Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Pabrik Gula Masarang

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PABRIK GULA MASARANG
TOMOHON, MANADO-SULAWESI UTARA
14 JANUARI 2007



Yang saya hormati Saudara Menko Kesra dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Bapak Bungaran Saragih, Mantan Menteri Pertanian Republik Indonesia,
Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Ibu Konsul Jenderal Filipina untuk Manado,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Sulawesi Utara, beserta para pimpinan dan para pejabat yang bertugas di Sulawesi Utara, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, maupun TNI dan Polri, Saudara Walikota Tomohon dan para pimpinan yang bertugas di Tomohon, Saudara Dr. Willy Smith, Pimpinan Yayasan Masarang,
Yang saya cintai dan saya muliakan para pemuka agama, para tokoh masyarakat, para tokoh adat, para cendikiawan dan para usahawan,

Hadirin sekalian yang saya hormati.
Selamat siang,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,

Kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hari ini, di tempat yang indah, dan berhawa sejuk ini diiringi oleh rintik-rintik hujan, kita menyatukan langkah, membulatkan tekad dan melakukan langkah-langkah nyata untuk memajukan kesejahteraan saudara-saudara kita, utamanya yang ada Tomohon dan di Sulawesi Utara. Dan sesungguhnya untuk seluruh bangsa Indonesia yang kita cintai.

Hujan adalah berkah. Kalau kita membulatkan tekad hari ini, di tengah suasana rintik hujan, berarti Tuhan meridhoi cita-cita kita, niat kita, kebulatan tekad kita untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama melalui bidang pertanian, khususnya pengembangan aren yang sebentar lagi akan kita resmikan pembukaan pabriknya.

Atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Pertama tentunya kepada Yayasan Masarang, Walikota Tomohon, Gubernur Sulawesi Utara, Menteri Pertanian dan semua pihak yang benar-benar telah menyemangati, ikut berkontribusi dalam pembangunan pabrik aren pertama di Indonesia, dan dikatakan tadi, bahkan pabrik aren modern di tingkat dunia.

Hari ini salah satu pejuang pertanian kita, Pak Bungaran Saragih mendapatkan penghargaan. Sesungguhnya terima kasih dan penghargaan ini bukan hanya patut diberikan oleh Yayasan Masarang atau Kota Tomohon, atau Provinsi Sulawesi Utara. Tapi Pak Bungaran, saya, rakyat Indonesia, pemerintah juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Teruslah berkontribusi. Saya tahu, waktu Pak Bungaran menjadi Menteri juga tidak pernah berhenti untuk melakukan inovasi-inovasi dan saya berharap bantulah Pak Anton yang sekarang juga terus berjuang untuk memajukan dunia pertanian di negeri kita.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sepanjang jalan, meskipun hujan saya bertatap muka, saling bertabur senyum dengan anak-anak, dengan saudara-saudara kita yang ada di Sulawesi Utara dari Manado ke Tomohon. Rasanya tentram, saya makin optimis kalau melihat putra-putri bangsa seperti ini dengan wajah ceria, dengan muka yang menggambarkan semangat, disertai dengan apa yang dilaporkan Gubernur Sulawesi Utara tadi di Bandara, maupun yang tadi disampaikan, saya optimis, saya yakin dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Sulawesi Utara tahun ini dan tahun-tahun mendatang akan lebih maju, sehingga kesejahteraan rakyat akan lebih dapat ditingkatkan.

Negara kita mengalami krisis, 8, 9 tahun yang lalu. Akibat krisis, kita mengalami persoalan besar, persoalan fundamental yang dampaknya kita rasakan bertahun-tahun setelah krisis itu. Tiga masalah fundamental yang sering saya sebutkan adalah, karena krisis dan karena pembangunan sebelum krisis juga masih tengah berlangsung dan belum rampung, maka kemiskinan membengkak, pengangguran membengkak, hutang eksternal pemerintah juga membengkak.

Tahun-tahun setelah krisis, kita semua, Pemerintah Republik Indonesia dan semua jajaran pemerintah di seluruh tanah air berusaha keras untuk memulihkan diri dari krisis. Dari tahun ke tahun terjadi perbaikan, meskipun karena dampak krisis sungguh dahsyat dan dalam selalu ada dinamika pasang surut dalam upaya bangsa membangun kembali negerinya pasca krisis. Tetapi yang jelas, langkah kita terus bergerak maju. Upaya untuk mengurangi hutang pemerintah kita lakukan, agar hutang itu tidak membebani negeri kita, tidak memberatkan anak cucu kita dan masa depan kita. Demikian juga upaya untuk mengurangi pengangguran atau menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus mengurangi kemiskinan kita lakukan terus- menerus di seluruh tanah air.

Saya yakin, kalau kita konsisten, kita lebih gigih, kita lebih bersatu melangkah bersama untuk mengatasi masalah itu, maka hari esok selalu akan lebih baik dari hari ini. Mari kita wujudkan sasanti itu dan marilah kita rapatkan barisan untuk mengurangi kemiskinan menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan daya beli rakyat kita dan membangun kembali ekonomi di Indonesia yang kita cintai ini.

Tahun 2007 ini, kita bertekad setelah kita mengarungi dan melampaui tahun-tahun yang berat tahun 2004 akhir, 2005, 2006 karena bencana, karena tingginya harga minyak di dunia dan faktor-faktor eksternal lain yang memukul ekonomi kita, meskipun Alhamdulillah kita bisa mengelolanya. Tetapi 2007 ke depan, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, utamanya para pemimpin perusahaan di seluruh tanah air untuk lebih gigih lagi, untuk bekerja lebih keras lagi melakukan lima hal.

Pertama, langkah nyata mengurangi kemiskinan. Kedua, langkah nyata mengurangi pengangguran. Ketiga, langkah nyata meningkatkan pendidikan masyarakat, agar mereka kelak mendapatkan pekerjaan yang memadai dan pahit. Yang keempat, langkah nyata untuk memajukan kesehatan masyarakat, agar dengan badan yang sehat mereka juga bisa menempuh profesi yang diharapkan. Yang kelima, langkah nyata menghidupkan sektor riil, dunia usaha, usaha kecil dan menengah, termasuk koperasi di seluruh tanah air, agar dengan demikian sekali lagi lapangan kerja dapat diciptakan. Dan kalau ada lapangan kerja, ada penghasilan. Dan kalau ada penghasilan, berapapun kecilnya penghasilan itu, bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya secara minimal. Ini lima sasaran utama, yang mari kita kerjakan bersama-sama di seluruh tanah air dengan kepemimpinan, dengan kegigihan, dengan tauladan dari para pemimpin di seluruh Indonesia.

Saudara-saudara,
Disamping lima prioritas tadi, saya ingin menyampaikan bahwa ada tiga komoditas penting yang harus terus-menerus kita bangun dan kembangkan, agar tiga komoditas itu memiliki kecukupan, memiliki ketahanan, karena tiga komoditas itu sangat diperlukan oleh kehidupan umat manusia, sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di seluruh tanah air.

Apa tiga komoditas itu? Pertama adalah pangan. Tidak mungkin ada kehidupan tanpa pangan. Yang kedua, energi. Sama, setelah ada pangan, kita memerlukan energi, menggerakan semua sendi kehidupan, termasuk industri dan lain-lain. Dan yang ketiga, jangan lupakan air bersih. Seolah-olah air kita melimpah padahal tidak. Banyak tempat di negeri ini, banyak di antara kita, saudara-saudara kita di daerah-daerah yang tandus, sudah 60 tahun lebih merdeka belum bisa menikmati air bersih. Oleh karena itu, pangan, energi, dan air bersih yang dalam bahasa Inggris sering saya sebut fuel, food and energy and water, atau drinking water betul-betul menjadi program kita untuk membangunnya, menambahnya, meningkatkannya, agar memiliki ketahanan sufficiency and sustainability dari semuanya itu.

Caranya bagaimana? Mari kita hidupkan pertanian kita dan semua langkah-langkah, agar dari tahun ke tahun dihadapkan dengan peningkatan kebutuhan atas pangan, energi dan air, dikaitkan dengan pertumbuhan penduduk di negeri kita ini selalu ada kecukupan dari tiga komoditas itu.

Oleh karena itu, beberapa hari yang lalu dalam Sidang Kabinet Paripurna telah saya putuskan, bahwa tahun 2007 ke depan, kita mobilisasi semua potensi yang ada, kita menyatukan energi di seluruh tanah air dengan kepemimpinan para pemimpin daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota untuk betul-betul melakukan langkah-langkah nyata, meningkatkan produksi pangan, meningkatkan supply energi dan kemudian meningkatkan ketersediaan air bersih.

Pangan yang paling utama adalah beras atau padi. Sudah saya canangkan dan sudah saya putuskan kemarin di Departemen Pertanian, ketika kita mengundang semua pihak, termasuk para Gubernur yang memiliki potensi untuk meningkatkan produksi pangannya. Tahun 2007 ini, kita lakukan upaya sungguh-sungguh untuk menambah jumlah produksi, minimal 2 juta ton beras.

Kita memproduksi sekitar 54 juta ton. Kita ingin menambah lagi sekitar minimal 2 juta ton, agar demikian terdapat kecukupan. Kita ingin produksi beras kita cukup, harganya terjangkau oleh rakyat Indonesia, harganya juga sudah melindungi petani. Namun demikian, setiap saat kita memerlukan beras itu ada. Ini tujuan, yang lain adalah sarananya untuk mencapai tujuan.

Oleh karena itu, daripada kita terus berdebat tentang apakah tepat impor atau tidak impor, berapa sesungguhnya stok yang kita miliki, operasi pasar itu seperti apa implementasinya? Mari kita bekerja bersungguh-sungguh menambah jumlah produksi padi dan beras kita di seluruh tanah air. Itu yang paling benar dan saya bersama-sama Saudara akan mempelopori itu.

Disamping beras, kita ingin kecukupan gula, kita ingin kecukupan kedelai. Satu saat kita harus lebih mencukupi kebutuhan kita sendiri, jagung, daging, telur, ikan dan lain-lain. Mari betul-betul kita sangat perduli dan mengembangkan semuanya itu sejalan dengan revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan yang telah saya canangkan pada tahun 2005 yang lalu. Saya melihat perkembangan yang mulai positif, tapi belum cukup. Mari kita lipat gandakan upaya kita, agar semua itu dapat kita tingkatkan.

Dalam konteks peningkatan produksi pangan itulah, saya berikan penghargaan yang tinggi atas prakarsa untuk mendayagunakan, membudidayakan aren sebagai, menjadi gula, gula aren, gula kristal yang di satu sisi menambah supply kita,menambah nilai ekspor kita, menambah devisa kita, menghidupkan ekonomi lokal dan yang lebih penting menciptakan lapangan pekerjaan yang dengan lapangan pekerjaan, saudara-saudara kita di daerah yang memungkinkan untuk melaksanakan. [Baik saya teruskan. Konslet kemungkinan apa namanya kabelnya itu kalau kena air, rawan itu dikeringkan dengan lap, kemudian ditutup dengan payung supaya air tidak masuk. Ini termasuk Keppres ini, Inpres, Instruksi Presiden mengamankan kabel, supaya tidak kena air, tidak konslet. Baik saya teruskan, mereka akan bekerja secara fungsional. Saya teruskan dengan demikian, terima kasih sekali saya]

Mudah-mudahan daerah yang lain sudah sampaikan kepada para Gubernur, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara banyak sekali tanaman atau perkebunan aren, cuma penggunaan belum sangat efisien, belum seproduktif ini dan belum memiliki nilai tambah yang tinggi. Mari dengan teknologi, dengan manajemen, dengan inovasi, semuanya kita galakan sehingga tahun ini andalan baru, penambahan komuditas gula yang baru, sekaligus lapangan dan devisa kita.

Kemudian energi, saya juga titip para pimpinan, mari kita tingkatkan pengembangan energi yang terbarukan, terutama sekali saya ingin biofuel mengapa? Kalau biofuel kita kembangkan, terutama jarak pagar dengan teknologi yang murah, dengan biaya yang murah, dengan mesin-mesin sederhana yang kita bisa bikin sendiri, kelompok-kelompok rumah tangga, kelompok-kelompok penduduk, komunitas itu bisa mengganti minyak tanah dari minyak yang diproduksi oleh jarak pagar. Kalau itu terjadi, subsidi minyak tanah yang sangat tinggi selama ini bisa kita kurangi. Kalau subsidinya kita kurangi, kita tambahkan lagi untuk biaya pengentasan kemiskinan.

Tahun 2007 ini, 51 trilyun rupiah kita alokasikan untuk membantu saudara-saudara kita yang miskin. Sudah meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Andaikata kita menghemat energi kerosene, kita bisa mengurangi subsidi untuk kerosene dengan biofuel, bioenergi, jarak pagar, niscaya lebih banyak lagi uang yang akan kita gunakan untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan, meningkatkan kesehatan dan lain-lain disamping membuka lapangan pekerjaan dan menggerakan ekonomi lokal. Listrik saya juga tahu merupakan kebutuhan dasar, tahun 2007 ke depan akan kita tingkatkan, dengan demikian, makin banyak kebutuhan akan listrik yang dapat kita penuhi di negeri kita.

Dengan semuanya itu, Saudara-saudara, saya pesan agar apa yang telah dikembangkan di Tomohon ini, pabrik Aren ini, perkebunan aren ini betul-betul dikelola dengan baik, ajak, libatkan masyarakat sebanyak mungkin, dapatkan nilai tambah. Kalau itu untuk komoditas ekspor, kelola ekspor itu dengan baik untuk kepentingan ekonomi kita. Dengan demikian, ini merupakan simpul baru dalam pengembangan ekonomi, pengembangan dunia usaha dan pengembangan ekonomi kita secara nasional. Kita ingin simpul-simpul yang lain di seluruh tanah air, aren dan lain-lainnya.

Saya meminta kepada seluruh pihak, baik itu pemerintah daerah, dunia usaha di sini juga hadir para pimpinan Kamar Dagang dan Industri dan juga Perguruan Tinggi, Lembaga-lembaga Penelitian dan Pengembangan satukan tekadnya, satukan kemampuannya, agar kita punya inovasi untuk mengembangkan produk-produk kita. Kebijakan akan kita dorong, memberikan ruang untuk itu, financial capital, dunia usaha tolong dikontribusikan. Kemudian perguruan tinggi yang melaksanakan research and development, lakukan dengan gigih, agar semuanya itu sekaligus membuka lapangan kerja, membuka simpul ekonomi baru untuk kita gunakan suatu saat kepentingan kita, kepentingan ekonomi nasional yang bersama-sama akan kita kembangkan. Saya menyambut baik, saya mendukung, saya mendorong pengembangan industri aren, perkebunan aren untuk dijadikan salah satu andalan, bukan hanya di Sulawesi Utara, tapi di seluruh tanah air.

Yang kedua, hari ini saya juga diminta untuk meresmikan penggunaan Depo Logistik yang ada di Pulau Marore dan Pulau Miangas. Beberapa saat yang lalu di Pulau Natuna, pulau terluar kita di laut China Selatan, saya telah mencanangkan dan mengeluarkan kebijakan untuk membangun pulau-pulau terdepan. Saya gunakan istilah pulau terdepan, bukan pulau terluar, baik dari segi politik, dari segi keamanan, dari segi sosial, maupun dari segi ekonomi.

Salah satu persoalan yang dihadapi oleh saudara-saudara kita yang hidup di pulau-pulau terdepan itu semacam di Merauke dan Miangas adalah komunikasi, transportasi, ketersediaan bahan pangan, ketersediaan BBM energi dan lain-lain. Oleh karena itulah, saya memberikan penghargaan kepada Saudara Gubernur, Saudara Pangdam dan semua yang saya tahu selama ini berjuang keras untuk membangun jembatan dalam arti luas, agar saudara-saudara kita di tempat terpencil itu, di pulau-pulau terdepan itu memiliki ketahanan, manakala terjadi datangnya iklim yang tidak bersahabat.

Dengan membangun depo makanan, andaikata ada gelombang besar seperti kita alami sekarang ini, mereka memiliki kecukupan. Dan saya minta Saudara Menko Kesra dan para Menteri terkait lakukan hal yang sama di pulau-pulau yang lain, pulau-pulau terdepan, agar mereka memiliki ketahanan yang cukup, terutama pangan, energi dan kebutuhan sehari-hari mereka. Mudah-mudahan dengan dibangunnya depo logistik di kedua tempat itu, saudara-saudara kita tidak terlalu was-was, apabila ada keterlambatan transportasi, terutama transportasi laut karena cuaca. Dengan demikian, ada kecukupan meskipun teruslah dikelola untuk mengembangkan kemampuan lokal, ketahanan lokal, terutama sekali pangan, energi dan air yang saya sebutkan tadi.

Yang terakhir saya juga diminta untuk meresmikan Televisi 5 Dimensi Tomohon. Beberapa saat yang lalu saya berbicara di hari ulang tahun Antara, minggu lalu saya berbicara dengan para Pemimpin Media Massa dan Pemimpin Redaksi yang ada di Jakarta. Semuanya hadir waktu itu, saya berpesan, marilah kita tidak menjadi bangsa yang merugi, karena bangsa kita oleh dunia dinilai sebagai tempat yang berisiko tinggi.

Terus terang kalau Saudara melihat CNN, BBC, CNBC dan televisi-televisi asing, mereka tentu hanya menayangkan negeri kita 10 sampai 15 detik, 1 sampai 2 menit. Memang begitu, mereka menayangkan kegiatan manusia sedunia. Yang ditayangkan adalah berita-berita yang sensasional, banjir, tsunami, unjuk rasa disertai dengan pembakaran-pembakaran, kasus korupsi yang luar biasa, dan hal-hal seperti itu. Memang begitu berita yang marketable, berita dari negara-negara manapun, dan itu penggalan-penggalan snapshot. Saya khawatir, kalau hanya itu yang ditangkap oleh masyarakat global, melihat Indonesia yang terus-menerus tidak aman, Indonesia yang terus- menerus rusuh, Indonesia yang penuh dengan lautan korupsi, Indonesia yang semuanya tidak aman, dan sebagainya dan sebagainya.

Saya berharap, Media Massa negeri kita, Media Cetak dan Media Elektronik memberikan gambaran yang lebih utuh. Saya tidak bermaksud untuk membatasi liputan media massa kita, baik cetak maupun elektronik. Karena begini, kita ini memang harus terbuka dan jujur. Kalau ada sesuatu yang belum berhasil, katakan belum berhasil. Sesuatu yang pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat masih belum bisa mewujudkan katakan Pemerintah Pusat dan Daerah belum bisa mewujudkan. Sesuatu perkembangan yang berarti entah ekonomi, entah politik, entah hokum, katakan bahwa itu belum berarti, supaya memacu semangat, supaya semua berjuang lebih keras lagi, siapa yang lalai bisa mendapatkan sanksi. Tetapi jangan disembunyikan kalau ada jerih payah dari saudara-saudara kita, apakah seorang Bupati, Walikota, Gubernur yang berbuat kebaikan.

Apabila ada kemajuan di sana, sini, di tengah upaya kita untuk memajukan negeri ini. Beritakan sesuatu yang berimbang, balance news, beritakan sesuatu secara akurat dan lakukan self censoring, hal-hal yang tidak layak di sampaikan membikin rusuh, membikin gaduh, membikin tidak stabil, membikin negara ini akhirnya tidak bisa kemana-mana jalan di tempat, pandai-pandailah menyaring. Pemerintah tidak akan membredel, melarang, membatasi karena keniscayaan demokrasi, tapi demokrasi tidak berarti berbuat apa saja, tidak perduli apakah rakyatnya akan jalan di tempat, apakah pembangunan tidak bisa maju lagi dan lain-lain.

Ini masalah akal sehat dan masalah hati nurani. Saya ingin kita benar-benar bisa melakukan kehidupan bernegara ini dengan baik. Kepada teman-teman media, terima kasih selama ini telah mengawal reformasi, telah mengawal demokrasi, telah menunjukan siapa-siapa yang lalai di dalam mengemban tugas. Harapan saya untuk sebuah keadilan, untuk sebuah fairness, beritakan juga berita-berita yang mengembirakan yang bangsa ini patut bersyukur, yang bangsa ini patut bangga dan dunia lain tidak menganggap remeh, menganggap jelek bangsa dan negara kita.

Telling the truth, benar katakan benar, salah katakan salah, gagal beritakan gagal, berhasil boleh dikatakan berhasil. Dengan demikian kita akan tidak merugi dalam hubungan global kita, kita tidak kalah bersaing dengan negara-negara lain yang barangkali karena pemberitaannya sedemikian rupa, tidak seluruh dunia melihat kita sendiri. Kalau itu media asing kita tidak bisa berbuat apa-apa, tidak ada ikatan emosinya. Tapi kita sendiri saya kira sadar, bangsa ini harus membangun, harus memastikan diri, maka kita buat gambaran yang utuh, the true picture of Indonesia. Semuanya yang plus, yang minus. Pemerintah juga begitu plus, minus. Pak Gubernur jajaran Provinsi Sulawesi Utara plus, minus, Bupati Tomohon, Bupati Minahasa plus, minus. Kita semua di waktu yang lalu juga demikian. Marilah kita jujur, adil melihat sejarah, agar kita menjadi bangsa yang besar dan bangsa yang menjemput masa depannya untuk kebaikan kita semua. Itulah pesan saya mengiringi akan diresmikannya TV 5 Dimensi yang ada di Tomohon ini.

Hadirin sekalian,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan dan dengan memohon ridho Tuhan yang Maha Kuasa, saya resmikan Pengoperasian Pabrik Aren Masarang, Peresmian Depo Logistik di Pulau Marore dan Miangas dan beroperasinya TV 5 Dimensi Tomohon. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.

Wassalamu’alaikum warrahmatulahi wabarrakatuh.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan