Pidato Presiden
Arahan Kepada Pemenang Olimpiade Fisika Internasional
ARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPADA
PARA PEMENANG OLIMPIADE FISIKA INTERNASIONAL
HALAMAN TENGAH ISTANA JAKARTA, 17 JULI 2006
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati, Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia,
Para Menteri,
Para Pengasuh, Pelatih, Pembina yang dipimpin oleh Ketua Olimpiade kita,
Anak-anakku, putera-puteri terbaik bangsa yang telah mengharumkan nama kita semua, bangsa dan negara Indonesia yang saya cintai,
Kita wajib memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena anak-anak sekalian telah berhasil mengharumkan nama bangsa dan negara kita, dan mengukir sejarah gemilang bagi Anak-anak sendiri, untuk menapaki pengabdian panjang anak-anak kepada bangsa dan negara, bahkan kepada dunia. Insya Allah.
Semua ini tentunya, pertama karena ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang kedua, jerih payah anak-anak, semangat, kegigihan, tekad, cita-cita, pengorbanan, sehingga apa yang dicita-citakan dapat terwujud. Meraih penghargaan yang sangat mulia, medali emas, katakanlah baik untuk Saudara, Anakku, Surya Bonai dalam predikat First Step to Nobel Prize, maupun pemenang medali emas dari olimpiade fisika, dan bahkan junior kita yang muda, meskipun masih menjadi siswa SMP di SMP, Athirah, mengabadikan nama orangtua, ibunda Bapak Jusuf Kalla, telah juga mendapatkan medali perak pada tingkat kompetisi yang setinggi dan seberat itu. Yang ketiga, jerih payah dari para pengasuh, pembina, pelatih.
Oleh karena itu, sebagai Kepala Negara, saya mengucapkan selamat, terima kasih, dan penghargaan saya, baik kepada Anak-anak dan kepada Pimpinan Tim Olimpiade, maupun para Pelatih, Pengasuh dan Pembina. Atas keberhasilan yang diraih oleh kontingen ini, yang sesungguhnya itu adalah keberhasilan bangsa dan negara tercinta. Ini membuktikan bahwa semangat untuk berprestasi, semangat untuk meraih yang terbaik tetap kuat di kalangan kita semua, bangsa Indonesia.
Saatnya telah tiba bagi kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita, untuk melakukan revitalisasi pendidikan nasional. Untuk diketahui, bangsa yang maju, bangsa yang menang dalam kompetisi global sekarang ini, adalah bangsa yang cerdas, bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, salah satu output dari pendidikan nasional kita haruslah mencetak putera-puteri terbaik bangsa seperti itu, human capital seperti itu. Tentu disamping mentalitas yang baik, akhlak yang baik, budi pekerti yang baik, kesehatan jasmani dan rohani, sikap bersaudara, toleran, harmoni dengan yang lain, tapi kecerdasan sangat penting.
Output itu bisa dicapai oleh pendidikan kita jika prosesnya benar. Oleh karena itu kita ingin prosesnya baik, hasilnya atau keluarannya baik. Proses yang baik tidak mungkin kalau infrastrukturnya tidak baik. Tempat-tempat belajar, bahan ajaran, kemudian metodologi belajar-mengajarnya, sistem evaluasinya, kualitas para guru, dosen dan semua pengasuh. Pendek kata, semua itu sangat penting agar memungkinkan proses pendidikan berlangsung dengan baik, dan jika prosesnya baik, sekali lagi, keluarannya baik.
Revitalisasi pendidikan nasional harus menyentuh semuanya itu. Kita akan lakukan dengan sangat serius, ke depan ini, agar sekali lagi bukan hanya meraih penghargaan dalam event internasional seperti ini, tetapi secara menyeluruh mengangkat kecerdasan bangsa kita, mengangkat sumber daya manusia kita, agar kita menjadi bangsa yang maju, yang produktif, yang efisien, yang berdaya saing, sehingga menang dalam percaturan global.
Dalam konteks itu kita harus menjadi bangsa yang tetap, yang keras kepada diri kita sendiri. Kita tidak boleh mengkompromikan mutu pendidikan, tidak boleh menurunkan standar pendidikan, bahkan makin ke depan mutunya, standarnya, kualitasnya harus makin baik. Tetapi memang, untuk mencetak hasil didik yang baik, yang mutunya tinggi, yang standarnya tinggi, yang kualitasnya tinggi, sistem harus bekerja dengan baik. Semua ikut bertanggung jawab, pada tingkat pengambil keputusan, perumus kebijakan, pemerintah misalnya, Mendiknas di sini, ada yang membuat undang-undang dengan Dewan Perwakilan Rakyat, ada yang menjalankan proses belajar-mengajar, pimpinan sekolah, pembina pendidikan, guru, semua, orangtua juga ikut bertanggung jawab agar mereka juga bisa menjadi bagian dari penyuksesan pendidikan ini semua.
Pendek kata, sistem yang harus benar, manajernya, manajemennya benar, fasilitasnya memadai, kualitas gurunya baik, kesejahteraannya juga harus kita pikirkan, Dengan demikian semua bisa bekerja penuh. Kita akan menuju ke situ, memperbaiki, meningkatkan, melakukan reformasi, agar sekali lagi, proses pendidikan benar, keluarannya benar, akhirnya bangsa ini menjadi bangsa yang maju.
Saya diingatkan bahwa dalam kesempatan sore ini juga hadir para orangtua dari siswa-siswa kita. Saya ikut merasa bangga, yang orangtua siapa saja yang hadir di sini? Bapak dan Ibu? Baik. Saya ikut merasakan kebanggaan Bapak, Ibu, bersyukurlah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Bangga pada putera-puteri, dan ikut berterima kasih pula kepada Pelatih, Pengasuh, Pembina yang telah mengantarkan putera-puteri Bapak mendapatkan anugerah dan kehormatan seperti ini.
Kembali kepada yang kita sampaikan tadi, marilah mulai sekarang kita bangkit untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Untuk mencetak lebih baik lagi putera-puteri bangsa Indonesia agar bangsa ini maju dan makin maju ke arah masa depan. Apa yang dipesankan, harapannya saya terima dengan baik. Catatan buat kita semua, para Menteri, kita teruskan juga kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota, agar memberikan kesempatan yang sama kepada para siswa di seluruh tanah air, di daerah-daerah, termasuk di daerah tertinggal, karena mutiara itu ada di mana-mana. Kalau mereka diberikan kesempatan, dilakukan pelatihan yang bagus, Insya Allah akan lebih banyak lagi, mungkint tidak hanya empat emas satu perak, mudah-mudahan suatu saat lebih banyak lagi. Dan Indonesia yang sekarang ini barangkali belum dikenal oleh seluruh bangsa di dunia akan makin dikenal karena bangsa Indonesia bangsa yang tegas dan pantas untuk memiliki harapan yang baik terhadap masa depan bangsa ini, bangsa kita semuanya.
Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan tadi dapat kita tingkatkan. Madura juga bagian terpenting dari negeri ini. Kita ingin memajukan semuanya, termasuk Madura, oleh karena itu, Pak Gubernur Jawa Timur tentu mendengar semuanya ini, para Bupati di Madura, Walikota juga mendengar ini, kita semua, masyarakatnya, ulama, pesantren, bangkit, mari bersama-sama kita bangun Madura dan bangun Indonesia untuk menuju masa depan yang baik.
Kemudian Ananda yang baru SMP, kelas berapa sayang? Kelas Tiga, Insya Allah masa depan masih akan terbuka lagi kesempatan yang lebih baik lagi. Teruslah meraih cita-cita setinggi mungkin. Sampaikan salam saya kepada teman-teman yang lain. Ajaklah teman-teman yang lain juga untuk berprestasi.
Saya kira itu yang saya sampaikan. Sekali lagi selamat, terimalah terima kasih dan penghargaan saya. Mari kita jadikan event momentum kebangkitan untuk revitalisasi pendidikan nasional. Insya Allah bulan Agustus saya akan memberikan tanda penghargaan nanti, kepada anak-anak yang berprestasi. Sedang kita carikan forumnya, akan ada nanti semacam Rakernas Pendidikan, Pak Bambang Sudibyo ya? Nanti kita minta untuk hadir dan saya akan berikan langsung nanti tanda penghargaan sebagai rasa syukur, rasa terima kasih dan rasa bangga saya.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan.
Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



