Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Gedung Perpustakaan Proklamator Bung Hatta

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN GEDUNG PERPUSTAKAAN
PROKLAMATOR BUNG HATTA
BUKITTINGGI, 21 SEPTEMBER 2006



Bismillahhirahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Dari Padang ke Bukittinggi
Mendaki bukit nan indah permai
Alhamdulillah, hari ini kami datang kembali
Bertatap wajah, menyatukan hati


Yang saya hormati para pemimpin lembaga-lembaga negara dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati ibu Mutia Hatta, baik dalam kapasitas beliau sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, maupun sebagai Putri Bung Hatta dan keluarga besar Bung Hatta,
Yang saya hormati saudara Gubernur Sumatera Barat,
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Barat,
Beserta unsur Pimpinan baik dari Unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri, Saudara Walikota Bukittinggi,
Yang saya cintai dan saya muliakan para alim ulama, cadiak pandai, Ninik mamak, Bundo Kanduang,


Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik ini, marilah sekali lagi, kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas berkenan rahmat dan ridhonya kita semua dapat bersilahturahim, berkumpul di tempat ini untuk bersama-sama menghadiri acara yang sangat bersejarah, yaitu Peresmian Gedung Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.

Sebagaimana disampaikan oleh Saudara Walikota Bukittinggi, maupun Ibu Mutia Hatta, kita bersyukur, berbahagia dan sama-sama mendapatkan kehormatan untuk ikut hadir dalam acara yang penting dan bersejarah ini, bagi kita, nama Bung Hatta, sudah menjadi bagian dari sejarah besar bangsa dan negara Indonesia.

Marilah kita mengenang sejenak sosok Bung Hatta, beliau adalah tokoh besar, Proklamator bersama-sama Bung Karno, beliau adalah pejuang, freedom fighter , yang meskipun beberapa kali keluar masuk penjara, dibuang kesana-kemari, tapi kegigihan beliau, semangat beliau tidak pernah pudar.

Beliau adalah pemikir besar, thinker, beliau seorang negarawan dan sekaligus pemimpin, leader, kita menyaksikan betapa pikiran-pikiran besar Bung Hatta telah menjadi bagian dari konsensus-konsensus dasar yang mengiringi berdirinya Republik Indonesia tercinta. Simaklah debat diantara para pendiri Republik, Fouding Father kita pada akhir Mei sampai awal Juni 1945.

Setidak-tidaknya, ketika kita menyimak betapa hangat debat diantara, Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Prof. Soepomo dan Mohammad Yamin S.H, yang semuanya itu berakhir dalam satu konsensus besar, dalam satu sintesa yang akhirnya menjadi landasan bagi bangun negara Republik Indonesia yang kita cintai.

Sejak semula Bung Hatta sangat menghormati nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi dan Hak-Hak Azazi Manusia. Bung Hatta mengedepankan pemikiran cerdas beliau, ketika menguraikan dan mendesaign ekonomi kerakyatan, koperasi dan hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi di Indonesia. Bahkan Bung Hatta juga ikut meletakkan landasan politik bebas aktif yang kita anut bersama dengan pandangan yang sangat bersejarah, yang kita kenal dengan mendayung diantara dua karang.

Akan terlalu banyak apa yang telah dilakukan oleh Bung Hatta, pikiran-pikirannya, pesan-pesan moral dan spiritualnya, dan hal-hal yang menjangkau menembus jaman dan periode dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, sangatlah tepat kalau nama besar Bung Hatta kita abadikan bersama di tempat yang sangat indah ini, di kota kelahiran beliau dalam sebuah gedung perpustakaan Proklamator Bung Hatta.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Berkaitan dengan perpustakaan, berkaitan dengan buku dan berkaitan dengan sumber ilmu pengetahuan, marilah kita benar-benar menyadari bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi, sering didebatkan, semisal, pembangunan bangsa Indonesia kedepan ini apakah berlandaskan kepada sumber daya alam yang relatif melimpah, yang sering disebut resources based development atau resources based economic development.

Atau kita melompat kedepan mendasarkan pembangunan ekonomi kita ini dari landasan pengetahuan dan teknologi yang kita sebut dengan knowledge based development atau knowledge based economic development.

Bagi negara kita jawabannya adalah dua-duanya kita perlukan, paduan diantara resouces based dan knowledge based economic development itulah yang bisa mengantar perjalanan bangsa ini kedepan menuju negara yang maju adil dan makmur. Oleh karena itu menjadi keharusan kita semua sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang dasar 1945, bahwa kita harus terus menerus mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dibanyak kesempatan, selalu saya ingatkan untuk menjadi bangsa yang berhasil, kita harus menjadi bangsa yang maju, menjadi successfull nation, kita harus menjadi advance society, advance nation, untuk menjadi bangsa yang maju, masyarakat yang maju seperti itu, kita harus menjadi masyarakat belajar, bangsa yang belajar, learning society, learning nation, menjadi masyarakat dan bangsa belajar haruslah dimulai dari masyarakat yang gemar membaca, reading society. Tahapan itu nampak jelas, from reading society to learning society, to advance society and menjadi bangsa yang berhasil.

Meskipun, kecanggihan tekhnologi dewasa ini, perkembangan pesat, information and communication technology meniscayakan kita belajar bukan hanya dari buku, tapi dari bentuk dan metoda yang lain, tetapi bagi kita semua, paling tidak bagi saya sendiri buku adalah wahana alat yang paling tepat, untuk mengasah ilmu, untuk mendalami sebuah pengetahuan dan menjemput masa depan kita, karena buku memberikan inspirasi pelajaran sejarah dan banyak hal yang bisa menginovasi pikiran-pikiran kita menuju masa depan.

Oleh karena itu dalam kaitan peresmian perpustakaan Proklamator Bung Hatta ini sekaligus saya serukan sekali lagi kepada seluruh rakyat Indonesia, marilah kita budayakan kegemaran membaca, marilah kita kembangkan, marilah kita kembangkan tempat-tempat membaca atau perpustakaan-perpustakaan.

Bangsa yang sudah lebih maju dibandingkan kita, di Eropa, di Amerika, di Jepang dan lain-lain, mereka masih tekun dan terus membaca. Tengoklah India, barangkali permasalahan yang dihadapi oleh India mirip dengan yang kita hadapi, rakyatnya banyak, persoalannya banyak, yang miskin juga banyak, kurang lebih sama dengan persoalan yang kita hadapi.

Tapi satu, hal India sekarang menjadi negara yang dianggap melompat kedepan, salah satu dari emergine nation, karena India sangat mengusai ilmu pengetahuan dan tekhnologi, terutama IT, atau information technology, marilah kita ambil hal-hal yang baik dari bangsa-bangsa lain, dari negara-negara lain, karena mereka juga mengambil hal-hal yang baik dari kita, bangsa dan negara kita, sebaliknya yang tidak cocok dengan bangsa dan negara kita, tinggalkan nun jauh disana, tidak perlu masuk ke negeri yang kita cintai ini.

Demikanlah hadirin sekalian,
Yang dapat saya sampaikan, dan bersamaan dengan Peresmian Gedung Perpustakaan Proklamator Bung Hatta ini, Saudara Walikota meminta kepada saya tadi untuk sekaligus menandai selesainya renovasi dari Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti dan juga sekaligus dimulainya pembangunan Islamic Centre di Bukittinggi ini, kedua hal itu saya kira penting, sebagaimana tulisan yang ada di tempat kita naik, ke tempat ini yang bertuliskan, “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawan-pahlawannya”.

Saya kira kaitan renovasi dan revitalisasi dari Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti harus kita letakkan dalam konteks itu. Pembangunan Islamic Centre mestilah kita letakkan agar Islam betul-betul menjadi rahmat bagi semesta alam, agar kehidupan umat Islam betul-betul kehidupan yang Islami, meletakkan Islam sebagai nilai, dan bukan hanya sebagai simbol, banyak hal yang harus kita kembangkan untuk sekali lagi membangun dan mengembangkan kehidupan yang Islami, yang tentunya sarat dengan nilai dan perilaku kebajikan.

Maka dalam kesempatan ini, dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT, seraya mengucapkan Bismillahhirahmanirrahim Gedung Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dengan resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Tuhan Yang Maha Besar, selalu memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungannya kepada kita sekalian.

Sekian.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan