Pidato Presiden
Sambutan Acara Penganugerahan Sasako Adat
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENGANUGERAHAN SASAKO ADAT
DI BALAI-BALAI ADAT KANAGARIAN
TANJUNG ALAM PADANG, 22 SEPTEMBER 2006
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga Negara dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Sumatera Barat, Pimpinan DPRD Sumatera Barat, Bupati Kabupaten Tanah Datar, dan para pimpinan dan pejabat daerah,
Yang saya hormati pucuk Pimpinan LKAM Sumatera Barat dan LKAM Tanah Datar,
Yang saya muliakan Ninik, Mamak, Bundo Kandung, dan semua pemangku adat yang hadir di acara yang bersejarah hari ini,
Yang saya hormati para Ulama, Cadiak Pandai,
Pada hari yang indah dan semoga penuh berkah kita panjatkan sekali lagi puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas perkenan rahmat dan ridho-Nya kita dapat bersilaturrahim mempertemukan wajah dengan wajah kita, hati dengan hati kita untuk melanjutkan ibadah kita sebagai hamba umat Allah dan melanjutkan tugas dan pengabdian kita sebagai warga bangsa Indonesia.
Mengiringi rasa syukur kami, saya dan istri yang alhamdulillah pada hari ini mendapatkan anugerah gelar Sangsako Minangkabau. Saya dengan segala kerendahan hati, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kerapatan Adat Nagari Tanjung Alam.
Gelar yang kami terima pada hari ini, merupakan kehormatan yang amat tinggi, oleh karena itu wajib bagi saya dan istri untuk menjunjung tinggi mempertanggung jawabkan, dan mengamalkan nilai-nilai luhur dari nilai gelar adat ini untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara tercinta.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Sudah sejak lama saya memberikan rasa hormat terhadap budaya dan adat Minangkabau. Kehidupan masyarakat Minangkabau sarat dengan landasan falsafah, nilai moral, nilai pendidikan dan bahkan menjawab berbagai permasalahan kemasyarakatan, bahkan permasalahan ke duniaan. Kita kenal penglihatan yang seimbang, yang mengait kepada hubungan manusia dengan sang Khalik yang menandai betapa religiusnya masyarakat Minangkabau yang sudah sangat dikenal oleh bangsa Indonesia, bahkan oleh masyarakat internasional.
Hubungan antar sesama manusia telah tercipta dengan harmonis bahkan demokrasi yang berkembang di negeri ini prinsip-prinsip musyawarah mufakat dan mencari solusi terbaik banyak digali dan berangkat dari bumi, dari tanah Minangkabau ini yang merupakan pancaran apa yang terjadi dalam permufakatan pada tingkat nagari.
Sementara itu dalam era globalisasi, dalam era perkembangan dunia yang bergerak begitu cepat, nilai-nilai Minangkabau tetap relevan dan dapat memberikan jawaban, karena sifatnya yang adaptif yang bisa menyesuaikan diri tanpa meninggalkan prinsip-prinsip yang luhur. Pepatah dimana bumi di injak, di sana langit dijunjung adalah satu contoh bahwa dimanapun masyarakat Minangkabau dan insya Allah saya dan istri yang hari ini mendapat gelar akan bisa menyesuaikan untuk membawa kebaikan, untuk menyesuaikan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan.
Banyak tokoh-tokoh yang berasal dari Sumatera Barat muncul sebagai pemimpin-pemimpin, sebagai tokoh-tokoh, sebagai orang berhasil di berbagai cabang profesi, baik di Sumatera Barat, diseluruh Indonesia bahkan di banyak negara di dunia karena sifat adaptif, sifat bisa menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa sekali lagi meninggalkan prinsip-prinsip moral dan prinsip-prinsip dasar bagi keluhuran adat dan budaya. Ini semua makin menumbuhkan rasa syukur, terima kasih dan penghormatan saya atas diberikannya anugerah, gelar pada hari ini kepada saya dan istri.
Para sesepuh, pemangku adat yang saya muliakan,
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Yang patut dicontoh dari kehidupan masyarakat Minangkabau adalah eratnya jalinan antara pemerintah daerah, pemerintah yang sedang mengemban amanah dengan pilar-pilar kehidupan yang ada dimasyarakat ini. Jalinan ini sangat penting karena menghadapi tantangan keadaan, memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh rakyat kita tidak mungkin pemerintah berjalan sendiri, tidak mampu pemerintah mengemban tugas sendiri.
Oleh karena itulah kebersamaan dengan Tungku Sajarangan, para alim ulama, para Cadiak pandai, Ninik, Mamak dan Bundo Kanduang merupakan kekuatan yang dahsyat. Apabila semuanya bersatu padu, memiliki semangat dan tekad yang tinggi untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik, insya Allah akan terbuka jalan yang baik untuk mewujudkan cita-cita dan keinginan yang luhur itu.
Dalam dunia modern, kita kenal dengan apa yang disebut dengan modal dasar atau capital, banyak yang mengatakan bangsa akan maju, negara akan maju dan masyarakat juga akan maju, apabila sumber daya manusianya unggul, sumber daya manusianya memiliki keimanan dan ketakwaan yang tinggi kepada Tuham Yang Maha Kuasa, memiliki kecerdasan, ilmu pengetahuan yang juga tinggi, memiliki mental kepribadian yang baik, memiliki jasmani dan rohani yang baik pula, maka akan majulah bangsa itu.
Saya berpendapat, itu belum cukup, untuk sebuah bangsa maju disamping diperlukan sumber daya manusianya yang juga maju, masih diperlukan satu modal dasar yang penting yang tidak kalah pentingnya dengan sumber daya manusia, yaitu modal dasar sosial atau social capital. Di sini pentingnya kita mencontoh apa yang ada di Sumatera Barat, di masyarakat Minangkabau ini kuatnya pilar-pilar kemasyarakatan society, social capital, modal dasar sosial yang kita sebut dengan Tungku Tigo Sajarangan.
Harapan saya teruslah mempertahankan adat dan budaya yang ternyata tetap relevan mengatasi tantangan jaman, teruslah membangun kehidupan yang religius, kehidupan yang Islami dengan demikian paduan dari semua itu membentuk, membangun masyarakat yang kita cintai, masyarakat yang kokoh, yang dapat mengemban tugas-tugasnya.
Itulah hadirin sekalian yang dapat saya sampaikan, mengiringi acara yang sangat mulia ini, yang sangat saya syukuri, dan saya atas nama pribadi beserta istri sekali lagi mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kerapatan adat Nagari Tanjung Alam semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.
Sekian
Wassalamualaikum warramatullahi wabarrakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



