Pidato Presiden
Sambutan Pertemuan dengan Pengungsi Korban Lumpur Panas
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PETEMUAN DENGAN PARA PENGUNGSI KORBAN LUAPAN LUMPUR PANAS
PASAR PORONG, SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR
11 AGUSTUS 2006
Bismillahirahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Anak-anak yang saya cintai dan saya banggakan,
Saya minta coba tenang dulu, tenang dulu Pak Presiden mau bicara.
Sampun, sudah, baik, bapak ibu sekalian ya coba dengarkan dulu, dengarkan dulu.
Baik Bapak-Ibu sekalian, hari ini saya datang bersama para Menteri, KAPOLRI, Pak KASAD, Wakil Gubernur, dan tentunya Pak Bupati untuk melihat secara langsung langkah-langkah untuk mengatasi bencana Lumpur yang ada di tempat ini. Tadi saya telah mendapatkan laporan tentang upaya yang dilaksanakan untuk menghentikan luapan Lumpur dan mencegah lumpur itu mengalir membahayakan keselamatan masyarakat di tempat ini.
Saya juga sudah melihat langsung tempat keluarnya lumpur, saya juga melihat langsung tanggul-tanggul yang sedang dibangun dan semua pekerjaan yang sedang dilaksanakan sekarang ini untuk diketahui bahwa pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten beserta semua pihak terus bekerja siang dan malam untuk mengatasi masalah lumpur ini.
Saya datang, untuk mempercepat langkah-langkah untuk mengatasi Lumpur ini termasuk apa yang sedang dikerjakan sekarang agar Lumpur itu sekali lagi tidak mengalir kemana-mana, ke tempat-tempat justru yang ada pemukiman penduduk
Yang pertama, yang harus diselamatkan adalah penduduk kita, bapak ibu, anak-anak sekalian itu yang nomor satu. Oleh karena itu, Pak Gubernur, Pak Bupati, kita semua sementara ini sedang diatasi dan akan dipercepat penyelesaiannya. Bapak, Ibu dan Anak-anak mendapatkan perawatan yang baik, pelayanan yang baik, keamanan yang baik, termasuk kebutuhan makan dan kebutuhan sehari-hari. Yang penting kita selamatkan dulu masyarakat di sekitarnya.
Yang kedua, kita selamatkan pula agar lumpur itu tidak, malah bertambah luas masuk ke perkampungan-perkampungan atau tempat yang lain. Oleh karena itu, tanggul akan kita tinggikan, kita perbesar, kita bikin kuat agar tidak jebol dan agar aman, lumpur itu tidak kemana-mana.
Yang ketiga, kita akan carikan akal dengan teknologi, dengan biaya, dengan kerja keras mendatangkan anggota TNI dan lain-lain, agar sekali lagi pembuangan lumpur itu bisa berjalan lebih cepat dan lebih tepat. Dalam rangka kita mempercepat semua pekerjaan ini, saya mohon pengertian dari Bapak, Ibu dan Saudara-saudara sekalian untuk disamping sementara berada ditempat ini juga memberikan bantuan moril paling tidak agar semua yang kita kerjakan bisa berhasil dengan baik.
Biaya untuk mengatasi semua ini kita bebankan kepada Lapindo yang tentunya mereka juga perlu memikul tanggung jawab. Saya hari ini mendapatkan laporan bahwa Lapindo bersedia untuk mengatasi semuanya ini dalam arti mengeluarkan biaya yang diperlukan. Saya senang karena berarti dari segi pembiayaan akan ada pihak yang mengeluarkan dana itu. Tentu saja pemerintah tidak tinggal diam, pemerintah juga bekerja menjalankan tugas dan kewajibannya terutama untuk membantu menolong Bapak, Ibu, Anak-anak yang sekarang berada di tempat-tempat penampungan sementara.
Saya dalam kesempatan ini, nanti akan memberikan bantuan Natura. Saya akan memberikan bantuan untuk meringankan beban Bapak, Ibu lewat Pak Bupati, 1 Milyar rupiah, tolong dibagi dengan adil, paling tidak untuk membantu. Saya merasakan kesulitan Bapak, Ibu sekalian, tetapi ini memang tidak kita kehendaki, tidak ada satupun yang ingin lumpur keluar di tempat ini.
Oleh karena ini, musibah ini, kecelakaan, tugas pemerintah, tugas Lapindo, tugas semua untuk mengatasi masalah itu dan kewajiban kita Bapak, Ibu sementara bisa dirawat dilayani dengan sebaik-baiknya.
Saya habis ini akan memimpin rapat sekali lagi. Setelah saya melihat di lapangan, saya melihat dari udara, saya turun langsung ke tempat keluarnya lumpur, saya bertemu dengan Bapak, Ibu, Saudara dan Anak-anak sekalian saya akan mengeluarkan instruksi, mengeluarkan perintah-perintah agar semua jajaran pemerintah mengemban tugas dengan baik, lebih cepat lebih baik sesuai dengan kemapuan teknologi, sesuai dengan pekerjaan teknis yang kita lakukan sekarang ini.
Itu yang dapat saya sampaikan Bapak, Ibu dan hadirin sekalian ya. Saya sekali lagi minta kesabaran, pengertian dan kerjasamanya. Kami akan berbuat dengan sebaik-baiknya, kemudian saya minta semua dijelaskan secara gamblang, secara transparan supaya penduduk juga tahu apa yang kita laksanakan sekarang ini. Untuk pengguna jalan sementara karena jalan tol terganggu, mulai besok katakanlah tidak perlu bayar dulu dari Mojokerto sampai Gempol sampai Porong, jadi pengguna jalan tol Gempol sampai Porong tidak usah bayar karena memang ada hambatan sampai situasinya pulih kembali.
Tentu pemerintah memikirkan saudara-saudara semua, oleh karena itu mari kita fahami situasi ini dan kami akan bekerja sebaik-baiknya.
Demikian Bapak, Ibu, Saudara-saudara, Anak-anak yang saya sayangi semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian. Sampai ketemu kembali nanti, Insya Allah saya akan datang lagi pada saatnya setelah semuanya Insya Allah bisa diatasi.
Wassalamu’alakum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



