Pidato Presiden

Sambutan Buka Puasa Bersama DPR di Rumah Dinas Ketua DPR-RI

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
BUKA PUASA BERSAMA DPR RI
RUMAH DINAS KETUA DPR RI, 1 OKTOBER 2006



Assalammualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Yang saya hormati Bapak Agung Laksono beserta Ibu selaku tuan rumah, Bapak-bapak, Ibu-ibu,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Saya mengajak hadirin sekalin untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan ridho-Nya kita dapat ber-silahturahim, dapat beribadah bersama di tempat ini. Insya Allah kita terus diberi kekuatan, kesehatan untuk terus melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara ini.

Karena saya didaulat untuk syohibbul ba’it, saya hanya ingin menyampaikan dua hal, yang pertama menggarisbawahi apa yang disampaikan oleh Bapak Din Syamsuddin, tadi dalam ceramahnya, yang sangat kena. Bahwa kalau pada bulan suci Ramadhan ini, kita menghadapi ujian sebagai umat hamba Allah, sebagai bangsa kita juga menghadapi ujian.

Jika dalam bulan suci Ramadhan ini kita diberikan kesabaran, ketegaran, ketabahan, sambil bekerja, sambil berikhtiar dan Insya Allah, Allah menjanjikan kemenangan di akhir bulan Ramadhan ini. Harapan kita kalau kita juga melangkah bersama, mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa dan negara kita ini sama ketika kita beribadah pada bulan suci ini, kesabaran, ketegaran, ketabahan dan kerja keras berjalan bersama, maka dengan ridho Allah Insya Allah masalah yang dihadapi oleh bangsa kitapun akan dapat kita atasi.

Saya mengajak sebagai salah seorang dari Bapak/Ibu sekalian yang sama-sama beribadah, sama-sama mengemban amanah ini, untuk sekali lagi, mari kita hadapi masa depan kita, mari kita jawab tantangan dan persoalan ini dengan keyakinan diri, bahwa semua itu sekali lagi dengan kerja keras dan kebersamaan kita akan dapat kita atasi.

Itu hal pertama yang ingin saya sampaikan, sedangkan hal yang kedua baik kalau pada bulan suci Ramadhan ini, kita juga melakukan refleksi sekaligus ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang mengalami permasalahan yang patut untuk kita bantukan dan kita ringankan.

Tiada lain adalah kalau kita merasakan lapar dan haus dalam waktu 24 jam banyak diantara saudara-saudara kita di seluruh tanah air, karena krisis di waktu yang lalu dan karena sebab-sebab yang lain mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Rasa lapar, haus, dahaga itu bukan hanya dialami selama hampir 24 jam, bukan hanya dalam rangkaian bulan suci Ramadhan mungkin dialami dalam waktu yang cukup lama. Sebelum menyaksikan masa depannya menjadi lebih baik dari yang dialami sekarang ini. Maksudnya adalah kepada kita diberikan amanah, tugas dan kewajiban untuk bersama-sama sekali lagi berbuat sesuatu, untuk meringankan beban mereka.

Singkatnya ada kurang lebih 10 juta rakyat kita, saudara kita yang mengganggur, yang mereka tentu tidak mendapatkan pendapatan sehari-hari dan hampir pasti mengalami kesulitan untuk menjalani hidup dan kehidupannya sehari-hari pula bagi dirinya dan bagi keluarganya.

Demikian juga saudara-saudara kita yang masih tergolong miskin, yang masih cukup besar jumlahnya, angka BPS kemarin menyebutkan sekitar 17 % berarti cukup besar, sama mereka juga mengalami sesuatu yang patut kita lakukan sesuatu untuk meringankan beban mereka. Tentu saudara-saudara kita yang lain, kaum miskin, kaum dhuafa, anak yatim, lansia, lanjut usia yang keadaan ekonominya juga belum baik, kepada mereka tiada lain marilah kita bekerja bersama.

Disini hadir para pimpinan lembaga negara, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, jawabannya adalah satu, marilah kita jalankan tugas-tugas kita masing-masing sesuai Undang-Undang, sesuai peran yang diatur dalam ketata negaraan yang berlaku di negara kita, agar kalau kita bekerja optimal, kita bekerja sinergis untuk kebaikan rakyat, hampir pasti kita juga bisa meringankan saudara-saudara kita yang masih mengalami penderitaan dan persoalan hidup seperti itu.

Terutama saudara kita yang miskin, saudara kita yang masih menganggur dan saudara-saudara yang tergolong ekonomi lemah. Itulah pesan dan harapan saya semoga serangkaian ibadah kita mendapatkan ridho dari Allah SWT dan semoga ke depan kita lebih tegar, lebih kuat, lebih tabah dan Allah berikan jalan yang baik, jalan Allah untuk mencapai tujuan dan cita-cita kita bersama.

Atas nama yang diundang Pak Agung Laksono, saya ucapkan terima kasih atas undangannya, kita dapat beribadah bersama-sama pada hari yang Insya Allah penuh berkah ini.
Demikian hadirin sekalian.

Wasalammualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.

*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan