Pidato Presiden
Sambutan Kunjungan ke Kebun Biologi
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
KUNJUNGAN KEBUN BIOLOGI
WAMENA, 28 JULI 2006
Yang saya hormati,
Para Menteri, Bapak Gubernur Papua, Bapak Ketua Majelis Rakyat Papua,
Bapak Bupati Jaya Wijaya, dan para Bupati yang hadir pada kesempatan ini. Yang saya cintai dan saya muliakan, para tokoh-tokoh adat, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh perempuan,
Saudara-saudaraku yang saya cintai dan saya banggakan,
Selamat pagi, Salam sejahtera,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hari ini, kita berkumpul di tanah Papua yang indah, tanah ciptaan Tuhan yang memberikan berkah. Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini marilah bersama-sama kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Besar. Karena kita semua masih diberi kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan tugas dan kewajiban kita sebagai umat hamba Tuhan dan sebagai warga negara Indonesia. Kita berdoa semoga Tuhan terus memberkati saudara-saudara semua. Kita semua, agar hari esok lebih baik dari hari sekarang ini.
Saya datang, kali ini ke tanah Papua untuk bertemu saudara-saudara kita yang sama–sama kita sayangi. Saya berkunjung kali ini, ke Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Jaya Wijaya, dan tentunya ke Jayapura. Saudara tahu, tahun lalu, saudara-saudara kita di Yahukimo mengalami kekurangan makanan. Ada yang meninggal dunia. Kami sangat sedih, kita semua sangat sedih, mengapa ada saudara-saudara kita yang sampai kekurangan makan. Oleh karena itu kita bertekad, saya, para Menteri, Pak Gubernur, Pak Bupati turun ke lapangan. Kita terjunkan petugas-petugas. Ada dokter, ada petugas pertanian, ada petugas listrik, ada petugas sekolah atau pendidikan dan lain-lain. Tinggal di daerah Yahukimo selama tujuh bulan dan akhirnya Alhamdullilah, kemarin saya ke Kurima, tadi pagi saya ke Distrik Pasema. Untuk melihat hasil pertanian yang sudah bisa dipanen, dengan ubi jalar, jagung dan tanaman-tanaman yang lain.
Juga di daerah itu sudah mulai dikembangkan listrik-listrik lokal dengan tenaga surya, dengan tenaga air. Ada pusat kesehatan masyarakat, ada pendidikan, ada rumah-rumah yang sehat. Pendek kata di Yahukimo dan nantinya di seluruh Papua termasuk Jaya Wijaya ini diharapkan, kehidupan rakyat, kehidupan saudara-saudara kita makin baik.
Tidak boleh, satupun diantara saudara-saudara, satupun masyarakat Papua, satupun rakyat Indonesia yang terus menerus mengalami kekurangan makan. Tidak boleh. Kita harus mengembangkan pertanian, apakah ubi jalar, apakah sagu, apakah padi, apakah jagung, yang penting rakyat kita, desa-desa, kampung-kampung, distrik, kabupaten, tidak kekurangan makan.
Apa yang kita lakukan di Yahukimo dan sekitarnya membuktikan kalau kita rajin bertani, bercocok tanam, menanam ubi atau bibit-bibit yang benar, diberikan bimbingan oleh Penyuluh Pertanian, hasilnya baik. Saya ingin, bukan hanya di Yahukimo, tetapi di seluruh kabupaten pegunungan Tengah. di waktu yang akan datang, tidak boleh lagi kekurangan makanan.
Saya minta pada Pak Gubernur, kepada Pak Bupati, kepada semua untuk mulai sekarang ini kita kembangkan pertanian yang terutama menghasilkan makanan, dan kemudian disimpan atau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Yang kedua, saya datang ke wilayah ini, di wilayah pegunungan Tengah juga ingin agar kesehatan masyarakat makin baik. Tidak boleh, diantara saudara masyarakat di tempat ini, di seluruh Indonesia sakit-sakitan, banyak penyakit-penyakit menular yang tidak bisa diobati dan disembuhkan. Kita ingin semua agar badan kita makin sehat, masyarakatnya makin sehat, yang sakit diobati.
Fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat, dibangun di tempat-tempat yang terpencil, rumah sakit dibangun. Dengan demikian di masa depan, rakyat kita, saudara-saudara kita makin sehat, penyakit-penyakit bisa diberantas dan dikurangi. Dengan demikian di samping tidak kekurangan makan, harapan kita kesehatan makin baik.
Kalau kita sudah cukup makan, tidak kekurangan. Kalau kesehatan makin baik, marilah kita bikin sekolahnya makin baik. Anak-anak harus sekolah, pendidikan harus ada. Kalau anak-anak sekolah, makin pandai dia, makin pintar dia, bisa mencari pekerjaan, keluarganya, rumah tangganya, orang tuanya, bisa dibantu.
Kita ingin mulai hari ini, kedepan, di seluruh Papua, terutama di wilayah pedalaman desa tertinggal dan di wilayah pegunungan Tengah ini cukup makan, kesehatan makin baik dan pendidikan makin baik. Saya meminta kepada saudara Gubernur, Bupati dan semua pihak, mari kita jalankan tugas ini untuk rakyat yang kita cintai bersama. Pemerintah pusat, saya sebagai Presiden, para Menteri akan membantu, agar semuanya itu dapat diwujudkan.
Saudara-saudara yang saya sayangi,
Saya setuju bahwa, tidak boleh daerah-daerah pedalaman terisolasi, tidak bisa berhubungan dengan saudara-saudaranya yang lain, ke Jayapura misalnya dan ke daerah-daerah yang lain.
Oleh karena itu saya dukung, percepatan jalan dari Wamena ke Jayapura, dari 500 kilometer dari 500 kilometer jaraknya, yang 350 kilo sudah ada, yang belum sekitar 150 kilometer. Tahun-tahun mendatang dengan kerja keras kita, dengan alokasi anggaran otonomi khusus, dengan bantuan Pemerintah Pusat, kita harapkan makin kita percepat pembuatan jalan itu. Agar tidak hanya tergantung dengan angkutan udara. Kalau hanya tergantung dengan angkutan udara, harga barang-barang mahal, harga semen mahal, harga minyak mahal, harga yang lain-lain mahal.
Belum kalau cuacanya buruk, hujan lebat, awannya pekat, pesawat terbang tidak bisa datang. Kita ingin disamping pesawat terbang ada jalan-jalan darat, sehingga harapan kita makin mudah kita mendapatkan barang-barang. Termasuk barang makanan dan kebutuhan sehari-hari. Dengan harga yang tidak terlalu mahal. Saya sudah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan juga pak Gubernur dan para Bupati di daerah-daerah itu, untuk segera memprogramkan, mempercepat pelaksanaan pembangunan jalan antara Wamena ke Jayapura.
Saudara-saudara,
Tadi dijelaskan masalah anggaran, bagaimana yang baik, berapa jatah untuk Provinsi, berapa jatah untuk kabupaten, berapa jatah untuk kota. Dana yang ada dalam otonomi khusus, sebetulnya tidak sedikit, cukup besar, dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada di Papua ini. Yang penting, dana itu, uang itu harus digunakan dengan tepat dan hasilnya untuk kesejahteraan rakyat. Tidak boleh ada penyimpangan-penyimpangan dana, yang disebut korupsi. Tidak boleh ada menggunakan dana yang tidak-tidak. Yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat. Gunakan dana itu untuk meningkatkan ketahanan dan kecukupan pangan, untuk meningkatkan kesehatan, untuk memberantas penyakit menular, untuk meningkatkan pendidikan, untuk bikin rumah sehat, untuk bikin jalan-jalan yang baru dan lain-lain, supaya rakyat kita makin sejahtera, itu yang kita harapkan.
Dengan demikian, silahkan nanti, pak Gubernur, pak Bupati, pak Walikota, diatur dengan baik, ditata dengan baik, bagaimana pembagiannya. Yang penting bagi saya sebagai Presiden, harus betul-betul bisa mensejahterakan rakyat, bisa membawa berkah, bisa membawa kemajuan. Dengan otonomi khusus, kehidupan rakyat harus lebih baik. Mari otonomi khusus kita jalankan dengan sebenar-benarnya, sebaik-baiknya, agar membawa kebaikan bagi masyarakat. Dana yang digunakan untuk membangun, apakah pendidikan, kesehatan, jalan, rumah sakit, dan lain-lain. Tolong diberi tahu, supaya rakyatnya tahu, bahwa kita sedang membangun, dana itu digunakan untuk kepentingan rakyat.
Dengan demikian tidak ada saling curiga, tidak ada saling tidak tahu, rakyatnya tahu, bahwa ada uang untuk membangun rakyat, dan sekaligus menghindari penggunaan anggaran yang tidak tepat. Tentang pemekaran daerah, saya sampaikan kepada para Bupati, kepada pak Gubernur, semua. Pemekaran daerah khususnya Kabupaten, haruslah benar-benar tujuannya, kembali bisa mensejahterakan rakyat. Dana, meskipun tidak sedikit, tetapi tentu jumlahnya tidak akan melimpah ruah, meskipun dana pembangunan di Papua tinggi di bandingkan dengan Provinsi-provinsi lain di Indonesia. Tetapi gunakan dengan baik.
Kalau pemekaran itu bisa lebih mensejahterakan rakyat, bisa meningkatkan pembangunan, maka pemekaran itu betul. Tetapi jangan terburu-buru pemekaran, yang tidak mensejahterakan rakyat, yang tidak meningkatkan pembangunan. Oleh karena itu ide pemekaran itu tolong dibicarakan dengan baik, ada MRP, ada pak Gubernur dan lain-lain. Pertimbangkan dan kita pilih nanti pemekaran yang betul-betul meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.
Setiap ide atau pikiran, jangan dipatahkan dulu, barangkali ada kebaikannya. Tetapi sekai lagi, tolong diolah, dipikirkan masak-masak, sebab saya ulangi sekali lagi, pemekaran daerah, tujuannya adalah untuk mensejahterakan rakyat, untuk menggalakkan pembangunan.
Saudara-saudara yang saya kasihi dan saya sayangi,
Itulah yang dapat saya sampaikan. Saya, Insya Allah akan terus, memantau perkembangan pembangunan di Papua. Saya sekali-kali tentu akan datang bertemu dengan saudara-saudara, bertemu dengan pak Bupati, pak Walikota dan Pak Gubenur. Membantu beliau-beliau, agar pembangunan di daerah ini menjadi baik. Yang penting kita ingin, tanah Papua tetap aman dan damai, tanah Papua terhindar dari kekerasan-kekerasan. Tidak perlu ada korban-korban yang tidak perlu. Ekonominya makin maju, kesejahteraannya makin maju. Dengan demikian harapan kita, Papua yang maju, Papua baru, di bawah naungan Sang Saka Merah Putih, di bawah kebersamaan dengan keluarga basar bangsa Indonesia, dapat betul-betul diwujudkan. Itulah yang harus betul-betul kita wujudkan.
Saudara-saudara,
Mulai dari saya, mulai dari Pak Menteri, Ibu menteri, Pak Gubernur, pak Bupati, semua, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, mari bersama-sama kita bangun masyarakat di tanah Papua ini dengan ikhlas, dengan penuh semangat, dengan kerja keras dan penuh kasih sayang. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, memberkati kita semua, memberikan jalan, jalan terbaik untuk masa depan saudara-saudara, masa depan kita semua.
Selamat berjuang saudara-saudara, Tuhan beserta kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



