Pidato Presiden
Sambutan Lomba Lukis dan Cipta Puisi
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
LOMBA LUKIS DAN CIPTA PUISI
TAMAN BUNGA CIPANAS, 12 AGUSTUS 2006
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan para Menteri Kabinet Indonesia bersatu, Saudara Gubernur Jawa Barat dan para pimpinan yang sedang mengemban tugas di Jawa Barat, para sesepuh dan senior, para maestro seni dan budaya yang juga bertindak sebagai Dewan Juri pada acara lomba lukis dan cipta puisi ini, para orang tua, anak-anakku, siswa-siswi yang saya sayangi, saya cintai dan saya banggakan.
Alhamdulillah dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kita dapat bersama-sama menghadiri acara lomba lukis dan cipta puisi dalam rangka menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 17 Agustus 2006 mendatang. Pertama-tama, untuk kita yang hadir disini ingin menyampaikan rasa bangga, disertai ucapan selamat kepada anak-anak baik yang telah meraih prestasi maupun yang juga telah menunjukan kepiawaiannya dalam melukis maupun mencipta puisi.
Tadi saya sempat melihat ketika anak-anak melukis, saya sulit membedakan mana yang lebih baik, karena menurut saya semuanya baik dan baik sekali. Demikian juga puisi meskipun saya tidak membaca utuh tapi apa yang dibacakan oleh sang maestro Bung Putu Wijaya tadi menunjukan kelas, kualitas dan nilai seni dari puisi. Yang lain-lain tentu juga memiliki nilai yang tinggi. Oleh karena itu, saya meminta kepada Saudara Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Saudara Menteri Pendidikan Nasional, semua karya anak-anak ini dibukukan, satu kumpulan puisi, satu kumpulan lukisan, disamping diberikan kepada mereka semua, tolong cetak yang lain juga untuk kita jadikan dokumen dan kita berikan kepada siapa saja.
Anak-anak saya ucapkan selamat, saya bangga, saya sangat bahagia bahwa ternyata putra-putri Indonesia memiliki bakat yang luar biasa dan para Maestro tidak perlu khawatir, tidak perlu cemas bahwa tidak terjadi regenerasi di waktu yang akan datang. Saya juga terima kasih kepada Kak Seto, Kak Kusomo tadi yang telah mengajak anak-anak untuk membangkitkan semangat untuk selalu mengenali, mencintai, negerinya, bangsanya, Tanah Airnya mudah-mudahan semangat seperti itulah yang terus hidup berkembang dan makin bersemi di negeri tercinta ini.
Saudara-saudara, anak-anakku yang saya sayangi,
Tanggal 1 Januari yang lalu awal tahun 2006 ini, saya berkunjung ke tempat ini. Ketika saya berbincang-bincang dengan para senior, sesepuh pengelola Yayasan Taman Bunga Nusantara, waktu itu, saya menyampaikan kepada beliau-beliau, Insya Allah menjelang Agustus tahun 2006 ini, kita bisa mengajak anak-anak kita untuk sambil menikmati keindahan Taman Bunga Nusantara ini, juga untuk mengembangkan bakat mereka dalam seni cipta puisi dan seni lukis. Singkat kata waktu berjalan dan tepat pada hari anak Indonesia tiga minggu yang lalu kurang lebih, saya sampaikan kepada Mendiknas dan Menbudpar, ada juga Kak Seto dan Kak Kusomo untuk segera diwujudkan apa yang kita rencanakan ini. Alhamdulillah meskipun persiapannya hanya sekitar tiga minggu tetapi dengan tampilan seperti ini, kita wajib dan patut mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada mereka semua.
Kita semua mencintai negeri ini, kita semua bangga akan tanah air kita, kita semua mencintai bangsa kita, kebesarannya, seni budayanya, nilai sejarahnya. Berdosa dan bersalah kita, kalau kita tidak melakukan sesuatu untuk mengekpresikan segala rasa kecintaan dan rasa bangga itu. Berulang kali saya katakan bahwa hidup ini tidak akan seimbang, hidup ini terasa pincang kalau kita hanya menegakkan salah satu saja dari tiga pilar kehidupan manusia.
Yang saya maksudkan tiga pilar adalah pilar pertama logika, pilar kedua etika, sedangkan pilar ketiga estetika. Kalau hanya logika, kita hanya bicara benar atau salah. Meskipun logika sangat penting untuk mendorong kemajuan sebuah bangsa, mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini pilar pertama yang harus kita perkuat di negeri ini. Pilar kedua adalah etika, hidup bersama, hidup bermasyarakat, hidup berbangsa tentulah harus memahami mana yang baik dan mana yang buruk. Baik dan buruk inilah etika. Sejak dini anak-anak kita disamping kuat logika harus juga punya rasa etika. Membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sentuhan agama, pendidikan budi pekerti sangat penting. Sedangkan yang ketiga yang kalau ini tidak ada meskipun dua pilar yang lainnya ada yaitu logika dan etika, sekali lagi kalau pilar ketiga tidak ada, maka ibaratnya bagaikan malam tidak berbintang, kurang indah inilah yang saya sebutkan dengan estetika.
Persoalan keindahan indah atau tidak indah negeri kita menghadirkan sejumlah keindahan. Patut kalau kita sekali lagi mengucapkan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, mencinta keindahan itu, merawatnya, memeliharanya dan dijadikan dalam sendi-sendi kehidupan kita yang lebih lengkap. Dalam kontek inilah, sedini mungkin, seawal mungkin, anak-anak kita harus kita bangun watak dan kepribadiannya agar mereka kuat di bidang logika, mengerti etika dan mencintai estetika. Inilah pesan sesungguhnya yang hendak sama-sama kita bangun melalui kegiatan lomba lukis dan cipta puisi hari ini.
Hadirin sekalian,
Akhirnya marilah menjelang hari bersejarah negeri kita 17 Agustus 2006 ini, kita perkokoh kembali kecintaan kepada Bangsa dan Negara, kecintaan kepada seni dan budaya, kecintaan kepada keindahan. Agar sekali lagi hidup dan kehidupan masyarakat dan bangsa kita menjadi seimbang menjadi lengkap tidak kering, kering hakiki dan kering nilai. Kalau itu berkembang Insya Allah, puisi yang dibacakan oleh Bung Putu Wijaya tadi dapat kita cegah untuk berkembang di negeri tercinta ini.
Mari kita jemput masa depan kita. Mari kita selamatkan negeri kita, bersyukur kehadirat Allah SWT besar, indah negeri kita ini. Kita syukuri kita tumbuhkan sense of belonging kita rasa memiliki kita kita rawat dan kita besarkan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
Itulah Saudara-saudara, saya ucapkan sekali lagi terima kasih kepada semuanya, anak-anak teruskanlah belajar, menuntut ilmu, beribadah, membangun kerukunan satu sama lain, jadilah putra-putri bangsa yang kuat kepribadiannya, yang kuat akhlaknya, yang cerdas dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat dan sehat jasmani dan rohani, yang rukun dan harmonis, yang penuh persaudaraan dengan yang lain.
Semoga apa yang kita lakukan hari ini mendapatkan ridho Allah SWT dan semoga kita semua melangkah maju, menjemput hari esok yang lebih baik.
Demikian,
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



