Pidato Presiden

Sambutan Tasyakura 25 Tahun dan Pembukaan Mukmtamar Badan Kontak Majelis Taklim

 

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
TABLIGH AKBAR TASYAKUR 25 TAHUN DAN PERESMIAN PEMBUKAAN MUKTAMAR BADAN KONTAK MAJELIS TAKLIM (BKMT)
MASJID ISTIQLAL, 22 JULI 2006



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,
Alhamdulillahirabbilalamin Wassalatu Wassalamualaasrofilamyaiwalmursalin Sayidina Wamaulana Waahmadin Waalaalihi Wasobhiajmain Amaba’du,

Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara Sahabat dan tamu-tamu kita dari negara-negara sahabat,
Saudara Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Yang saya hormati Pimpinan BKMT, Ibu DR. Hj. Tutty Alawiyah beserta para Pimpinan Majelis Taklim dari seluruh tanah air,
Yang saya cintai dan saya muliakan para ulama, para ustad dan ustadzah,
Hadirin, hadirot yang dimulaikan Allah SWT,

Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang baik di rumah Allah yang indah dan semoga senantiasa penuh berkah ini, saya mohon keikhlasan dan kesabaran hadirin, hadirot sekalian, barangkali sambutan saya agak panjang sedikit. Mengapa? Saya ingin menggunakan kesempatan yang mulia ini diantara kita semua, kaum muslimin dan muslimah untuk mempertemukan hati kita, komitmen kita, semangat kita untuk membangun kehidupan yang lebih baik, kehidupan umat Islam di negeri ini, kehidupan bangsa dan negara dan bahkan kehidupan umat di dunia yang lebih adil, lebih sejahtera dan lebih damai.

Hadirin, hadirot yang saya muliakan,
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan ridho-Nya, kita dapat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka Tasyakur 25 Tahun dan Pembukaan Muktamar VI Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT). Shalawat dan salam, marilah kita sampaikan ke junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut Rasul sampai akhir jaman.

Selanjutnya perkenankanlah saya menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran BKMT yang selama 25 tahun telah berjuang dan bekerja keras dalam berdakwah demi kemajuan dan kemuliaan umat dan bangsa kita. Semoga dalam usia yang ke-25 ini, Allah SWT senantiasa memberkati dan menujuki segenap pengurus BKMT dan jemaahnya, jalan yang lurus, jalan menuju hari depan umat Islam dan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Hadirin yang saya muliakan,
Tabligh Akbar dan Muktamar BKMT kali ini, kita selenggarakan di tengah-tengah bencana yang menimpa saudara-saudara kita, baik gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah maupun bencana tsunami di Pangandaran dan Pantai Selatan Pulau Jawa. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agama, kemarin saya bersilaturahmi dan berkunjung ke Pengandaran dan sekitarnya dan Cilacap dan sekitarnya untuk berbagi rasa duka, membangkitkan semangat saudara-saudara kita, sambil memastikan bahwa Pemerintah, baik pusat maupun daerah telah melaksanakan tugas-tugas untuk memulihkan keadaan di daerah itu setelah terjadi bencana.

Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak saudara-saudara yang hadir disini untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi para korban. Semoga para korban yang wafat sebagai syuhada diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT. Bagi para korban yang menderita luka-luka, kehilangan sanak saudara dan harta benda, kita doakan pula semoga mereka tetap tabah menghadapi segala musibah ini. Pemerintah sudah barang tentu akan membantu saudara-saudara kita itu dengan membangun kembali daerah yang terkena bencana, termasuk rumah-rumah yang hancur.

Bagi kaum muslimin dan muslimat, semua bala dan bencana adalah ujian keimanan dan ketaqwaan yang datang dari Allah SWT. Semua musibah itu harus kita hadapi dengan sabar dan tawakal. Kita semua tidak boleh berputus asa dan tenggelam dalam kesedihan yang berkepanjangan sehingga tidak berbuat sesuatu yang positif. Kita harus bangkit dan berusaha menanggulanginya dengan segala daya dan kemampuan yang kita miliki secepat mungkin. Musibah yang datang haruslah membuat kita lebih tegar, lebih teguh keimanannya dan lebih keras untuk bekerja dan berusaha. Di dalam Al Quran Allah SWT menegaskan, kadangkala manusia sangat suka akan sesuatu padahal dibalik yang disukai itu terdapat hal-hal yang tidak baik bagi bagi mereka. Namum kadangkala manusia sangat tidak suka akan sesuatu, padahal dibalik apa yang tidak mereka sukai itu terdapat banyak hal yang membawa kebaikan dan manfaat bagi mereka.

Tentu tidak seorang pun diantara kita yang suka akan bala dan bencana. Namun kalau kita bertafakur, artinya memikirkan sesuatu dalam-dalam sebagaimana yang sering diperintahkan Allah SWT di dalam Al Quran maka kita akan sampai pada kesimpulan bahwa tidaklah semestinya kita meratap karena bencana alam, meskipun bencana itu telah menimbulkan kesusahan dan kesengsaraan kepada sebagian umat manusia. Sebagai umat yang beriman, kita yakin bahwa Allah SWT bukan saja pencipta, tetapi juga pemelihara seluruh alam semesta beserta segala isinya. Ayat-ayat saumiyah di dalam Al Quran telah menjelaskan tentang penciptaan, pemeliharaan dan fenomena alam semesta yang kesemuanya diciptakan Allah dengan penuh keseimbangan.

Proses penciptaan yang dilakukan Allah SWT alat semesta adalah proses yang terus berlanjut. Di dalamnya Allah SWT menciptakan hukum-hukum alam, sunatullah yang bersifat pasti sehingga alam semesta berada dalam keteraturan. Gunung-gunung dikatakan Al Quran tidaklah diam pada tempatnya melainkan berjalan-jalan bagaikan awan ditiup angin. Tentu dimata orang awam, gunung itu diam dan tegak berdiri kokoh pada tempatnya. Namun para riligiologi mengetahui bahwa proses magma yang aktif di dalam bumi akan menyebabkan munculnya gunung-gunung yang baru dalam proses ribuan atau bahkan bentangan tahun lamanya. Sebab itu, terjadinya gempa bumi, baik tektonis maupun vulkanis, maupun letusan gunung berapi haruslah dilihat sebagai karya Tuhan Yang Maha Agung dalam proses penciptaan dan pemeliharaan dan termasuk pula di dalamnya proses untuk menciptakan keseimbangan di dalam alam semesta, khususnya pada bumi yang kita diami.

Dalam proses penciptaan dan pemeliharaan itu terdapat banyak hal yang membawa manfaat bagi manusia, seperti sumber energi, sumber daya mineral dan kesuburan tanah yang suatu ketika akan membawa manfaat dan berkah bagi umat manusia. Al Quran bukan saja menyuruh umat manusia beriman, tetapi juga menyuruh umat manusia berpikir untuk memperkuat dan memperteguh keimanan yang ada di dalam dada kita. Tidak ada ajaran agama yang bertentangan dengan akal sehat manusia. Rasullulah SWT telah bersabda bahwa agama itu sejalan dengan akal manusia, sebab itu tidak ada kewajiban untuk beragama bagi barang siapa yang tidak berakal. Sebab itu, saya mengajak umat Islam di tanah air, marilah kita memahami musibah gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi yang secara beruntun terjadi di negara kita dalam perspektif ajaran Islam yang sejati.

Marilah kita menjauhkan segala bentuk takhyul dan anggapan-anggapan yang dapat membawa kita kepada kemusyrikan yang sangat dilarang oleh ajaran agama. Negeri kita memang terletak diantara tiga lempengan benua, Benua Asia, Benua Amerika dan Benua Australia. Tanah lempengan itu secara geologis memang lahir dan terus bergerak sehingga menyebabkan terjadinya patahan. Patahan itulah yang menimbulkan gempa tektonis, yang jika terjadi di dasar laut dengan getaran yang besar, dengan bentuk pergeseran tertentu akan menimbulkan tsunami.

Di negeri kita juga terdapat sejumlah gunung api yang aktif sebagaimana di juga di Jepang dan Filipina. Karena itu, negeri kita termasuk negeri yang rawan bencana. Namun dibalik semua itu, negeri kita adalah negeri yang sangat kaya dengan sumber energi dan sumber daya alam. Yang jika kita cerdas dan pandai memanfaatkannya, semua itu akan menjadi sumber kemakmuran yang luar biasa bagi bangsa kita.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Jadi, negeri yang terletak di kawasan rawan bencana ini, negeri kita tidak perlu disesali. Semua itu adalah kehendak Allah yang harus kita terima dan harus pandai-pandai menghadapinya. Sejauh kita menghindar dari bencana maka wajiblah kita bersiap dan berusaha mengatasinya. Karena itu musibah gempa bumi dan tsunami yang datang akhir-akhir ini, haruslah kita jadikan sebagai bahan pelajaran agar setiap saat kita akan mampu menghadapi bencana serupa, jika bencana itu datang kembali meskipun siang dan malam kita berusaha untuk, kita memohon kepada Allah SWT untuk tidak terus terjadi bencana itu.

Hadirin sekalian,
Umat Islam seperti dikatakan oleh Sayyidina Umar bin Khatab tidak boleh terperosok dua kali di lubang yang sama. Dalam kaitan ini, Pemerintah dengan segala kemampuan yang ada, baik teknologi maupun finansial dengan pula bekerja sama dengan Negara-negara sahabat terus berupaya membangun sistem peringatan dini terhadap bencana tsunami. Meskipun demikian, tetaplah diperlukan kesiagaan dan kegesitan anggota masyarakat dengan pimpinan dan bimbingan Pemerintah Daerah untuk berbuat sesuatu manakala tanda-tanda tsunami mulai nampak. Paduan upaya inilah yang kita perlukan dalam menghadapi kemungkinan bencana di waktu yang akan datang.

Jadi sehubungan dengan bencana alam ini, sekali lagi saya mengajak umat Islam, marilah kita menghadapinya dengan iman dan taqwa. Jauhi segala takhayul dan mari kita bersikap rasional, sambil berserah diri dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Kita harus selalu siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana serupa diwaktu-waktu yang akan datang. Mari kita perkuat rasa solidaritas kita dalam membantu para korban dan bekerja keras untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pasca bencana.

Hadirin yang saya muliakan,
Tema Tasyakur 25 Tahun dan Muktamar BKMT kali ini adalah mewujudkan masyarakat berakhlaq qarimah yang berwawasan ke depan dan menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil alamin. Tema ini saya pandang memiliki cita-cita luhur untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlaq mulia. Kita memang perlu terus-menerus membangun kesadaran seluruh warga bangsa kita akan pentingnya nilai-nilai akhlakul karimah. Nilai-nilai akhlakul karimah ini sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang damai dan sejahtera. Dengan akhlak yang baik, seseorang akan memiliki hati yang bersih, niat yang tulus dan selalu memegang amanah. Nilai-nilai seperti ini sangat penting untuk diamalkan agar bangsa kita tidak senantiasa hidup dalam suasana saling curiga-mencurigai satu sama lain.

Jika berbaik sangka, sangat dianjurkan oleh ajaran agama. Kita tidak boleh berburuk sangka, suudzon, jangan pula kita menjadi bangsa yang suka menghujat dan mencaci maki dengan kata-kata yang kasar. Kita adalah bangsa yang berbudi pekerti yang luhur, karena itu marilah kita bertutur kata dengan sopan dan halus tanpa mengurangi kebebasan, keberanian dan daya kritis kita, sehingga terasa damai bagi orang yang mendengarkannya. Marilah pula kita bersikap amanah, sehingga apa yang dititipkan dan diusulkan kepada kita dapat kita tunaikan dengan sebaik-baiknya.

Hadirin, hadirot yang saya muliakan,
Sejak didirikan pada tanggal 1 Januari 1981, BKMT sebagai salah satu ormas Islam, wadah tergabungnya kekuatan majelis taklim telah menunjukkan kiprahnya dalam membina akhlak yang baik dan membangun moral bangsa. Seperti saya katakan tadi, BKMT telah berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa, baik melalui kegiatan dakwah, pendidikan, sosial dan ekonomi. BKMT telah pula melakukan berbagai pemberdayaan untuk kemajuan wanita dan keluarga. Hal itu saya pandang sebagai peran BKMT yang sangat nyata dalam mendorong kemajuan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Bangsa kita memang menghadapi berbagai persoalan dan tantangan yang berat. Tingkat kemiskinan dan pengangguran masih cukup tinggi, kualitas pendidikan dan kesehatan masih harus ditingkatkan, kesejahteraan rakyat masih belum merata. Sementara di tengah semuanya itu, berbagai bencana terjadi di negeri kita. Pemerintah, baik pusat maupun daerah tidak pernah tinggal diam mengatasi semua masalah itu. Namun, Pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendirian. Pemerintah memerlukan dukungan semua pihak karena masalah yang kita hadapi adalah masalah kita bersama sebagai suatu bangsa.

Saya bersyukur kehadiran berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk BKMT telah memberikan sumbangan besar bagi penyelesaian berbagai persoalan yang kita hadapi. BKMT telah dan terus berperan aktif dalam mendorong umat Islam dan bangsa Indonesia menjadi umat yang kuat dan unggul seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Sebagaimana kita ketahui pula majelis taklim adalah sebuah majelis tempat berhimpun kaum muslimin untuk menggali, menelaah dan mengkaji nilai-nilai Islam. BKMT lahir dari lingkungan majelis taklim seluruh tanah air untuk menyatukan semangat dan harapan pembinaan umat melalui wadah pembelajaran yang khas. BKMT telah menjelma sebagai guru komunikasi antara ustadzah-ustadzah serta para pengelola majelis taklim untuk bertukar pikiran, bertukar pendapat, pandangan dan pengalaman dalam memecahkan berbagai persoalan umat Islam. Karena itu majelis taklim memiliki peran strategi dalam membangun dan memberikan keimanan dan ketaqwaan.

Majelis taklim memiliki potensi besar dalam membangkitkan semangat ukhuwah islamiyah dikalangan masyarakat. Seraya memperkokoh ukhuwah wathoniyah dan semangat pembangunan dengan nilai-nilai kerohanian yang luhur.

Hadirin sekalian,
Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan dua hal. Yang pertama, marilah kita terus membangun peradaban umat Islam yang tinggi dan mulia. Peradaban Islam yang pada milenium pertama, pada 1000 tahun pertama pernah jaya, agung dan banyak memberikan solusi pada permasalahan umat manusia di dunia. Milenium kedua, kita relatif tertinggal saatnya telah tiba milenium ketiga peradaban Islam harus kita bangkitkan kembali di seluruh dunia, karena saya melihat potensi yang luar biasa di kalangan umat Islam. Penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai budaya, nilai agama dan lain-lain. Mari bersama-sama, termasuk di negeri tercinta ini, kita bangkitkan peradaban Islam kembali sehingga Islam bukan hanya rahmat bagi semesta alam, tapi memberikan banyak solusi, banyak kemajuan menuju dunia yang aman, yang adil dan sejahtera.

Insya Allah, saya yakin dengan kebersamaan, dengan ukhuwah kita peradaban Islam seperti itu akan dapat kita bangun. Sementara itu, melihat perkembangan situasi di Timur Tengah, marilah kita berdoa dan berupaya bagi keselamatan saudara-saudara kita di Timur Tengah, utamanya di Palestina dan di Libanon. Pemerintah Indonesia, saya telah memberikan pernyataan yang tegas, agar serangan-serangan Israel dihentikan dan kemudian perdamaian dikukuhkan di Timur Tengah. Saya sudah menyampaikan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB dua hari yang lalu, agar kedamaian ditegakkan di Timur Tengah. Bantuan penuh terus dialirkan, dilanjutkan solusi damai yang adil untuk kepentingan saudara-saudara kita di Timur Tengah itu dan kepentingan kita, bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Indonesia telah memberikan bantuan kemanusiaan, berupa makanan dan obat-obatan untuk membantu saudara-saudara kita itu. Indonesia siap untuk melakukan apa saja demi tercapai perdamaian di Timur Tengah itu. Namun, ciptakan perdamaian yang abadi, keadilan yang sejati di Timur Tengah tidak cukup hanya dilakukan satu, dua bangsa. Bangsa di seluruh dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa wajib untuk mengambil langkah-langkah yang nyata, menciptakan perdamaian dan keadilan yang kita dambakan bersama itu.

Yang kedua saudara-saudara, marilah kita disamping mendoakan keselamatan saudara-saudara di daerah konflik, di Timur Tengah itu, mari kita dengan khusuk terus mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana di tanah air. Kepada kaum syuhada, marilah kita berdoa agar mereka semua diterima di sisi Allah SWT. Kepada yang ditinggalkan, mari kita berdoa agar diberikan ketegaran dan sambil memberikan bantuan kepada mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh Pemerintah dan harapan saya dapat dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia. Tentu, saya mohonkan ke hadapan kaum muslimin dan muslimat di negeri ini.

Itulah saudara-saudara yang saya harapkan, semoga kehidupan di negeri ini makin ke depan, makin adil, makin makmur, makin aman dan makin damai. Semoga apa yang dicita-citakan oleh BKMT dengan jajarannya dalam agenda keumatan dan kebangsaan bisa menghasilkan sesuatu yang baik bagi kita semua, bagi negeri tercinta ini.

Dengan memohon ridho Allah SWT dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Muktamar VI Badan Kontak Majelis Taklim, saya nyatakan dibuka dengan resmi.

Sekian.
Wabillahitaufiqwalhidayah Wassalamulaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan