Pidato Presiden

Sambutan Silaturahmi dengan Paskibraka, Juara Lomba Desa dan Kelurahan serta Para Teladan

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA SILATURAHMI
PRESIDEN RI BESERTA IBU HJ. ANI BAMBANG YUDHOYONO
DENGAN
PASUKAN PENGIBAR BENDERA PUSAKA, JUARA LOMBA DESA DAN KELURAHAN TINGKAT PROPINSI SERTA PARA TELADAN
DI HOTEL SAHID JAYA, 18 AGUSTUS 2006



Bismilahirahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat beserta Ibu, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para pimpinan dan pejabat Pemerintah, baik pusat maupun daerah,
Yang saya cintai anggota Paskibraka dan para Teladan dari berbagai profesi yang datang dari seluruh Tanah Air,

Marilah pada kesempatan yang baik dan semoga senantiasa penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT atas perkenan rahmat dan ridho-Nya, kita semua masih diberi kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara.


Saudara-saudara, Putra-putri terbaik bangsa yang saya cintai dan saya banggakan,
Pertama-tama, saya harus mengucapkan selamat atas terpilihnya saudara-saudara semua, baik untuk mengibarkan Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih pada hari yang bersejarah kemarin, maupun para Teladan yang mewakili profesinya, mewakili daerahnya karena prestasinya, dapat hadir di ibukota negara dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-61.

Saudara semua datang ke Jakarta kali ini, tentu pertama-tama atas ridho Allah SWT. Yang kedua, karena prestasi, kinerja dan pengabdian yang saudara-saudara berikan untuk rakyat, untuk masyarakat, untuk bangsa dan negara. Saya mengajak semua untuk bertepuk tangan semeriah mungkin.

Saya bangga kepada semua saudara-saudara yang memberi contoh kepada yang lain, karena saudara membuktikan seberat apapun tantangan yang dihadapi, sesulit apapun keadaan di depan saudara. Sekomplek apapun persoalan yang dari hari ke hari juga perlu dijawab, tetapi kalau semangat kita, kalau keikhlasan bekerja kita, kalau ketulusan kita dalam mengemban tugas disertai kasih sayang kepada rakyat, kepada sesama, maka hasilnya sebagaimana yang saudara-saudara lakukan semua, banyak yang harus belajar di negeri ini.

Perjalanan negeri kita sebagaimana yang saya sampaikan dalam pidato 16 Agustus yang lalu, dimana saudara-saudara juga ada di balkon mendengarkan pidato saya, adalah perjalanan sebuah bangsa yang mengalami pasang-surut, mengalami dinamika, cobaan, ujian, tantangan, krisis demi krisis. Tetapi karena ketegaran kita sebagai bangsa, keuletan kita, semangat kita, pantang menyerah kita, akhirnya semua itu kita lampaui dan Indonesia hingga hari ini dan Insya Allah selamanya akan tetap tegak berdiri sebagai bangsa yang besar.

Di negeri kita yang tercinta ini, sebagian dari kita merasa gamang, sebagian kita kurang yakin diri, sebagian dari kita senang menyalahkan diri sendiri. Mari kita hentikan, karena yang bisa mengubah nasib dan masa depan bangsa ini, bukan bangsa lain, bukan negara lain, tapi bangsa dan negara kita. Saudara berbuat di tempatnya masing-masing, di profesinya masing-masing, Alhamdulillah bisa. Padahal negara kita banyak orang pandai, banyak potensi, banyak orang besar, mari jangan jadikan bangsa kita bangsa yang kerdil, yang pesimis melihat masa depannya karena, bangsa kita bangsa yang besar harus optimis melihat masa depannya.

Saya ingin saudara kembali ke daerah masing-masing mengibarkan panji-panji semangat ini, mewartakan kepada yang lain-lain, Insya Allah masa depan kita cerah, Insya Allah seberat apapun tantangan yang kita hadapi akan kita lampaui kalau benar-benar kita bersatu, kita melangkah maju dan kita mau bekerja bersama-sama, kuncinya itu, kalau bangsa yang lain bisa maju, India bisa maju, China bisa maju, Rusia bisa maju, Malaysia bisa maju, Singapura bisa maju, Indonesia mesti maju, bangsa kita tidak kalah.

Kemarin saudara dengar sendiri, anak-anak kita yang diantara kita meragukan jangan-jangan generasi muda Indonesia bukan generasi yang tangguh, jangan-jangan anak kita kurang cerdas, jangan-jangan dan lain-lain yang pesimis. Terbukti kalau kita mau betul, kita bersemangat betul, dikelola dengan betul, diantar dengan doa, berhasil. Artinya apa, potensi kita besar, bangsa ini bangsa yang besar jangan sekarang kita merugi karena kita tidak yakin diri, kita mengeluh, kita menganggap masa depan kita tidak ada, bahkan saling salah menyalahkan, hentikan semua itu karena tidak ada gunanya. Insya Allah kita sampai pada tujuan kita, para pendahulu kita, para pendiri Republik.

Kemarin siang setelah upacara penaikan bendera, saya bertemu dengan keluarga pahlawan nasional, para pejuang kemerdekaan, para Veteran, wredatama, purnawirawan TNI dan lain-lain yang usianya rata-rata di atas 70 tahun, 80 tahun, bahkan yang satu meja dengan saya 93 tahun usianya. Saya hormat pada beliau-beliau, saya berterimakasih pada beliau-beliau, saya bangga pada beliau-beliau, karena mengorbankan jiwa dan raganya sebagian telah menjadi pahlawan, mendarmabaktikan hidupnya untuk Indonesia tercinta ini. Mengapa kita sekarang cenderung untuk lunak, tidak percaya diri, kurang bersemangat dan lain-lain. Malu kita kepada para pendiri Republik, para pendahulu, para pahlawan kesuma bangsa. Kita harus lebih bersemangat sekarang ini menuju ke depan.

Saudara-saudara,
Sekali lagi, yang bisa mengubah masa depan kita adalah kita sendiri, bangsa yang maju karena bangsa itu ingin maju dan bekerja untuk maju. Bangsa yang maju, bangsa yang kuat, bangsa yang besar syaratnya 4. Bagi yang berprofesi pendidik, guru, dosen, agar yang saya sampaikan ini betul-betul menjadi tujuan dan sasaran pendidikan. Bagi nanti yang bertugas di bidang kesehatan mengerti mengapa kesehatan sangat penting, karena sekali lagi untuk menjadi bangsa yang syaratnya yang saya sampaikan nanti. Bagi anak-anakku yang sekarang masih duduk di sekolah menengah dan juga di perguruan tinggi, bangun dirinya masing-masing untuk menjadi bangsa yang handal, yang empat syaratnya akan saya sampaikan segera.

Pertama, bangsa itu maju, kuat, besar kalau orang-seorang, kelompok demi kelompok akhirnya masyarakat, akhirnya bangsa keseluruhan itu memiliki mental kepribadian yang tangguh, punya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, punya ahlaq yang baik, budi pekerti yang baik tapi juga kuat mentalnya, ulet, semangat, disiplin, tidak cengeng, tidak mengeluh, menghadapi apapun tahan dia, kuat dia, ulet dia, itu syarat pertama. Bangsa Jepang, banyak di negara-negara yang berangkat dari mental kepribadian, satu.

Yang kedua setelah itu, sejak usia dini tumbuh terus, harus kuat dan sehat jasmani dan rohani. Sehat untuk mengemban tugas apapun, kuat menjalankan profesi apapun oleh karena itu olah raga penting, kegiatan-kegiatan fisik penting disamping belajar secara akademi, nomor dua.

Yang ketiga adalah erat tentunya berpengetahuan, menguasai teknologi, sekarang ada IT makin menguasai, makin menguasai yang bisa menjemput masa depan, karena masa depan adalah juga masa pengetahuan dan teknologi, itu syarat yang ketiga.

Yang keempat jangan diremehkan, adalah bangsa, adalah masyarakat yang memiliki persatuan, kerukunan, kekompakan satu sama lain. Kuat dia, kokoh dia, kompak dia, bersatu dia, penuh kasih sayang dia bukan justru bangsa yang senangnya bermusuhan.

Saudara-saudara,
Kalau di antara kita berbeda, berbeda suku, berbeda etnis, berbeda agama, berbeda daerah bukan untuk perpecahan dan permusuhan, tapi itu, semua itu Anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Justru pandanglah sebagai kebesaran dan kekayaan untuk disatukan, disinergikan menjadi kekuatan yang dahsyat. Ada empat syarat tadi, saya yakin kita bisa membangun bangsa seperti itu. Dunia pendidikan, kepentingan masyarakat, cabang profesi, satukan energi kita, tekad kita, komitmen kita untuk membangun bangsa seperti itu.

Dan saatnya telah tiba kita berjalan lebih cepat, berlari lebih kencang. Kita memang mengalami krisis yang dahsyat, 8 tahun yang lalu akibatnya memang banyak kemandekan, banyak kemunduran, banyak masalah, tapi semua itu secara bertahap mulai kita lampaui. Sekarang saatnya untuk lebih melihat ke depan, sekali lagi bersatu kita, melangkah maju kita, bekerja keras kita untuk mencapai tujuan semuanya itu.

Saudara-saudara,
Yang kedua, yang penting bagi saudara untuk mengetahui bahwa negara, dan khususnya pemerintah dan tentunya saya yang sedang mengemban amanah sekarang ini akan mencurahkan waktu, pikiran dan tenaga kami untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kami berarti pemerintah di seluruh Indonesia kalau pikiran dan hatinya Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan ingin betul melakukan segala sesuatu dengan segala pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran tadi agar kesejahteraan rakyat meningkat, maka wajib hukumnya seluruh pemimpin pemerintah di negeri ini mulai dari saya, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, Lurah, semua juga merasakan hal yang sama.

Semua pemimpin, tidak ada di Indonesia ini rakyat yang tidak punya pemimpin, semua punya pemimpin. Pemimpin inilah yang sekarang harus bertanggung jawab, pemimpin inilah yang sekarang harus bekerja keras, pemimpin inilah yang harus memikirkan siang dan malam, apalagi yang saya bisa lakukan untuk rakyat saya. Antar pemimpin tidak boleh saling salah-menyalahkan, ambil tanggung jawabnya, laksanakan tugas dengan baik. Kalau seluruh pemimpin di negeri ini punya semangat yang sama, punya komitmen yang sama, punya energi yang sama, tidak redup, tidak melempem, tapi menyala seberat apapun masalah, seruwet apapun keadaan mesti ada solusinya, mesti ada yang bisa kita perbaiki.

Pembangunan bangsa dengan apapun indahnya teorinya, strateginya, kebijakannya, programnya akhirnya diukur apakah kesejahteraan rakyat kita dari tahun ke tahun, dari masa ke masa itu makin meningkat. Apa itu kesejahteraan rakyat? Sederhana sekali, kecukupan pangan, kecukupan sandang, memiliki tempat hunian yang layak, menikmati pendidikan yang baik, menikmati kesehatan yang baik, lingkungannya baik, rasa aman dari kejahatan dan berbagai gangguan. Hal-hal seperti itulah yang harus kita tingkatkan. Oleh karena itu, semua ikut Pak Lurah, Ibu Lurah ikut, Pak Kepala Desa, Ibu Kepala Desa ikut sampai Presiden, cabang yang lain juga, petugas kesehatan, petugas pendidikan semua. Pendek kata, ikut bertanggung jawab untuk memajukan itu.

Saya sudah mengajak dan akan terus mengajak untuk mengembangkan inisiatif apa saja di seluruh negeri, di desa-desa, kecamatan-kecamatan, di Jawa, di luar Jawa, di pulau-pulau terluar dan lain-lain. Cari inovasi, cari kreasi bagaimana bisa meningkat kesejahteraan itu.

Saudara-saudara,
Dengan sekuat tenaga, dengan harapan ekonomi kita akan terus tumbuh kami ingin benar meningkatkan kesejahteraan saudara-saudara secara bertahap dan secara terus-menerus. Bagi saya, tugas dapat dilaksanakan dengan baik oleh saudara kalau pertama-tama memiliki semangat, memiliki tekad, memiliki tanggung jawab, memiliki energi, tetapi bagaimanapun diperlukan tingkat penghasilan, tingkat kesejahteraan, tingkat gaji yang tentunya semakin ke depan semakin layak. Kita harus adil. Yang bukan pegawai negeri, yang tidak terima gaji, apakah tani, apakah nelayan, apakah buruh, apakah cabang profesi apapun dengan pertumbuhan ekonomi, dengan kebijakan khusus pemerintah, dengan kerjasama dengan dunia usaha kitapun ingin tahun demi tahun mereka memiliki kenaikan kesejahteran.

Negara memikirkan, tetapi karena saya juga Kepala Pemerintahan saat ini, kesejahteraan pegawai negeri termasuk saudara di depan saya ini setiap saat juga mengalami peningkatan penghasilan. Kalau tahun ini Alhamdulillah sudah ada skala kenaikan gaji. Saudara dengar kemarin tahun 2007, Insya Allah kami juga akan meningkatkan lagi gaji-gaji itu. Doakan ekonomi kita tumbuh terus, karena kami ingin terus meningkatkan sampai pada tingkat yang layak. Ini bukan janji, saya tidak suka berjanji, tapi tekad, upaya, usaha supaya ekonomi itu naik.

Saudara akan melihat, apakah tekad, niat, keinginan ini hanya sekedar tekad, niat dan keinginan, atau kami berusaha keras bisa mewujudkan. Saudara bisa melihat nanti, yang penting berikan dukungan semuanya dengan cara. Karena kalau ekonomi tumbuh, penerimaan negara tumbuh, penerimaan negara makin besar maka ada sejumlah dana yang bisa kita gunakan meningkatkan gaji dan kesejahteraan tadi. Pastikan semua ikut bertanggung jawab agar ekonomi nasional tumbuh, agar penerimaan negara menjadi besar. Kalau daerahnya sering terjadi kerusuhan, bakar-membakar, rusak- merusak, serang menyerang bagaimana ekonomi mau tumbuh. Tidak ada pertumbuhan dalam negeri sulit, kerjasama internasional sulit, lebih baik datang ke Vietnam, datang ke Malaysia, datang ke China, datang ke India, datang ke negara lain yang lebih aman. Apakah begitu cinta rakyat membiarkan terjadi gangguan-gangguan keamanan, tidak stabil, kerusuhan sana, kerusuhan sini mandek semua ekonomi. Kalau mandek ekonomi bagaimana kenaikan gaji, kesejahteraan bisa dilaksanakan, satu.

Yang kedua, kita hentikan korupsi, ekonomi tumbuh, penerimaan negara tumbuh untuk membangun lagi, untuk meningkatkan kesejahteraan, untuk meningkatkan gaji bukan di korupsi oleh orang-orang tertentu. Oleh karena itu bantulah negara dalam memberantas korupsi, bukan membantu SBY, SBY ini hanya pengemban amanah rakyat untuk memimpin dan kemudian karena negaranya ingin maju korupsi diberantas, membantu pemberantasan korupsi, menyelamatkan masa depan, membantu negara dan akhirnya dana itu bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Jadilah mata dan telinga, tapi jangan fitnah, tidak boleh fitnah, tetapi kalau masih ada yang tega , yang tidak punya hati di tengah-tengah seperti ini masih korupsi, apalagi besar-besaran, milyartan, puluhan milyar, seratus milyar, penjara. Yang ketiga, program-program harus berjalan, pertanian berjalan, industri berjalan, jasa berjalan. Kalau agak kurang bersemangat di daera-daerah, dorong agar bersemangat, semua harus tumbuh. Nah, kalau tumbuh, akhirnya sekali lagi penerimaan negara tumbuh.

Alhamdulillah waktu krisis ekonomi kita minus pertumbuhannya tahun demi tahun pemerintah-pemerintah yang memimpin setelah krisis berusaha dan saya teruskan sekarang Alhamdulillah tahun 2004 5,1% pertahun, 2005 5,6% mudah-mudahan dengan kerja keras bersama kita tahun ini bisa meningkat lagi, tahun depan bisa meningkat lagi. Tetapi pertumbuhan ekonomi bukan tujuan akhir, penting tapi bukan tujuan akhir pertumbuhan ekonomi tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat termasuk gaji, penghasilan dan kesejahteraan saudara.

Membantu pertumbuhan ekonomi berarti untuk kesejahteraan rakyat gamblang sekali, semua bisa kok untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan gaji dan penghasilan bukan hanya pak SBY, bukan hanya pak Menteri semua bisa andil, semua bisa berbuat sebagaimana negara yang lain itu bersatu rakyatnya, saling mengerti, saling tahu tugasnya, secara nasional bangsa itu terangkat naik. Akhirnya dengan distribusi yang adil, kesejahteraan orang seorang juga naik, saya ingin seperti itu.

Saya dapat SMS banyak mulai kemarin, tadi malam, hari ini kesejahteraan kita dengar semuanya. Oleh karena itu para Menteri ada di sini, saya juga minta para Gubernur teruslah lihat persoalan rakyatnya,kesejahteraan rakyatnya, penghasilan rakyatnya semua, baik yang pegawai negeri maupun yang bukan pegawai negeri agar tergerak hati kita, tergerak pikiran kita, apalagi, apalagi yang harus ditingkatkan untuk melakukan ini semua, bisa dimengerti saudara-saudara.

Insya Allah momentum ada, jalan mulai terbuka jangan biarkan kesempatan ini berlalu, jangan jadi bangsa yang merugi. Mari kita menjadi bangsa yang beruntung, mari kita tidak menyia-nyiakan kesempatan, kita jalankan semua profesi dengan baik, dengan tanggung jawab, dukung mendukung, sayang menyayangi untuk sebuah tujuan besar, karena bagi kita kalau Indonesia maju, harus maju bersama bukan maju masing-masing.

Kalau Indonesia makin sejahtera, sejahtera bersama, bukan sejahtera sendiri-sendiri, semua untuk semua, ini yang kita tuju. Dan sekali lagi mari rangkaian 17 Agustus ini kita jadikan untuk membangkitkan semangat kita, tekad kita, kepercayaan diri kita untuk melangkah bersama. Insya Allah, Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa mendengar ucapan saya, mendengar hati dan pikiran saudara-saudara sore hari ini dan dengan kekuatan-Nya saya yakin Allah memberikan jalan terbaik bagi kita untuk maju bersama.

Kepada Paskibraka sudah saya berikan semangat kemarin, jadilah patriot-patriot bangsa sejak sekarang. Patriot bangsa adalah bangsa yang mencintai negaranya sendiri, mencintai bangsanya sendiri, bangga pada tanah airnya, bangga pada sejarahnya, bangga pada budayanya, bangga pada pemimpin-pemimpinnya, pendahulunya, pahlawan-pahlawannya, itulah yang disebut patriot sejati, nasionalis sejati, putra-putri terbaik bangsa. Disamping 4(empat) tadi mentalnya bagus, pengetahuannya bagus, kesehatannya bagus, rukun satu sama lain. Laksanakan, saya berikan doa anak-anak untuk maju ke depan menyusul yang lain-lain menjadi putra-putri terbaik bangsa.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, sampaikanlah salam saya kepada yang lain, yang tidak bisa datang karena belum nasibnya barangkali ke Jakarta kali ini, kepada keluarga, kepada anak-anak, sampaikan kasih sayang saya kepada mereka, kami mencintai mereka semua. Demikianlah semoga Tuhan Yang Maha Besar, Allah SWT membimbing kita, memberikan kemudahan kepada kita sehingga kita bisa menuju ke depan di jalan yang benar, jalan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sekian.
Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan