Pidato Presiden

Sambutan Pembukaan Pameran Produk Ekspor ke-21 Tahun 2006

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN PAMERAN PRODUK EKSPOR KE-21 TAHUN 2006
PEKAN RAYA JAKARTA, 11 OKTOBER 2006


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,


Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara, Saudara Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang mulia para Duta Besar negara-negara sahabat dan para Duta Besar Indonesia untuk negara-negara sahabat, Saudara Gubernur DKI Jakarta, Ibu Negara, Ibu Mufida Yusuf Kalla selaku Pimpinan Dekranas,
Yang saya hormati Pimpinan Kamar Dagang dan Industri Indonesia,
Para pimpinan dunia usaha, para pengusaha, baik dalam maupun luar negeri,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Hari ini, kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri Pembukaan Pameran Produk Ekspor ke-21 Tahun 2006. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan ucapan selamat berpameran kepada para peserta yang datang dari seluruh tanah air.

Mudah-mudahan pameran ini dapat meningkatkan pasar produk ekspor kita ke mancanegara. Kepada kaum muslimin yang tengah menjalankan ibadah puasa, saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Hadirin yang saya hormati,
Pameran Produk Ekspor kali ini yang bertema ”Indonesia for the World, Service to Global Market” memiliki makna dan nilai strategis. Pameran ini dapat lebih memperkenalkan keanekaragaman sumber daya alam, pariwisata, dan karya seni bangsa kita kepada dunia internasional. Pameran ini saya anggap penting dalam upaya mendorong peningkatan produk ekspor kita keluar negeri. Kita menyadari, bahwa upaya meningkatkan produk ekspor tidak semudah membalik telapak tangan. Kita perlu memperbaiki iklim yang kondusif untuk menggerakkan sektor riil dan menarik minat para pembeli dari luar negeri. Iklim yang kondusif akan mendorong para penanam modal untuk masuk ke negara kita, yang pada gilirannya akan membawa dampak positif kepada masyarakat. Dampak positif itu, antara lain terbukanya kesempatan dan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja kita. Untuk memperbaiki iklim yang kondusif, Pemerintah telah meluncurkan berbagai paket di bidang perpajakan, bea dan cukai, dan sektor finansial. Pemerintah juga berupaya melakukan perbaikan kelembagaan dan reformasi birokrasi.

Saya sampaikan sekali lagi ke hadapan hadirin sekalian yang saya hormati, bahwa penciptaan lapangan kerja atau pengurangan pengangguran memiliki prioritas yang tinggi dalam program kerja pemerintah maupun dalam upaya kita secara nasional tahun-tahun mendatang ini. Kita ketahui bersama akibat krisis yang menimpa negara kita beberapa tahun yang lalu, maka tiga isu besar menjadi isu yang harus kita tangani dengan seksama. Akibat krisis itu, kemiskinan membengkak, pengangguran membengkak, hutang eksternal juga membengkak. Oleh karena itulah, mengatasi tiga isu itu kemiskinan, pengangguran dan hutang eksternal harus kita upayakan secara sungguh-sungguh, agar keadaan di waktu yang akan datang lebih baik dari sekarang ini.

Agar lapangan kerja tercipta, maka investasi harus bergerak, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Agar investasi bergerak, baik dari dalam maupun dari luar negeri, maka iklim investasi harus kondusif untuk bergeraknya investasi itu. Oleh karena itulah, kita ingin terus meningkatkan, memperbaiki iklim investasi di negeri kita ini. Pertama-tama, agar terjadi pertumbuhan ekonomi dan dalam persaingan regional dan global, Indonesia tampil sebagai pemenang.

Hadirin sekalian,
Untuk menarik minat para pembeli dari luar negeri, kita perlu meningkatkan daya saing produksi yang memiliki kualitas, inovasi, dan desain produk yang beragam. Peningkatan kualitas, pengembangan inovasi, dan keanekaragaman desain produk, merupakan salah satu kekuatan untuk merebut pasar, baik pasar domestik maupun pasar internasional. Sesungguhnya, kita memiliki beragam produk warisan budaya dan karya seni yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Kekayaan produk budaya yang bernilai tinggi itu, tentu saja perlu terus dikembangkan, agar produk-produk yang kita hasilkan dapat menembus pasar internasional. Untuk itu, janganlah kita tinggalkan produk-produk unggulan tradisional, yang berbasis sumber daya alam. Pelihara dan kembangkan produk budaya kita itu dengan sebaik-baiknya. Disisi lain, kesadaran dunia usaha untuk melakukan perubahan dalam berbagai aspek seperti produksi, manajemen, pemasaran, dan meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan, perlu terus kita dorong. Kesemuanya itu, diarahkan pada upaya pembentukan daya saing produksi yang kian meningkat dari waktu ke waktu.

Pada forum yang baik ini, saya menekankan kembali, agar sinkronisasi upaya antara ekonom, teknolog dan dunia usaha terus-menerus ditingkatkan. Saya yakin, apabila kita memiliki kebijakan ekonomi yang tepat, ditumpang dengan hasil penelitian dan pengembangan yang disumbang oleh para teknolog dan peneliti kita, dan kemudian semua itu diwujudkan untuk memproduksi barang dan jasa secara tepat oleh para industriawan, maka daya saing kita, produktifitas kita, keunggulan kita akan terus meningkat dari masa ke masa. Sekali lagi, lakukan sinkronisasi, lakukan sinergi dan kerjasama yang baik antara, sekali lagi ekonom, tekhnolog dan industriawan.

Hadirin yang saya muliakan,
Dalam upaya meningkatkan produk ekspor, saya mengajak kepada para pengusaha produk ekspor di tanah air untuk mengembangkan produk-produk yang memiliki daya saing dan bersifat padat karya. Produk yang memiliki daya saing dan padat karya, seperti produk pakaian jadi dan sepatu, perlu terus kita tingkatkan. Produk yang mengandalkan teknologi dan tenaga kerja terampil, seperti produk elektronika dan otomotif, perlu kita kembangkan dengan inovasi dan kandungan lokal yang lebih besar. Demikian pula produk yang mengandalkan ketersediaan bahan baku yang berpadu dengan kreativitas, keterampilan, dan seni, seperti meubel, ukiran, dan aksesoris, perlu lebih mengedepankan kekayaan budaya bangsa kita. Kekayaan budaya bangsa kita dengan model, corak, dan gaya yang khas, memiliki keunikan tersendiri yang tidak akan dijumpai di negara lain.

Kita bersyukur, pertumbuhan ekspor kita dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan. Pada tahun 2005, ekspor kita telah mencapai 19,7% dibandingkan tahun 2004. Pada tahun 2005, nilai ekspor kita telah mencapai US$ 85,7 milyar. Alhamdulillah, pada tahun ini, kinerja ekspor masih baik dengan pertumbuhan ekspor sebesar 17,1% untuk periode bulan Januari hingga Agustus, dibandingkan periode yang sama tahun 2005. Nilai ekspor pada bulan Januari hingga Agustus tahun ini, sudah mencapai US$ 64,6 milyar. Diperkirakan, ekspor untuk tahun 2006 dapat mendekati US$ 100 milyar. Pertumbuhan ekspor itu antara lain, didorong oleh perkembangan harga komoditi.

Pada periode bulan Januari sampai dengan Agustus 2006, dibandingkan periode sebelumnya ekspor produk pertanian mengalami peningkatan 21,7% dan produk pertambangan meningkat 35,2%. Demikian pula, kinerja pertumbuhan ekspor produk industri yang mencakup duapertiga dari total ekspor kita tetap baik, dengan mencapai pertumbuhan 14,6%. Berbagai produk yang kita hasilkan pun, mengalami pertumbuhan diatas rata-rata, seperti sepatu 21%, produk kertas dan pulp 19%, dan alat transportasi 25%.

Saudara-saudara,
Saya sampaikan di berbagai forum, bahwa agar kemiskinan dan pengangguran kita menurun, ekonomi kita harus terus tumbuh, pertumbuhan itu diharapkan dapat didistribusikan secara adil dan dapat mengatasi masalah-masalah ekonomi, seperti kemiskinan dan pengangguran tadi. Kita tahu, bahwa komponen pertumbuhan dari satu sisi dilihat dari besaran konsumsi, masyarakat dan swasta, pengeluaran pemerintah, ekspor dan investasi. Angka pertumbuhan sekarang ini, ditopang terutama oleh ekspor dan oleh pengeluaran-pengeluaran pemerintah.

Kita berharap, agar pertumbuhan kita betul-betul sustainable dan makin tinggi kembali bahkan melebihi seperti pertumbuhan sebelum krisis yang lalu, maka semua komponen penyumbang pertumbuhan-pertumbuhan harus tergerak. Artinya apa? Sekali lagi, kita harus meningkatkan daya beli masyarakat, agar produksi mereka juga meningkat. Kita harus benar-benar meningkatkan investasi, agar bisa menyumbang pada pertumbuhan itu. Bicara investasi, kembali lagi kita harus meningkatkan daya saing, kita harus meningkatkan iklim di negeri kita, termasuk stabilitas politik, keamanan, tegaknya hukum, kebijakan yang tepat, suasana tenaga kerja yang baik, hubungan pusat dan daerah yang harmonis dan lain-lain. Mari kita pahami betul masalah-masalah ini, sehingga semua pihak bisa menyumbang terhadap pembangunan iklim yang baik di negeri kita. Dan demikian menyumbang pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya menyumbang pada peningkatan kesejahteraan rakyat kita.

Dari peningkatan produk ekspor yang saya kemukakan tadi, sesungguhnya tantangan utama yang kita hadapi adalah, bagaimana menjamin kesinambungan dari pertumbuhan ekspor yang baik ini. Kesinambungan produk ekspor ini, selain dapat menghasilkan devisa, juga dapat menciptakan lapangan kerja. Pendek kata, bagaimana produk ekspor kita dapat bersaing dalam era globalisasi. Globalisasi, mendatangkan peluang sekaligus tantangan. Era pasar global, tidak dapat dibendung. Karena itu, globalisasi harus disikapi dengan cerdas dan bijak, dan tentunya kepentingan nasional kita.

Saya minta para eksportir untuk cepat tanggap dan memahami setiap perubahan yang terjadi. Para eksportir harus memahami selera dan tuntutan konsumen di berbagai pasar. Sebagai contoh, pada saat ini, konsumen dari negara lain menuntut produk yang mereka beli diproduksi dan diperdagangkan secara adil dan tidak merusak lingkungan. Karena itu, para eksportir harus cepat tanggap, bagaimana mengolah, memproduksi, dan mengemas produk-produk yang dihasilkan dengan tidak merusak lingkungan, memenuhi syarat hak kekayaan intelektual, dan tentu saja inovatif.

Hadirin yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik ini pula, saya ingin kembali mengingatkan pentingnya pembangunan dan pengembangan merek dagang atau brand, sebagaimana yang telah saya kemukakan pada Pembukaan Pameran Inacraft ke-8 bulan April yang lalu. Hal ini, penting saya kemukakan lagi, karena kesadaran akan pentingnya penggunaan brand di pasar global, tidak hanya terbatas pada suatu produk, tetapi juga dapat dilakukan pada sektor jasa dan pariwisata.

Paradigma komoditas atas pesanan pengguna asing secara perlahan harus kita geser. Penggunaan merek tidak hanya berguna untuk menciptakan nilai tambah, tetapi juga merupakan kunci strategis dalam kompetisi bisnis global saat ini. Harus diakui, membangun merek bukanlah pekerjaan yang mudah. Pembangunan ini, memerlukan waktu yang cukup lama. Namun, kita tidak boleh menutupi kenyataan, bahwa membangun merek merupakan suatu investasi yang sangat bermanfaat bagi pengembangan produk nasional kita, baik ke pasar domestik maupun ke pasar internasional.

Jika kita dapat mewujudkan kondisi itu, maka tantangan kita ke depan dalam meningkatkan produk ekspor diharapkan akan menjadi lebih ringan, akan menjadi berkurang. Beban yang semakin ringan, tentunya diharapkan akan memberi keleluasaan gerak yang lebih besar kepada dunia usaha, memberikan peluang yang lebih besar lagi kepada dunia usaha. Dunia usaha dapat lebih kreatif dalam mengembangkan pasar ekspor, sekaligus diversifikasi produk yang mampu menciptakan permintaan-permintaan baru dari konsumen mancanegara.

Saat ini, saya melihat, bahwa kita masih terkonsentrasi pada pengembangan produk ekspor berupa barang, padahal ekspor jasa juga merupakan potensi yang besar untuk mendapatkan devisa. Sudah saatnya kita menangani sektor jasa, sebagai upaya diversifikasi ekspor. Melalui kesempatan ini, saya minta agar Departemen Perdagangan dapat mengambil inisiatif untuk menggali potensi produk jasa yang akan dipromosikan ke mancanegara.

Hadirin yang saya muliakan,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya minta kepada penyelenggara dan seluruh peserta pameran, agar menjadikan Pameran Produk Ekspor kali ini sebagai wahana untuk mengangkat kembali citra negara kita yang kaya akan hasil karya seni, sumber daya alam, pariwisata, dan keanekaragaman budaya Adiluhung. Dengan penampilan Pameran Produk Ekspor yang semakin menarik, mudah-mudahan target produk ekspor kita dapat meningkat di masa-masa yang akan datang.

Melalui Pameran Produk Ekspor ini pula kita berharap, para pengguna produk ekspor dari mancanegara akan lebih tertarik untuk menggunakan produk ekspor unggulan kita. Dengan ketertarikan itu, Insya Allah, akan terjadi realisasi ekspor dengan eksportir peserta pameran, tanpa mengurangi transaksi eceran bagi pengunjung biasa. Mudah-mudahan, Pameran Produk Ekspor tahun ini, mampu memberikan pengaruh yang cukup besar dalam peningkatan ekspor non migas kita ke pasar dunia.

To our ambassadors and guests from brand relations,
Welcome to this exhibitions. I really hope that we could not only take alook but know your bussiness more with us here in Indonesia. We are not only improving our climed national for having good cooperation and economic but we are also improving our product quality in many times. We will feel to do so to have better opportunity for both us to take the advantage of having cooperation with Indonesia. So once again, welcome, enjoy your stay here. While attending exhibition, I do hope you would have to take a big fruit to do a business in Indonesia.


Kepada saudara-saudara yang mendapatkan penghargaan saya ucapkan selamat, teruslah memberikan contoh semoga semuanya menjadi pahlawan-pahlawan ekspor yang juga menjadi pahlawan-pahlawan ekonomi yang semuanya itu akhirnya untuk rakyat kita, untuk membantu saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan kita. Mari kita mencurahkan pikiran, tenaga dan komitmen kita bersama-sama sesuai dengan peran dan tugas kita masing-masing dengan satu tujuan kebangkitan Indonesia, kemajuan Indonesia, peningkatan kerjasama rakyat kita.

Demikianlah hadirin sekalian dan akhirnya dengan memohon ridho yang Maha Kuasa dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pameran Produk Ekspor ke-21 Tahun 2006 dengan resmi saya nyatakan dibuka.





Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan