Pidato Presiden
Amanat Presiden RI pada Peringatan Hari TNI Ke-61
AMANAT
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA
PERINGATAN HARI TNI KE-61
Jakarta, 5 Oktober 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Para Perwira, Bintara dan Tamtama Tentara Nasional Indonesia yang saya cintai,
Hadirin yang saya muliakan,
Hari ini, dengan rasa syukur dan bahagia, kita kembali memperingati Hari Kelahiran Tentara Nasional Indonesia. Di samping melakukan refleksi kesejarahan atas pengabdian panjang TNI terhadap bangsa dan negaranya, sungguhlah arif dan tepat, jika kita sejenak menundukkan kepala, mengenang dan menyampaikan rasa hormat kapada para pejuang dan pahlawan bangsa, yang telah mendahului kita. Mereka semua, dengan kecintaan dan pengabdian yang tulus kepada negara, telah rela berkorban jiwa dan raga, untuk mempertahankan dan mengawal tegaknya Sang Merah Putih, di seluruh persada Indonesia.
Pada hari yang bersejarah ini pula, kita bagai diingatkan oleh amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman tanggal 17 Agustus 1948, yang dengan raga yang ringkih tetapi memiliki semangat yang membara mengatakan : ”Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasadku, tetapi jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup, akan tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi.” Selanjutnya, pada kesempatan lain Jenderal Sudirman mengatakan : ”Jangan bimbang dalam menghadapi macam-macam penderitaan, karena makin dekat cita-cita kita tercapai, makin berat penderitaan yang harus kita alami ”.
Amanat dan pesan luhur Jenderal Sudirman ini, bukan hanya menjadi nilai dan komitmen keprajuritan segenap jajaran TNI, tetapi, hakikatnya juga menjadi nilai dan komitmen kebangsaan seluruh rakyat Indonesia. Inilah sesungguhnya semangat cinta bangsa dan cinta tanah air yang sejati, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi ancaman dan tantangan nasional, seberat apapun dan dalam keadaan apapun ancaman dan tantangan itu muncul. Oleh karena itu, sebagaimana yang saya amanatkan tepat pada Hari TNI 5 Oktober tahun lalu, saya meminta agar dengan jiwa dan semangat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, segenap prajurit TNI terus melaksanakan setiap tugas yang diamanatkan oleh negara dengan sebaik-baiknya, seberat dan sebahaya apapun tugas itu. Dalam menghadapi permasalahan dan tantangan bangsa yang berat dewasa ini, teruslah pula menjadi contoh atas ketegaran, semangat, dan kesediaan untuk bekerja keras, untuk dapat mengatasi semua persoalan itu.
Prajurit TNI yang saya cintai,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sesuai dengan amanat konstitusi, TNI mengemban tugas yang tidak ringan namun mulia, yaitu mempertahankan, melindungi dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. Sebagai manifestasi dari peran internasional Indonesia, TNI juga mengemban tugas sebagai pasukan pemelihara perdamaian, di berbagai wilayah konflik di dunia. Tugas-tugas konstitusional itu dilaksanakan baik melalui operasi militer untuk perang, maupun operasi militer selain perang.
Dalam perkembangan global, regional maupun nasional, sebagaimana terlihat dalam dinamika lingkungan strategis satu dasawarsa terakhir ini, tantangan yang dihadapi TNI tidaklah semakin ringan. Itulah sebabnya, TNI harus terus-menerus membangun dan meningkatkan posturnya, agar benar-benar mampu mengemban tugasnya dengan baik. Ke depan, sejalan dengan perkembangan ekonomi nasional pasca krisis, TNI perlu melakukan pembangunan dan modernisasi kekuatan, menuju sosoknya yang semakin profesional, efektif dan kredibel.
Sebagaimana yang menjadi strategi dan kebijakan dasar pertahanan kita, pembangunan dan modernisasi kekuatan TNI kita lakukan secara bertahap, sesuai kemampuan keuangan negara, menuju terbentuknya kekuatan minimal yang diperlukan. Kekuatan minimal esensial ini, baik yang mencakup matra darat, matra laut, dan matra udara, haruslah mampu untuk melaksanakan tugas-tugas nyata di lapangan, maupun untuk menghadapi keadaan kontinjensi dan kepentingan penangkalan terhadap kemungkinan ancaman. Guna memperkokoh kemandirian, dan meningkatkan kemampuan industri nasional kita, pembangunan dan modernisasi kekuatan yang tengah kita lakukan dewasa ini, haruslah mendayagunakan dan mengutamakan produk industri dalam negeri.
Di sisi lain, dunia masa kini juga ditandai oleh pesatnya pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang ikut mengubah secara dramatis sifat dan bentuk peperangan masa kini, yang semakin modern dan kompleks. Oleh karena itu, saya berharap TNI terus mengembangkan doktrin, organisasi, taktik dan teknik bertempurnya, yang mampu merespons tantangan dan dinamika peperangan modern. Kecakapan olah yudha dan kemahiran bertempur dalam bentuk operasi gabungan, dengan komando dan pengendalian yang efektif, sungguh diperlukan. Oleh karena itu, teruslah mengembangkan pendidikan, pelatihan dan sistem kesiagaan yang tinggi, agar jajaran TNI benar-benar memiliki kemampuan yang handal, dan setiap saat dapat dikerahkan dan ditugaskan untuk memelihara keutuhan dan kedaulatan bangsa, termasuk tugas-tugas pemeliharaan perdamaian dunia.
Saya yakin, TNI yang kita banggakan bersama akan mampu menjadi tentara yang profesional, kredibel dan modern, yang tidak kalah dengan tentara negara manapun. Terlebih, TNI memiliki kekuatan dan keunggulan yang telah diuji oleh sejarah, seperti keuletan dan semangat pantang menyerah yang tinggi, serta kesanggupan untuk menghadapi lawan meskipun senjata dan perlengkapan kita sering tidak sekuat yang dimiliki oleh lawan. Kedekatan TNI dengan rakyat, juga merupakan kekuatan non fisik tersendiri, yang ternyata merupakan kunci keberhasilan di banyak penugasan. Pelihara dan pertahankanlah semuanya ini, agar ke depan, sejalan dengan pembangunan dan modernisasi TNI yang kita lakukan, TNI benar-benar menjadi tentara yang handal, yaitu tentara yang ditakuti lawan, disegani kawan, dan dicintai rakyat.
Prajurit TNI yang saya cintai dan saya banggakan,
Dengan kemampuan yang dimiliki, negara akan terus meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarga, agar dengan konsentrasi yang penuh serta moril yang tinggi, setiap prajurit selalu siap untuk mengemban berbagai tugas yang penuh risiko dan tantangan. Peningkatan kesejahteraan prajurit ini kita lakukan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan pegawai negeri sipil, guru dan abdi negara lainnya, agar mereka semua semakin memiliki taraf kehidupan yang layak. Sementara itu, kita terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para petani, nelayan, buruh dan kelompok ekonomi lemah lainnya melalui program bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, pengentasan kemiskinan serta penciptaan lapangan kerja agar pendapatan mereka semakin meningkat.
Itulah sebabnya, kita harus meningkatkan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Tanah Air, agar kemajuan ekonomi ini secara adil dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Agar pembangunan ekonomi dapat berhasil dengan baik diperlukan iklim dan kondisi dalam negeri yang benar-benar stabil, tertib dan aman. Iklim seperti ini mesti kita wujudkan dan pelihara bersama.
Prajurit TNI yang saya cintai,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Di abad 21 ini, kita bertekad untuk meningkatkan pembangunan bangsa menuju Indonesia yang maju, berketahanan dan sejahtera. Di abad ini juga, Indonesia mesti tampil sebagai bangsa terhormat dan bermartabat, yang disegani dan diperhitungkan oleh masyarakat dunia. Untuk menjadi bangsa yang terhormat, kita harus memiliki taraf hidup yang layak dan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi, yang makin terbebas dari kemiskinan. Oleh karena itu, ekonomi kita harus terus tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan, sehingga pertumbuhan itu dapat didistribusikan secara adil, agar pendapatan rakyat semakin meningkat, serta derajat pendidikan dan kesehatan rakyat kita semakin tinggi. Di sisi lain, kehidupan demokrasi harus terus semakin mekar dan mapan, seiring dengan semakin tegaknya supremasi hukum (rule of law), disertai dengan hadirnya pemerintahan yang baik, yang terbebas dari korupsi dan penyimpangan yang lain. Dalam hubungan antar bangsa, Indonesia akan makin terhormat jika kita terus dapat memainkan peran yang konstruktif, sesuai dengan prinsip politik bebas aktif kita. Dan yang sangat penting, keadaan dalam negeri kita tetap stabil, aman dan tertib, serta terbebas dari berbagai bentuk kejahatan dan gangguan keamanan.
Indonesia seperti inilah yang kita bangun dan kita tuju. Terwujudnya Indonesia yang terhormat dan bermartabat inilah, salah satu manifestasi dan aktualisasi dari nasionalisme kita, masa kini dan masa depan. Semua komponen bangsa, termasuk Tentara Nasional Indonesia, harus mengambil bagian dan berkontribusi dalam pencapaian Indonesia yang maju, berketahanan dan sejahtera seperti itu, sesuai dengan peran dan tugas pokoknya.
Sebagai bangsa, kita gigih berupaya dan bekerja keras, untuk mengatasi semua persoalan yang kita hadapi, sebagaimana yang sedang kita lakukan untuk memulihkan diri dari krisis yang lalu, dan kemudian melajutkan pembangunan bangsa lebih giat lagi, guna mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan bersama kita. Dengan optimisme, kebersamaan dan kerja keras, insya Allah kita akan mampu membangun masa depan yang lebih baik. Memang tidak pernah ada jalan yang lunak untuk mencapai cita-cita dan tujuan yang besar. Tetapi, dengan ridho Allah SWT, Indonesia akan mampu berkembang menjadi negara yang maju dan besar.
Hadirin peserta upacara sekalian,
Dalam waktu dekat, TNI akan mengemban tugas sebagai pasukan pemelihara perdamaian di Lebanon, di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagai bagian dari peran Indonesia dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Laksanakan tugas tersebut sebaik-baiknya, dan jaga kehormatan dan nama baik tentara dan bangsa Indonesia. Sejarah telah mencatat, satuan TNI selalu memiliki reputasi dan prestasi yang baik dalam setiap misi perdamaian dunia. Jaga dan pertahankan tradisi baik ini, dengan menunjukkan profesionalisme dan kinerja tugas Kontingen Indonesia sebaik-baiknya.
Akhirnya, atas nama rakyat, pemerintah dan negara, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada segenap prajurit TNI, yang dengan penuh tanggung jawab telah mengemban berbagai tugas di seluruh Tanah Air. Partisipasi dan kontribusi satuan TNI dalam berbagai operasi militer selain perang, seperti penanganan bencana alam dan bakti TNI lainnya, sungguh dirasakan oleh masyarakat luas. Dalam kesempatan yang baik ini, saya ulangi lagi pesan saya setahun yang lalu, lanjutkan reformasi, hormati demokrasi, dan kawallah kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang bertumpu pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selamat bertugas. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi dan menuntun perjalanan bangsa Indonesia.
Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 5 Oktober 2006
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO



