Pidato Presiden
Pengarahan pada Peninjauan Gempa Bumi dan Tsunami Pangandaran
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DALAM RANGKA
PENINJAUAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI
DI PANGANDARAN, JAWA BARAT
JUMAT, 21 JULI 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Para Menteri,
Saudara Gubernur,
Saudara Bupati,
Saudara-saudara sekalian,
Pada kesempatan ini setelah saya meninjau secara fisik di lapangan, setelah saya mengikuti terus-menerus langkah-langkah tanggap darurat hingga hari ini, saya akan memberikan beberapa pengarahan, instruksi, untuk bisa langsung dikerjakan, baik kepada jajaran pemerintah pusat, Saudara Menko Kesra dan para Menteri dari unsur Bakornas dan kemudian Saudara Gubernur, dan Bupati dari unsur pemerintah daerah.
Namun sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada jajaran Pemerintah Daerah yang telah melaksanakan kegiatan tanggap darurat. Saya ucapkan terima kasih pula kepada unsur masyarakat dan para donatur yang telah memberikan bantuan dalam tanggap darurat ini, juga jajaran TNI dan Polri yang juga dengan cepat telah turun ke lapangan. Pada awal terjadinya gempa bumi dan tsunami ini. Sebagaimana yang sudah saya jelaskan di Serang, Banten, bahwa negeri kita rawan terhadap gempa dan bahkan masih akan terjadi kemungkinan gempa di negeri ini, sebagaimana di negara lain. Maka yang kita lakukan jelas, sekarang melaksanakan tanggap darurat yang diikuti dengan rekontruksi dan tetap waspada serta melakukan langkah-langkah riil untuk menghadapi gempa, kalau itu terjadi, meskipun kita berdoa siang dan malam untuk tidak terjadi, mengingat pergerakan geologi di Indonesia yang kemarin dijelaskan secara gamblang oleh Menteri Energi dan Perhubungan mengharuskan kita, semua unsur pimpinan, baik pusat maupun daerah untuk mengambil langkah-langkah yang nyata.
Setelah saya melihat langsung di lapangan, maka intruksi saya, pertama lakukan terus upaya untuk mencari, siapa tahu masih ada saudara kita yang masih bisa diselamatkan. Di Aceh, seminggu setelah itu, masih ada yang bisa diselamatkan, meskipun di tengah laut atau terdampar di tempat yang jauh, bahkan dua minggu masih ada. Jangan berhenti upaya pencarian dan penyelamatan. Operasi SAR tolong dilanjutkan.
Yang kedua, lakukan langkah-langkah pengobatan dengan sebaik-baiknya bagi mereka yang luka atau sakit, yang ada di rumah sakit maupun di fasilitas kesehatan lainnya. Cegah terjangkitnya penyakit menular. Saudari Menteri Kesehatan dan unsur kesehatan daerah supaya melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya.
Yang ketiga berikan bantuan logistik kepada mereka yang ada di daerah pengungsian, tempat-tempat yang ada pertanda kuning itu, jangan sampai kurang, baik itu bahan makanan, bahan minuman maupun logistik lain yang diperlukan. Tadi dikatakan oleh Saudara Gubernur, cukup, tetapi distribusinya harus tepat dan jangan terlambat. Pada saat yang tepat, maka, harapan saya yang sekarang sedang mengungsi segera dapat kembali ke tempatnya. Karena terlalu lama di daerah pengungsian padahal bisa kembali, itu bisa menimbulkan permasalahan sosial dan permasalahan lain yang bisa kita cegah.
Yang kelima agar dipercepat, Pak Gubernur, Pak Bupati, dengan bantuan semua, pembersihan wilayah ini, dari sampah-sampah, reruntuhan dan lain-lain. Saya lihat tadi masih terlalu sedikit alat berat. Tambah alat berat, mobilisasi yang ada di Jawa Barat, kalau perlu pusat bisa membantu. Makin cepat makin baik. Reruntuhan, puing-puing, sampah-sampah yang ada di tempat ini membikin trauma psikologis. Tolong dipercepat. Saya lihat tentara sudah banyak dan beberapa polisi, tetapi tanpa alat berat mereka punya batas untuk secepat-cepatnya membersihkan wilayah ini.
Jadi Saya garisbawahi pembersihan wilayah ini dari reruntuhan sampah-sampah dan yang terbawa oleh tsunami. Aceh dulu cukup lama karena memang luar biasa, saya lihat ini bisa lebih cepat. Jadi utamakan pembersihan, kemudian setelah itu dilakukan tanggap darurat. Ini saya minta segera dikalkulasi Saudara Gubernur, Saudara Bupati, dengan pemerintah pusat untuk rekonstruksi. Kewajiban pemerintah pusat untuk mengalokasikan sejumlah anggaran untuk rekonstruksi dengan demikian bisa dibangun kembali.
Saya ingin percepatan semuanya. Tanggap darurat saya harapkan bisa lebih cepat. Sebagai contoh Yogyakarta dan Jawa Tengah, saya rencanakan dulu tiga bulan untuk tanggap darurat, tapi alhamdulillah satu bulan selesai, sekarang sudah masuh rekonstruksi dan rehabilitasi. Saya ingin di wilayah ini juga secepat itu. Lebih cepat lebih bagus. Cek semuanya, kita bangun.
Dalam rekonstruksi, Saudara Menko Kesra dan Menteri, Saudara Gubernur, Saudara Bupati, utamakan disamping infrastuktur dasar, saya lihat listrik sudah hampir pulih, bagus itu. Komunikasi, telekomunikasi, telepon harapan saya juga tidak terganggu. Tapi nanti utamakan dalam rekonstruksi dan rehabilitasi itu perahu-perahu, supaya nelayan kita segera bisa mencari nafkahnya. Utamakan perahu-perahu atau alat apapun yang oleh penduduk lokal bisa digunakan untuk bias segera menjalani kehidupannya, proritas di situ. Kemudian prioritas lainnya tentu yang publik sifatnya, disamping rumah-rumah perkampungan. Dengan demikian sambil rekonstruksi berjalan harapan saya rakyat sudah mulai mencari nafkahnya. Jadi rekonstruksi disamping dipercepat, adakan prioritas supaya mereka segera bisa bekerja.
Saya ingin pemerintah daerah dan kabupaten membikin suatu desain agar bisa dipulihkan kembali, Pangandaran sebagai kawasan wisata. Sangat sayang kalau karena tsunami ini, karena gempa ini hilang potensi yang besar. Saya melihat masih sangat mungkin dipulihkan kembali, bahkan dibangun yang tadinya belum ada sekaligus, supaya daya tarik wisata lebih besar, potensi menjadi meningkat, dengan demikian pergerakan ekonomi lokal kearah wisata juga baik.
Menko Kesra saya minta melibatkan Menteri Budaya dan Pariwisata, Menteri PU dan lain-lain, bukan hanya dipulihkan seperti sedia kala, karena ingat dibalik musibah ada berkah tetapi, sekaligus dibangun agar daya saing wilayah wisata ini meningkat. Dihitung, sekaligus, kita masukan sekaligus sebagai biaya rekonstruksi. Jadi recovery plus. Tolong baik pantai yang di sebelah ini maupun yang sebelah sananya lagi, sangat mungkin untuk dibangun kembali. Itu pekerjaan-pekerjaan dalam jangka pendek. Jangka menengah yang saya minta segalanya. Semua penduduk yang ada di wilayah ini, saya kira penuh dengan ketidakpastian, kecemasan, ketakutan kalau-kalau tsunami datang lagi, kecemasan bagaimana masa depan mereka, kecemasan bagaimana lapangan pekerjaan masih ada atau tidak.
Tolong Pak Bupati segera sangat intensif kalau perlu marathon, lakukan penjelasan, penjelasan langkah-langkah tanggap darurat dan langkah-langkah rekonstruksi yang kita lakukan sekarang ini. Jelaskan dengan utuh supaya mereka mengerti bahwa akan dibangun lagi, dipulihkan kembali. Selama sedang dibangun mereka juga mendapatkan bantuan logistik dan lain-lain. Berikan informasi ini supaya tidak masuk nanti provokasi, agitasi, berita-berita yang tidak baik sehingga mereka sendiri merasa tidak punya harapan. Sangat penting suatu saat kalau mereka ditanya oleh wartawan, oleh siapapun, mereka bisa menjelaskan, penjelasan yang saya terima seperti ini, langkah-langkah ke depan.
Kepada pers, tidak henti-hentinya saya menghimbau berikan publikasi yang riil. Kalau ada 1000 pengungsi, ada sembilan tempat, yang delapan tempat sudahdiberikan logistik, tinggal dua tempat. Ungkapkan dua tempat, supaya pemerintah daerah, Pak Bupati mencari dua tempat, barangkali terpencil, barangkali kemarin belum sampai di situ dan seterusnya. Tetapi memberikan kesan pengungsi belum menerima logistik sama sekali disamping tidak jujur, juga menimbulkan masalah yang tidak perlu. Jangan kita mempersulit diri sendiri. Mari bangsa kita, negeri kita semua susah, tidak ingin ada bencana, jangan membikin sulit sendiri, sehingga tidak ada andilnya sama sekali.
Mari saya hargai, terus menggambarkan bencana ini, celah-celah yang belum, tetapi saya juga senang ada yang diangkat yang baik seperti gempa kemarin yang terjadi diselat sunda mengikuti menit demi menit saya lihat televisi kita, radio kita banyak yang memberikan kontribusi yang luar biasa, terima kasih, senang sekali saya. Nah yang masih justru menimbulkan hal-hal yang tidak baik untuk apa, kan tidak senang menimbulkan kesulitan untuk kita sendiri, saya minta di situ fair, berbuat yang terbaik untuk rakyat kita.
Itulah harapan dan pesan saya dan saatnya Pak Gubernur, Pak Bupati mari kita bekerja dan bekerja dan bekerja. Terima kasih untuk Saudara Pangdam, Kapolda semua yang terus membantu, bantulah terus tapi sekali lagi, tangan TNI itu satukan dengan alat berat sehingga lebih cepat lagi. Saya kira itu Saudara-saudara pengarahan saya, dan saya ingin lihat betul saya pantau tiap hari lagi nanti, mudah-mudahan tindak tanggap tahapan rekontruksi dapat berjalan dengan efektif, dengan demikian jangan terlalu lama mereka dalam keaadaan tidak pasti, ketidakmetentuan. Kita berikan kepastian dengan cara-cara yang saya sebutkan tadi.
Itulah Saudara-saudara dan setelah itu silahkan koordinasi langsung nanti, Pak Bupati, Pak Gubernur dengan Pak Aburizal Bakrie, saya akan bantu semua, dengan demikian rencana itu bisa dilaksanakan karena biayanya ada dan fundnya ada. Nanti Wapres akan datang untuk menyerahkan biaya atas nama pemerintah baik untuk Jawa Barat maupun Jawa Tengah setelah dengan cepat kita kalkulasikan. Dengan demikian semua planning-nya jelas, hitungannya jelas, sehingga bisa dilaksanakan.
Terma kasih, selamat bertugas, tetaplah tegar. Pemimpin harus tegar, menghadapi apapun, karena dengan ketegaran dan kerja keras. Insya Allah semua bisa di selesaikan.
Sekian
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



