Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Jalan Layang Tumbang Nusa dan Panen Raya Padi di eks PLG

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN JALAN LAYANG TUMBANG NUSA DAN PANEN RAYA PADI DI LAHAN GAMBUT
KUALA KAPUAS, KALIMANTAN TENGAH
31 AGUSTUS 2006


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,

Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Saudara Gubernur Kalimantan Tengah dan para pimpinan dan pejabat yang bertugas di Kalimantan Tengah khususnya dan Kalimantan pada umumnya, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun dari TNI dan POLRI,
Yang saya muliakan para pemuka agama, pemuka adat, pemuka masyarakat, para petani yang saya cintai, Ibu-ibu, Anak-anakku, para mahasiswa dan pelajar,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Hari ini kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat menghadiri Panen Raya Padi, Pencanangan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan eks Pengembangan Lahan Gambut serta Peresmian Jalan Layang Tumbang Nusa di Provinsi Kalimantan Tengah.
Saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini, untuk mengucapkan selamat panen raya kepada para petani yang telah bekerja keras di daerah ini. Semoga jerih payah dan keberhasilan mengolah lahan sawah akan menghasilkan butiran padi yang makin melimpah di masa yang akan datang. Keberhasilan menigkatkan produksi padi di daerah ini, akan mempengaruhi keberhasilan pembangunan sektor pertanian secara nasional, karena itu sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada para petani di daerah ini.

Hadirin yang saya muliakan,
Sektor pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian nasional. Sektor pertanian memiliki peran besar dalam pembentukan pendapatan domestik bruto, penerimaan devisa, penyediaan pangan dan penyediaan bahan baku industri. Sektor pertanian juga berperan dalam meratakan pembangunan melalui upaya pengentasan kemiskinan dan perbaikan pendapatan masyarakat.

Dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2005-2010, serta Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2007, sektor pertanian diharapkan berperan besar dalam penyediaan pangan. Peran sebagai penyedia pangan ini ditujukan untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka memenuhi hak atas pangan. Karena itu, kita perlu melakukan revitalisasi pertanian dalam arti yang lebih luas di seluruh tanah air Indonesia. Revitalisasi pertanian diharapkan dapat mendukung pencapaian sasaran penciptaan lapangan kerja, terutama di daerah perdesaan dan daerah-daerah tertinggal.

Dalam 5 tahun ke depan pemerintah telah mentargetkan peningkatan pertumbuhan sektor pertanian rata-rata 3,52% per tahun. Itulah sebabnya, revitalisasi sektor pertanian yang telah saya canangkan setahun yang lalu harus kita dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Dalam produksi padi, kita ingin menjaga tingkat produksi beras dalam negeri dengan tingkat ketersediaan minimal 90% dari kebutuhan domestik untuk menjaga kemandirian pangan. Diversifikasi produksi bahan makanan pokok, selain beras juga harus ditingkatkan. Potensi kita untuk itu masih sangat besar, namun potensi itu belum kita dayagunakan secara maksimal.

Saudara-saudara,
Dalam upaya pencapaian sasaran revitalisasi pertanian, saya menyambut baik dan mendukung penuh dilakukannya Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan eks Proyek Pengembangan Lahan Gambut Satu Juta Hektar di Kalimantan Tengah ini. Upaya ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan pangan, khususnya beras, serta penataan kembali sumber daya alam berupa lahan-lahan yang terbengkalai seluas kurang lebih 1,457 juta hektar, termasuk upaya penyelamatan lingkungan yang berkelanjutan. Dukungan ini akan dilakukan pemerintah, sebagaimana yang diusulkan oleh Saudara Gubernur Kalimantan Tengah melalui penetapan Kawasan eks Proyek Pengembangan Lahan Gambut Satu Juta Hektar sebagai kawasan khusus. Melalui penetapan kawasan ini diharapkan semua pihak terkait dapat melaksanakan tugas sesuai fungsi dan kewenangannya masing-masing secara terpadu dan terkoordinasi. Dengan demikian, diharapkan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan ini dapat dilaksanakan dengan berhasil dan berkelanjutan.

Kita tidak boleh mengulangi kesalahan masa lalu, akibat tidak didukung perencanaan yang baik, pelaksanaan proyek pengembangan lahan gambut menemui hambatan. Hasilnya tidak sebagaimana yang diharapkan. Proyek yang kurang terencana itu menimbulkan dampak yang negatif terhadap ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Melalui kegiatan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan eks pengembangan lahan gambut, kawasan ini kita harapkan akan menjadi kawasan yang produktif bagi pengembangan sebagian berbagai sub sektor pertanian yang akhirnya, Insya Allah dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, baik yang ada di kawasan eks pengembangan lahan gambut ini maupun keseluruhan masyarakat kita yang ada di provinsi Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, saya meminta semua jajaran pemerintah pusat terkait dan pemerintah daerah, termasuk masyarakat luas untuk bersama-sama menyukseskan Program Rehabilitasi dan Revitalisasi eks Pengembangan Lahan Gambut ini.

Hadir disini Menteri Pertanian, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Kehutanan. Saya berharap bersama-sama nantinya dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Riset dan Teknologi, marilah kita lakukan perencanaan, persiapan dan pelaksanaan sebaik-baiknya, agar rehabilitasi dan revitalisasi ini berhasil.

Kepada Saudara Gubernur dan para Bupati dan semua pejabat pemerintah di daerah, saya berharap teruslah mengembangkan, merencanakan, menata semuanya itu dengan baik, dengan penuh semangat, dengan penuh tanggung jawab, agar sekali lagi justru cita-cita Pak Gubernur dengan semua pemimpin dan masyarakat di Kalimantan Tengah ini dapat terwujud dengan baik.

Saya meminta dukungan masyarakat luas, pemuka agama, pemuka adat, pemuka masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, tentu pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan semua pihak. Marilah bersama-sama, sekali lagi dengan penuh semangat mensukseskan program besar, program mulia, yang Insya Allah meningkatkan kesejahterakan masyarakat ini, yaitu Rehabilitasi dan Revitalisasi eks Kawasan Pengembangan Lahan Gambut.

Hadirin yang saya muliakan,
Berkaitan dengan pembangunan Jalan Layang Tumbang Nusa sepanjang 7,1 KM, akses transportasi dari dan ke Kalimantan Tengah makin lancar. Sebagai poros utama Trans Kalimantan bagian selatan, jalan ini telah memperlancar arus manusia dan arus barang. Terjadi peningkatan roda perekonomian dan selanjutnya diharapkan menjadi lokomotif baru yang menarik gerbong pendukung pembangunan infrastruktur di daerah ini untuk merealisasikan percepatan pembangunan sektor-sektor yang lain.
Dengan selesainya pembangunan Jalan Layang Tumbang Nusa, maka kita bisa lebih berkonsentrasi untuk membangun ruas jalan lainnya pada lintas Kalimantan poros Selatan yang belum selesai. Diantaranya adalah ruas jalan antara Pontianak sampai perbatasan Kalimantan Tengah sepanjang 185 KM, ruas jalan di kota Tayan di Provinsi Kalimantan Barat menuju perbatasan Kalimantan Tengah sepanjang 62 KM, serta ruas jalan dari perbatasan Kalimantan Barat menuju ke Simpang Rumpun, Kalimantan Tengah sepanjang 50 KM. Diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lintas Kalimantan poros Selatan yang menghubungkan Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Samarinda dapat kita wujudkan.

Pemerintah menyadari pembangunan infrastruktur jalan, utamanya diluar Pulau Jawa perlu mendapatkan prioritas. Namun demikian, pembangunan infrastruktur tentu tidak terbatas hanya pada pembangunan jalan dan jembatan. Kita juga memerlukan sarana pelabuhan laut dan udara untuk melayani permintaan terhadap jasa penerbangan yang terus meningkat. Kita juga memerlukan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang baru, yang menggunakan energi alternative, agar seluruh masyarakat segera dapat menikmati listrik. Di berbagai daerah kita juga memerlukan percepatan pembangunan jalan tol untuk mempercepat arus lalu lintas barang dan jasa, serta kegiatan ekonomi pada umumnya. Usaha-usaha itu saudara-saudara telah, sedang dan terus kita lakukan agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi, yang akhirnya akan mampu pula meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Secara khusus dalam kesempatan kali ini, saya ingin mengingatkan kembali perlunya melakukan penanganan terhadap pengelolaan hutan di Kalimantan, dan tentunya juga di Sumatera dan di daerah-daerah lain. Akhir-akhir ini, kita menyaksikan terbakarnya sebagian lahan hutan di berbagai titik, baik di Sumatera maupun di Kalimantan. Karena itu, saya minta semua pihak untuk melakukan upaya yang sungguh-sungguh dalam menangani masalah ini. Kebakaran hutan, selain merusak hutan, menimbulkan gangguan kesehatan, mengganggu penerbangan yang melintasi wilayah dimana daerah itu mengalami kebakaran atau asapnya membubung tinggi, yang tentunya harus segera kita hentikan. Bahkan ini yang memprihatinkan, kadang-kadang juga menyebar ke negara-negara tetangga. Kita tidak boleh membiarkan hal ini terus terjadi.

Kepada semua pihak marilah mulai sekarang kita lakukan upaya mencegah kebakaran hutan, mencegah terjadinya asap yang tidak sewajarnya. Kepada aparat Kepolisian, saya minta untuk melakukan tindakan hukum bagi mereka-mereka yang dengan sengaja melaksanakan pelanggaran. Saya mendapat informasi, di Sumatera terutama, banyak sekali perusahaan-perusahaan perkebunan yang lalai, yang akhirnya menyebabkan kebakaran, merusak lingkungan, menggangugu kesehatan dan mengganggu penerbangan. Tentunya hal-hal seperti ini tidak bisa kita biarkan, hukum harus kita tegakkan demi kepentingan rakyat kita, demi kepentingan daerah-daerah yang bersangkutan.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin merespon usulan Saudara Gubernur Kalimantan Tengah yang tadi disampaikan kepada saya.

Saudara-saudara,
Sebelum saya menjawab langsung usulan itu, saya sungguh memberikan penghargaan yang tinggi kepada Saudara Gubernur, para pimpinan daerah dan masyarakat di Kalimantan Tengah ini, yang saya lihat memiliki semangat yang lebih tinggi, tekad yang lebih bulat untuk mempercepat pembangunan di Kalimantan Tengah ini agar kesejahteraan rakyat makin baik. Sebagai contoh, Jalan Layang Tumbang Nusa dibangun mulai tahun 2000, 5 tahun selesai separuh. Alhamdulillah dengan tekad, semangat, kerja keras saudara semua di bawah pimpinan-pimpinan daerah sisanya dirampungkan kurang dari 5 bulan.
Artinya apa? Kalau semangat kita tinggi, tekad kita bulat, kita bersatu padu, melangkah bersama, bekerja keras, seberat apapun persoalan, selalu ada jalan Tuhan dan semua itu dapat kita atasi dan sasaran dapat kita wujudkan. Saya yakin dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau suasana seperti ini terus berlanjut, Revitalisasi dan Rehabilitasi Kawasan eks Pengembangan Lahan Gambut pasti pula dapat dilaksanakan dengan baik. Tolong pertahankan semangat, tekad dan kerja keras seperti ini.

Kalimantan Tengah memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di Kalimantan Tengah ini sendiri. Sumber daya alam yang besar, daerah yang luas, apabila dikelola dan dibangun dengan baik, dengan kepemimpinan yang baik, oleh pemerintah yang bersih dan responsif, didukung oleh semua unsur masyarakat tentulah 5 tahun lagi, 5 tahun berikutnya lagi masa depan Kalimantan Tengah akan benar-benar cerah. Potensi tambangnya besar, batubara, emas dan tambang-tambang lain. Bangunlah potensi tambang ini tanpa harus merusak lingkungan, bangunlah tambang ini dengan cara-cara yang baik, cara-cara yang efisien, cara-cara yang efektif meningkatkan tenaga kerja yang profesional, melibatkan masyarakat lokal utamanya untuk menjadi bagian dari pembangunan tambang.

Perkebunan sawit misalnya, karet dan jenis-jenis perkebunan yang lainnya sangat mungkin untuk dikembangkan, diperluas dan dibesarkan dengan sangat signifikan, agar ada produksi pertanian, baik pangan maupun non pangan, termasuk bidang energi yang dihasilkan di Kalimantan Tengah ini, yang tentunya sangat bermanfaat bagi Kalimantan Tengah dan bahkan bagi Indonesia secara keseluruhan. Pertanian pangan, dengan luasnya lahan ini, dengan penataan kembali kawasan eks pengembangan lahat gambut ini, dengan manajemen yang bagus, perencanaan yang bagus, teknologi yang bagus, harapan saya Kalimantan Tengah juga nantinya bisa menjadi salah satu lumbung pangan yang kita andalkan.

Agar pertambangan, perkebunan, pertanian dan lain-lain itu tumbuh dengan baik diperlukan infrastruktur. Itulah sebabnya, saya mendukung langkah-langkah Kalimantan Tengah untuk mulai merencanakan dengan baik, melanjutkan pembangunan yang ada, mengembangkan lebih lanjut lagi pembangunan infrastruktur di wilayah ini. Jalan-jalan, barangkali seperti yang tadi malam disampaikan kepada saya mengembang rel kereta api untuk batubara, untuk sawit dan karet misalnya, pelabuhan laut, pelabuhan udara silakan dirancang dengan baik, disatukan perencanaan pusat dan perencanaan daerah, menggunakan dana yang kita pikul secara bersama, dana pemerintah pusat, dana pemerintah daerah dan sumber-sumber pendanaan yang halal, yang bersih, yang sah, yang tidak membebani kita semua, tapi menunjang perencanaan infrastruktur itu.

Kalau infrastruktur bisa kita bangun, maka yakinlah kita, upaya pengembangan ekonomi di Kalimantan Tengah ini akan dapat lebih baik lagi kita laksanakan di waktu-waktu yang akan datang. Dengan penjelasan saya seperti itu, sekaligus harapan saya untuk dapat diwujudkan oleh saudara semua, maka usulan Saudara Gubernur untuk menjadikan kawasan eks pengembangan lahan gambut sebagai kawasan khusus yang akan kita tata, kita kelola dan kita bangun kembali. Dengan Instruksi Presiden dan setelah nanti kita rancang, kita matangkan secara bersama, maka usul itu saya setujui, mudah-mudahan kita bisa menyukseskannya.

Yang penting yang sudah terlanjur menyimpang dari apa yang kita harapkan kerusakan-kerusakan lingkungan, mengganggu semuanya, marilah kita rehabilitasi, kita pulihkan seperti sedia kala sehingga lingkungannya baik. Dengan demikian, masyarakat yang di sekitarnya tidak mendapatkan masalah apapun juga. Tetapi di wilayah ini juga yang sangat potensial untuk segera dikembangkan lahan pertanian, perkebunan dan cabang-cabang kegiatan ekonomi yang lain, mari dengan sangat intensif kita kembangkan. Dengan demikian, saudara-saudara kita 8.000 kepala keluarga yang sudah berada di tempat ini memiliki masa depan yang baik, mendapatkan kepastian dalam kehidupannya dan tidak terus-menerus gamang dalam mengarungi masa depan mereka semua. Ini kewajiban kita untuk dapat mewujudkannya. Oleh karena itu, sekali lagi saya sambut dengan baik, saya dukung, tinggal kita matangkan, kita rumuskan secara bersama, terpadu antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dengan mengambil pengalaman masa lalu pula. Dengan demikian, sekali lagi rehabilitasi dan revitalisasi dapat berjalan dengan baik.

Saudara-saudara sekalian,
Akhirnya sekali lagi, saya ingin rnenyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya masyarakat di Kabupaten Kapuas yang telah berupaya melakukan langkah-langkah untuk mendayagunakan dengan tepat eks pengembangan lahan gambut ini. Saya berharap momentum panen raya ini, nantinya tidak hanya berlalu begitu saja, tetapi juga dapat menambah semangat bagi kita semua dalam melanjutkan dan meningkatkan apa telah kita capai selama ini.

Dengan memohon pertolongan dan keridhoan Allah SWT seraya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan penggunaan Jalan Layang Tumbang Nusa, serta saya canangkan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan eks Pengembangan Lahan Gambut Satu Juta Hektar di Kapuas, Kalimntan Tengah.

Demikian, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan