Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan MTQ Ke-21 Tahun 2006
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN MUSABAQOH TILAWATIL QUR’AN KE-21 TAHUN 2006
KENDARI, PROVINSI SULAWESI TENGGARA
29 JULI 2006
Bismillahirahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil Alamin Wassalatu Wassalamu Ala Asrafil Ambiyai Walmursalim Syaidina Wamaulana Muhammadin Waalaalihi Wasahbihi Ajmain Ammaba’du.
Yang saya hormati, saudara Wakil Ketua MPR RI dan Wakil Ketua DPD RI, saudara Menteri Agama dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Gubernur Sulawesi Tenggara dan para pimpinan dan pejabat yang bertugas di Sulawesi Tenggara, para Gubernur dari seluruh tanah air, para pimpinan organisasi Islam, para Ulama yang sama-sama kita muliakan, Saudaraku kaum Muslimin dan Muslimat peserta MTQ, hadirin hadirat sekalian yang berbahagia.
Hadirin yang saya muliakan,
Mengawali sambutan ini, perkenankanlah saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta MTQ yang datang dari seluruh penjuru tanah air, semoga dengan musabaqoh ini kecintaan negara Islam dinegara kita terhadap kitab suci Alqur’an semakin kokoh, dan semakin kokoh pula rasa keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wataala, kokohnya keimanan dan ketaqwaan itu sangat besar artinya untuk dijadikan sebagai modal dalam kita menjalani kehidupan diatas dunia, demi memperoleh kebahagiaan kehidupan dihari akhirat nanti, sebagaimana telah diketahui bersama, Alqur’an berisikan wahyu dari Allah Subhanahu Wataala, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Sollallahu Alaihi Wasallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril, Wahyu Allah didalam alqur’an itu mengandung nilai sastra dan seni yang sangat tinggi, sebab itulah ummat Islam dianjurkan untuk membaca Alqur’an dengan suara yang merdu dan sekaligus mengespresikan nilai kesenian dan keindahan.
Membaca Alqur’an dengan bacaan yang merdu dan menawan itu niscaya akan menggetarkan jiwa setiap insan, semua itu dimaksudkan untuk menggugah kesadaran rohani ummat manusia, akan kebenaran,dan kesalahan, serta menggugah akal pikiran manusia agar merenungkan hakekat segala sesuatu yang ada didalam alam semesta ini, serta hakikat kehidupan ummat manusia yang sesungguhnya.
Saudara sekalian,
Dalam 10 tahun terakhir ini bangsa dan negara kita seolah tiada henti menghadapi permasalahan, tantangan dan bahkan musibah bencana, secara politik sosial dan keamanan kita pernah dihadapkan kepada komplik sosial yang telah menimbulkan korban jiwa, dan harta benda yang tidak ternilai, masih segar dalam ingatan kita komplik
Bangsa kita telah menghadapi ujian baru, yaitu terjadinya serangkaian bencana alam, mulai dari bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi dan Tsunami, sampai letusan gunung berapi, menghadapi semua bencana ini, saya mengajak ummat Islam sebagai orang yang berilmu dan beriman untuk mencari jawabannya didalam Alqur’an, dengan demikian ummat Islam akan tetap berada dijalan yang benar, bukan mengikuti jalan yang salah dan sesat, yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip dengan ajaran agama Islam.
Hadirin yang saya hormati,
Bencana alam yang akhir-akhir ini melanda negari kita sesungguhnya dapat kita golongkan kedalam dua kategori, pertama bencana alam yang disebabkan oleh kelalaian dan kesalahan manusia dan kedua bencana alam yang benar-benar murni sebagai proses dan gejalah alam, terhadap kategori pertama Allah Subhanahu Wataalla telah mengingatkan ummat manusia agar menjaga dan memelihara segala karunia yang diberikannya, didalam alam semesta, tapi dalam kenyataannya ummat manusia sering serakah dan menggunakan sumber daya alam semaunya sendiri, sebagai contoh, perbuatan membabat hutan secara semena-mena atau merusak terumbu karang dengan pemboman ikan, adalah perbuatan yang merusak dan tidak bertanggung jawab, akibat semua itu terjadilah banjir dimusim hujan, kekeringan dimusim kemarau dan rusaknya ekosistem dan kehidupan dilautan, sementara itu bencana alam kategori kedua, seperti gempa bumi, Tsunami dan letusan gunung berapi, adalah murni bencana alam, sebagai akibat dari proses penciptaan, pemeliharan dan penomena alam semesta, yang seluruhnya terikat kepada hukum-hukum alam, atau sunnatullah, didalam Alqur’an Allah Subhanahu Wataala menegaskan, bahwa dialah yang menciptakan seluruh alam semesta, termasuk pemeliharaan dan penjagaan keseimbangannya, gempa bumi didasar laut yang kemudian menimbulkan Tsunami, ataupun letusan gunung berapi, semua itu adalah bagian dari kekuasaan dan kehendak Allah SWT dalam proses pengembangan, pemeliharaan dan penjagaan keseimbangan ciptaan Allah tersebut.
Tidak seorangpun dapat menghentikan fenomena alam itu, karena semuanya terikat kepada sunnatullah, ummat manusia hanya dapat mengurangi akibat-akibatnya namun tidak memiliki kemampuan untuk menghentikannya sama sekali, sebagai insani yang beriman, maka wajiblah kita menerima kenyataan bahwa negeri kita termasuk daerah yang rawan bencana, baik gempa bumi, Tsunami maupun letusan gunung berapi, sebagai insani yang berilmu, kita harus pula mengetahui, bahwa secara ilmiah, khususnya dalam bidang geologi dan geofisika, sering terjadinya gempa bumi dinegeri kitapun dapat dijelaskan secara nasional, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita miliki dewasa ini, memang kita belum dapat sepenuhnya mengetahui datangnya bencana-bencana itu, oleh karena itu yang harus kita lakukan adalah, kewaspadaan, kesiagaan dan berbagai upaya untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa, dan harta benda.
Hadirin yang saya muliakan,
Disamping saya mengajak ummat Islam dan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tabah dan tegar dalam menghadapi musibah bencana ini, seraya bersama-sama mengatasi dan membangun kembali daerah dan masyarakat yang terkena bencana, saya juga mengajak segenap komponen bangsa, untuk bersama-sama menjawab tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita dewasa ini, pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan dua tantangan besar kita, pertama, adalah berkaitan dengan perdamaian, keamanan dan kerukunan hidup bangsa kita, dan kedua, menyangkut kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sesungguhnya pula, kedua agenda kebangsaan ini, sama dengan agenda yang diperjuangkan oleh ummat Islam dinegeri kita.
Tercapainya perdamaian dan keamanan negara, serta terwujudnya kerukunan hidup bangsa kita adalah tujuan dan sekaligus para kondisi bagi kehidupan yang lebih baik, belajar dari pengalaman masa lalu, sebagaimana yang saya sampaikan dari awal sambutan tadi, dimana komplik dan kekerasan sosial, pernah melanda bangsa kita, mari kita perkokoh persatuan, harmoni, kerukunan hidup kita semua, kedepan ini saya benar-benar bersatu menyatukan energi dan bekerja keras bersama.
Tanda-tanda dan capaian awal dari upaya pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan yang kita lakukan sudah mulai nampak meskipun masih terus kita perkuat dan tingkatkan. Kedepan ini kita harus melanjutkan pengelolaan kehidupan bernegara, kegiatan pemerintahan yang semakin terarah bersih dari penyimpangan dan korupsi serta mendatangkan manfaat bagi rakyat. Sumberdaya alam dan potensi yang dimiliki bangsa kita juga harus dapat kita bangun dan kembangkan dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi serta managemen nasional yang lebih baik dan tepat dan diatas segalanya dengan semangat, kemauan yang kuat, kerja keras dan kebersamaan kita semua sebagai bangsa. Kita semua juga diingatkan bahwa dengan cara mengatasi kemiskinan dan keterbelakangan ajaran Islam menyuruh umatnya untuk bekerja keras, memanfaatkan segala karunia yang telah Allah berikan kepada kita, Islam mengajarkan bahwa semua manusia adalah khalifahnya dimuka bumi untuk memanfaatkan seluruh isi alam semesta bagi kemakmuran dan kesejahteraan. Untuk itu, umat islam tidak mempunyai pilihan lain kecuali memperkuat semangat juang, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta management modern agar dapat bergerak maju mengejar ketertinggalan.
Selanjutnya sebagai bangsa marilah kita kembali kejalan yang benar sehingga masing-masing kita dapat menunaikan segala amanah yang telah dibebankan kepada kita, dalam menunaikan amanah itu, marilah kita saling menghormati, bertenggang rasa dan mengedepankan musyawarah dalam memecahkan masalah-masalah bersama dengan cara itu, kita dapat memupuk rasa persatuan bangsa atas dasar persaudaraan dan keikhlasan, semua itu sangat penting artinya dalam membangun bangsa dan Negara menuju masa depan yang gemilang.
Hadirin yang saya muliakan,
Saya ingin mengakhiri sambutan saya ini dengan sekali lagi mengajak kepada hadirin, muslimin dan muslimat marilah kita berdo’a kehadirat Allah SWT semoga MTQ Tingkat Nasional Ke XXI di Kendari ini, berjalan dengan lancar dan sukses. Kita berdo’a pula kehadirat Allah SWT semoga bangsa kita senantiasa berada dalam keadaan aman dan sentosa, serta seraya memohon ampun kepada-Nya, diselamatkan dari berbagai cobaan, musibah dan bencana, dalam keadaan demikian kita dapat terus bekerja keras dalam membangun masyarakat bangsa dan negara menuju kejayaannya, dan kepada saudara Gubernur Sulawesi Tenggara beserta masyarakat Sulawesi Tenggara, terimalah ucapan terima kasih rasa hormat dan penghargaan saya yang telah bekerja keras menyelenggarakan MTQ Nasional ke 21 ini, saya dengan bangga melihat semangat saudara, keramahtamaan saudara, kepada semua yang datang ketempat ini, semoga tradisi baik, sifat yang islami ini terus berkembang di Sulawesi Tenggara dan bahkan di Indonesia yang kita cintai, dengan harapan-harapan, serta dengan memohon kekuatan dan ridho dari Allah SWT, seraya mengucapkan Bismillahirahmanirrahim, Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional ke-21 secara resmi saya nyatakan dibuka.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



