Pidato Presiden
Pengarahan Presiden pada Kunjungan Kerja ke Palangkaraya
TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
KUNJUNGAN KERJA KE PALANGKARAYA, KALIMANTAN TENGAH
KANTOR GUBERNUR, 30 AGUSTUS 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalammu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara-saudara anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Saudara Gubernur, Pimpinan DPRD dan para pimpinan, serta pejabat yang bertugas, baik di Kalimantan maupun di Kalimantan Tengah, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI, para tokoh masyarakat, para ulama,
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Pada kesempatan yang baik dan Insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas perkenan rahmat dan ridho-Nya, kita semua masih diberi kesempatan, diberi kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan tugas dan pengabdian kita pada masyarakat, bangsa dan negara.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Saudara Gubernur yang dengan keramahtamahan dari para pimpinan dan masyarakat Palangkaraya tadi telah menerima kedatangan saya di Bandara dan kemudian dilanjutkan dengan acara pada malam hari ini yang penuh dengan kekeluargaan, tetapi juga penuh dengan tekad, semangat dan komitmen untuk bersama-sama memajukan kehidupan masyarakat kita, baik tentunya di Kalimantan Tengah ini dan secara umum bangsa dan negara tercinta.
Sebelum saya merespon secara singkat apa yang bukan hanya paparan, tapi menjadi tekad dari Saudara Gubernur, Saudara Bupati dan semua yang mengemban tugas di tempat ini, saya ingin mengajak kepada para Menteri 9yang mengemban tugas dan mengelola pemerintahan pada tingkat nasional untuk mendukung penuh apa yang menjadi rencana dan tekad Pak Gubernur, Pak Bupati dan semuanya, demikian juga kepada para Bupati dan Walikota bukan hanya mendukung, tapi bersama-sama menyukseskan semua yang telah direncanakan dan ingin dicapai tadi. Kesatuan energi inilah yang kita pentingkan, dengan demikian seberat apapun persoalan yang kita hadapi, Insya Allah selalu akan ada jalan keluar dan kita akan mencapai sasaran demi sasaran dengan baik.
Kepada para pinisepuh, Bapak mantan Gubernur juga hadir dan semua yang ada di ruangan ini, saya mohon maaf kalau baru kali ini bisa berkunjung ke Palangkaraya dan Kalimantan Tengah selama menjadi pengemban amanah rakyat yang hampir dua tahun. Meskipun dulu pada tahun 2000, saya sangat sering kesini, karena ketika terjadi masalah sosial, yang Alhamdulillah bisa kita selesaikan akhirnya dengan baik, saya sedang menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial dan Keamanan, sehingga sangat sering saya ke Palangkaya, ke Sampit ke Pangkalan Bun dan lain-lain.
Kalau baru sekali ini berkunjung ke Palangkaraya, Pak Terras Narang. Ada dua hal, Alhamdulillah provinsi ini tidak ada masalah-masalah yang mengemuka, sehingga Presiden harus bolak-balik datang untuk melihat situasi dan barangkali juga untuk ikut bersama-sama memecahkan masalah. Ini membuktikan, bahwa sesungguhnya Kalimantan Tengah dikelola dengan baik, keadaannya baik dan pembangunannya pun berjalan sesuai dengan harapan kita semua. Ini indikator yang pertama. Kalau saya sering datang ke provinsi, disamping kegiatan yang positif tentunya, juga karena saya harus datang ke daerah-daerah yang mengalami musibah, bencana misalnya untuk merasakan apa yang dirasakan oleh mereka, sekaligus memastikan bahwa langkah-langkah pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat dapat dijalankan dengan benar dalam mengatasi daerah-daerah pasca bencana itu.
Tapi yang kedua mengapa saya baru datang kali ini pada bulan Agustus ini, beberapa bulan yang lalu Pak Gubernur datang ke kantor saya menyampaikan kepada saya rencana pembangunan di provinsi ini, termasuk sasaran-sasarannya, tahapan-tahapannya dan memang waktu itu beliau ingin saya datang untuk meresmikan pembangunan infrastruktur, untuk melihat apa yang dilaksanakan daerah untuk konservasi dan rehabilitasi, serta pemanfaatan lanjutan dari eks pengembangan lahan gambut sejuta hektar.
Alhamdulillah, apa yang kita rencanakan dapat saya lihat implementasinya dan saya datang kali ini justru untuk memenuhi undangan Pak Gubernur, sekaligus tentunya sebagai sarana saya untuk berkomunikasi dengan saudara-saudara kami yang ada di provinsi ini, di kota ini. Dan sebagaimana saya katakan tadi untuk membantu menyukseskan program Saudara Gubernur dan seluruh jajaran pemerintahan di propinsi ini.
Kalau saya tadi mendengarkan presentasi Saudara Gubernur, sebenarnya itulah yang saya harapkan. Banyak diantara kita yang memiliki cara berfikir atau mindset sebelum dilakukannya perubahan tentang sistem pemerintahannya di negara kita ini, yang relatif sentralistik di waktu yang lalu, yang sekarang lebih desentralistik dan mengedepankan otonomi daerah, mengedepankan prakarsa dari daerah-daerah untuk membangun daerah-daerahnya masing-masing. Mindset atau paradigma berfikir ini sangat penting dipahami sebab kalau tidak, tidak akan berhasil. Kita membangun Indonesia yang begini luas, yang begini komplek, banyak sekali tantangannya, tetapi sesungguhnya juga memiliki potensi yang besar.
Dulu barangkali Presiden atau pemerintah pusat sangat kuat melalui menteri dan kemudian dijalankan. Era itu sudah berakhir, karena yang lebih tahu sesungguhnya dengan dinamika dan perkembangan situasi di tanah air kita ini adalah beliau-beliau yang mengemban tugas di daerah. Panglimanya sekarang sesungguhnya para Bupati, para Walikota. Panglima yang lebih tinggi lagi adalah para Gubernur. Saya tinggal meng-amini, dalam arti kalau rencananya baik, visinya kena, kebijakan yang dikembangkan juga realistik, tinggallah saya pastikan bahwa secara nasional itu sesuai dengan visi nasional kita untuk sebuah pembangunan bangsa dan negara dengan amanah konstitusi, Undang-Undang dan tatanan yang berlaku pada tingkat nasional. Kecerdasan kita, kreatifitas dan inovasi para pimpinan daerah, utamanya para Gubernur dan Bupati sangat menentukan keberhasilan pembangunan di seluruh Indonesia di waktu yang akan datang.
Apa yang disampaikan tadi bukti bahwa pemikiran dari bawah ke atas dan sekaligus nanti dengan sharing atau keterpaduan yang baik itu dapat dilaksanakan dengan baik pula. Ada revenue sharing yang dengan desentralisasi fiskal diharapkan daerah itu memiliki resources, memiliki sumber daya, memiliki potensi, memiliki sumber dana untuk mencapai sasaran-sasarannya. Dengan sendirinya ada obligations sharing, ada keterpaduan tugas dan tanggung jawabnya. Ada wewenang, ada tanggung jawab. Agar wewenang bisa dilaksanakan, harus ada sumber daya. Inilah makna, hakekat dan konsep besar dari desentralisasi dan otonomi daerah yang kita jalankan sekarang ini.
Harus kita hentikan saling salah-menyalahkan, daerah menyalahkan pusat, pusat menyalahkan daerah. Kalau tidak maju berarti ada yang salah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, konstituennya sama rakyat Indonesia yang sama-sama kita cintai. Oleh karena itu, marilah kita satukan semuanya, energi kita, waktu kita, pemikiran kita, kerja keras kita sehingga semua yang direncanakan, yang dijadikan sasaran itu dapat kita wujudkan dengan baik.
Berulangkali saya sampaikan kepada para Gubernur dan para Bupati dan Walikota di seluruh Indonesia, bahwa tahun demi tahun harus bisa kita lakukan perbaikan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Ada tujuh agenda yang berkali-kali saya berikan penekanan untuk dijalankan di daerah.
Pertama, teruslah saudara-saudara, para Bupati, Walikota di bawah kepemimpinan Pak Gubernur mengurangi kemiskinan. Teruslah mengurangi pengangguran, teruslah meningkatkan pendidikan, teruslah meningkatkan kesehatan, dan kelima teruslah membangun, merawat dan menambah infrastruktur yang diperlukan di daerah. Enam dan tujuh adalah tentu untuk dapat diwujudkannya, kemiskinan bisa dikurangi, lapangan kerja bisa diciptakan, kualitas pendidikan dan kesehatan bisa ditingkatkan. Infrastruktur bisa dibangun kalau pemerintahannya baik, good governance sangat kita perlukan dan pemerintah itu bersih bebas, serta bebas korupsi. Itu yang keenam.
Dan ketujuh, berikanlah pelayanan yang terbaik, makin baik kepada rakyat kita. Kalau tujuh hal ini dilaksanakan oleh kita semua di seluruh daerah, maka sesungguhnya upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat akan kita capai. Yang disampaikan tadi, saya pandang sudah menjawab apa yang kita inginkan untuk dikembangkan di daerah.
Kemiskinan dan pengangguran terus terang meledak itu, karena kita pernah mengalami krisis 1998 dari semua kajian dan analisis dalam dan luar negeri maka sebuah negara yang mengalami kontraksi ekonomi 21%. Pertama pertumbuhannya 6%, 1998 drop minus 13%, inflasi 78% hutang kita 150% dari CDB kita tentu meledak pengangguran dan kemiskinan. Tapi tahun demi tahun, pemerintahan masa reformasi telah berkerja keras untuk melakukan perbaikan-perbaikan berlanjut makin baik, makin baik dan ketika saya mengemban amanah 2004 sesungguhnya pertumbuhan kita sudah 5,1%, tahun lalu 5,6% Insya Allah tahun kalau kita bisa mendekati 6% dan seterusnya. Demikian juga hutang kita yang tadiinya lebih besar dibandingkan CDB susut, susut, Insya Allah tahun ini sudah dibawah 48%, tahun depan sudah dibawah lebih rendah lagi, dengan demikian rasional.
Perbaikan secara makro ini, secara agregat ini harus dapat kita wujudkan dalam meningkatkan kesejahteraan tadi. Tidak ada artinya indahnya makro ekonomi, pertumbuhan dan fundamental-fundamental ekonomi lain yang makin kuat, apabila belum bisa dikaitkan langsung dengan pengurangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan proses pendidikan, kualitas kesehatan, maupun pembangunan infrastruktur, itu tugas kita bersama. Teruskan Pak Gubernur mengurangi kemiskinan, teruskan mengurangi pengangguran, teruskan meningkatkan pendidikan.
Ke depan pendidikan kita harus berkualitas, mudah untuk mendapatkan aksesnya, murah, bagi yang miskin gratis. Kesehatan demikian juga makin ke depan makin berkualitas makin mudah berobat di Puskesmas, rumah sakit kecil, rumah sakit besar dan makin besar dan makin murah. Oleh karena itulah, obat generik sudah kita turunkan berapa kali dan gratis bagi yang miskin. Infrastruktur demikian juga, kita bangun.
Kalau saya lihat persoalan Kalimantan Tengah ini, Pak Menteri PU memang akhirnya infrastruktur jalan, jalan darat maupun jalan kereta api menjadi prioritas. Saya ingin satu, dua bulan dari sekarang Pak Gubernur dengan Pak Bupati dengan jajaran terkait datang ke Jakarta, nanti saya didampingi oleh Menteri terkait tolong dipaparkan rencana utuh pengembangan infrastruktur, baik itu jalan, baik itu jalan darat kemudian jalan kereta api, lantas pengembangan bandara, pengembangan pelabuhan laut Pangkalan Bun, Sampit. Bandaranya tentu di Palangkaraya sendiri, belum termasuk Pangkalan Bun dan Sampit. Lantas infrastruktur lain yang memang kita perlukan.
Saya optimis Kalimantan Tengah ke depan akan berkembang pesat. Mari kita lihat lahan yang ada tanpa harus merusak, pikiran pemimpin tidak boleh merusak lingkungan hidup. Mari seindah apapun rencana entah pertanian, entah pertambangan, entah perkebunann, entah kelautan kalau merusak lingkungan hidup sudah salah, sudah bermasalah sejak awal karena tanpa merusak lingkungan hidup banyak cara untuk mengembangkan itu. Jadi saya minta betul kita semua mengembangkan potensi ini.
Yang pertama adalah dengan lahan yang tersedia. Kelapa sawit contohnya, dan perkebunan lain sangat mungkin bisa dikembangkan, tenaga kerja tersedot, ekonomi lokal bergerak yang kita perlukan adalah pelabuhan dan bandara, serta ruas-ruas jalan, baik itu rel kereta api jalan darat untuk bisa off farm side, itu bisa dipasarkan bisa dialirkan ke tempat-tempat yang menerima komoditas kita itu. Tidak harus dalam bentuk komoditas mentah atau CPO, bisa dibangun pabrik-pabrik di Kalimantan Tengah ini yang bisa memproduksi, baik itu CPO-nya atau faktor turunan dari agroindustri, itu yang pertama.
Batubara saudara-saudara, policy kita di bidang energi sudah saya sampaikan tahun lalu kita mantapkan tahun ini, mengingat minyak kita tinggal 20 tahun lagi kalau tidak ada penemuan baru, gas kita tinggal 60 tahun lagi kalau tidak ada penemuan baru. Tapi Alhamdulillah batubara kita masih 150 tahun lagi. Dalam keadaan seperti ini sulit bagi kita untuk terus-menerus menaikkan BBM, terus-menerus menaikkan tarif dasar listrik. Oleh karena itulah, sudah saya putuskan new policy di bidang energi, switch antara yang tadinya menggunakan BBM habis-habisan menuju ke gas dan menuju ke batubara, baik listrik maupun untuk sarana transportasi dan industri.
Dalam konteks itu, karena Kalimantan Tengah merupakan lumbung, tambang batubara, maka dengan manejemen yang bagus, dengan perencanaan yang bagus, tanpa merusak lingkungan, tetap dengan konservasi akan menjadi masa depan dari pertambangan yang menjanjikan. Rel kereta api menjadi relevan untuk itu. Jalan menjadi relevan. Pelabuhan laut menjadi sangat relevan. Jadi betul kata Pak Gubernur, pengembangan dikaitkan dengan pemanfaatan sumber daya alam yang ada.
Lantas tadi infrastruktur juga di sebutkan di areal-areal yang lain. Koneksi untuk satu kita dengan kota yang lain, tolong dipikirkan karena itu akan membuka ekonomi seluruhnya. Local economy-local economy itu akan dikaitkan dengan demikian terjadi sinergi yang positif secara agregat, secara kumulatif, propinsial akan terjadi pertumbuhan yang besar. Oleh karena itu, mari kita padukan potensi daerah, APBD, potensi pusat, APBN, kita hentikan korupsi, kita bangun pemerintah yang baik, maka harapan saya anggaran yang tersedia, resources yang tersedia makin banyak. Maka satu persatu secara sistematis akan perlu kita percepat, pembangunan infrastruktur kita dilaksanakan dengan baik. Saya kira saya cocok dengan apa yang disampaikan tadi, mari kita jalankan upayakan dengan sungguh-sungguh, kami akan membantu apa yang bisa dibantu dengan pemerintah pusat.
Untuk Jalan Layang Tumbang Nusa, saya mengucapkan selamat karena ini contoh pimpinan daerah tentunya Pak Gubernur, Pak Bupati yang memiliki semangat kerja keras separuh makan 5 lima tahun, separuhnya makan waktu 5 bulan kurang. Ini patut menjadi contoh, sehingga saya bersyukur besok ketika meresmikan itu karena tentunya ini salah satu bukti kalau kita betul-betul mendedikasikan pikiran kita, waktu, tenaga kita untuk daerah, untuk masyarakat, untuk rakyat selalu terbuka jalan ke arah yang lebih baik.
Lantas yang terakhir untuk revitalisasi, konservasi, rehabilitasi dari eks pengembangan lahan gambut sejuta hektar, meskipun hampir 1,5 hektar tapi namanya sejuta hektar. Begini saya tidak senang menyalahkan yang dulu-dulu, karena siapapun yang memimpin negeri ini pasti ingin berbuat yang terbaik, mulai dari presiden pertama kita, Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Mega pasti beliau ingin berbuat yang terbaik untuk negara ini. Kalau ada yang kurang-kurang, kita perbaiki bersama-sama, tapi yang baik-baik, yang menjadi landasan mari kita teruskan. Mari kita kembangkan, jangan lantas dipotong atau ditinggalkan, sama dengan kalau kita lihat kurang lebih 10 tahun yang lalu lah 1995-1996 dicanangkanlah pengembangan lahan gambut sejuta hektar. Tujuannya benar, tetapi ternyata perencanaannya, analisis dampak lingkungannya, komunikasi dengan masyarakat lokal, ataupun pemahaman tentang adat istiadat dan lain-lain kurang baik, akhirnya biaya sudah keluar dalam jumlah yang besar, 5 tahun setelah itu harus dihentikan oleh kebijakan pemerintah pusat juga.
Sekarang sudah 5 tahun kita lewati sejak dihentikannya itu, maka bangsa yang cerdas, pimpinan daerah yang kreatif dan inovatif, yang keliru-keliru seperti tadi saluran saluran primer utama, saluran primer induk merusak ekosistem, mari kita tata kembali. Yang terlanjur berubah, terlanjur mengalami kerusakan, mengganggu ekosistem, kita pulihkan kembali inilah konservasi. Jadi, kita tidak ingin wilayah yang 1,5 juta itu mengganggu ekosistem, menimbulkan permasalahan di provinsi ini, menyusahkan rakyat, kita hentikan semua itu, kita pulihkan, kita konservasikan sehingga kembali baik.
Tetapi potensi-potensi yang ada, selalu ada itu, entah untuk tanaman pangan, untuk ketahanan pangan, palawija, perkebunan, bahkan kehutanan dengan spesifikasi dari lahan gambut itu, mari kita tindak lanjuti. Yang paling tahu adalah para Bupati dan Pak Gubernur. Saya akan mendengarkan nanti, ajak bicara masyarakat, ajak bicara perguruan tinggi disini, ajak bicara ahli disini, ajak bicara pemuka adat. Dengan demikian, ketika dilakukan konservasi, revitalisasi, rehabilitasi, dan produksi yang bisa diproduksi itu sudah menjadi kebulatan, menjadi tekad, menjadi pemikiran bersama dari semua yang ada di Kalimantan Tengah ini.
Instruksi Presiden tiada lain adalah mengukuhkan itu semua, tentunya ini dibicarakan dengan pemerintah pusat untuk sharing pendanaannya, teknologinya, manejemennya, aspek lingkungannya dan lain-lain. Itulah yang saya sampaikan pada malam hari ini dan mudah-mudahan apa yang menjadi tekad kita, rencana kita, tekad Pak Gubernur, rencana Pak gubernur, para Bupati dan Walikota dan semuanya itu bisa kita wujudkan dengan baik.
Kepada jajaran pemerintah pusat yang ada di daerah, Saudara Pangdam, Danrem, Kapolda, semua yang ada di daerah berkontribusilah sebaik-baiknya bantulah sukseskan pimpinan daerah, agar semua yang dipaparkan itu bisa berhasil dengan baik. Demikianlah saudara-saudara yang dapat saya sampaikan, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mendengar niat baik kita meridhoi cita-cita kita dan kita diberikan kemudahan untuk bisa mewujudkan semua itu dengan baik.
Sekian.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



