Pidato Presiden
Dialog dengan Bupati Gorontalo, Kelapa Desa, dan Warga Desa Yosonegoro
TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN
BUPATI GORONTALO SERTA
KEPALA DESA DAN WARGA DESA YOSONEGORO
PADA ACARA
KUNJUNGAN KE RUMAH PENDUDUK DI DESA YOSONEGORO
GORONTALO, 15 JANUARI 2007
Bupati Gorontalo
Bapak Presiden yang kami hormati,
Di tiap desa, oleh pemerintah daerah, kabupaten maupun provinsi memberikan modal kepada kepala-kepala desa. Kemudian modal itu dikumpulkan menjadi saham untuk mendirikan suatu perusahaan daerah di kecamatan, Badan Perusahaan Milik Desa, untuk milik dan setiap desa. Kemudian mereka itu penyanggah jagung, penyanggah bibit, penyanggah pupuk, kemudian pemasaran alat-alat pertanian, sehingga harganya itu agak meningkat Pak Presiden. Tapi kalau langsung pada tengkulak, itu harganya agak rendah.
Jadi Pak Presiden, selain pemanfaatan pekarangan penduduk, di sini juga ada program jagung masuk sekolah, rumput laut masuk sekolah, bagi sekolah-sekolah di pesisir pantai, sehingga Pak Gubernur sudah mencanangkan itu, sekaligus sudah panen dan memberikan bantuan bibit.
Fadel Muhammad
Ternak juga demikian adanya Bapak Presiden. Jadi ternaknya itu ternak-ternak rakyat, kami beli dengan harga yang murah, kemudian kami ajarkan kepada mereka cara untuk menggemukannya. Setelah dia gemuk, kita jual lagi empat juta rupiah, keuntungan tadi dua juta itu bagi dua. Mereka sebagian, kami sebagian.
Bapak Presiden yang kami hormati,
Saya ingin sedikit menjelaskan hal yang baru kami buat di sini dengan bupati, dengan kepala desa dan camat. Setiap Kepala Desa kami berikan tunjangan kinerja sejuta per bulan. Camat-camat juga demikian. Tapi dengan syarat kepada mereka Pak, harus menjaga ketahanan pangan desa masing-masing. Jadi kalau pangan desa masing-masing bagus, kami tambah honor lebih besar lagi, lebih besar lagi.
Camat juga demikian Bapak Presiden. Jadi kami ingin apa yang Bapak katakan jadikan desa mandiri ketahanan pangan, kemudian sekarang kami sedang buat juga desa mandiri energi untuk jarak dan lain-lain. Pak Bupati sudah menggerakan ke mana-mana Pak, semuanya. Dan untuk itu kita akan tambah honor kepada mereka. Insentif kami anggarkan di APBD Pak Presiden.
Presiden Republik Indonesia
Jadi, itu betul ya. Saya ulangi lagi, penggunaan minyak tanah ini besar sekali di negeri kita. Padahal kita jual dengan harga yang murah, 1700 yang biasanya harga di luar 4000 sampai 4500. Akhirnya subsidi itu belasan trilyun, lebih dari itu untuk memberikan bantuan sama subsidi minyak tanah itu. Nah, kalau desa-desa itu makin mandiri energinya, ada jarak untuk mengganti minyak tanah, itu kan bisa dihemat anggaran negara. Anggaran negara hemat digunakan untuk pendidikan, untuk anak-anak sekolah, untuk kesehatan, untuk puskesmas, untuk yang begitu-begitu. Jadi jatuhnya untuk rakyat lagi.
Jadi konsepnya benar Bapak, bikin desa-desa, komunitas-komunitas itu makin mandiri dari energi, makin mandiri dari pangan, bukan hanya beras, mungkin juga palawija, sayur, sehingga intake kalorinya makin bagus. Kalau intake kalorinya makin bagus, maka indeks pembangunan manusia juga makin bagus, karena pembangunan itu toh untuk manusia, untuk anak-anak kita seperti ini, untuk ibu-ibu, untuk orangtua, untuk kita semua. Jadi, alangkah bagusnya sebelum kita berpikir gedung yang megah-megah, lebih dulu pendidikan rakyat kita, kesehatan rakyat kita, termasuk yang di desa-desa dan di pedalaman.
Konsepnya Pak Kepala Desa, laksanakan dengan baik. Apa kesulitannya?
Kepala Desa Yosonegoro
Terima kasih pada Bapak Presiden RI,
Kesulitan kami di Desa Yosonegoro sebagai pengelola untuk pertanian, kami masih membutuhkan traktor untuk membuka lahan. Karena selama ini lahan yang ada di Desa Yosonegoro ini, untuk pertanian jagung, 250 hektar, tapi yang sedang dikerjakan sekarang baru 150 hektar. Itu kendalanya karena tidak mempunyai mesin traktor Pak untuk pengolahan.
Presiden Republik Indonesia
Pak Bupati, kira-kira solusinya gimana rencananya?
Bupati Gorontalo
Pak Presiden yang kami hormati,
Khusus untuk traktor, mesin pengolah lahan ini, memang kebutuhan petani ini cukup besar Pak Presiden. Kami baru membagikan jatah dari Dinas Departemen Pertanian, sudah dibagikan per kecamatan baru satu Pak Presiden. Kemudian dari Pak Gubernur ada, lima buah, sudah diserahkan juga. Kemudian APBD Kabupaten ada tiga unit.
Traktor empat bola, sedangkan hand tractor cukup banyak Pak Presiden.
Presiden Republik Indonesia
Anggaran kita, baik anggaran belanja pusat, belanja provinsi, belanja kabupaten ini kan harus dibagi untuk semua, pendidikan, kesehatan, pertanian, kehutanan, perikanan dan lain-lain. Namun, tetaplah dialokasikan secara bertahap, tentu kabupaten, provinsi, kita di pusat, sesuai dengan kemampuan keuangan negara, yang penting digunakan baik-baik. Semua giat, tekun, ulet, supaya lebih produktif, supaya hasil panennya meningkat.
Apalagi? Kalau listrik bagaimana listrik?
Kepala Desa Yosonegoro
Terima kasih Pak.
Menyinggung masalah listrik Bapak Presiden, memang Pak selama ini listrik ini sering macet-macet Pak. Ini baru saja, pagi hari tadi, barangkali dua jam tidak punya listrik di Desa Yosonegoro Pak. Barangkali himbauan saya sebagai mewakili masyarakat, kiranya, Bapak Presiden bisa membantu atau menambah daya untuk Gorontalo Pak.
Presiden Republik Indonesia
Baik. Ini memang benar ya, kita kekurangan listrik. Mengapa? Krisis itu datang di negeri kita tahun 1998. Karena krisis, delapan tahun kita tidak banyak menambah tenaga, hampir tidak bergerak dari daya sebelumnya. Padahal sebelum krisis pun, kita punya sumber daya listrik, itu hanya sekitar 25 ribu megawatt.
Sekarang, menyadari makin banyak kebutuhan untuk industri, untuk pabrik, untuk penerangan jalan-jalan, termasuk rumah tangga, kita akan melaksanakan program besar-besaran, tiga, empat tahun mendatang dengan menambah 10 ribu megawatt di luar Jawa, secara seimbang sesuai kebutuhan.
Jadi tolong, pemerintah juga sangat sadar, meskipun biayanya tidak selalu ada, tapi ini prioritas untuk listrik. Sampaikan kepada seluruh rakyat, ini keadaannya, tetapi kita akan terus tingkatkan sesuai dengan kemampuan negara. Sampaikan, karena krisis dulu, kita tidak banyak menambah listrik. Nah oleh karena itu, kita akan tambah daya listrik itu, nantinya bisa dengan angin, bisa dengan air, bisa dengan surya dan lain-lain.
Jadi saya mintakan juga Pak Gubernur, Pak Bupati, disamping PLN, listrik yang konvensional itu, tolong juga dipikirkan, diinovasikannya teknologi. Jagonya mesin teknik ini. Itu bisa dengan mesin sederhana, sumbernya angina, itu bisa menghasilkan listrik, kemarin saya lihat itu untuk 25 ribu watt. Sederhana sekali. Itu membikin mesinnya harganya waktu itu sekitar 30-40 juta rupiah saja. Ini jagonya. Tolong nanti dipikirkan, bagaimana kita mempercepat. Karena kalau menunggu giliran PLN, seluruh Indonesia kan ada tahapan-tahapannya. Kalau listrik itu memang bukan hanya di Gorontalo, di banyak tempat kita mengalami kekurangan dan akan terus kita tambah.
Anak-anak,
Ada yang mau bicara dengan Pak Presiden?
Rahmat Kisis
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Nama saya Rahmat Kisis, sekolah dari Inpres Yosonegoro, kelas empat. Cita-cita jadi guru. Mohon Bapak Presiden bantu guru-guru.
Presiden Republik Indonesia
Baik ya, tanpa ibu guru, tanpa bapak guru, Pak SBY nggak jadi Presiden. Pak Fadel nggak jadi Gubernur, Pak Anton nggak jadi Menteri, Pak Ma’ruf nggak jadi menteri. Kita harus hormat pada guru ya, patuh pada guru. Sama juga hormat pada orangtua, respect orangtua.
Suara yang paling keras, ayo sini.
Peter Masawoung
(Kelas berapa?) Kelas tiga. (Mau jadi apa kalau sudah besar?) Jadi gubernur. (Bapaknya kerja di mana?) Di sawah. Sawah petani.
Presiden Republik Indonesia
Petani itu pahlawan ya. Kalau nggak ada petani nggak ada makanan. Kalau nggak ada makanan nggak bisa hidup kita.
Kalau kesehatan bagaimana? Puskesmasnya di mana yang paling dekat? Berobat di puskemas nggak bayar toh? Betul?
Bupati Gorontalo
Mulai 2007 ini, seluruh masyarakat Gorontalo mulai 1 Januari 2007, gratis berobat di puskemas pembantu maupun puskesmas. Yang ada rujukan ke Rumah Sakit TMM Dunda itu berlaku pada warga miskin yang bantuan BLT, kelas tiga.
Presiden Republik Indonesia
Untuk bantuan sekolah, apa yang diterima?
Bupati Gorontalo
Selain Bantuan Operasional Sekolah (BOS), untuk SD itu 19 ribu per murid per bulan. Kemudian untuk SMP 27 ribu per murid per bulan. Kemudian SMA ini belum ada tanggungan BOS dari pusat, maka Pemda Kabupaten Gorontalo memberi bantuan BOS 30 ribu per murid per bulan, bantuan APBD.
Presiden Republik Indonesia
Ya, ini ya, Pak Bupati, semuanya, kita ingin anak-anak kita bisa bersekolah. Kita ingin kalau ada yang sakit bisa berobat, dan bagi yang miskin kita bikin gratis. Ini salah satu kecintaan kita pada saudara-saudara kita yang belum sejahtera dan membantu mereka, sambil, ya itu tadi, kalau pertanian digalakan, industri digalakan, insya Allah akan lebih meningkat lagi kesejahteraannya.
Ada Ibu-ibu nggak di sini mau bicara sama Pak Presiden? Ibu, silahkan ayo.
Ketua Tim Penggerak PKK Yosonegoro
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan,
Nama saya Indriati Rifai, dan saya rasa berbangga hati atas kedatangan Bapak Presiden dan Ibu di desa kami ini, Desa Yosonegoro. Dan bagi kami, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Yosonegoro mengharapkan agar supaya kesejahteraan kami, PKK Yosonegoro agar lebih diperhatikan begitu Bu. Agar supaya PKK di Yosonegoro akan meningkat.
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Ibu.
Ibu PKK ya? Saya berterima kasih, PKK ini penting. Coba, karena krisis dulu, kita barangkali karena mengatasi banyak persoalan, lupa menggerakkan pos pelayana terpadu, betul? Menggerakkan Pos KB di daerah. Lupa kita melaksanakan program pekan imunisasi nasional atau PIN. Jadi, PKK harus terus menjalankan tugas untuk rakyat kita kok, bukan untuk politik-politikan, bukan untuk yang lain-lain. Bantu yang miskin, bantu mereka-mereka agar sehat, agar bisa hidup dengan lebih layak.
Sampaikan salam saya kepada semua anggota PKK, terima kasih atas darma baktinya, dan mudah-mudahan kalau pendapatan daerah makin baik, insya Allah ada bantuan yang lebih besar lagi untuk PKK. Lima juta satu tahun ya. kita bangun semuanya Ibu. Makin meningkat, pastilah makin ditingkatkan lagi.
Baiklah, ini saya mendadak, Bapak, Ibu, memang tadi nggak ada rencana, tapi karena saya senang dengan ada rumah, ada kebun jagung, integrated farming. Jaga kebersihan Bu ya. Ini kalau nggak bersih nanti suka datang penyakit, seperti flu burung itu harus kita cegah, jangan sampai berkembang ke mana-mana.
Hari ini saya minta Menko Kesra menyampaikan kepada para gubernur, utamanya di sekitar Jakarta, Gubernur Jakarta, Gubernur Banten, Gubernur Jawa Barat, karena ternyata belum tuntas benar itu. Provinsi yang lain membaik, banyak yang hilang dan tidak ada. Justru di sekitar Jabotabek kok masih ada kemungkinan berlangsungnya flu burung itu. Ini membahayakan sekali. Jadi semua turunlah, ayo kita lakukan langkah-langkah secara sungguh-sungguh, secara serius, jangan sampai ada flu burung. Kasihan peternak nanti, dan kasihan manusia, kita juga bisa kena sakit ya.
Terima kasih semuanya. Pak Kepala Desa, selamat bertugas ya. Ibu-ibu, PKK, Anak-anak, selamat belajarlah. Rajin-rajin belajar.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



