Pidato Presiden
Sambutan Peringatan Hari Anak Nasional
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2006
SASONO LANGEN BUDOYO-TMII, 23 JULI 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati, Saudara Ketua Mahkamah Agung dan para Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara,
Yang saya hormati, Menteri Agama selaku Ketua Panitia dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya muliakan, para Duta Besar Negara Sahabat dan para Pimpinan Organisasi Internasional,
Yang saya hormati, para Gubernur, Bupati dan Walikota,
Yang sama-sama kita cintai, Kak Seto dan para pecinta dan pembangun masa depan anak Indonesia,
Para Orangtua, Anak-anak sekalian yang saya cintai dan saya banggakan,
Hari ini kita bersyukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan ridho-Nya kita dapat berkumpul bersama-sama dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2006. Hari Anak Nasional yang kita peringati hari ini memiliki arti penting sebagai tonggak memasuki dasawarsa ketiga anak Indonesia tahun 2006-2016.
Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan Selamat Hari Anak Nasional kepada anak-anak dan keluarga di seluruh tanah air. Saya berharap dengan memperingati Hari Anak Nasional setiap tahun, anak-anak kita akan selalu memperoleh hak-haknya, dan anak-anak pun mengetahui kewajibannya, sehingga mereka dapat menjadi anak-anak shaleh, yang cerdas dan yang terampil.
Hadirin sekalian,
Hari Anak Nasional kali ini kita peringati di tengah-tengah musibah bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta bencana tsunami yang melanda Pangandaran dan Pantai Selatan Pulau Jawa. Dalam musibah itu banyak anak-anak yang tidak dapat bermain dan bersekolah seperti biasanya. Bahkan, tidak sedikit diantara mereka yang menjadi yatim, piatu dan kehilangan sanak-saudaranya.
Kita bersedih dan berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara dan anak-anak kita di sana. Mudah-mudahan mereka kuat menghadapi cobaan yang berat itu, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka dapat bergembira dan ceria kembali seperti sediakala.
Meskipun pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah terus bekerja untuk membantu mereka semua, membangun kembali seluruh daerah pasca bencana, marilah kita sama-sama membantu untuk meringankan beban penderitaan mereka. Mereka adalah saudara-saudara kita tercinta. Apa yang mereka rasakan di sana, kita rasakan pula di sini.
Perlu saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini, untuk yang kesekiankalinya, bahwa negeri kita secara geologis dan geografis memang rawan bencana. Oleh karena itulah marilah kita lakukan langkah-langkah yang gigih, secara nasional, yang tentunya dipelopori oleh pemerintah, untuk melakukan segala sesuatu, untuk mencegah bencana yang bisa dicegah, yang tidak bisa dicegah, kita selamatkan sebanyak mungkin jiwa dan harta benda dari saudara-saudara kita.
Sebagaimana kita maklumi, anak-anak adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak adalah tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa. Sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa, anak memiliki peran strategis yang menjamin kelangsungan bangsa dan negara pada masa yang akan datang.
Kita, sebagai orangtua, mengemban tugas mulia untuk memberikan curahan kasih sayang, mendidik dan membesarkan anak-anak kita dengan penuh rasa tanggung jawab. Tanggung jawab memberikan kasih sayang, mendidik dan membesarkan anak-anak kita itu merupakan bagian dari tanggung jawab kita kepada bangsa dan negara. Kita perlu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik mental, fisik, intelegensia maupun sosial. Mereka berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka mengembangkan pribadi, kecerdasan dan bakatnya.
Anak-anak kita pun perlu mendapat perlindungan dari tindakan kekerasan dan diskriminasi. Karena itu, pemerintah berupaya memberikan perhatian secara sungguh-sungguh kepada anak-anak kita, dan melaui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pemerintah berupaya melindungi hak-hak anak yang merupakan hak asasi manusia, dengan landasan hukum yang jelas.
Hadirin yang saya muliakan,
Kita tentu menyadari betapa pentingnya kedudukan anak-anak sebagai harapan dan tumpuan masa depan bangsa kita. Kita perlu melakukan upaya bersama-sama, bersinergi, saling menunjang satu dengan yang lain, untuk mempersiapkan anak-anak kita agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya. Salah satu upaya untuk mempersiapkan masa depan mereka adalah pendidikan yang baik bagi anak. Pendidikan adalah modal utama dan tahapan yang sangat penting dalam proses pendidikan selanjutnya.
Pemerintah menyadari betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak, program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun terus kita upayakan agar seluruh anak Indonesia dapat mengikuti pendidikan dasar. Saya mengajak kepada seluruh elemen bangsa, baik keluarga, dunia pendidikan, maupun masyarakat luas untuk memberikan layanan pendidikan, kesejahteraan dan perlindungan yang lebih baik kepada anak-anak kita.
Perangkat hukum tentang perlindungan dan kesejahteraan anak, saya kira sudah memadai. Namun instrumen-instrumen yang melingkupinya masih belum berjalan sepenuhnya untuk menjamin perlindungan dan penegakkan hak-hak anak kita. Kita masih menyaksikan terjadinya pelanggaran hak anak, baik yang terungkap maupun yang tersembunyi. Kekerasan, eksploitasi, perlakuan kasar, penelantaran, diskriminasi dan perdagangan anak, sampai tindakan yang tidak manusiawi, di sana-sini, masih dialami oleh anak-anak kita.
Pemerintah terus mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia, untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada anak-anak yang mengalami masalah. Kita pun mendorong pembentukkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia di daerah-daerah.
Berkaitan dengan anak-anak yang hidup di jalanan, telah diupayakan tempat berlindung atau rumah singgah sebagai wahana terpadu untuk mengasuh dan mendidik anak melalui program Jaring Pengamanan Sosial atau JPS. Dalam program ini, anak-anak diberikan penambahan gizi serta pelatihan keterampilan profesional dan kewirausahaan. Mudah-mudahan melalui program ini, anak-anak jalanan dapat membekali dirinya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Hadirin yang saya muliakan,
Anak-anak yang saya cintai,
Kita patut bersyukur, di tengah banyaknya persoalan yang masih menimpa anak-anak dan remaja kita, sebagian remaja SMP dan SMA telah berhasil mengukir prestasi yang sangat membanggakan di tingkat internasional. Saya minta tepuk tangan anak-anak. Terima kasih. Beberapa waktu yang lalu, Tim Olimpiade Fisika dari tanah air berhasil menjuarai Olimpiade Fisika Internasional di Singapura.
Menurut laporan yang saya terima, lomba Olimpiade Fisika di Singapura diikuti 84 negara, termasuk negara-negara maju, seperti Amerika, Jepang, China dan lain-lain. Pesertanya 386. Yang meraih Absolute Winner, Pemenang Mutlak adalah putera Indonesia. Kita meraih empat medali emas dan satu medali perak. Tetapi, meskipun perak, ini lomba fisika tingkat SMA, pemenang medali perak adalah siswa SMP Indonesia, dari Makassar, yaitu Saudara Muhammad Firmansyah Kasim, anak kita, SMP Athirah Makassar. Kemudian yang menjadi Absolute Winner adalah Jonathan Pradana Maeloa, SMAK Penabur Jakarta.
Disamping itu, juga ada yang meraih First Step to Nobel Prize dalam bidang kimia, yaitu Surya Bonia, SMA dari Jayapura. Mereka menjadi juara di Jerman. Kemudian saya mendapatkan informasi bahwa Teater Anak Indonesia memenangkan 14 medali, penghargaan, yang sekarang sedang berlangsung di Eropa. Luar biasa. Pantas kalau di jalan-jalan spanduk berbunyi, “Aku Bangga Jadi Anak Indonesia”. Kami orangtua, termasuk Pak SBY, harus mengatakan, kami bangga menjadi orangtua anak-anak Indonesia.
Masih berbicara lomba, insya Allah, sebelum 17 Agustus, saya mengajak anak-anak SD dan SMP untuk mengikuti lomba melukis dan lomba bikin puisi, bersama-sama saya dan Kak Seto nanti, di Taman Bunga Cipanas. Mari kita persiapkan, saya akan bersama anak-anak di sana, menyaksikan melukis, dan membuat puisi dan akan kita berikan penghargaan siapa-siapa yang paling baik dan seluruh anak-anak yang melukis dan membuat puisi itu.
Keberhasilan anak-anak Indonesia di luar negeri, di dunia internasional menunjukkan bahwa anak-anak kita tidak kalah dengan anak-anak cerdas dari negara lain. Karena itu kita patut memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap peningkatan mutu pendidikan di tanah air. Perbaikan gedung-gedung sekolah, ketersediaan bahan pelajaran, peningkatan kemampuan dan kualifikasi guru, serta diberlakukannya standarisasi mutu pendidikan, merupakan upaya kita untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak kita. Dengan demikian, anak-anak kita akan memiliki kemampuan intelektual yang baik, cerdas, pintar dan memiliki daya saing di masa yang akan datang.
Saya meminta kepada Menteri Pendidikan Nasional, menjelang Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke-61, untuk melakukan seminar nasional dengan tema “Revitalisasi Pendidikan Nasional Kita”. Ajaklah bicara para pendidik, para praktisi, orangtua, semua libatkan, bagaimana pendidikan di negeri ini makin berkualitas, makin maju, makin baik, sehingga hasilnya makin kompetitif dan berdaya saing tinggi.
Bangsa yang memiliki pendidikan yang jelek tidak akan maju. Bangsa yang maju adalah bangsa yang produktif, yang inovatif, yang cerdas, disamping memiliki akhlak dan kepribadian yang baik, disamping sehat jasmani dan rohaninya serta rukun satu sama lain. Mari kita bangkitkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul karena kita punya potensi yang besar untuk itu. Jangan menunggu-nunggu waktu lagi, mari kita lakukan bersama.
Dalam seminar atau kongres nanti, saya pesan kepada Saudara Mendiknas, pertama, mari kita rumuskan mutu dan standar hasil pendidikan yang tepat, tentu yang tinggi, yang tidak kalah dengan negara-negara lain. Tetapi setelah itu, agar mutu itu dapat dicapai, mari kita lakukan sesuatu yang betul-betul sangat serius bersama-sama, menyangkut segala hal. Bukan hanya anggaran pendidikan yang kita naikan, tapi kurikulumnya, metodologi belajar dan mengajarnya, kualitas gurunya, termasuk kesejahteraannya, ruang-ruang sekolahnya, bahan ajarannya, perpustakaannya dan lain-lain. Hanya dengan reformasi yang sungguh-sungguh, revitalisasi yang sungguh-sungguh, pendidikan kita akan makin maju.
Abad 21 adalah abad pengetahuan dan teknologi. Kita jemput, kita melangkah ke depan untuk menguasai semuanya itu. Saya yakin, dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan semangat dan kegigihan kita, akan dapat kita tingkatkan pendidikan kita, menghasilkan putera-puteri terbaik bangsa, yang siap membangun negeri kita di masa yang akan datang.
Saudara-saudara,
Selain pendidikan, pemerintah berupaya mendorong upaya perolehan hak-hak anak. Hak asuh, hak kesehatan, hak pendidikan dan rekreasi, dan hak terlindung dari kekerasan adalah hak-hak yang harus dapat diperoleh oleh anak-anak kita. Kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota di seluruh tanah air, saya meminta agar hak-hak anak dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan di daerah.
Pemerintah daerah perlu menunjukkan kesungguhannya dalam mewujudkan perlindungan hak anak yang telah digariskan dalam program nasional bagi anak Indonesia. Berikanlah anggaran khusus untuk anak di dalam APBD. Berikan pula pelayanan untuk pembuatan akte kelahiran gratis bagi anak-anak kita agar anak-anak secara perdata memiliki status hukum yang jelas. Saya sudah menandatangi 46 tanda penghargaan kepada 46 bupati dan walikota yang telah menggratiskan akta kelahiran bagi anak kita. Mudah-mudahan segera diikuti oleh para bupati, walikota di seluruh Indonesia.
Hadirin yang saya muliakan,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, sekali lagi saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa di tanah air untuk memberikan perhatian yang lebih besar bagi anak-anak kita. Dalam dasawarsa ketiga anak Indonesia, kita ingin agar anak-anak kita memiliki masa depan yang lebih cerah dan lebih banyak lagi yang dapat mengukir prestasi gemilang dalam berbagai bidang.
Kepada Anak-anakku di seluruh tanah air, Pak SBY berpesan agar kalian berusaha dengan sungguh-sungguh memahami, mengamalkan dan menghayati nilai-nilai ajaran agama yang kalian anut. Jadilah insan-insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hidup kalian menjadi lebih bermakna bagi kehidupan dan kemanusiaan.
Gemarlah berolahraga, agar kalian sehat dan kuat, baik secara jasmani maupun rohani. Belajarlah dengan baik, agar potensi, bakat dan kemampuan yang kalian miliki dapat dikembangkan untuk mewujudkan cita-cita kalian di masa depan. Jadilah anak-anak yang santun, berbudi pekerti dan berakhlak mulia. Jauhkan diri kalian dari bahaya narkotika dan obat-obat terlarang. Sayangi dan hormati kedua orangtua, guru-guru dan teman-teman kalian. Perkuatlah persahabatan, persaudaraan dan kerukunan dengan semua anak Indonesia. Berdoalah untuk teman-teman kalian yang sedang mendapatkan musibah bencana gempa bumi dan tsunami, agar teman-teman kalian itu tetap tabah menghadapinya.
Saya berharap dan berdoa, semoga anak-anak dan remaja Indonesia dapat menjadi generasi masa depan yang dapat membangun bangsa dan negara kita ke arah yang lebih baik.
Akhirnya, dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, seraya mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, para Hari Anak Nasional Tahun 2006 ini, saya resmikan Pencanangan Dasawarsa Ketiga Anak Indonesia 2006-2016.
Sekian, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.
Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



