Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Pabrik Gula Rafinasi

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
ERESMIAN PABRIK GULA RAFINASI
CILEGON, BANTEN
3 JANUARI 2007



Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua

Yang saya hormati Saudara Menteri Pertanian dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Saudara pimpinan dan anggota DPR RI, para Wakil Duta Besar dan staf Kedutaan Besar Negara-negara sahabat,
Yang saya hormati Saudari Gubernur Banten, serta para para pimpinan dan pejabat yang bertugas di Banten baik dari unsur Eksekutif, Legislative, Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati Saudara Pimpinan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia dan
Para pimpinan perusahaan Gula Rafinasi dan plastik,
Yang saya cintai dan saya muliakan para ulama, para cendekiawan, para penegak hukum ada Bang Buyung disini, ada para tokoh masyarakat.

Saudara-saudara yang saya muliakan,
Marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunia-Nya kita semua dapat menghadiri Peresmian Pembangunan dan Perluasan 4 Pabrik Gula Rafinasi dan Pabrik Karung Plastik di Cilegon. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran perusahaan industri gula rafinasi dan industri kemasan plastik atas keberhasilannya membangun dan memperluas kapasitas pabrik ini. Semoga dengan beroperasinya pabrik gula beserta pabrik-pabrik pendukungnya kita dapat meningkatkan produksi gula di negeri kita.

Hadirin yang saya hormati,
Kehadiran 2 pabrik gula baru dan 2 perluasan pabrik gula serta pabrik kemasan plastik dapat memberikan sumbangan yang penting bagi perkembangan industri gula nasional. Didalamnya terkandung upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mengembangkan industri dalam negeri kita. Dengan kapasitas produksi yang sebelumnya 310,000 ton disampaikan tadi oleh pimpinan AGRI meningkat menjadi 1,2 juta ton per tahun. Maka keempat pabrik ini telah mampu memenuhi lebih dari 30% kebutuhan gula secara nasional. Pembangunan dan perluasan pabrik gula rafinasi ini bukan hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gula di dalam negeri tetapi juga sebagai pendorong tumbuhnya industri terkait lainnya terutama yang ada di Provinsi Banten ini. Industri gula juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja.

Untuk mendukung pengembangan industri gula dan memberikan perlindungan pada para petani tebu pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan. Kebijakan-kebijakan itu baik dalam bentuk tarif bea masuk maupun berupa pengaturan tata niaga perdagangan impor. Pemerintah juga telah melakukan pembatasan impor gula melalui importir terdaftar dan importir produsen. Pemerintah juga menetapkan perdagangan gula sebagai barang dalam pengawasan.

Disamping itu melalui program peningkatan produktifitas gula telah dilaksanakan bongkar rotasi kebun bibit induk, tebang angkut dan kredit ketahanan pangan. Semuanya itu ditujukan untuk meningkatkan produktivitas gula di tanah air seraya memberikan perlindungan kepada para petani tebu dan gula.

Pada kesempatan yang baik ini perlu saya sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa di tengah-tengah era perdagangan bebas, di tengah-tengah perundingan dalam tingkat WTO Indonesia dengan gigih terus berjuang agar tatanan WTO itu tidak mengganggu, mengancam eksistensi dan keberlanjutan dari beberapa komoditas pertanian kita. Alhamdulillah meskipun tidak mudah tahun lalu dalam putaran WTO di Hongkong 4 produk komoditas kita Indonesia, telah ditetapkan sebagai special product yaitu beras, gula, kedelai dan jagung. Artinya apa, terima kasih, boleh bertepuk tangan.

Meskipun kita sebenarnya harus mengikuti tatanan global perdagangan bebas sesuai dengan WTO tetapi Indonesia sadar sesadar-sadarnya tanpa ada perlakuan khusus terhadap 4 komoditas tadi maka Indonesia ada pada posisi yang merugi. Karena terus terang kalau kita harus bersaing bebas sekarang ini kita tentulah pada posisi yang tidak memiliki keunggulan yang cukup kuat. Oleh karena itu menyadari pentingnya memproteksi komoditas dalam negeri, menyadari keberpihakan kepada petani di negeri kita maka dengan ditetapkannya 4 spesial produk itu kita bisa melakukan penataan, pengaturan, pembatasan sehingga industri dalam negeri tidak dirugikan demikian juga petani kita tidak terancam eksistensi dan kelanjutan usahanya.

Hadirin yang saya hormati,
Saat ini kebutuhan gula nasional mencapai 4,2 juta ton. 2,6 juta ton adalah gula pasir putih untuk konsumsi langsung sekitar 1,6 juta ton adalah gula rafinasi untuk industri makanan, minuman dan farmasi. Namun pasokan gula yang dipasok dari 58 pabrik gula plantation baru mampu menghasilkan gula pasir putih sebanyak 2,3 juta ton. Sementara 4 industri gula rafinasi pada tahun 2006 baru mencapai produksi riil sebesar 1,2 juta ton. Oleh karena itu untuk diketahui memang kita masih melakukan impor gula baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung maupun untuk industri.

Saudara-saudara,
Saya ingin menjelaskan kebijakan kita tentang impor, ini penting agar seluruh rakyat Indonesia memahami kebijakan ini, agar pembahasan, debat publik menjadi tepat, tidak keluar dari persoalan sehingga sehat dalam pengembangan kebijakan-kebijakan publik termasuk kebijakan tentang impor dan ekspor. Kita memerlukan ketahanan pangan antara lain beras, gula, jagung, kedelai, daging sapi dan lain-lain. Mengapa?

Karena kenyataannya, kebutuhan rakyat kita atas pangan belum sepeuhnya bisa kita cukupi. Oleh karena itu wajib hukumnya dengan sangat keras dan gigih kita semua di seluruh Indonesia meninkatkan produksi dalam negeri. Dengan upaya yang gigih yang sudah kita lakukan dan terus akan kita lakukan. Harapan kita kalau ini kebutuhan dalam negeri ataupun konsumsi kita produsen kita kita tarik keatas sampai tingkat itu sehingga klop, tidak kurang, tidak defisit. Tapi ingat penduduk Indonesia tiap tahun bertambah 1,3%. Berarti disamping meningkatkan produksi dalam negeri agar cukup sesuai dengan kebutuhan kita harus ekstra lagi, harus tumbuh lebih besar lagi, karena kebutuhan konsumsi juga meningkat sepadan atau sebanding dengan peningkatan penduduk.

Oleh karena itu yang menjadi sasaran kita meningkatkan produksi dalam negeri dengan berbagai upaya. Kalau tidak cukup tentu kita terpaksa harus mengimpor. Mengimpor atau tidak mengimpor tergantung apakah kita semua mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri kita sebab kalau satu dan lain hal stok dalam negeri kita, supply dalam negeri kita tidak cukup memenuhi permintaan rakyat, tentu kekurangan bahan pangan itu. Kalau kekurangan bahan pangan, harganya akan terus naik, kalau harganya naik rakyat kita tidak bisa membeli.

Mari dengan jernih kita memahami masalah ini berjuang keras kita diseluruh tanah air meningkatkan produksi sehingga di waktu yang akan datang tidak perlu kita mengimpor bahan pangan lagi. Begitu cara berpikir kita, begitu tanggung jawab kita, begitu kerja keras kita bersama-sama meningkatkan produksi, cukup bahkan kalau surplus kita ganti mengekspor bukan mengimpor lagi. Impor bukan tujuan, impor jalan terakhir, kalau tidak ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tetapi saya optimis, saya yakin dengan perkembangan tahun demi tahun, dengan penyusutan impor yang mulia terjadi tahun, demi tahun saatnya akan tiba nanti Insya Allah 2009, 2010 dan tahun-tahun setelah itu kita memiliki kemandirian pangan, ketahanan pangan.

Saya keliling Indonesia saya senang berdialog dengan bupati/walikota karena yang benar-benar memiliki peran penting adalah para bupati/walikota dibawahnya camat dan kepala desa. Bagaimana masing-masing kabupaten bisa meningkatkan produksi pangannya. Dua hari yang lalu saya ditelepon oleh seorang bupati, Pak Presiden dengan bangganya alhamdulillah di kabupaten kami musim kemarau kami sudah panen 1 ha 8 sampai 9 ton. Musim penghujan kami sudah bisa panen 11 sampai 12 ton per hektar, silahkan bapak datang. Saya jawab selamat mudah-mudahan terus berkembang nanti saya akan datang dengan Menteri Pertanian.

Banyak bupati seperti itu saya hormat karena siang dan malam mereka berpikir bagaimana meningkatkan produksi pangan terutama beras. Kalau semua bupati di Indonesia punya komitmen yang sama, ikhtiar yang sama, kerja keras yang sama, harapan kita cita-cita besar kita akan terwujud. Oleh karena itu marilah bersama-sama kita melakukan tugas besar ini meningkatkan produksi, pangan kita cukup, harganya terjangkau, petani kita lindungi, tidak perlu impor dan kalau impor dilaksanakan itu hanya merupakan jalan terakhir apabila tidak ada saran yang lain. Itu yang harus kita lakukan.

Untuk memenuhi target swasembada gula pada tahun 2008-2009 revitalisasi pabrik gula dan kebun tebu sebagai bahan baku gula perlu ditingkatkan.

Saya tahu ada pabrik-pabrik gula yang dikelola oleh BUMN yang tidak berjalan optimal. BUMN kita banyak 158 BUMN, saya katakan kepada Menteri BUMN bikin sehat semua, bikin tumbuh semua agar deviden nya ada pajaknya makin besar. Yang hidup segan mati tak hendak bikin sehat.Tidak bisa kita punya begitu banyak BUMN tetapi yang sehat hanya sebagian. Kalau tidak mampu bikin sehat ganti manajemen nya yang mampu bikin sehat, bikin maju, bikin menguntungkan. Sekarang sudah saatnya semua pihak bertanggung jawab, introspeksi, tahu diri apakah masing-masing bisa menyumbang untuk pertumbuhan ekonomi kita, untuk penerimaan negara kita, untuk membantu menciptakan lapangan kerja saudara-saudara kita yang menganggur disini yang harus kita lakukan.

Kita harus berani untuk tampil sanggup atau tidak sanggup karena rakyat sudah lama menunggu, masing-masing harus menyumbang bagi pertumbuhan negara, menyumbang bagi pertumbuhan ekonomi, menyumbang untuk meningkatkan kesejahteraan saudara-saudaranya. Sebagai contoh pabriknya besar, bahan bakunya kurang antara lain tidak cocok lahan pertanian tebu akibatnya produksinya tidak optimal, tidak maksimal. Ini tidak boleh dibiarkan terus harus ada solusi. Kita ingin tentunya di seluruh tanah air produksi tanaman tebu terus meningkat. Saya ingin semua melakukan inovasi teknologi, melakukan riset dan pengembangan, berikhtiar. Kalau yang lain bisa panen 50 ton per hektar mengapa kita cukup puas 20 ton per hektar. Kalau negara-negara lain bisa mengapa Indonesia tidak bisa. Kalau pabrik A dan B bisa mengapa pabrik C dan D tidak bisa, jangan lalai, jangan tenang-tenang, jangan begitu saja. Ingat semua harus bisa mempertanggungjawabkan kinerjanya. Bukan kepada saya, kepada rakyat karena semua ingin kinerja itu berkembang dengan baik.

Saya berbicara dengan beberapa Gubernur, Gubernur Papua, Bupati Merauke ada lahan yang luas untuk dikembangkan perkebunan kebu mengapa tidak kita kembangkan disana? Bekerja samalah pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat lokal untuk bersama-sama. Jangan lupakan masyarakat lokal. Kalau masyarakat lokal tidak diajak serta tumbuh, tumbuh tetapi petaninya tidak tumbuh, petaninya jalan di tempat. Bukan itu pembangunan yang kita tuju. Kalau pertanian tumbuh argobisnis berkembang, argoindustri berkembang, petaninya tidak boleh jalan di tempat. Mereka harus tumbuh bersama-sama.

Mulai sekarang tolong semua kebijakan, semua regulasi harus mengajak sejak awal komunitas petani dengan demikian mereka bisa tumbuh bersama-sama dalam dunia pertanian, khususnya argoindustri dan argobisnis. Pemerintah menyadari bahwa perkembangan industri gula rafinasi masih harus kita tingkatkan. Ada beberapa kendala yang tadi disampaikan dan tentunya ketergantungan kita terhadap impor bahan raw sugar harus mendapatkan solusi yang terbaik dengan mengembangkan kapasitas tanaman di dalam negeri kita.

Kompetisi akan makin tinggi di dalam negeri dan di luar negeri. Oleh karena itu saya meminta tingkatkan kualitas produk, lakukan manajemen yang efisien bukan manajemen yang boros-borosan. Kalau manajemen efesian perusahaan memiliki good corperate governance, produknya berkualitas, harganya murah tentu bisa bersaing dengan pihak manapun juga, termasuk pihak-pihak diluar negeri. Kalau pabrik-pabrik di dalam negeri termasuk BUMN efisien, tidak ada penyimpangan atau korupsi, produktif, yang dihasilkan murah yang senang rakyat kita. Rakyat kita tidak perlu membeli produk negara asing karena harganya memang murah, kita bikin murah sama murahnya dengan produk asing. Kita akhirnya bisa mencintai produk dalam negeri sendiri. Karena disamping kita mengembangkan motto kita gunakan produk dalam negeri kita cintai produksi Indonesia, jangan membebani rakyat karena kita tidak efisien atau harga jual barang dan jasanya tinggi. Mari kita betul-betul berorientasi kepada kepentingan rakyat, kemampuan rakyat bukan kemampuan perusahaan-perusahaan, bukan kepentingan perusahaan-perusahaan ataupun kepentingan pihak-pihak yang lain. Saya katakan tadi bahwa multiply effect-nya tinggi sekali saya in gin terus berkembang industri ini dengan demikian bisa memberikan kesempatan, peluang kepada pihak-pihak lain untuk juga meningkatkan kesejahteraannya, ekonominya.

Hadirin yang saya muliakan,
Sebelum mengakhiri sambutan ini saya minta kepada Menteri Perindustrian, tidak hadir karena beliau baru kembali dari tanah suci hari ini saya minta nanti diteruskan oleh saudari Menteri Keuangan untuk melakukan pembinaan terhadap industri gula di tanah air. Hal yang sama juga saya minta kepada saudara Menteri Pertanian untuk terus mengembangkan upaya dan terobosan agar balai-balai pembibitan terus dapat menghasilkan gula-gula yang makin berkualitas, agar hasil panen tebu dapat meningkat.

Saya juga minta kepada pihak perbankan, Gubernur Bank Indonesia tidak ada disini Menteri Keuangan bisa meneruskan untuk meningkatkan pagu kredit untuk usaha dan investasi baik untuk pendirian pabrik gula baru maupun untuk peningkatan dan perluasan pabrik gula yang sudah ada, penting.

Kemarin di Bursa Efek Jakarta, saya membuka perdagangan hari pertama tahun 2007 atas penjualan saham di negeri kita. Tahun lalu 2006 prestasinya bagus nomor 3 terbagus di dunia setelah China, Rusia, Indonesia. Artinya apa dengan 1805 level yang dicapai tahun lalu kemarin dibuka hari pertama menembus 1836. Dengan baiknya industri pasar modal di Indonesia kepercayaan pasar, kepercayaan dunia, kepercayaan pelaku bisnis, kepercayaan investor makin tinggi. Ekspektasi mereka makin tinggi karena mereka percaya Insya Allah ekonomi kita berkembang kearah yang benar dan akan memiliki masa depan yang lebih baik.

Tetapi saya ingatkan dengan ekspektasi yang besar itu, dengan makin besarnya modal yang tersedia di negeri kita, baik di pasar modal, lembaga perbankan maupun lembaga non perbankan bagaimana modal-modal itu mengalir ke sektor riil, mengalir ke usaha kecil dan menengah, mengalir kepada seperti ini produksi industri yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Kalau mengalir dengan benar dengan undang-undang yang benar, dengan regulasi yang benar, dengan mekanisme yang benar baru kita merasa lega ada modal yang besar, modal itu tidak tersimpan begitu saja tidak bergerak kemana-mana tapi kita alirkan untuk mengerahkan perekonomian nasional kita dari hulu sampai hilir diseluruh wilayah Indonesia.

Oleh karena itulah pada pihak perbankan saya serukan sekali lagi bisa mengeluarkan kebijakan moneter dan perbankan yang tepat, suku bunga makin susut, makin rendah dengan demikian sektor riil bergerak dengan baik, dunia usaha makin bangkit. Kalau dunia usaha makin bangkit pengangguran makin berkurang, lapangan kerja didapat. Kalau lapangan kerja didapat Insya Allah kemiskinan akan berkurang. Ini memerlukan kerja bersama kuncinya adalah ada modal yang tersedia untuk menjalankan usaha. Saya minta semua pihak pemerintah pusat, gubernur, bupati, walikota, perbankan bekerjasamalah bagaimana modal ini mengalir. Bantu rakyat kecil, Bantu usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan modal agar mereka bisa hidup dan tumbuh usahanya. Ini sangat penting sekali lagi lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan.

Langkah-langkah juga diperlukan agar kekurangan konsumsi gula dapat diatasi. Jajaran departemen terkait harus bersama-sama produsen gula dan petani tebu menjalin kerjasama yang baik. Rumuskan kembali tata niaga, distribusi yang efisien, tidak diskriminatif dan tepat untuk gula pasir putih dan gula rafinasi. Melalui distribusi dan kerjasama yang baik kita berharap dimasa yang akan datang swasembada gula di tanah air segera dapat dipenuhi.

Saudara-saudara,
Dalam mengembangkan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah, produsen gula dan petani berbicaralah bersama. Komunitas petani, produsen gula pemerintah. Kalau sejak awal kebijakan, regulasi, mekanisme dipikirkan bersama dengan semangat yang baik pastilah policy itu akan tepat dan menguntungkan bagi semua pihak.

Kepada seluruh jajaran Pt, Sentra Usahatama Jaya dan PT. Permata Dunia Sukses Utama yang telah berhasil membangun pabrik gula rafinasi baru saya ucapkan selamat dan sukses. Ucapan yang sama saya sampaikan pula kepada Pt. Angels Product dan Pt. Jwa Manis Rafinasi yang telah selesai melakukan perluasan pabriknya, selamat. Dan kepada jajaran Pt. Super Plastindo Tian Feng yang memproduksi kemasan plastik saya juga menyampaikan selamat dan terimakasih yang sebesar-besarnya. Pada saudari Gubernur Banten dan para bupati/walikota diseluruh Banten saya senang pertumbuhan ekonomi di Banten diatas pertumbuhan nasional, tepuk tangan. Saya senang penanaman modal baik asing maupun dalam negeri tinggi membuktikan bahwa Banten sangat baik untuk bergeraknya dunia usaha, tepuk tangan.

Pendapatan perkapita meskipun belum mencapai nasional $1500 per orang per tahun itu cukup tinggi, tepuk tangan pula. Pesan saya jangan terlena dengan kondisi ini Banten mampu tumbuh lebih baik lagi. Saya percayakan kepada gubernur, bupati/walikota dan semua. Disamping ekonomi tumbuh jangan lupakan pengangguran dikurangi, kemiskinan dikurangi, pendidikan ditingkatkan, kesehatan ditingkatkan, sektor usaha kecil, lemah digalakkan. Kalau itu terjadi di Banten Insya Allah Banten akan tumuh menjadi daerah yang makin sejahtera, sejahtera bagi semua termasuk rakyat-rakyat diseluruh wilayah Banten. Hari ini saya dapat berita baik tentang tadi lain kali tahun depan saya ingin mendengar berita yang lebih baik lagi disamping ekonomi tumbuh berkembang pendidikan, kesehatan dan pengangguran, kemiskinan juga makin baik angkanya, Insya Allah.

Akhirnya dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa seraya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim pembangunan dan perluasan pabrik gula rafinasi dan pembangunan pabrik plastik di Cilegon dengan resmi saya nyatakan dimulai operasinya.

Sekian
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan