Pidato Presiden
Dialog dengan Masyarakat pada Peresmian Jalan Layang Tumbang Nusa dan Panen Raya Padi di Lahan Gambut
TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DENGAN
MASYARAKAT KABUPATEN KUALA KAPUAS, KALIMANTAN TENGAH
PADA ACARA
PERESMIAN JALAN LAYANG TUMBANG NUSA DAN PANEN RAYA PADI DI LAHAN GAMBUT
31 AGUSTUS 2006
Gubernur Kalimantan Tengah
Perkenankanlah saya untuk memandu, tapi sebenarnya Bapak Presiden dengan tadi pidato Bapak itu sebenarnya tidak ada pertanyaan lagi. Karena semuanya sudah terjawab yang sekarang tinggal tekad, semangat dan kerja keras.
Di hadapan bapak Presiden dan Ibu, Pak, ini adalah petani-petani tangguh, mereka datang dari tahun 1994, ada mereka datang dari tahun 1995, mereka inilah yang bertahan Pak. Dari 15.600 kepala keluarga, 8.487 kepala keluarga inilah petani-petani tangguh. Jadi dengan datangnya Bapak Presiden, ini adalah pelopor dan putra-putra bangsa yang wajib menjadi panutan kita bersama.
Bapak Presiden dan ibu yang saya hormati,
Dalam kesempatan ini, dengan tanpa keinginan untuk memberikan pembatasan, tapi kalau boleh saya mengusulkan dua laki-laki dan dua perempuan Bapak Presiden, setuju? Ini Pak enaknya kalau demokrasi, Pak. Jadi ada dua laki-laki dan dua perempuan.
Tolong ajukan pertanyaannya dengan baik kepada Bapak Presiden dan tolong kembangannya jangan terlalu banyak, langsung saja kepada pokok permasalahannya. Tapi seperti yang saya bilang tadi, jawaban kita sudah dijawab oleh Bapak Presiden tinggal sekarang bagaimana kita bekerja keras.
Baik, atas perkenan Bapak Presiden saya persilakan. Silakan mas satu, satu lagi, dua ya. Perempuan, ya Bu, satu lagi perempuan sebelah kiri ya nggih, baik, terima kasih. Saya mohon empat-empatnya bisa berdiri, satu atau yang di depan, yang sebelah sana. Mohon maaf Pak berganti saja yang di belakang satu ya, Bapak duduk dulu. Ibu, silakan maju, silakan Bu. Ya satu sebelah sini, satu Bu silakan. Wah ini Pak, kalau lihat kayak begini segar-segar Pak, semangat saya semakin menjadi tinggi Pak. Saya mulai untuk pertemuan dengan Bapak Presiden dari sebelah kiri, silakan sebutkan nama Bu dengan jelas, mana perlu nama suami dan anak berapa jadi ketahuan tanggung jawabnya, silakan Bu.
Sdri. Siti Husnah
Terima kasih.
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,
Bapak Presiden beserta Ibu yang kami hormati, perkenalkan nama saya Siti Husnah Romli. Kami dari Desa Sari Makmur Lamonte 2/C3 Kecamatan Mantange. Dalam kesempatan ini, kami tidak ingin menyia-nyiakan keadaan yang sangat bagus ini. Kami merasa sangat bersyukur sekali bisa langsung bertatap muka dengan Bapak Presiden dan Ibu Negara. Kami sebagai kader PKK sangat mengharapkan dan bermohon kepada Ibu untuk mendapatkan program pelatihan, program pelatihan, mohon maaf ibu karena tidak terbiasa berhadapan dengan orang besar, hanya badannya yang besar Pak.
Presiden Republik Indonesia
Dihadapan Allah sama saja Ibu.
Sdri. Siti Husnah
Alhamdulillah. Mohon mendapatkan program pelatihan industri rumah tangga dan kegiatan ekonomi produktif lainnya Ibu. Yang kedua dalam rangka menunjang usaha tersebut kami juga mohon alat-alat dalam pengolahannya, alat-alat industri rumah tangga, misalnya slicer, drying untuk pembuatan kripik nangka, karena kami informasikan desa kami, khususnya Desa Lamonte C1, 2, 3 dan 4 banyak memiliki pohon nangka, buah nenas dan yang lainnya juga Bu. Namun itu yang lebih menonjol. Terima kasih, mohon maaf kalau kami keliru.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.
Gubenur Kalimantan Tengah
Bisa dilanjut Bapak Presiden. Baik, terima kasih. Gantian ya setelah Ibu, bapak lagi. Silakan Pak.
Sdr. Setyo Raharjo,
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,
Bapak Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono yang saya hormati dan hadirin sekalian yang berbahagia. Perkenalkan Pak nama saya Setyo Raharjo, saya adalah mewakili seluruh rekan-rekan Kepala desa yang ada di kawasan transmigrasi eks PLG 1 juta hektar.
Ada beberapa hal yang ingin saya mohonkan kepada Bapak Presiden dalam rangka Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan eks PLG ini, untuk segera dibenahi infrastruktur yang nantinya akan menunjang semua kegiatan masyarakat yang ada di kawasan eks PLG, yaitu jembatan, jalan, sistem tata air, hal yang itu nanti semua juga akan membawa manfaat bagi masyarakat yang ada di dalamnya.
Dan yang kedua Pak, kami semua kepala desa yang ada di kawasan eks PLG ini sudah hampir 9 tahun petugas dari dinas atau Departemen Transmigrasi sudah tidak ada di masing-masing lokasi, sehingga kami harus berperan ganda, disamping sebagai kepala desa, kami juga harus menjadi KUPT atau Kepala Unit Kepemimpinan Transmigrasi di tiap-tiap UPT masing-masing. Namun Pak, kesejahteraan kami yang tidak diperhatikan, karena kami dari Transmigrasi tidak mendapat apa-apa Pak.
Dan selanjutnya Pak, fasilitas umum kami juga banyak yang rusak, kantor desa, balai desa, fasilitas air bersih dan juga sarana kesehatan untuk masyarakat juga sangat minim sekali. Nah, inilah hal yang sangat penting menurut kami Pak untuk segera ditangani. Sekiranya hal yang mendasar tadi yang menjadi keperluan masyarakat di kawasan eks PLG dapat dipenuhi. Mungkin itu Pak, lebih-kurang yang dapat kami sampaikan dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya akhiri Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.
Gubenur Kalimantan Tengah
Masih bisa lanjut Pak Presiden? Baik, silakan bu.
Sdri. Jumarsih, UPT Lamonte
Terima kasih atas waktu yang diberikan.
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,
Perkenankanlah kami memperkenalkan diri, nama saya Jumarsih. Kami berasal dari UPT Lamonte, kami disini mewakili ibu petani yang memang pada kesempatan yang berbahagia kali ini, perkenankanlah kami memohon kepada Bapak Presiden untuk memberikan bantuan kepada kami yang berupa satu, sarana produksi. Sarana produksi, mengingat kami ini sebagai petani Pak, sangat kesulitan dalam mendapatkan pupuk dan obat-obatan Pak. Selama ini kami mendapatkan pupuk dan obat-obatan pun dengan harga yang sangat mahal Pak dari eceran pupuk, itupun belum tentu istilahnya yang bisa kita peroleh, kadang-kadang harus pesan duluan gitu Pak.
Yang kedua, sarana transportasi Pak, yang berupa kendaraan Pak kalau bisa. Karena apa Pak? Dengan adanya kendaraan itu paling tidak, kami dapat mengangkut dalam memasarkan hasil kami, hasil pertanian kami ke kota Kuala Kapuas. Karena selama ini, hasil produksi yang ada paling hanya bisa beredar di sekitar kota kecamatan kami Pak. Jadi sulit untuk bisa keluar karena transportasi yang sangat sulit Pak.
Kemudian yang ketiga, kami minta bantuan benih dan bibit sayuran Pak, karena dengan menanam bibit, karena menanam sayuran dapat menambah hasil keluarga Pak. Sebelum dan sesudahnya kami mengucapkan terima kasih Pak.
Gubenur Kalimantan Tengah
Baik terima kasih. Baik Pak, terakhir Pak Presiden. Silakan Pak.
Sdr. Reinhart, Desa Dadahup
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.
Perkenankanlah saya memperkenalkan nama saya Reinhart yang berasal dari Desa Dadahup yang bermukim di transmigrasi selama lebih-kurang 9 tahun yang bermukim di Dadahup A2. Dalam kesempatan ini, saya mewakili dari damang kepala adat dan tokoh-tokoh masyarakat di wilayah Dadahup ini.
Bapak Presiden dan Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono yang kami hormati dan kami banggakan, pada kesempatan ini, kami menyampaikan kepada Bapak Presiden sebagai berikut: Kami sangat mengharapkan agar adat dan budaya masyarakat Dayak di wilayah eks PLG tetap dijaga, dipelihara dan dipertahankan. Sementara warga pendatang, pribumi mau dan mampu menyesuaikan dengan adat serta budaya yang ada disini sehingga dapat terjalin kerukunan antar warga baik di transmigrasi.
Yang kedua diharapkan minimal di setiap kecamatan ada balai adat Pak sebagai sosialisasi budaya kami. Yang ketiga, sangat diharapkan adanya penambahan petugas keamanan, agar masyarakat lebih aman dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Dalam kesempatan ini pula, saya sebagai masyarakat warga-warga transmigrasi menghimbau semua kepada masyarakat yang ada di kawasan eks PLG, marilah kita sukseskan rencana pemerintah yang baik untuk kesejahteraan masyarakat di kawasan eks PLG. Marilah kita dukung semua.
Sekian dan terima kasih.
Presiden Republik Indonesia
Terima kasih.
Gubenur Kalimantan Tengah
Demikian Bapak Presiden, para pemirsa Televisi Republik Indonesia karena kebetulan ini langsung juga. Jadi, rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke singgah di Kalimantan Tengah, ini bisa menyaksikan. Selanjutnya Pak, kami mohon perkenan Bapak untuk bisa menjawab beberapa pertanyaan, tapi sebenarnya pertanyaan-pertanyaan itu banyak yang bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah.
Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Pak Gubernur, terima kasih Bapak/Ibu yang sudah menyampaikan pandangannya, sarannya dan permintaannya kepada saya selaku Presiden.
Yang pertama, Ibu Siti Husnah betulkan Ibu. Ibu menginginkan pelatihan industri untuk rumah tangga, tentunya industri yang produktif, termasuk pula diperlukannya peralatan industri rumah tangga seperti mesin keripik nangka dan lain-lain komoditas. Pemikiran ini baik, sayang kalau setiap peluang yang ada di tempat ini tidak kita kembangkan.
Tentu Pak Gubernur sudah mendengar, Pak Bupati sudah mendengar dan saya nanti akan tugasi juga Menteri Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah untuk bersama-sama memikirkan. Saya ini tidak suka berjanji, tetapi Insya Allah dengan nanti langkah terpadu bersama untuk memajukan usaha kecil dan menengah. Dengan demikian, bisa mendatangkan lapangan kerja. Kalau lapangan kerja ada, saudara-saudara kita dapurnya berasap dan akhirnya kesejahteraannya meningkat, tentu ini pikiran dan kegiatan yang baik. Saya minta Bapak Gubernur untuk dirumuskan nanti mana yang bisa dibantu oleh pemerintah pusat, kita bantu, dan mana yang bisa ditanggulangi oleh Bapak Gubernur, Bapak Bupati silakan ditanggulangi, tetapi tolong direspon dengan baik.
Tadi di pesawat helikopter waktu terbang dari Palangka Raya ke tempat ini, saya berbicara dengan Pak Gubernur beserta Ibu dan istri saya, karena saya berharap dan percaya bahwa kerajinan yang ada di Kalimantan Tengah ini atau handy craft, itu bisa dikembangkan, bisa mendatangkan penghasilan yang besar, bisa membangun usaha-usaha kecil dan menengah yang nilai tambahnya juga tinggi, yang bisa meningkatkan nilai ekonomi. Ini sekaligus saya minta dikembangkan dan kerjasamalah dengan pusat, dengan menteri-menteri terkait, dengan Ibu Negara yang juga bertugas mengembangkan kerajinan seperti ini, agar itu pun bisa dikembangkan dengan baik. Jadi, mudah-mudahan kripik nangka ini makin enak Ibu, bisa dijual dengan baik dan juga yang lain-lain. Sampaikan salam saya kepada Ibu-ibu PKK dan semuanya yang tekun untuk mengembangkan usaha seperrti ini.
Yang kedua Bapak Setyo Raharjo tadi. Yang pertama, beliau ingin agar infrastruktur segera dibenahi, yang rusak diperbaiki, yang belum ada dibangun. Beliau mengatakan banyak sekali jalan, jembatan, irigasi dan lain-lain. Bapak sebagaimana yang Pak Gubernur sampaikan, yang saya sampaikan, kita akan tata ulang dan akan bangun kembali sesuatu yang produktif, sekaligus mengembalikan ekosistem dari lingkungan yang kemarin sempat terganggu. Tentu, karena biayanya tidak sedikit, meskipun daerah akan memobilisasi anggarannya, pusat juga akan memberikan bantuan . Oleh karena itu, kita akan bikin prioritas, mana yang kita bangun dulu dan mana yang kita bangun kemudian. Nah. untuk menentukan priorritas tolong berikan saran kepada Pak Bupati, Pak Bupati kepada Pak Gubernur dan kepada kita semua. Menurut saudara-saudara yang di wilayah ini mana yang lebih tepat didahulukan dan mana yang dibangun setelah itu.
Saudara-saudara,
Seluruh Indonesia karena krisis kemarin itu, infrastruktur apakah jalan, apakah jembatan, pelabuhan, listrik, telekomunikasi, air bersih, itu memang banyak yang harus dibangun, dirawat dan kemudian ditambah lagi. Memerlukan biaya yang sangat besar. Dihitung-hitung, kita memerlukan dana, mungkin sulit dibayangkan ya, jumlahnya itu 140 milyar dolar Amerika Serikat, sama dengan 1.400 trilyun, susah toh. Kalau dibelikan kerupuk sepanjang Kalimantan belum…besar sekali. Dana itu darimana? Dana sendiri, dana dalam negeri, dana pembangunan, dana yang dikumpulkan karena dana penerimaan negara makin besar.
Setelah kita hitung-hitung, dana itu pun baru mencapai 40%. Artinya apa? Kita memerlukan sumber pendanaan non pemerintah, yaitu swasta. Swasta ini, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Tetapi ingat pemerintah akan terus berusaha keras dalam mengumpulkan dana, lebih menggunakan dana dalam negeri sendiri, kemampuan sendiri daripada harus terus-menerus berhutang, dengan hutang yang jumlahnya menjadi makin besar. Justru yang kita lakukan menurunkan jumlah hutang. Jumlah hutang dibandingkan dengan penerimaan nasional. Yang Alhamdulillah ketika masa krisis dulu jumlahnya 140%, lebih besar hutang dibandingkan pendapatan negara, itu makin susut, makin susut itu sekarang sudah di bawah 50%. Insya Allah nanti di bawah 40% sampai pada jumlah yang layak, yang wajar, tidak membebani anak cucu kita, tidak memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Caranya bagaimana? Ekonomi harus tumbuh, korupsi harus diberantas, yang bocor-bocor, jangan bocor lagi, begitu caranya. Tumbuh ekonominya, tapi jangan hilang pertumbuhan itu, karena korupsi. Itu harus kita lakukan mulai sekarang, tahun-tahun berikutnya lagi. Nah, yang tidak bisa didukung oleh pemerintah, kita harapkan kerjasama dengan swasta. Swasta itu, kita utamakan swasta dalam negeri, saudara-saudara kita, tapi yang bagus, jangan kolusi, jangan juga ikut-ikutan tidak benar, jangan sampai kerjaannya tidak baik malah menyusahkan kita semua. Semua bertanggung jawab.
Pihak internasonal yang kita ajak kerjasama, sebagaimana terjadi di negara-negara lain harus betul-betul sesuai dengan rencana kita. Jadi, kita yang menentukan arah, yang menentukan kebijakan, yang membikin rencana, bukan sebaliknya pihak-pihak yang lain. Ini saya gambarkan, saya jelaskan supaya semua mengetahui, bahwa kita berpikir secara nasional dan tentu kawasan eks PLG ini juga menjadi prioritas yang Insya Allah bersama pemerintah daerah akan kita tata kembali pembangunan infrastrukturnya.
Dinas Transmigrasi sudah lama tidak ada, Pak menterinya disini, segera didatangkan itu, supaya bisa mengemban tugasnya dengan baik. Pak menteri ini belum lama menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Berapa bulan Bapak? Delapan bulan tapi kerjanya siang-malam, banting tulang mudah-mudahan ke depan makin bagus dunia transmigrasi kita. Beliau sudah dengar, nanti kalau tidak datang-datang tolong kirim SMS ke saya nanti. Tapi biasanya beliau tanggap, beliau tanggap.
Kemarin beliau meresmikan, tentu saya meresmikan ruang tunggu bagi TKI semacam lounge yang nyaman di Cengkareng, di Juanda Surabaya, di Tanjung Priok dan di Tanjung Perak. Karena TKI itu pahlawan, pahlawan devisa. Kita ingin mereka kita berikan kehormatan, kita berikan kemudahan, dilindungi hak-haknya, jangan malah diperas sana, peras sini, dipersulit dan sebagainya. Alhamdulillah, sudah makin bagus dan ini juga keras Menteri Transmigrasi. Mudah-mudahan apa yang diminta Bapak Setyo Raharjo tadi dapat dipenuhi dengan baik.
Dan kemudian kesejahteraan kepala desa ini sangat penting Bapak, nanti Pak Agustin Teras Narang, sekali lagi saya pantang berjanji, tapi nanti kita pikirkan, coba dirumuskan dengan baik. Saya ingin tentunya kepala desa diujung yang menjadi garda terdepan berhubungan dengan masyarakat itu tentunya mendapatkan perhatian semestinya. Dengan demikian, tugas yang diemban akan semakin baik. Dengan demikian, kalau tugasnya makin baik akan lebih dekat dengan rakyat dan tidak perlu sering unjuk rasa karena meninggalkan rakyat, karena rakyat butuh bimbingan dan pengayoman dari para kepala desa.
Kemudian Ibu yang ketiga Ibu Jumarsih, betul? Saya sudah berbicara dengan Menteri Pertanian untuk membantu seperti benih, bibit sayur. Insya Allah bisa dibantu kita akan membantu tentunya nanti akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kios sarana produksi, saya nanti akan menugasi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk datang ke tempat ini bersama-sama pimpinan daerah juga untuk melihat apa yang bisa dibantu oleh pemerintah untuk itu semuanya. Transportasi ini memang penting. Saya belum tahu transportasi seperti apa, apakah nanti bisa dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun negara, yang jelas, maksudnya transportasi apa untuk?
Sdri. Jumarsih
Tossa, Tossa Pak. Untuk mengangkut sayuran. Tossa Pak.
Presiden Republik Indonesia
Roda tiga.
Sdri. Jumarsih
Gerobak Tossa itu loh, Pak. Motor.
Presiden Republik Indonesia
Motor rodanya tiga apa dua? Oh itu, buatan sini ada?
Sdri. Jumarsih
Kaisar mungkin pak. Kaisar itu merk-nya.
Presiden Republik Indonesia
Insya Allah coba kita pikirkan. Kalau itu nanti Pak Gubernur, Menteri juga ada supaya merencanakan. Saya akan menyumbang secara pribadi sebagai Presiden nanti ya, jumlahnya kita hitung dan mudah-mudahan memperlancar. Saya akan sumbang nanti khusus untuk yang ini yang roda tiga ini, apa namanya Tossa ? Onta? Lain lagi onta itu nggih, baik sepeda motor.
Ya mudah-mudaham tambah bersemangat Ibu-ibu. Ibu-ibu senang semua ya mudah-mudahan ya.
Yang terakhir bapak Reinhart tadi. Begini, ini bagus seksli. Saya berpesan kepada saudara-saudara yang hidup bersama, baik di kawasan eks PLG ini maupun di daerah lain, bahkan di seluruh Indonesia untuk terus mempertahankan kerukunan, persaudaraan dan persatuan yang baik. Kita semua warga, bangsa Indonesia yang kita cintai, kita semua bersaudara. Oleh karena itu, wajib untuk saling sayang-menyayangi, wajib saling hormat-menghormati, wajib saling memelihara kerukunan, itu satu.
Yang kedua, bagi saudara-saudara yang datang dan akhirnya bersama-sama tinggal di daerah ini untuk menghormati adat-istiadat setempat. Siapapun yang datang ke sebuah tempat wajib hukumnya untuk menghormati adat istiadat setempat, saya yakin demikian. Saya kalau datang ke Kalimantan saya hormati adat Kalimantan. Saya datang ke Papua saya hormati adat Papua. Saya datang ke Saudi Arabia, saya hormati adat Saudi Arabia, ke Eropa, ke Jepang dan lain-lain. Jadi, wajib hukumnya saudara menghormati adat istiadat setempat.
Nah yang ketiga, bagi saudara-saudara kita putera daerah terhadap pendatang yang mereka juga punya kebiasaan-kebiasaan lokal, acara-acara, itu juga supaya dimengerti. Dengan demikian, ada kelanjutan adat mereka, tetapi tetap sesuaikanlah dengan adat istiadat setempat. Dengan demikian, semua adat diterima dengan baik dengan penuh persaudaraan. Saya mendukung betul Bapak, agar adat Dayak dipertahankan dengan baik karena itu kekayaan kita, kebanggan kita. Oleh karena itu, tolong juga dipertahankan dan menjadi bagian dari keteguhan kita sebagai bangsa yang baik dengan adat istiadat yang baik pula.
Saya kira kalau ketiga hal itu, saling sayang-menyayangi, yang datang menghormati adat yang sudah ada, yang putra daerah terhadap yang baru-baru juga diberikan apa namanya rasa persaudaraan yang kuat. Saya kira, jalinan persahabatan semua yang tinggal di daerah ini akan baik dan akan mendatangkan rasa persaudaraan yang baru.
Dan yang terakhir terima kasih atas dukungannya bapak dan Program Rehabilitasi dan Revitalisasi ini dan saya kira kita semakin bersemangat kalau pimpinan adat, Insya Allah, pemuka agama, tokoh masyarakat mendukung program besar ini semua akan dapat kita laksanakan dengan baik. Itulah saudara-saudara, selamat berjuang, Tuhan beserta kita. Semoga masa depan kita bertambah baik dan bertambah cerah.
Wassalmu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



