Pidato Presiden

Sambutan Pengukuhan Pamong Praja Muda IPDN

 

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENGUKUHAN PAMONG PRAJA MUDA
INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI
JATINANGOR-JAWA BARAT, 10 AGUSTUS 2006


Bismillahirahmanirrahim,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Dalam Negeri dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para unsur pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
Saudara Gubernur Jawa Barat dan para pimpinan dan pejabat yang bertugas di Jawa Barat, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, maupun TNI dan Polri,
Para Gubernur dan Wakil Gubernur yang hadir pada acara hari ini,
Saudara pimpinan dan segenap civitas Akademika IPDN, para Pamong Praja Muda, para Praja,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah bersama-sama kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hari ini kita dapat menghadiri upacara pengukuhan Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Angkatan 14 Tahun 2006.

Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan ucapan selamat, kepada para Pamong Praja Muda yang baru saja dikukuhkan. Ucapan selamat yang sama juga saya sampaikan kepada para orang tua dan keluarga, atas keberhasilan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan di IPDN ini.
Para orang tua dan keluarga, tentu akan bersyukur dan berbahagia menyaksikan putra-putrinya yang hari ini dikukuhkan sebagai Pamong Praja muda. Sebentar lagi mereka akan memasuki medan pengabdian, kepada bangsa dan negara.

Para Pamong Praja Muda yang berbahagia,
Berakhirnya masa pendidikan bukanlah akhir dari segalanya. Tugas telah terbentang di hadapan kalian yang tentunya tidak mudah dan ringan. Para Pamong Praja Muda dituntut untuk dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan untuk dapat diaplikasikan di tempat pengabdian nanti.

Ilmu pengetahuan yang kalian peroleh, belumlah cukup. Diperlukan semangat, ketekunan dan kegigihan untuk terus mengembangkan diri dari waktu ke waktu. Karena itu, prestasi akademis memperoleh selama pendidikan, jadikanlah sebagai modal awal dalam meraih keberhasilan di medan tugas di waktu mendatang. Para Pamong Praja muda akan mengawali penugasan dan pengabdian di lingkungan instansi pemerintahan di seluruh Indonesia. Kalian akan bertugas memimpin masyarakat kita, yang amat beragam identitas dan latar belakangnya. Oleh karena itu, diperlukan seni dan kemampuan untuk membimbing dan melayani mereka sebaik-baiknya. Sebagai aparatur pemerintahan, kita memang dituntut untuk mampu melayani masyarakat dengan baik.

Jiwa kepamong prajaan sangat diperlukan dalam memberikan bimbingan dan pelayanan kepada masyarakat. Kedekatan hubungan Pamong Praja dengan masyarakatnya, haruslah dilandasi dengan jiwa dan semangat kesetiaan, pada profesi sebagai Pamong Praja, sehingga melahirkan kecintaan dan ketulusan dalam bekerja. Untuk itu, hidupkan dan kobarkan terus profesionalisme dan nilai-nilai kepamongan kalian di dalam penyelenggaraan pemerintahan yang penuh dengan dinamika.

Saya sangat berharap, kalian terus tumbuh menjadi abdi negara dan abdi masyarakat yang handal, cakap dan senantiasa berhasil dalam setiap pelaksanaan tugas. Bekal utama menuju keberhasilan dalam menunaikan tugas, antara lain adalah memahami dan menjiwai seluk-beluk masyarakat dimana kalian ditugaskan. Lakukan kebiasaan berkomunikasi dan berdialog dengan masyarakat, sebagai bagian dari upaya pelayanan masyarakat. Biasakan untuk selalu mendengar dan memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat dan carikan upaya untuk pemecahannya. Berikan kemudahan dan janganlah sekali-kali mempersulit suatu urusan yang sesungguhnya justru dapat dipermudah.

Para Pamong Praja Muda, hadirin yang saya muliakan,
Dengan memahami alam pikiran dan alam perasaan masyarakat, maka tugas pamong praja adalah membimbing masyarakat ke arah kemajuan. Itulah sebenarnya esensi dari sikap kepamongan, yaitu sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Dalam konteks itulah, kita terus berupaya menyelenggarakan pemerintahan ini secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kita terus-menerus meningkatkan efektivitas pengawasan aparatur negara, baik melalui pengawasan internal, pengawasan fungsional, maupun pengawasan yang dilakukan masyarakat. Disamping itu seluruh jajaran pemerintahan terus didorong untuk meningkatkan budaya kerja, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik atau good governance.

Hadirin yang saya hormati,
Dalam upaya melaksanakan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik atau good governance, kita melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah dengan menyusun Peraturan Presiden tentang pembentukan Tim Reformasi Birokrasi. Perpres ini diharapkan dapat menjadi landasan hukum bagi seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam melakukan langkah-langkah terpadu dibidang kelembagaan sumber daya manusia, ketatalaksanaan pelayanan publik serta akuntabilitas dan pengawasan. Disamping itu sedang disusun pula Rancangan Undang-Undang tentang etika penyelenggaraan negara, Rancangan Undang-Undang tentang administrasi pemerintahan, serta Peraturan Perundang-Undangan yang mengarah kepada pembaharuan sistem manajemen pemerintahan. Tentu saja, sebelum diterbitkannya Peraturan Perundang-Undangan tersebut, pembangunan dan pemantapan pemerintahan yang baik, pemerintahan yang bersih, responsif dan transparan dan bertanggung jawab, terus kita laksanakan secara sungguh-sungguh.

Dalam memantapkan pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah menerapkan asas-asas pemerintahan secara sinergis dalam hal desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Hal itu ditekankan pada upaya memantapkan fungsi dan peran Gubernur dalam melakukan koordinasi, antara pusat, daerah, pembinaan, pengawasan dan supervisi terhadap pelaksanaan, asas-asas penyelengaraan pemerintahan di daerah. Prinsip otonomi luas yang kita terapkan dalam pelaksanaan otonomi daerah hanya dapat diwujudkan, jika didukung oleh aparatur penyelenggara yang handal dan sistem birokrasi yang baik.

Hadirin yang saya muliakan,
Sebagaimana yang selalu yang saya sampaikan diberbagai kesempatan, saya ingin mengingatkan kembali, khususnya kepada seluruh aparatur birokrasi pemerintahan dimanapun berada, untuk senantiasa memahami perkembangan dan dinamika masyarakat yang sedang berada dalam masa transisi. Negara kita tengah dan terus mengalami perubahan sejalan dengan dinamika global, serta sejalan dengan reformasi yang kita jalankan bersama.

Era reformasi telah membawa masyarakat kita menjadi makin kritis dan terbuka. Masyarakat kita tidak lagi dengan mudah menerima begitu saja setiap kebijakan dan tindakan yang kita ambil. Jika hal itu dirasakan tidak membawa manfaat yang nyata bagi mereka. Menghadapi semuanya itu tidak ada pilihan lain, kecuali harus kita pastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan adalah bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat kita, bersifat membangun dan membawa manfaat yang justru untuk meningkatkan kesejahteraan mereka di masa depan.

Jika pada masa pasca krisis yang menjadi tujuan kita adalah terus-menerus mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, atau menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, dan kualitas kesehatan dan hal-hal lain yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Marilah kita pastikan itu menjadi kebijakan dan tindakan yang harus terus-menerus kita kembangkan dan kita laksanakan. Prinsip paling utama yang harus kita pegang teguh ialah setiap kebijakan yang ditempuh haruslah mempertimbangkan asas manfaat bagi kepentingan rakyat. Kita dituntut untuk bersikap arif dan bijaksana bersedia mendengar dan bersedia untuk berdialog dengan hati terbuka.

Kalaupun ada kebijakan yang harus diambil dengan mengandung banyak resiko, yang bisa menimbulkan salah pengertian, yang terkadang kurang populer, tetapi harus kita ambil dan kita laksanakan, lakukanlah sosialisasi, agar masyarakat mengerti seluk-beluk masalah yang dihadapi. Setiap kebijakan tentu akan ada sikap pro dan kontra, tetapi kita tidak boleh ragu-ragu, manakala harus mengambil keputusan, harus mengembangkan kebijakan dan tindakan yang nyata-nyata itu untuk membawa manfaat dan tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

Kita harus tabah menghadapi semuanya itu gelombang pro dan kontra karena hal itu merupakan konsekuensi dari demokrasi. Segala keputusan haruslah dilandaskan kepada norma-norma hukum yang adil dan menjamin kepastian. Aparatur pemerintah harus menjadi contoh dalam mentaati kaidah-kaidah hukum. Setiap pelaksanaan kebijakan haruslah dilakukan secara transparan dan harus dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi akan mencegah praktek-praktek yang menyimpang dan keluar dari aturan yang harus kita penuhi.

Jika prinsip-prinsip yang saya kemukakan tadi dilaksanakan dengan baik, saya yakin kita akan mempunyai jajaran birokrasi yang baik. Negara akan menjadi baik, jika birokrasinya baik dan para politisinya memiliki idealisme yang tinggi untuk membangun dan memajukan bangsa. Sebaliknya negara akan runtuh, apabila birokrasinya buruk, sementara para politisinya hanya mempermainkan politik untuk kepentingan dirinya sendiri.

Para Pamong Praja Muda dan hadirin sekalian,
Saya berharap para Pamong Praja Muda berada di garda terdepan dalam mempelopori setiap langkah pembaharuan di lingkungan pengabdian masing-masing. Keberhasilan atas setiap upaya pembaharuan birokrasi, sangat ditentukan oleh kesediaan, kemauan dan kesungguhan aparatur untuk mewujudkannya. Praktekkanlah ilmu, pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh di IPDN. Berikanlah pelayanan yang baik, cepat dan mudah bagi seluruh masyarakat, terutama masyarakat kita yang berada di kecamatan, kelurahan dan desa-desa terpencil. Cintailah masyarakat kita dan berikan bimbingan dan pelayanan yang terbaik.

Kepada seluruh jajaran IPDN, saya ucapkan terima kasih, atas kerja keras dalam mendidik, membina dan melahirkan para Pamong Praja Muda dari seluruh tanah air. Saya berharap di masa yang akan datang, IPDN dapat mengembangkan metode-metode pembelajaran yang dapat menyesuaikan dengan tuntutan yang berkembang dalam masyarakat. Saya memandang perlu, sebagai contoh, para Praja IPDN dibekali dengan materi-materi tentang manajemen penanggulangan bencana. Karena kita semua mengetahui bahwa negara kita rawan terhadap bencana alam.

Pada kesempatan yang baik ini, saya mengingatkan apa yang telah saya sampaikan tahun lalu di tempat ini, pada forum atau acara yang sama, yaitu perlunya terus menciptakan lingkungan pendidikan yang baik, yang sehat dan yang membangun. Saya mengharapkan hubungan antara para senior dan junior, Praja senior dengan Praja muda, berlangsung secara baik, dilandasi oleh sikap silih asih, silih asuh, silih asah. Hentikan, sekali lagi hentikan budaya kekerasan, budaya menghukum yang melebihi batas kepatutan, penyiksaan dan lain-lain. Yang tidak sesuai dengan norma-norma dan sifat-sifat kepemimpinan yang baik.

Para Praja pada saatnya nanti akan memimpin dan membimbing masyarakat. Memimpin dan membimbing masyarakat tidak dapat dilaksanakan dengan kekerasan, harus dilaksanakan dengan cara-cara yang persuasif, berangkat dari kemampuan, kecakapan dan tauladan yang diberikan kepada pemimpin. Saya tidak ingin lembaga-lembaga pendidikan, akademi-akademi di negeri kita ini, terutama yang menyiapkan kader-kader kepemimpinan di waktu yang akan datang. Sejak awalnya telah salah, menerapkan kehidupan dialmamater yang justru keluar, dari hakekat dan sifat-sifat kepemimpinan yang baik.

Kepada para orang tua Pamong Praja Muda, sekali lagi saya turut berbahagia, atas keberhasilan putra-putri saudara yang dilantik pada hari ini. Kita berharap dan berdoa, mudah-mudahan para Pamong Praja yang kita kukuhkan pada hari ini, terus tumbuh dan berkembang menjadi putra-putri bangsa yang dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi kepentingan bangsa dan negara tercinta.


Demikian, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita semuanya.
Sekian.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

******

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan