiskinan makin berkurang. Tahun-tahun mendatang pengangguran makin berkurang. Tahun-tahun mendatang pendapatan para petani, nelayan, buruh dan lain-lain makin baik. Itulah yang kita tuju.

Oleh karena itu yang sekarang dilaksanakan pemerintah bersama-sama dengan masyarakat, saya minta dukungan koperasi dan UKM. Mari, pertumbuhan ekonomi itu dialirkan untuk betul-betul meningkatkan kesejahteraan rakyat kita di seluruh Indonesia, di desa, di kecamatan, di pelosok tanah air kita. Oleh karena itu sebagaimana saya katakan tadi, tiga, lima tahun mendatang kita akan membangun bio energi dari perkebunan dan pertanian singkong, tebu, kelapa sawit dan jarak misalnya. Mari kita sukseskan agar banyak lagi lapangan kerja tercipta, kalau lapangan kerja tercipta, tidak nganggur, ada penghasilan, kalau kampung, desa ekonominya bergerak meningkat kesejahteraannya.

Mari, kalau nanti ada pembangunan infrastruktur jalan dan segala macam, mari kita sukseskan agar ada lapangan kerja, agar dapurnya berasap, biar pendapatannya naik. Pembangunan perumahan satu juta, harapan kita tahun-tahun mendatang mari kita sukseskan dan yang lebih penting kalau semuanya berjalan dengan baik, maka kesenjangan di negeri ini antara kelompok yang sudah maju dengan kelompok yang tertinggal kita perbaiki. Kelompok yang sudah kaya dan yang masih miskin kita perbaiki sehingga keadilan bisa tegak di negeri kita ini.

Ekonomi harus tumbuh, penerimaan negara harus tumbuh, sebab kalau tidak tumbuh bagaimana negara bisa membiayai pendidikan, membiayai kesehatan, membiayai Kepolisian, membiayai semua yang harus dihitung di negeri ini. Oleh karena itu, satu-satunya pilihan kita, mari kita berhenti untuk saling salah-menyalahkan, berhenti bertengkar, berhenti membuat kegaduhan, bersatu padu kita, bangun bersama-sama negeri ini ke seluruh Indonesia.

Mari membangun dan bukan merusak. Mari bersatu dan bukan bermusuhan. Jangan gunduli hutan lagi yang datang adalah banjir. Tanam hutan itu supaya anak cucu kita selamat dan negeri kita makmur kembali. Ini ajakan saya kepada insan koperasi usaha kecil dan menengah, sebab Saudaralah yang ada di seluruh wilayah tanah air. Tanpa Saudara, pembangunan tidak berhasil. Sekali lagi, saudara memegang peran yang penting. Mari kita selamatkan negeri kita, mari kita bangun negeri kita, untuk kita semua dan untuk generasi yang akan datang.

Saudara-saudara yang saya cintai,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin sekali lagi menyampaikan ucapan selamat pada seluruh insan koperasi. Saya juga menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mereka yang mendapatkan anugerah penghargaan yang sama-sama kita saksikan tadi. Saudara adalah pahlawan, Saudara adalah pejuang yang berhasil, Saudara adalah teladan, pertahankan itu, kembangkan untuk kepentingan koperasi kita, kepentingan usaha kecil dan menengah dan kepentingan ekonomi kerakyatan kita.

Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama kembali menggerakkan koperasi di tanah air. Marilah kita jadikan Hari Koperasi ini, sebagai momentum, agar koperasi dapat bangkit dan terus bangkit dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteran rakyat kita.

Kepada koperasi yang masih perlu dorongan, saya minta peran Kementerian Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah beserta Pemerintah Daerah membantu mereka agar segera tumbuh dan berkembang. Berikan penyuluhan kepada para pengurus dan anggota koperasi agar mereka dapat bekerja bersama-sama membangun lembaganya.

Demikianlah Saudara-saudara, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mendengarkan niat baik kita, meridhoi cita-cita baik kita, memberikan jalan, kemudahan, agar kita selamat dari berbagai cobaan yang kita hadapi dan kita bangkit menjadi bangsa yang maju, sejahtera lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia.

Sekian, Dirgahayu Koperasi.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

* * * * *


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan