Pidato Presiden

Sambutan Acara Salat Tarawih Bersama Masyarakat Demak

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
TARAWIH BERSAMA MASYARAKAT DEMAK
MESJID AGUNG DEMAK, JAWA TENGAH
13 OKTOBER 2006



Bismillahirahmanirrahim
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Alhamdulillahi Robbil Alamin, Wasalatu Wasalamu Ala Asrofil Ambiyai Mursalin, Sayidina Wamaulana Muhammadin, Waala alihi waajbihi ajmain, ama’ba’du


Yang saya hormati Saudara Menteri Agama Republik Indonesia, beserta para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara Gubernur Jawa Tengah, Bupati Demak dan para pimpinan, serta pejabat yang bertugas di Jawa Tengah dan di Demak, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya cintai dan saya muliakan Imam besar Masjid Agung Demak, Habib Luthfi dan para Habib, para ulama, para pimpinan pondok pesantren, para kyai, para tokoh masyarakat,

Hadirin, Hadirot yang dimuliakan Allah SWT.
Marilah pada hari yang membahagiakan ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas berkenan rahmat dan ridho-Nya, kita semua dapat ber-silaturahim, dapat beribadah bersama di rumah Allah yang indah ini dan Insya Allah kita semua berada dalam keadaan sehat wal afiat. Kita bersyukur ke hadirat Allah karena kepada kita masih diberikan kesempatan, kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita sebagai umat hamba Allah dan untuk menjalankan tugas dan kewajiban kita sebagai warga Republik Indonesia untuk bangsa dan negara tercinta.

Saya mengajak hadirin sekalian untuk menghaturkan salawat dan salam kepada junjungan besar kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut Rasulullah, Insya Allah termasuk kita semua sampai akhir jaman.

Hadirin, Hadirot yang saya muliakan,
Kita malam hari ini terlebih saya dan rombongan disamping bersyukur juga amat berbahagia, karena kita dapat sekali lagi beribadah di rumah Allah yang megah, yang indah dan bersejarah ini. Mesjid Agung Demak yang sangat dikenal bukan oleh bangsa Indonesia, tetapi juga saudara-saudara kita di mancanegara. Kita dingatkan kembali di masjid ini, di Demak Ini di Jawa Tengah ini syiar para wali pada jamannya. Syiar yang penuh dengan perjuangan, tapi Alhamdulillah mengubah peradaban dan sejarah negeri tercinta ini. Sunan kudus, Sunan Kalijaga, Sunan Muria telah menjadi teladan dalam menjalankan syiar agama Islam yang akhirnya mengubah wajah kehidupan, bukan hanya Jawa Tengah, tapi juga di negeri kita. Demak juga kita kenal sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa pada akhir abad 15 tepatnya pada tahun 1481. Oleh karena itu, berada di tempat ini kita mesti melakukan refleksi kesejarahan seraya tidak putus-putusnya kita bersyukur ke hadirat Allah SWT.

Hadirin Hadirot yang saya hormati,
Di bulan suci Ramadhan ini, sebagaimana yang kita jalankan bersama kita diwajibkan untuk meningkatkan ibadah kita, lebih-lebih di penghujung atau sepuluh hari terakhir pada bulan suci Ramadhan ini kita dianjurkan untuk lebih banyak bertafakur, baik keadaan menjalankan ibadah yang lebih khusuk demikian disabdakan oleh Rasulullah. Oleh karena itu, marilah bersama-sama pada hari-hari terakhir Alhamdulillah malam ini adalah malam Lailatul Qadar yang tentunya malam yang penuh dengan kemulyaan, malam yang penuh dengan keberkahan penetapan Allah dan semoga membawa berkah bagi kita semua.

Kita harus berbuat dan berbuat untuk membangun hari esok yang lebih baik. Sebab kalau hari esok sama dengan hari sekarang kita, termasuk golongan orang yang merugi apalagi kalau hari esok, kalau masa depan kita lebih jelek dari sekarang kita termasuk orang-orang yang zalim. Marilah kita menjadi orang yang tidak merugi dengan cara melakukan sesuatu dengan gigih, dengan penuh keikhlasan untuk mengubah nasib dan masa depan kita semua.

Hadirin, hadirot sekalian
Negara kita, negara yang kita cintai ini delapan tahun yang lalu mengalami krisis, krisis yang sungguh dahsyat, sungguh dalam yang sama-sama tidak kita kehendaki. Akibat krisis itu, negara kita yang sedang membangun mengalami kesulitan yang lebih besar, antara lain angka kemiskinan bertambah besar atau membengkak. Angka pengangguran bertambah besar atau juga membengkak dan hutang kita bertambah banyak. Setelah itu kita sadar tidak bisa sebuah negara memiliki angka kemiskinan, pengangguran dan hutang yang begitu tinggi. Kita membangun dan membangun memulihkan diri dari krisis seraya melakukan pembangunan yang lebih gigih, namun Allah SWT masih menguji kita semua.

Dua tahun terakhir ketika kita gigih membangun, kita gigih mengatasi sisa-sisa dari krisis di waktu yang lalu negara kita mengalami sejumlah cobaan, ujian dan permasalahan. Contohnya adalah Tsunami, gempa bumi berbagai bencana alam, krisis harga minyak di dunia, penyakit flu burung dan lain-lain. Dua tahun ini pula, seraya sekali lagi kita memulihkan diri dari krisis membangun kembali negeri kita hari-hari kita siang dan malam kita gunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang kita sebutkan tadi. Bencana demi bencana krisis harga minyak, krisis di banyak tempat yang berimbas di negeri kita. Alhamdulillah meskipun keadaannya penuh dengan tantangan, tahun-tahun yang kita lewati tahun yang tidak mudah, tetapi sebagian sudah bia kita atasi sebagian memang belum dapat kita atasi dan akan terus kita atasi menuju keadaan kita yang lebih baik diwaktu yang akan datang.

Kita diwajibkan untuk tetap bersyukur, karena barangkali masih ada bangsa-bangsa lain di dunia, negara-negara lain di dunia yang nasibnya tidak lebih baik dari nasib bangsa kita. Senantiasa kita bersyukur, kita bersabar menghadapi ujian, cobaan dan tantangan tadi, tapi kita berikhtiar, kita berupaya dengan gigih, agar dengan penuh kesabaran dan ketawakalan kita teruas berjuang mencurahkan waktu pikiran dan tenaga kita untuk mengatasi keadaan-keadaan itu.

Sekarang dan ke depan tantangan kita, musuh besar kita adalah kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan dan pengangguran tidak bisa didiamkan saja, tidak bisa kita hanya saling salah-menyalahkan, tidak bisa kita hanya mengeluh, tidak bisa kita hanya menonton yang lain berbuat sesuatu, tetapi marilah kita sikapi dengan tepat, marilah bersama-sama kita bersatu padu mengatasi kemiskinan dan pengangguran itu. Pemerintah amat menyadari bahwa kemiskinan dan pengangguran, harus terus-menerus kita kurangi, harus terus-menerus kita susutkan secara bertahap sampai pada Insya Allah suatu hari nanti keadaan kesejahteraan rakyat kita sudah semakin baik.

Program pemerintah secara nyata dan konkret untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran itu antara lain, bantuan yang Pemerintah berikan kepada Saudara-saudara kita yang masih miskin bentuknya banyak di waktu yang lalu bantuan langsung tunai, beras miskin dan sejumlah bantuan paket langsung kepada sejumlah saudara-saudara kita yang tergolong miskin. Kita menjalankan program untuk meningkatkan pendidikan dengan alokasi anggaran yang makin besar dalam pembelanjaan negara kita, agar makin ke depan pendidikan kita makin murah, makin berkualitas dan khusus saudara-saudara kita yang masih miskin, kita akan berikan pembebasan anggaran biaya pendidikan itu.

Demikian juga kesehatan, kita juga ingin meningkatkan kesehatan kita dari waktu ke waktu makin murah, makin berkualitas, khusus yang miskin kita gratiskan berobat di Puskesmas dan rumah sakit kelas tiga. Kita juga terus membangun infrastruktur pedesaan, air bersih, jalan-jalan, agar semuanya itu bisa menggerakan ekonomi lokal bisa memberikan kemudahan bagi saudara-saudara kita diseluruh tanah air terutama di daerah-daerah tertinggal. Kita menghidupkan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang sangat penting karena merekalah sebagian besar karena disanalah sebagian rakyat kita berusaha, sebagaimana malam hari ini kita saksikan bantuan dari Pemerintah untuk memajukan koperasi di banyak kalangan di Jawa Tengah ini.

Pemerintah juga menggalakan pembangunan pertanian dan perikanan, Insya Allah dengan pembangunan perikanan dan pertanian, maka saudara-saudara kita di perdesaan, di sektor pertanian, di daerah-daerah terbelakang bisa bekerja dan dengan demikian bisa meningkatkan kesejahteraannya di waktu yang akan datang. Termasuk kita menjalankan program untuk mengembangkan bioenergi, energi di luar bahan bakar minyak yang kita sebut dengan bahan bakar nabati, misalnya kita bikin BBM dari tebu, dari kelapa sawit, dari jarak, dari singkong, dari aren dan lain-lain. Itu terus-menerus kita dorong di seluruh Indonesia agar ada mata pencarian rakyat kita, di satu sisi pendapatkan penghasilan disisi yang lain menambah ketahanan pangan kita dan juga ketahanan energi kita.

Program-program itu akan terus kita jalankan Insya Allah di tahun yang akan datang tahun 2007, Pemerintah dengan DPR telah membahas untuk mengalokasikan hampir 60 trilyun rupiah untuk membantu saudara-saudara kita mengurangi kemiskinan dan pengangguran tadi. Tentu saja langkah ini masih terus berjalan dari tahun ke tahun dengan harapan kondisinya makin ke depan makin baik.

Saudara-saudara,
Di samping program pemerintah perlu ada imbangan secara nasional, apa itu? Yaitu hidupnya kembali perekonomian kita, hidupnya kembali dunia usaha kita. Kalau perekonomian hidup, kalau kegiatan usaha apapun usaha itu hidup di perkotaan, di pinggir-pinggir kita, di perdesaan, maka sekali lagi akan terbuka lapangan kerja yang tadinya menganggur secara bertahap diserap oleh pekerjaan itu dan bekerja saudara-saudara kita itu tentu akan mendapatkan penghasilan.

Kita mengajak semua dunia usaha, para pengusaha apalagi para pengusaha-pengusaha besar, para konglomerat lakukanlah kegiatan usaha di dalam negeri, sebelum mereka melaksanakan usaha di luar negeri. Cintailah negara dan bangsa sendiri, bantulah saudara-saudara kita yang masih memerlukan karena krisis yang lalu. Ini seruan moral kepada saudara-saudara kita para pengusaha besar meskipun tidak dilarang untuk berusaha di luar negeri, tapi alangkah mulianya, alangkah teduhnya kalau mereka pertama-tama menanamkan investasinya di dalam negeri sehingga dunia usaha bergerak akhirnya pengangguran dikurangi, kemiskinan juga akhirnya berkurang.

Saudara-saudara,
Saya memiliki catatan kecil sebagai penghargaan saya kepada Pemerintah Demak, khususnya daerah Jawa Tengah pada umumnya yang terus-menerus melakukan upaya gigih untuk memajukan ekonomi dan dunia usaha. Demak yang saya ketahui, yang patut dicontoh adalah pertanian terutama persawahan yang dihasilkan kurang lebih 330 ribu ton per tahun, yang dikonsumsi oleh masyarakat Demak sendiri hanya 120 ribu ton berarti punya surplus punya kelebihan beras itu sebanyak 210 ribu ton. Kalau tiap-tiap Kabupaten di Indonesia surplus, pastilah kita tidak kekurangan beras, pastilah seluruh tanah air seluruh negeri secara nasional beras kita cukup dan berlebih sehingga kita tidak perlu kita mengimpor beras dari luar negeri.

Oleh karena itu, saya ingin Demak bisa di contoh, saya mengajak saudara-saudara kita para pimpinan propinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh tanah air meskipun saya tahu kadang-kadang daerahnya berbeda-beda tetaplah berusaha dengan gigih sekuat tenaga untuk memajukan pertanian sehingga Insya Allah pangan kita akan cukup bukan hanya beras tapi juga jagung, kedelai, tebu, daging sapi dan lain-lain. Kalau negara kita makin memiliki ketahanan pangan tidak perlu terganggu dari luar negeri dan sekali lagi kita tidak perlu impor bahan pangan dari luar negeri.

Semuanya tergantung dari kita sendiri, marilah kita berjuang bersama-sama meningkatkan pertanian kita, mencukupkan kebutuhan pangan kita yang patut dicontoh dari Demak dari perikanan itu hasilnya tercatat sekitar 11 ton, kemudian nominalnya 120 milyar rupiah. Ini contoh yang baik, bagaimana perikananpun tumbuh di tempat ini dengan baik yang bisa dinikmati oleh masyarakat di Demak. Koperasi usaha kecil menengah juga tumbuh ada 7200 dalam catatan saya anggotanya 24.500, andaikata UKM itu terus tumbuh masing-masing UKM menyerap satu tenaga kerja saja dari saudara kita yang masih menganggur maka bertambahlah lapangan kerja di Demak ini sejumlah unit usaha itu. Pendek kata, banyak cara yang dapat kita lakukan meningkatkan usaha, meningkatkan ekonomi daerah yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan kita, rakyat yang memang memerlukan bantuan peningkatan kesejahteraannya.

Saudara-saudara yang saya cintai, saya muliakan.
Saya mengajak, agar seluruh komponen bangsa di negeri ini, dari Sabang sampai Merauke untuk bersatu padu, memiliki semangat dan komitmen yang tinggi untuk mengubah nasib dan masa depanb kita. Pemerintah harus menjadi penjuru, baik Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah, Kabupaten, Kecamatan sampai desa. Jadilah pemimpin-peminpin yang baik yang mencurahkan waktu pikiran dan tenaganya siang dan malam untuk memikirkan rakyatnya. Kalau para pemimpin, pejabat pemerintah di seluruh tanah air bekerja keras siang dan malam Allah berikan jalan,Allah tunjukan jalan untuk kemajuan rakyat kita, kemajuan ekonomi negeri ini.

Yang kedua setelah pemerintah berjuang dengan gigih saya mengajak sekali lagi dunia usaha, marilah kita bangkitkan kembali usaha di negeri ini, sektor riil, perumahan, pertokoan, pasar, industri apapun yang bisa menggerakkan kembali dunia usaha. Alhamdulillah suku bunga sudah mulai turun, mudah-mudahan akhir tahun ini bisa turun lagi, dengan demikian bisa memberikan kredit yang lebih murah bagi saudara-saudara semua untuk berusaha. Inflasinya Alhamdulillah makin turun sekarang ini mudah-mudahan akhir tahun di bawah 8%, kalau bisa malah dibawah 7%. Jika inflasinya turun, suku bunga turun, pertumbuhan naik cadangan devisa tinggi, hutang IMF sudah kita lunasi, hutang-hutang yang lain Insya Allah makin berkurang. Maka ekonomi makro kita tentu makin sehat, nah kalau makin sehat jangan kita sia-siakan. Marilah kita gunakan untuk menghidupkan kembali dunia usaha dan masyarakat luas. Saya mohon bersama-sama membangun ini.

Indonesia tidak tumbuh ekonominya padahal kalau ekonomi tidak tumbuh kita tidak bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Kuncinya ekonomi itu akan tumbuh, pertumbuhan ekonomi itu didistribusikan secara adil, adil bagi semua tidak boleh hanya sekelompok yang maju sendiri yang kaya sendiri sedangkan yang lain tidak. Maju bersama, bangkit bersama, kalau sejahtera juga sejahtera bersama. Syaratnya adalah negara kita harus aman, seluruh tanah air tidak mungkin ekonomi bergerak usaha bergerak kalau dimana-mana ada kerusuhan, ada pengrusakan, ada pembakaran, ada gangguan keamanan dan sejenisnya. Hukum harus tegak, tidak mungkin ekonomi bangkit, usaha bangkit kalau hukumnya amburadul. Mari kita tegakkan hukum, pemerintah harus bersih jangan ada yang bocor, ada yang korupsi dan lain-lain, supaya uang rakyat, semua agar uang itu dapat kita gunakan untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Kemudian disamping itu kita juga ingin semua melaksanakan kerjasama sebaik-baiknya. Kita ingin negara ini, rakyat ini berjuang bersama semua untuk semua. Yang kita lakukan sekali lagi untuk semua. Kalau sudah terjalin kebersamaan kita, pemerintah masyarakat luas, dunia usaha Insya Allah makin ke depan kita akan bisa segera benar-benar keluar dari krisis kita benar-benar bisa pulih lagi, bahkan membangun lebih gigih lagi sehingga kondisi negara kita di waktu yang akan datang makin baik .

Hadirin, Hadirot yang dimuliakan Allah SWT,
Akhirnya tiada jalan yang lunak untuk mencapai tujuan yang mulia, menuju Indonesia yang aman, dan damai dan adil dan demokratis dan sejahtera bukan seperti berjalan di bulan purnama. Banyak rintangan banyak permasalahan ibarat perjalanan dengan sebuah kapal, mengarungi lautan yang luas ada badai ada topan, ada karang, ada ombak yang tinggi tapi yakinlah dengan ridho Allah SWT dengan kebersamaan kita seberat apapun rintangan, hambatan dan tantangan itu akan dapat kita atasi.

Bagi umat Islam sudah saatnya kita berjihad, jihad lawan kemiskinan, jihad lawan pengangguran, jihad lawan keterbelakangan. Jangan sia-siakan, itu jihad yang abadi untuk Indonesia menjadi negara terhormat, negara yang bermartabat disegani oleh saudara-saudara kita di seluruh dunia. Kita kurangi kemiskinan, kita kurangi pengangguran kita kurangi keterbelakangan, makin maju-makin maju mulia kita, terhormat kita umat Islam terhormat dan mulia itulah jihad yang harus kita jalankan.

Yang kedua, tidak ada yang bisa mengubah nasib dan masa depan sebuah kaum kecuali kaum itu sendiri. Kalau Demak ingin berubah masyarakat Demak sendiri yang mengubahnya, kalau Jawa Tengah ingin maju dan makmur, masyarakat Jawa Tengah sendiri yang mengubahnya. Kalau Indonesia ingin maju dan makmur, kita semua bekerja sama, bekerja keras melangkah untuk mengubah nasib dan masa depan bangsa Indonesia yang kita cintai. Janganlah kita menjadi manusia yang merugi, jangan menjadi umat yang merugi, karena Allah berfirman bahwa manusia itu dalam keadaan yang merugi sesungguhnya, kecuali yang beriman dan beramal soleh dan saling berwasiat dalam kebajikan dan kesabaran. Kebenaran dan kesabaran, marilah di hari-hari bulan suci Ramadhan ini dan seterusnya kita tidak ingin menjadi manusia yang merugi karena kita menyia-nyiakan waktu, waktu tidak kita gunakan untuk sesuatu mendatangkan kemaslahatan dan kewajiban bagi kita semua.

Dan yang terakhir kami mohonkan untuk peran para ulama, ulama sangat penting untuk menuntun umat, untuk menasehati umaroh seperti saya, untuk menaburkan kasih sayang bagi semua, untuk menjadikan Islam rahmat bagi semesta alam, untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniah untuk memberikan bantuan bagi fakir miskin dan kaum dhuafa. Pendek kata, ulama sudah saatnya berdiri di depan untuk membangun kehidupan yang Islami, kehidupan yang benar-benar membawa keteduhan bagi negeri ini. Jika ulama dan umaroh bersatu melangkah bersama, bersama-sama dengan umat yakin dengan ridho Allah Indonesia akan berubah menjadi negara yang makin sejahtera di waktu yang akan datang.

Itulah harapan saya, ajakan saya dan kepada saudara-saudara umat Islam yang ada di Demak khususnya saya ucapkan selamat beribadah, marilah kita lanjutkan ibadah kita dengan lebih khusuk dengan lebih berserah diri kepada Allah, bertafakur, berefleksi melakukan perenungan pada malam-malam menjelang akhir dari Ramadhan ini, agar sekali lagi kepada kita diberikan tuntunan untuk menuju masa depan yang baik, jalan yang lurus jalan Allah SWT. Semoga kita mendapatkan kemenangan akhir pada bulan Ramadhan ini. Demikianlah Saudara-saudara atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.


Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan