Pidato Presiden
Pengarahan Kepada Masyarakat di Lokasi Gempa
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPADA MASYARAKAT DI LOKASI GEMPA
PELABUHAN PAKU-ANYER, 20 JULI 2006
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati para Menteri, Panglima TNI dan Kapolri,
Yang saya hormati Ibu Gubernur, Pimpinan DPRD, para Bupati dan Walikota
Yang saya muliakan para Ulama, para Tokoh Masyarakat
Hadirin, hadirat sekalian yang saya muliakan,
Marilah tidak henti-hentinya kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena kita semua masih diberi keselamatan, kesehatan dan kekuatan untuk melanjutkan ibadah kita, untuk menjalani kehidupan kita, Insya Allah menuju masa depan yang lebih baik.
Hari ini saya datang bersama para Menteri dan segenap pimpinan, pertama-tama tentu ingin bersilaturahim dengan bapak, ibu, saudara, anak-anak sekalian, sebagai wujud dari kasih sayang Insya Allah di antara kita, bahwa kita harus sering berkomunikasi, sering bertemu, saling mendoakan. Dan Pemerintah tentu menjalankan tugasnya untuk melindungi rakyatnya untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Saudara-saudara tahu bahwa meskipun Indonesia kemarin mengalami krisis yang luar biasa, kita terus berusaha sekuat tenaga, untuk ke depan ini meningkatkan kembali pendidikan kita, kesehatan kita, ekonomi rakyat kita, meskipun tantangannya banyak tetapi Insya Allah dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa dengan kerjasama kita semua, kita akan bisa atasi masalah-masalah itu dan apa yang kita cita-citakan dapat terwujud.
Itu yang menjadi tugas pemerintah, tetapi saya minta dukungan dan kerjasama seluruh rakyat, agar semua itu dapat dilaksanakan dengan baik. Disamping itu saya hari ini berkunjung secara mendadak di tempat ini untuk satu tujuan, karena di negeri kita dan juga di negeri-negeri lain sebenarnya masih terjadi bencana, apakah gempa bumi, apakah banjir, apakah letusan gunung berapi, apakah tsunami. Itu terjadi bukan hanya di Indonesia, tapi di banyak tempat.
Karena Indonesia letaknya dalam bumi yang bulat ini, memang memungkinkan terjadinya gempa bumi dan tsunami, maka bangsa ini harus waspada, bangsa ini harus tahu bagaimana cara-cara menyelamatkan diri apabila gempa dan tsunami yang tidak kita kehendaki itu datang. Saya datang ke tempat ini, ketemu bapak, ibu, anak-anak sekalian. Untuk itu, agar kalau ada apa-apa Insya Allah kita selamat dan tidak mengalami musibah itu.
Saya mau tanya “Apakah ada diantara kita yang ingin terjadi gempa bumi ?, Apakah ada diantara kita yang ingin tsunami datang?”. Tidak seorang pun, termasuk saya, termasuk bu Gubernur, termasuk semua saudara-saudara kita. Bahkan siang dan malam dalam sholat kita, kita mohon kepada Allah SWT jangan lah terjadi bencana lagi di negeri kita ini. Betul begitu ? Itu permohonan kita kepada Yang Maha Kuasa, itu doa kita kepada Yang Maha Kuasa.
Namun perlu diketahui bahwa Indonesia, dan juga bagian-bagian lain di dunia ini ada yang disebut lempeng-lempeng bumi, bumi itu seperti jeruk bukan seperti kelereng yang licin, kulitnya berkerut-kerut, ada patahan-patahan. Patahan-patahan itu sepanjang masa ada gerakan-gerakan, di seluruh dunia bukan hanya Indonesia. Nah, gerakan lempeng bumi itulah, tumbukan-tumbukan lempeng itulah yang menyebabkan gempa bumi, yang juga kadang-kadang tidak selalu, kadang-kadang disamping gempa bumi ada tsunami. Itu memang bumi itu seperti itu. Oleh karena itu, karena semua kehendak Allah Yang Maha Kuasa untuk bumi kita, letaknya Indonesia yang penting kita harus sangat tahu dan kita bisa melaksanakan langkah-langkah penyelamatan kalau tsunami itu datang.
Caranya bagaimana bapak, ibu sekalian? Pertama kalau ada gempa yang namanya BMG Badan Meteorologi dan Geofisika, itu bisa mencatat, bisa menyimpulkan gempa itu terjadi dimana, kemungkinan ada tsunami atau tidak dan kemudian hasilnya itu bisa diteruskan kepada pimpinan-pimpinan, kepada pejabat, kepada rakyat, pada masyarakat seluruhnya melalui televisi, radio, telepon, sms, fax dan lain-lain.
Jadi pertama-tama yang bekerja adalah BMG. BMG kita, dalam waktu 4 menit sekarang ini, seperti tadi malam itu sudah bisa mengetahui, terjadi gempa, pusat gempanya di sebelah selatan Selat Sunda, kekuatannya tadi malam 6,2 skala richter. Disitu diketahui, bahwa kemungkinan tsunami itu kecil. Kalau kemungkinan tsunami kecil, akan diberitahu, melalui tadi itu, ada televisi, ada radio, ada telepon, sms. Ada gempa di tempat ini, kekuatannya sekian, kemungkinan tsunami kecil atau tidak ada tsunami dan seterusnya.
Segera setelah itu, Pimpinan Daerah, ya mulai dari saya sendiri, para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, semua yang mengetahui segera memberitahu masyarakat. Tenang, meskipun ada gempa, gempa itu tempatnya disana dan tsunami Insya Allah tidak terjadi. Kalau diberitahu seperti itu, ya ibu laksanakan, tidak perlu panik, tenang, karena sudah ada penjelasan resmi bahwa gempanya di tempat yang lain, jauh sekali dan tidak ada tsunami.
Itu kalau memang tidak ada kemungkinan tsunami. Lain halnya, misalnya, ada gempa 4 menit BMG mencatat, gempa terjadi 4 menit yang lalu. Pusat gempanya misalkan di sebelah selatan Ciamis 100 km di bawah laut, kekuatannya 7 skala richter, dengan demikian mungkin ada tsunami. Kalau ada berita seperti itu, disampaikan lewat televisi, radio, ibu Gubernur, Pak Bupati, camat semuanya memberitahu, juga tidak perlu panik, tetapi segera lah, kalau memang ada kemungkinan tsunami dilaksanakan langkah-langkah yang sudah dipersiapkan.
Sudah pernah diberitahu belum oleh pimpinan langkah-langkah untuk menyelamatkan diri ? Belum atau sudah ? Sudah belum dilatihkan ?, Yang bilang sudah angkat tangan. Ya, ini tidak boleh terjadi.
Setelah kita mengalami tsunami di Aceh dan di Nias, ingat dulu saya sendiri telah menginstruksikan agar semua gubernur, bupati, walikota menyiapkan prosedur tetap, menyiapkan petunjuk-petunjuk, menjelaskan kepada rakyat tanda-tanda tsunami seperti apa, tanda-tanda bukan tsunami juga seperti apa dan kalau ada ancaman tsunami segera menyelamatkan diri.
Kalau itu dijalankan sebenarnya, karena masih ada waktu, meskipun tidak banyak sekitar 10 menit, 15 menit, tapi meskipun 15 menit kalau bapak, ibu yang tinggal di tempat ini, ke tempat tertentu, aman selamat. Tetapi setelah diberitahu tenang saja, nggak percaya, ah gak mungkin, gak mungkin, ya mungkin berbahaya. Jadi sebenarnya, kalau itu semua dijalankan, diberitahu, mungkin dikasih tanda-tanda disini, kalau ada tsunami silahkan meninggalkan tempat ini menuju kesana, ya menuju kesana atau menuju ke tempat tertentu. Ya menuju ke tempat tertentu itu dan lain-lain.
Jadi sebenarnya, ini harus kita kerjakan. Ada beberapa kabupaten yang sudah melaksanakan latihan langsung di depan. Kabupaten Padang, kota Padang sudah melaksanakan latihan. Di Pulau Buru ada tsunami beberapa bulan yang lalu, selamat. Hanya satu orang meninggal karena memang sedang di tengah laut, yang lainnya lari meninggalkan pantainya, selamat semuanya.
Kemudian di Pangandaran saya dilapori kemarin oleh Bupati Ciamis dari puluhan ribu itu selamat, kecuali beberapa yang tinggal karena katanya tertidur, ada yang sedang ditengah laut, tetapi yang segera meninggalkan tempat itu semuanya selamat. Artinya apa, meskipun, pertama Insya Allah tidak ada tsunami, yang kedua, kalau gempanya itu di Selat Sunda diantara Lampung dan Banten, itupun mudah-mudahan tidak terjadi tsunami, betul. Tetapi adakalanya disebelah selatan Jawa Barat bisa saja gelombang tsunami itu datang ketempat ini, nah kalau itu datang harus selamat juga kita, caranya bagaimana, yang tadi itu, meninggalkan pinggir pantai beberapa jarak begitu, agar selamat.
Nah ini harus sudah terjadi, mulai dari BMG tadi, yang di Jakarta menyampaikan ke daerah melalui media massa, televisi, radio, segala macam. Sampai didesa langsung meninggalkan tempat itu, jelaskan lagi, aman belum aman dan seterusnya. Itu yang mestinya dilaksanakan, kalau belum dilaksanakan, berarti saya mengingatkan lagi kepada seluruh pimpinan daerah diseluruh Indonesia, para Bupati untuk menggiatkan. Harus menyelamatkan warganya, menuntun warganya, memberikan tanda-tanda yang jelas, melatihkan dan lain-lain.
Tugas pemimpin, tanggung jawab pemimpin, dengan Insya Allah rakyat akan diselamatkan, ini yang praktis, yang harus kita laksanakan secara bersama, oleh karena itu, karena saya tanya tadi dengan jujur, bapak, ibu, saudara, anak-anak banyak yang belum tahu, bahkan belum dilatihkan segeralah kita menyiapkan semuanya itu dengan harapan, Insya Allah tidak terjadi apa-apa ditempat ini selamanya Insya Allah, dengan doa kita, dengan ini, tetapi rahasia Allah kita tidak tahu, oleh karena itu mari kita menyelamatkan diri, Insya Allah kalau benar yang kita laksanakan, selamat kita, itu tujuan saya datang kesini laqngsung melihat, karena ini langsung dipinggir pantai, tadi malam ada gempa.
Dan bapak-ibu begitu ada gempa menit pertama, saya sudah bisa mendapatan laporan, saya ikuti terus menit demi menit, menit keempat BMG sudah memberi penjelasan dimana gempanya, kekuatannya berapa, ada tsunami atau tidak, dan seterusnya, kami telepon-teleponan dengan Menteri, dengan Gubernur dengan semuanya semua bekerja. Harapan saya kalau saya bekerja, Menteri bekerja, Gubernur bekerja, semua juga bekerja, sampai ke bapak ibu, rakyat juga tahu, kalau dikatakan tenang, tidak perlu panik ya tenang, dikatakan gak ada tsunami, gak usah lari kesana kemari, tetapi kalau mungkin ada tsunami, tenang masih ada waktu silahkan meninggalkan tempat, ya tinggalkan tempat, mari lebih bagus kia seperti itu bapak ibu sekalian, meskipun sekali lagi Allah Maha Besar mudah-mudahan tidak dijadikan, tidak dijatuhkan bencana ditempat ini, tetapi siap segalanya, bisa dimengerti bapak ibu sekalian.
Saya mau tanya ini yang lebih tinggi yang mana tempatnya kalau dari sini, berapa jauh, tapi sebenarnya begini, kalau air itu kan tidak ngejar terlalu jauh asalkan, ya silahkan dilihat nanti, yang tahu pak Bupati, pak Camat, pak Kepala Desa, mana yang paling aman kalau terjadi. Itupun kalau terjadi, sekali lagi mari kita terus khusuk dalam ibadah kita, dalam sholat kita, dalam tahajud kita. Mudah-mudahan tidak terjadi bencana itu, Insya Allah.
Kalau ada pemberitahuan mungkin tsunami sudah tahu kan, bisa meninggalkan tempatnya tadi, saya ingin setelah ini, Bu Gubernur, Pak Bupati, Pak Camat, seluruhnya disiapkan, diberi tahu, kalau perlu dilatihkan. Dengan demikian kita yakin bahwa kalau ada apa-apa kita bisa bergerak cepat untuk menyelamatkan diri. Itulah yang saya sampaikan khusus apa yang berkaitan dengan bencana, karena Lampung beberapa kali masih bergetar, betul kan, masih terasa kan, maka saya ingin memastikan bahwa ini tempat ini sudah siap, kalau terjadi bencana atau tsunami yang sama-sama tidak kita kehendaki.
Terima kasih.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



