Pidato Presiden
Sambutan Apel Bersama Tim Interdep, TNI/Polri, Dokter, Gubernur dan Bupati se Papua
SAMBUTAN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
APEL BERSAMA TIM INTERDEP, TNI DAN POLRI, RAPI, DOKTEK/PARAMEDIS, PPL, GUBERNUR DAN BUPATI SE-PAPUA
KURIMA, KABUPATEN YAHUKIMO
27 JULI 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,
Yang saya hormati,
Saudara Menko Kesra dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati, Saudara Panglima TNI, yang saya hormati Saudara Gubernur Papua, Ketua Majelis Rakyat Papua, Bupati Yahukimo dan para pimpinan, Pejabat yang bertugas di Papua, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri.
Yang saya hormati para tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuka agama Yang saya cintai Saudara-saudara anggota Tim Interdep yang telah melaksanakan tugas pembangunan, tugas sosial dan tugas kemanusiaan,
Hadirin sekalian yang saya muliakan.
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan ridhonya kita dapat menghadiri apel bersama dan penutupan kegiatan Tim Interdep di Yahukimo. Saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini, untuk menyampaikan ucapan selamat dan setinggi-tingginya. Kepada seluruh jajaran Menko Kesra dan Tim Interdep beserta jajaran pemerintah daerah beserta masyarakat yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan bersama di daerah ini.
Sebagaimana kita maklumi pembangunan nasional yang tengah kita jalakan pada saat ini berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah-daerah di seluruh Indonesia, termasuk di daerah-daerah tertinggal. Saya telah meminta Kementerian Koordinator Kesejahteraan Masyarakat dan Kementerian Negara Pembangunan Tertinggal, untuk mendorong dan membantu Pemerintah Daerah, untuk melakukan percepatan pembangunan di daerah-daerah. Pembangunan di daerah tertinggal memerlukan kesungguhan dari seluruh komponen bangsa untuk mewujudkannya. Beberapa permasalahan di daerah tertinggal itu, antara lain kondisi sosial, budaya, ekonomi, keuangan daerah, aksesibilitas serta infrastruktur yang jauh tertinggal dibanding dengan daerah lainnya.
Kondisi seperti ini pada umumnya terdapat pada daerah-daerah yang secara geografis terisolasi dan terpencil. Daerah-daerah perbatasan antara negara, daerah-daerah pulau kecil, daerah pedalaman serta daerah rawan bencana adalah daerah yang memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh. Negara kita cukup banyak memiliki sebaran daerah tertinggal, berdasarkan wilayah terdapat seratus dua puluh tiga ( 123 ) kabupaten atau 63 % yang berada di Kawasan Timur Indonesia, 58 kabupaten atau 28 % di pulau Sumatera, dan 18 kabupaten atau 8 % di Pulau Jawa dan Bali.
Daerah-daerah itu perlu mendapat perhatian yang lebih besar agar dapat tumbuh sejajar dengan daerah-daerah lain. Kita hadir di sini untuk memperkokoh komitmen, untuk secara sungguh-sungguh melakukan percepatan pembangunan di daerah tertinggal tadi, khususnya Papua. Lebih khusus lagi kita ingin di daerah-daerah pedalaman yang terisolasi di pegunungan tengah seperti kabupaten Jaya Wijaya, Yahukimo, Pegunungan Bintan, Tolikara dan Puncak Jaya.
Hadirin yang saya hormati,
Penyediaan infrastruktur dasar bersama kegitan pertanian, kesehatan, pendidikan, perumahan dan energi masyarakat dalh kunci bagi percepatan pembangunan di Provinsi Papua. Persoalan dasar di daerah ini terutama di wilayah pegunungan dan pedalaman adalah isolasi ekstrim yang diakibatkan oleh kondisi alam dan situasi topographis yang memang khas. Pola pemukiman penduduk di lembah-lembah yang curam dan dataran-dataran yang sangat tinggi menyebabkan kondisi masyarakat terisolasi oleh alam dan sulit dijangkau oleh dunia luar.
Karena itu dengan pembangunan infrastruktur pedesaan yang telah dimulai di daerah pedesaan ini, betapapun masih sederhana dan berada di tahap awal. Kita memperoleh momentum baru, kesempatan baru untuk mulai membangun dan membuka wilayah ini dengan lebih cepat dan lebih tepat.
Percepatan pembangunan di Pegunungan Tengah ini tidak dapat dipisahkan dari strategi besar kita untuk mempercepat pembangunan di Provinsi Papua berdasarkan otonomi khusus. Sesungguhnya daerah ini kaya akan sumber daya alam, anggaran daerah perkapita juga relatif tinggi melampaui daerah-daerah lain di tanah air. Namun indeks pembangunan manusia, serta indeks kemiskinan di Provinsi ini masih menempati posisi dibawah daerah lain.
Hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk yang tidak memiliki akses pada sarana kesehatan masih cukup besar, angka buta aksara masih tinggi, serta tingginya usia kematian di bawah 40 tahun.
Karena itulah, menjadi kewajiban kita semua untuk segera mendorong percepatan pembangunan di provinsi Papua. Kita ingin dalam waktu yang tidak terlalu lama, penduduk di daerah ini, Saudara-saudara kita di daerah ini dapat berdiri sejajar dengan saudara-saudara kita di daerah lainnya.
Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menekankan bahwa persoalan utama di Provinsi Papua bukanlah pada minimnya alokasi anggaran dari pemerintah. Pemerintah telah memberikan alokasi anggaran yang cukup dari tahun 2005 ke tahun 2006, terjadi lonjakan transfer atau pemindahan dana pusat ke Provinsi Papua hampir dua kali lipat.
Lonjakan ini menyebabkan Provinsi Papua menempati urutan teratas dari segi transfer dana pusat perkapita, melampaui daerah-daerah lainnya di tanah air. Dari dana perimbangan dan dana otonomi khusus transfer pemerintah pusat ke Provinsi Papua dan Provinsi Irian Jaya Barat meningkat dari 6,8 triliun pada tahun 2005 menjadi 11,8 triliun pada tahun 2006. Kalau kita masukkan dana dis-konsentrasi ke dana alokasi khusus serta dana instansi vertikal maka angka-angka tersebut menjadi lebih besar lagi dari Rp 9,05 triliun pada tahun 2005 meningkat menjadi 16, 81 triliun pad tahun 2006.
Hadirin sekalian,
kita semua melihat kenyataan yang ada di depan kita rakyat kita di Provinsi Papua memerlukan penanganan yang terencana sungguh-sungguh dan berkesinambungan kita tidak ingin bencana kelaparan yang menimpa saudara-saudara kita di Yahukimo beberapa waktu yang lalu terulang kembali. Didaerah seperti inilah yang memiliki puncak-puncak gunung dan lembah-lembah yang curam kita harus memberikan perhatian yang lebih besar.
Saya bersyukur dan menghargai kerja keras Tim Interdep yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan jajaran TNI dan Polri. Selama lebih dari enam bulan saudara bekerja keras, bahu-membahu untuk membantu Saudara-saudara kita di pegunungan, di kabupaten Yahukimo ini. Saudara-saudara mari kita camkan bersama “tiada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, tiada sungai dan samudra yang tidak bisa di seberangi, tidak ada lembah yang tidak dapat kita turuni, tidak ada daerah pedalaman dan daerah tertinggal yang tidak dapat kita jangkau dan kita bangun”.
Mari kita bangkitkan semangat kepedulian kasih sayang kepada sesama saudara-saudara kita di daerah pedalaman dan daerah tertinggal itu, mari mulai bangun, kita bangun mulai sekarang. Kalau kita memiliki tekad yang bulat, mengalokasikan anggaran yang tepat, menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi, disertai dengan kecintaan kepada saudara-saudara kita itu, dengan ridho Tuhan yang Maha Kauasa, pasti bisa kita bangun dan kita kembangkan daerah-daerah yang tertinggal tersebut.
Saudara-saudara,
Saya memaklumi pekerjaan penginriman makanan melalui delapan ratus lima puluh enam shorty penerbangan berarti 800 lebih pesawat mondar-mandir ke daerah ini. Ketujuh belas titik kritis di wilayah-wilayah pegunungan, yang sulit bukanlah pekerjaan yang mudah. Faktor alam, cuaca, gunung, lembah dan tantangan alam di daerah Tangma, Pasema, Tosareh, Nangka, Lolumpun hingga Lolad dan Duram adalah tantangan yang harus saudara-saudara hadapi. Namun keikhlasan dan darma bakti saudara-saudara telah berhasil mengatasi situasi rawan pangan yang dialami oleh saudara-saudara kita disini.
Saya juga bangga dan memberikan penghargaan yang tinggi atas pengabdian dan kerja keras lebih dari 30 dokter-dokter muda dari berbagai penjuru tanah air. Selama lebih dari enam bulan saudara telah sangat membantu dalam memantau perkembangan kesehatan masyarakat, memberikan pengobatan dan penyuluhan kesehatan.
Demikian pula para ahli dan punyuluh pertanian telah berhasil membuka daerah pertanian percontohan. Saudara-saudara telah berjasa besar dalam memperkenalkan berbagai produk pertanian baru terutama varietas ubi jalar baru, Wamena Solosa, Wamena Patipi yang saya berikan nama itu untuk mengenang kedua mantan Gubernur yang telah memimpin Provinsi ini, serta Wamena Cangkuang dan lain-lain merupakan varietas unggul dan lebih tahan lama.
Bersama varietas-varietas lokal unggulan yang ada, kita harapkan kesemua varietas baru itu dapat meningkatkan ketahanan pangan di daerah ini untuk jangka panjang. Saya berikan penghargaan pula bagi yang bertugas mengembangkan energi lokal, mengembangkan perumahan sehat lokal, jembatan-jembatan, kegiatan pekerjaan umum dan semua yang dilaksanakan dalam rangka kegiatan Interdep, bersama-sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Hadirin yang saya muliakan,
Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan pesan, harapan dan arahan kepada saudara Gubernur Papua. Saudara Barnapas Pasuebu yang telah terpilih untuk memimpin Provinsi Papua ini 5 tahun mendatang, disamping kita ucapkan selamat, kita menitipkan pesan dan harapan untuk masyarakat Papua, untuk masa depan Papua dan tentunya masa depan Bangsa dan Negara Indonesia.
Saya menaruh harapan yang sangat tinggi kepada saudara Gubernur, saya percaya dibawah kepemimpinan saudara Gubernur bersama seluruh pemimpin di Papua ini BPRP, MRP, para Bupati dan seluruhnya, tugas-tugas yang tidak ringan dapat saudara emban dengan baik lima tahun mendatang ini termasuk yang saya katakan tadi, membedah isolasi, membangun, mengembangkan daerah-daerah tertinggal, daerah-daerah pedalaman di seluruh Papua.
Yang pertama berdasarkan otonomi khusus, lakukan percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat di bidang pendidikan, kesehatan, pendapatan rakyat dan infrastruktur pada khususnya dan sektor yang lain pada umumnya. Kedua dalam jangka pendek dan sedang, satu, tiga tahun mendatang intensifkan upaya untuk membangun ketahanan pangan, pangan yang cukup, pangan yang tersedia, pangan yang dapat disimpan di lumbung-lumbung dengan demikian akan tahan meskipun ada gangguan cuaca dalam pertanian.
Bangun ketahanan pangan lokal, ketahanan pangan komunitas di seluruh Papua terutama daerah-daerah yang rawan pangan, laksanakan langkah-langkah pemberantasan penyakit menular secara khusus dan intensif termasuk membangun lingkungan yang sehat, perumahan-perumahan yang sehat, tingkatkan kegiatan dan prasarana pendidikan dasar serta keterampilan terapan, artinya mengikuti pendidikan keterampilan yang setelah itu bisa bekerja untuk pertanian barangkali, untuk perikanan dan lain-lain. Yang cocok dengan kondisi di Papua dan yang tidak kalah pentingnya, bangun infrastruktur dasar, jalan-jalan, jembatan, air besih. Dengan demikian tidak boleh bumi papua yang kita cintai ini yang bernaung dibawah sangsaka merah putih masih ada daerah-daerah yang tidak bisa berhubungan dengan daerah-daerah lain, dengan saudara-saudaranya yang lain.
Kembangkan Infrastruktur itu secara nyata dengan anggaran yang tepat, dengan sasaran yang tepat pula. Yang ketiga sebagaimana yang saya sampaikan tadi anggaran untuk pemerintah Provinsi Papua cukup besar saya berharap pimpina daerah dapat menggunakan secara tepat, transparan diketahui oleh semua dan dipertanggung jawabkan dengan baik.
Yang keempat, teruslah membangun pemerintahan yang baik diseluruh Papua, pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, pemerintahan yang responsif mengerti kebutuhan rakyatnya, pemerintahan yang terbuka dan pemerintahan yang akuntabel. Kita bukan hanya membangun pemerintahan yang baik di Papua tapi di seluruh Indonesia, tentu termasuk Provinsi Papua.
Yang kelima, Saudara Gubernur dan para pemimpin di Papua, rakyat sudah lama menunggu hasil nyata dari otonomi khusus. Rakyat ingin melihat perubahan dari tahun ke tahun, juga dari otonomi khusus. Saatnya telah tiba sekarang ini, untuk membuktikan kepada rakyat, bahwa otonomi khusus, anggaran otonomi khusus bisa benar-benar bisa mengubah keadaan mereka dari waktu ke waktu.
Dan terakhir, yang keenam, sekali lagi kepada saudara Gubernur dan seluruh pemimpin di daerah ini saya percayakan penuh untuk memimpin, mengembangkan masyarakat dan daerah yng kita cintai bersama ini. Kebijakan nasional untuk Papua akan saya dasarkan dari kebijakan yang dikembangkan oleh saudara Gubernur, oleh para pemimpin di Papua ini. Saya ingin melihat proses dari bawah, saudara yang paling tahu situasi dan kondisi Papua, yang paling tahu permasalahan-permasalahan di Papua, susun, kembangkan rencana pembangunan itu tentu akan saya restui dan saya dukung dan jalankan dengan sungguh-sungguh agar hasilnya nyata.
Rujuk semuanya, dari otonomi khusus, implementasikan otonomi khusus dengan sebesar-besarnya. Dengan demikian kebijakan yang kami kembangkan dipusat tiada lain adalah dukungan terhadap kebijakan saudara-saudara yang ada di tempat ini, tentu dengan harapan rakyat bisa merasakan benar bahwa kebijakan itu mendatangkan kebaikan dan kemajuan di waktu yang akan datang.
Hadirin yang saya muliakan,
Demikianlah sambutan saya pada acara yang penting ini, sekali lagi saya ingin mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap pihak yang terlibat aktif dalam kegiatan Tim Interdep dalam membantu masyarakat Kabupaten Yahukimo. Akhirnya dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa pada hari ini kegiatan Tim Interdep di kabupaten Yahukimo saya nyatakan ditutup dengan resmi. Dan selanjutnya dilanjutkan oleh jajaran pemerintah daerah dengan masyarakat luas, selamat berjuang, selamat bekerja saudara-saudara, Tuhan beserta kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



